https://i1.wp.com/mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2014/12/maxresdefault.jpg

https://lh6.googleusercontent.com/-Qkb07Px1JVg/VIrH19CYsGI/AAAAAAAABMk/HuGWYFwKtt8/w346-h260/Untitled.png

PENJARA GUANTANAMO 300x285 KEJAMNYA SIKSAAN TENTARA AMERIKA DI PENJARA TERBONGKAR

WATERBOARDING KEJAMNYA SIKSAAN TENTARA AMERIKA DI PENJARA TERBONGKAR

https://i0.wp.com/mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2014/12/TAHANAN-ABU-GHRAIB1-300x172.jpg

Oleh : Septia Eka Putri/Jurnalis Mi’raj Islamc News Agency (MINA)

Meskipun perkembangan Muslim semakin pesat di Amerika, tetapi masih saja terdengar kecaman bahwa Islam adalah teroris. Ssesungguhnya inilah ujian buat umat Islam di seluruh dunia.
Tuduhan teroris didengungkan oleh orang-orang dengan berbagai cara untuk menghancurkan Islam. Tuduhan ini agaknya  tidak akan pernah berhenti, sampai nanti akhirnya azab Allah lah yang akan menimpa mereka.
Islam selalu dihujat, difitnah, dituding sebagai teroris agar agama ini ditolak di seluruh dunia. Terlebih lagi setelah tragedi 11 September 2001, di mana Amerika menuduh teroris Islam sebagai pelakunya.

Namun para musuh Islam terperangah, karena ternyata Islam tetap tumbuh dengan pesat. Usaha mereka untuk memojokkan agama ini dan opengikutnya, sia–sia. Dunia malah mulai bertanya-tanya,  apa betul Islam demikian buruknya, mengajarkan umatnya melakukan tindakan teroris yang brutal.

Lalu masyarakat Amerika mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Mereka mulai memburu dan mempelajari isi Al-Qur’an dan buku-buku tentang Islam. Alih-alih membenci Islam, sebaliknya setelah memahami Al-Qur’an dan Islam, mereka malah menemukan ajaran kedamaian.

Mereka menemukan kesejukan dalam Islam dan Al-Qur’an, sehingga banyak yang tertarik untuk masuk Islam… sungguh menakjubkan. Benarlah firman Allah dalam surat As-Shaf ayat 8: “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.”

Keajaiban di Tragedi September

Moeflich Hasbullah (Pikiran Rakyat, 6 Maret 2008)

Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007) dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati. Dari data itu terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah.

Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi. Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Tahun 2025, angka itu diproyeksikan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%).

Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% per tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per tahun. 17 tahun lagi dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen ke urutan  kedua.

World Almanac and Book of Fact, New York Times Bestseller  mencatat, jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 miliar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 miliar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam tiga tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).

Fenomena di Amerika sendiri sangat menarik. Sangat tidak masuk di akal pemerintah George Bush dan tokoh-tokoh Amerika. Warga Amerika berbondong-bondong masuk Islam justru setelah peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001 yang dikenal dengan 9/11 yang sangat merugikan  citra Islam itu.

Pasca 9/11 adalah era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada presedennya dalam sejarah Amerika. Ada delapan juta orang Muslim yang kini ada di Amerika dan 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah pemboman itu. Kalimat syahadat pertanda orang masuk Islam terus terdengar di kota-kota seperti New York, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya.

Berdasarkan fakta inilah, ditambah gelombang masuk Islam di luar Amerika, seperti di Eropa dan beberapa negara lain, beberapa tokoh Amerika menyatakan kesimpulannya. The Population Reference Bureau USA Today sendiri menyimpulkan: “Moslems are the world fastest growing group.

” Hillary Rodham Cinton, istri mantan Presiden Clinton seperti dikutip oleh Los Angeles Times mengatakan, “Islam is the fastest growing religion in America.” Kemudian, Geraldine Baum mengungkapkan: “Islam is the fastest growing religion in the country” (Newsday Religion Writer, Newsday).  “Islam is the fastest growing religion in the United States,” kata Ari L. Goldman seperti dikutip New York Times.

Atas daya magnit Islam inilah, pada 19 April 2007, digelar sebuah konferensi di Middlebury College, Middlebury Vt. untuk mengantisipasi masa depan Islam di Amerika dengan tajuk “Is Islam a Trully American religion?” menampilkan Prof. Jane Smith yang banyak menulis buku-buku tentang Islam di Amerika.

Konferensi itu sendiri merupakan seri kuliah tentang Immigrant and Religion in America. Dari konferensi itu, jelas tergambar bagaimana keterbukaan masyarakat Amerika menerima sebuah gelombang baru yang tak terelakkan yaitu, Islam yang akan menjadi identitas dominan di negara super power itu.

Alhamdulillah

Tangan Tuhan dalam bentuk blessing in disguise adalah nyata di balik peristiwa 9/11 dan ini diakui oleh masyarakat Islam Amerika. Karena peristiwa 9/11 yang sangat mengerikan itu dituduhkan kepada Islam, berbagai lapisan masyarakat Amerika justru kemudian tergerak rasa ingin tahunya untuk mengetahui Islam secara lebih dalam.

Sebagian orang mempelajari Islam karena semata-mata murni ingin tahu saja, sebagian lagi untuk mencari jawaban atas sebuah pertanyaan di benaknya: “bagaimana mungkin dalam zaman modern dan beradab ini agama “mengajarkan” teror, kekerasan dan pemboman bunuh diri dengan ratusan korban tidak berdosa?” Tapi keduanya berbasis pada hal yang sama: ignorance of Islam (ketidaktahuan akan Islam).

Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat (Amerika dan Eropa) tentang Islam hanya satu yaitu media yang menggambarkan Islam tidak lain kecuali stereotip-stereotip buruk seperti teroris, tidak beradab, kejam terhadap perempuan dan lainnya.

Eric, seorang Muslim pemain kricket warga Texas misalnya menyaksikan, setelah peristiwa 9/11, masyarakat Amerika menjadi ingin tahu Islam, mereka kemudian ramai-ramai membeli dan mempelajari Al-Qur’an setiap hari, membaca biografi Muhammad dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya. Hasilnya, mereka menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Ketimbang bertambahnya kebencian, yang terjadi malah sebaliknya.

Islam justru menjadi jawaban bagi proses pencarian spiritual mereka selama ini. Islam menjadi pencair kebekuan spiritual yang selama ini dialami masyarakat Amerika. Inilah pemicu terjadinya Islamisasi Amerika yang mengherankan para pengamat sosial dan politik di sana. Inilah berkah di balik peristiwa /9/11.

Motivasi untuk Muslim di seluruh dunia

Banyak kaum perempuan Amerika Muslim berkesimpulan, ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai perempuan. Perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati, dibandingkan dalam peradaban Barat modern. Walaupun mereka tidak setuju dengan poligami.

Seorang perempuan Amerika, Tania, merasa hidupnya kacau dan tidak terarah jutsru dalam kebebasannya di Amerika. Ia bisa melakukan apa saja yang dia mau untuk kesenangan, tapi ia rasakan hal itu malah merugikan dan merendahkan perempuan. Setelah mempelajari Islam dia faham.  “Women in Islam is so honored. This is a nice religion not for people like me!” katanya. Dia masuk Islam setelah mempelajari agama ini beberapa bulan dari teman Muslimnya.

Perkembangan Islam di dunia Barat sesungguhnya lebih prospektif karena mereka terbiasa berfikir terbuka. Dalam keluarga Amerika, pemilihan agama dilakukan secara bebas dan independen. Banyak orang tua mendukung anaknya menjadi Muslim selama itu adalah pilihannya.

Mereka mudah saja masuk Islam ketika menemukan kebenaran di situ. Angela Collin, artis di California yang terkenal karena filmnya Leguna Beach menjadi Muslim dengan dukungan orang tuanya. Ketika diwawancarai televisi NBC, orang tuanya justru merasa bangga karena Angela adalah seorang “independent person.” Nancy seorang remaja 15 tahun, masuk Islam setelah bergaul dekat dengan temannya orang Pakistan. Keluarga gadis itu tidak mempermasalah pilihan anaknya, walaupun telah lama hidup dalam tradisi Kristen.
(P007/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Disarikan dari berbagai sumber

Komite Intelijen Senat Amerika Serikat (AS), Selasa (9/12/2014), merilis laporan tentang tehnik interogasi yang dilakukan CIA, terhadap para tersangka teroris Al-Qaeda, terkait dengan serangan 11 September 2001 di AS, sebagaimana dilansir Arrahmah pada Rabu (10/12).

Laporan itu membongkar penggunaan kekerasan dalam proses interogasi para tahanan, dan jauh lebih brutal dari yang pernah diakui oleh CIA sebelumnya. Fakta tersebut mempertegas kemunafikan AS, sebagai negara yang selalu mengecam pelanggaran HAM di negara lain.

Walaupun demikian, beberapa dokumen memperlihatkan bahwa tanggungjawab atas kekejaman yang dilakukan CIA, ternyata bukan hanya terletak di tangan AS, tetapi juga pada puluhan pemerintahan lain yang terlibat membantu CIA, sebagaimana dilansir Garuda Militer pada Rabu (10/12).

Posted by: peribadirasulullah | Disember 13, 2014

Erdogan mengkriti interpol kerana memburu Ulamak Islam bertaraf dunia

https://i1.wp.com/mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2014/11/ERDOGAN-300x210.jpg

Ankara, 15 Shafar 1436/8 Desember 2014 (MINA) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengkritik Mesir karena memiliki membawa-bawa Interpol  dalam rangka melakukan penangkapan seorang ulama Muslim terkemuka, Syeikh Yusuf Al-Qardhawi.

“Lihat, orang yang berkuasa melalui kudeta memberikan instruksi kepada Interpol,” kata Erdogan di depan dewan agama di Ankara sebagaimana dikutip Ahram online dan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin.

Al-Qardawi dianggap berbahaya oleh otoritas Mesir karena merupakan pendukung kuat Ikhwanul Muslimin yang kini statusnya dilarang di Mesir.

Mesir mendekati Interpol guna mencari peluang penangkapan Al-Qardhawi dan pada November Interpol menempatkan dia di daftar buronan sehingga menuai kritik dari dunia Muslim.

“Sebuah langkah sedang diambil untuk penangkapan Yusuf al-Qardawi, Presiden Persatuan Ulama Muslim,” kata Erdogan yang sejak partainya berkuasa sejak sepuluh tahun lalu membawa kembali Turki sebagai negara Islam yang berpengaruh.

Dia menyayangkan keputusan Mesir itu dengan mengatakan, “Bisnis jenis apa ini? Ilmu tidak bisa ada di bawah kuasa politik. Politik adalah hamba ilmu pengetahuan.”

Al-Qardawi (88) adalah warga berkebangsaan Mesir-Qatar dan seorang ulama Sunni terkemuka yang berbasis di Doha dan sekarang menjabat ketua Persatuan Ulama Dunia. (T/R04/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

http://mirajnews.com/id/timur-tengah/erdogan-kritisi-mesir-karena-bawa-alqaradhawi-ke-interpol/

Posted by: peribadirasulullah | Disember 12, 2014

Mudahnya membunuh umat Islam di zaman ini.

http://www.usnews.com/dims4/USNEWS/ae5d20f/2147483647/resize/652x%3E/quality/85/?url=%2Fcmsmedia%2Fd3%2Fdd56dff8b3364db93f0786ba87db6b%2F43931widemodern_drone_070213.jpg

https://www.opendemocracy.net/files/Drones%20with%20missiles.jpeg

Serangan Drone AS Bunuh 15 Orang, Termasuk 5 Anak-anak

https://i2.wp.com/arabi-press.com/userfiles/14150554516476756.jpg

https://i1.wp.com/www.gmrup.com/d1/up13106425601.jpg

https://i2.wp.com/www.alqabas.com.kw/sites/default/files/article/original/2013/09/18/485257.gif

https://i0.wp.com/www.alasema.com/contents/picture/default/2014/12/416_234/d03b8e6ae313a7d4ebd222f995b47d55.jpeg

Amerika adalah tempat kelahiran terorisme di seluruh dunia atau kita dapat mengatakan bahwa Amerika adalah The Great Satan dan kepala ular yang meneror orang tak bersalah dan menyerang negara-negara independen di seluruh dunia sepanjang sejarah. AS juga memberikan bantuan kepada berbagai rezim otoriter yang telah menggunakan teror sebagai alat represi. Dukungan Amerika Serikat untuk non-negara dan negara teroris telah menonjol di seluruh dunia. banyak contoh dan yang fakta yang telah diketahui tentang kiprah mereka di berbagai negara. Berbagai alasan telah dikemukakan untuk membenarkan dukungan tersebut. Dukungan juga diarahkan untuk memastikan lingkungan yang kondusif bagi kepentingan perusahaan Amerika di luar negeri, terutama ketika kepentingan-kepentingan ini berada di bawah ancaman. Pendirian negara Israel dan dukungannya (AS) untuk membunuh Muslim Palestina adalah kejahatan AS yang terbesar. Angkatan bersenjata AS telah melakukan kejahatan perang dalam berbagai perang di seluruh dunia, di mana mereka telah terlibat dan menyerang negara-negara Independen sepanjang sejarah.

Apakah itu Drone?

Pesawat tak berawak (UAV), yang dikenal sebagai drone, adalah pesawat yang dikendalikan oleh ‘pilot’ dari suatu tempat, bersifat mandiri hanya mengikuti misi yang telah diprogram. Saat ini ada puluhan jenis drone, ia pada dasarnya terbagi dalam dua kategori: yang digunakan untuk tujuan pengintaian dan pengawasan dan yang dipersenjatai dengan rudal dan bom.

Drone Reaper dan Predator, dikendalikan melalui satelit dari Nellis dan Creech markas USAF di luar Las Vegas, Nevada. Atau kru meluncurkan drone dari zona konflik, kemudian operasi diserahkan kepada controller di layar video yang dirancang khusus di gurun Nevada. Satu orang “menerbangkan” pesawat tak berawak tersebut, yang lainnya mengoperasi dan memantau kamera dan sensor, sementara orang ketiga berhubungan dengan “pemesan”, yaitu pasukan darat di zona perang. Drone bersenjata pertama kali digunakan dalam perang Balkan, penggunaannya telah secara dramatis meningkat di Afghanistan, Irak dan perang yang dideklarasikan CIA di banyak negara Muslim seperti Somalia, Suriah, Yaman, Pakistan, dll.

Drone-drone AS membunuh anak-anak, meneror para penduduk di Afghanistan, Pakistan, Yaman, Irak, Suriah, Somalia, dll. Teror tersebut dibawa oleh Amerika ke negara-negara yang didominasi oleh penduduk muslim yang mana mereka selalu diteror oleh ancaman kematian dari langit (serangan drone). Hidup mereka selalu dihantui oleh serangan drone: anak-anak takut untuk pergi ke sekolah, orang dewasa takut untuk menghadiri pernikahan, pemakaman, pertemuan bisnis atau apapun yang melibatkan acara kumpul-kumpul.

Seorang mantan perwira militer Amerika Serikat secara anonim baru-baru ini mengatakan bahwa ‘jika ada satu orang yang menjadi target operasi kami, dan ada tiga puluh empat orang lain di gedung itu, maka tiga puluh lima orang harus mati hari itu’. Bahkan PBB dan Peneliti Khusus tentang Eksekusi Ekstra Yudisial (di luar hukum) khawatir bahwa kampanye drone AS ‘adalah tindakan terorisme.

Serangan udara, diprakarsai oleh mantan presiden AS, George W. Bush, telah meningkat di bawah Presiden Barack Obama. Presiden Obama baru-baru ini berdalih bahwa penggunaan pesawat tak berawak sebagai tindakan “pertahanan diri.”

PBB mengatakan serangan pesawat tak berawak AS yang dioperasikan menimbulkan tantangan yang berkembang pada aturan hukum internasional.

Di Afghanistan, serangan drone membunuh banyak rakyat Afghanistan. Anda mendengar di berita dan laporan bahwa setiap hari, keluarga, anak-anak dan perempuan dibunuh. Drone AS membunuh warga sipil Afghanistan pria, wanita dan anak-anak. Pasukan Amerika melakukannya secara diam-diam dan individual. Kematian, penyiksaan dan kekejaman lainnya yang disebabkan oleh pasukan AS sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Rakyat sipil Afghanistan yang paling menderita. Mereka berjuang untuk bertahan hidup. Agresi Amerika adalah salah satu kejahatan terbesar dalam sejarah. Triliunan dolar yang dihabiskan untuk pembantaian massal dan penghancuran. Mereka menghabiskannya untuk mendominasi global tanpa tertandingi. Afghanistan dirusak dan dihancurkan. Hukum rimba yang berlaku di sini. Mengabaikan aturan prinsip hukum. Ia (AS) melakukan apa pun yang diinginkannya. Pejabat Pentagon secara rutin menutupi kejahatan perang serius. Begitu juga komandan di lapangan. Melakukan hal yang telah menjadi kebijakan jangka panjang AS. Berdasarkan satu dekade perjanjian militer yang panjang, para pejabat hukum Afghanistan tidak dapat menahan atau mendakwa pasukan AS dengan tuduhan kejahatan perang. Apapun yang mereka lakukan, mereka kebal hukum. Di Afghanistan kemiskinan, pengangguran, kesengsaraan manusia, dan ketakutan mencerminkan kehidupan sehari-hari. Kebijakan Washington mengutamakan penaklukan, penjajahan, penjarahan dan dominasi yang selama ini ditentang oleh masyarakat Afghan yang berani, yang saat ini hampir mengusir penjajah dan teror AS dari tanah air mereka.

Di Pakistan serangan pesawat tak berawak telah banyak dilakukan oleh pesawat tak berawak AS. Ribuan pria, wanita dan anak-anak tak bersalah terbunuh. Ratusan diamputasi. Program drone digunakan oleh pemerintah AS sebagai lisensi untuk membunuh di luar jangkauan pengadilan atau standar dasar hukum internasional. Seluruh hukum HAM dirusak oleh AS di Pakistan. AS mengeksploitasi daerah-daerah terpencil di Pakistan untuk program drone, termasuk pembunuhan ekstra yudisial atau kejahatan perang.

Di Yaman, rakyat Yaman dapat mendengar kehancuran bahkan sebelum drone itu tiba. Di kota-kota, kota dan desa di seluruh negeri tersebut, yang menggantung dari ujung selatan Semenanjung Arab, langit bising dengan suara drone Amerika yang terbang di atasnya. Suaranya yang terus menerus berbunyi menimbulkan trauma yang mendalam bagi rakyat Yaman. Jika Anda berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, drone itu siap mengambil nyawa Anda dengan tembakan rudalnya, kalau beruntung, anggota tubuh Anda ‘hanya’ akan diamputasi.

Serangan pesawat tak berawak tidak membutuhkan kehadiran pasukan AS di darat, dan ia mudah untuk diawasi. Lebih dari setengah dari rakyat Yaman yang berjumlah 24,8 juta warga terkena dampaknya setiap hari. Sebuah perang yang terjadi, dan salah satu korban yang tak terlihat secara kasat mata adalah pikiran rakyatYaman. Gejala gangguan stres pasca-trauma, trauma dan kecemasan merajalela di berbagai penjuru negara di mana drone aktif.

Di Somalia militer AS menggunakan pesawat tak berawak yang dikendalikan dengan remote control untuk melakukan pembunuhan. Menurut saksi, serangan sebagian besar telah menargetkan korban sipil. Somalia adalah contoh kegagalan misi AS.

Pada Oktober tahun lalu, sebuah laporan bersama oleh Amnesty International dan Human Rights Watch mengatakan para pejabat AS ditemukan bersalah atas kejahatan perang rahasia serangan pesawat tak berawak CIA yang telah menewaskan ratusan orang di Somalia.

Serangan pesawat tak berawak AS telah melukai dan membunuh warga sipil. Kehadiran drone meneror pria, wanita, dan anak-anak, sehingga menimbulkan kecemasan dan trauma psikologis di kalangan masyarakat sipil. Mereka hidup di bawah ancaman serangan drone yang boleh datang setiap saat dan fakta bahwa mereka tidak berdaya untuk melindungi diri mereka dari serangan drone tersebut. Ketakutan ini telah mempengaruhi perilaku dan sikap mereka.

Sudah saatnya bagi Amerika untuk menyadari bahwa ia harus meninggalkan kampanyenya untuk mengontrol negara merdeka dan menghentikan pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tidak bersalah dan berhenti meneror orang-orang, jika tidak, api yang telah mereka timbulkan akan mencapai gerbang Gedung Putih di Washington.

Sumber: @ABalkhi

http://muqawamah.com/drone-bukti-aksi-terorisme-di-dunia-muslim.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

20 Amalan yang meningkatkan Iman Kita kepada Allah SWT

https://i0.wp.com/forums.fll2.com/storeimg/img_1286807357_568.jpg

1. Perbanyakkan menyemak dan memahami ayat-ayat Al-Quran

Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, sebagai ubat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi ubat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra ‘: ayat 82).

Kata Ibnu Qayyim, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim untuk menyembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua macam: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempatkannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada pengertian-pengertian Al-Qur’an, memikirkan dan memahami apa yang dimaksudkan dan mengapa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat-ayat-Nya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengubati hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh. ”

2. Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Quran dan Sunnah

Al-Quran dan Sunnah banyak sekali mengungkap keagungan Allah swt. Seorang muslim yang ketika dihadapkan dengan keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung-relung hatinya.

Resapi betapa agungnya Allah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, yang memiliki nama-nama yang baik (asma’ul husna). Dialah Al-’Azhim, Al-Muhaimin, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, Al-Muth’ali. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.

Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut ayat ini, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Az-Zumar: ayat 67)

3. Carilah ilmu syar’i

Sebab, Al-Qur’an berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang-orang yang berilmu.” (Fathir: ayat 28). Dalamilah ilmu-ilmu yang mengantarkan kita pada rasa takut kepada Allah.

Allah berfirman, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: ayat 9). Orang yang tahu tentang hakikat penciptaan manusia, tahu tentang syariat yang diturunkan oleh Allah sebagai tata cara hidup manusia, dan tahu ke mana tujuan akhir hidup manusia, tentu akan lebih khusyuk hatinya dalam ibadah dan kuat imannya dalam aneka gelombang ujian dibandingkan dengan orang yang jahil.

Orang yang tahu tentang apa yang halal dan haram, tentu lebih menjaga diri daripada orang yang tidak tahu. Orang yang tahu bagaimana dahsyatnya siksa neraka, tentu akan lebih khusyuk. Orang yang tidak tahu bagaimana nikmatnya syurga, tentu tidak akan pernah punya rasa rindu untuk meraihnya.

4. Ikutlah halaqah zikir

Suatu hari Abu Bakar melawat Hanzhalah. “Bagaimana keadaanmu, wahai Hanzhalah?” Hanzhalah menjawab, “Hanzhalah telah berbuat munafik.” Abu Bakar bertanya apa sebabnya. Kata Hanzhalah, “Jika kami berada di sisi Rasulullah saw., Beliau mengingatkan kami tentang neraka dan syurga yang seakan-akan kami dapat melihat dengan mata kepala kami sendiri. Lalu setelah kami pergi dari sisi Rasulullah saw. kami pun disibukkan oleh urusan isteri, anak-anak, dan kehidupan, lalu kami pun banyak lupa. ”

Lantas kedua-duanya mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Kata Rasulullah, “Demi jiwaku yang ada di dalam genggaman-Nya, andaikata kamu sekalian tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam zikir, tentu para malaikat akan menabik kamu di atas tilammu dan tatkala kamu dalam perjalanan. Tetapi, wahai Hanzhalah, sa’atah, sa’atan, sa’atan. “(Shahih Muslim. 2750)

Begitulah majlis zikir. Boleh menambah berat keimanan kita. Para sahabat sangat bersemangat mengadakan pertemuan halaqah zikir. “Duduklah besama kami untuk mengimani hari kiamat,” begitu ajak Muadz bin Jabal. Di halaqah itu, kita boleh melaksanakan hal-hal yang diwajibkan Allah kepada kita, membaca Al-Quran, membaca hadis, atau mengkaji ilmu pengetahuan lainnya.

5. Perbanyaklah amal soleh

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya, “Siapa di antara kamu yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah saw. bertanya lagi, “Siapa di antara kamu yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang malainkan dia akan masuk syurga.” (Muslim)

Begitulah seorang mukmin yang Saddiq (sejati), begitu bersemangat menggunakan setiap kesempatan untuk memperbanyakkan amal soleh. Mereka berlumba-lumba untuk mendapatkan syurga. “Berlumba-lumbalah kamu kepada (mendapatkan) keampunan dari Rabb-mu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (Al-Hadid: ayat 21)

Begitulah mereka. Sehingga keadaan mereka seperti yang digambarkan Allah swt., “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir-akhir malam mereka memohon keampunan (kepada Allah). Dan, pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. “(Adz-Dzariyat: ayat 17-19)

Banyak beramal soleh, akan menguatkan iman kita. Jika kita berterusan dengan amal-amal soleh, Allah akan mencintai kita. Dalam sebuah hadis kudsi, Rasulullah saw. menerangkan bahawa Allah berfirman, “Hamba-Ku sentiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (Shahih Bukhari. 6137)

6. Lakukan perbagai ibadah

Ibadah mempunyai banyak ragamnya. Ada ibadah fizikal seperti puasa, ibadah bahan seperti zakat, ibadah lisan seperti doa dan zikir. Ada juga ibadah yang yang menggabungkan semuanya seperti haji. Semua ragam ibadah itu sangat bermanfaat untuk menyembuhkan kelemahan iman kita.

Puasa membuat kita khusyu ‘dan mempertebalkan rasa muraqabatullah (merasa diawasi Allah). Solat rawatib dapat menyempurnakan amal-amal wajib kita yang kurang sempurna mutunya. Berinfak mengikis sifat bakhil dan penyakit hubbud-dunya. Tahajjud menambah kekuatan.

Banyak melakukan berbagai macam ibadah bukan hanya membuat pakaian iman kita mangkin terkini dan cemerlang, juga menyediakan kita begitu banyak pintu untuk masuk ke syurga. Rasulullah saw. bersabda, “Sesiapa yang menafkahi dua isteri di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu syurga: ‘Wahai hamba Allah, ini adalah baik.’ Lalu sesiapa yang menjadi orang yang banyak mendirikan solat, maka dia dipanggil dari pintu solat. Barangsiapa menjadi orang yang banyak berjihad, maka dia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa menjadi orang yang banyak melakukan puasa, maka dia dipanggil dari pintu ar-rayyan. Barangsiapa menjadi orang yang banyak mengeluarkan sedekah, maka dia dipanggil dari pintu sedekah. “(Bukhari. 1798)

7. Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah

Rasa takut su’ul khatimah akan mendorong kita untuk taat dan senantiasa menjaga iman kita. Penyebab su’ul khatimah adalah lemahnya iman menenggelamkan diri kita ke dalam jurang kedurhakaan. Sehingga, ketika nyawa kita dicabut oleh malaikat Izrail, lidah kita tidak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illallah di hembusan nafas terakhir.

8. Perbanyakkan ingat akan mati

Rasulullah saw. bersabda, “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah sekarang ziarahilah kubur kerana hal itu boleh melunakkan hati, membuat mata menangis mengingatkan hari akhirat, dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Shahihul Jami ‘. 4584)

Rasulullah saw. juga bersabda, “Banyak-banyaklah mengingati penebas kelazatan-kelazatan, iaitu kematian.” (Tirmidzi. 230)

Mengingati mati boleh mendorong kita untuk mengelak diri dari berbuat durhaka kepada Allah dan dapat melunakkan hati kita yang keras. Kerana itu Rasulullah menganjurkan kepada kita, “Kunjungilah orang sakit dan iringilah jenazah, nescaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Shahihul Jami ‘. 4109)

Melihat orang sakit yang sedang sakaratul maut sangat memberi kesan. Saat berziarah kubur, bayangkan keadaan orang yang sudah mati. Tubuhnya rosak membusuk. Ulat memakan daging, isi perut, lidah, dan wajah. Tulang-tulang hancur.

Bayangan seperti itu jika teringat di dalam hati, akan membuat kita menyegerakan taubat, membuat hati kita puas dengan apa yang kita miliki, dan tambah rajin untuk melakukan ibadah.

9. Mengingati dahsyatnya keadaan di hari akhirat

Ada beberapa surah yang menceritakan dahsyatnya hari kiamat. Antaranya, surah Qaf, Al-Waqi’ah, Al-Qiyamah, Al-Mursalat, An-Naba, Al-Muththaffifin, dan At-Takwir. Termasuk juga hadis-hadis Rasulullah saw.

Dengan membacanya, mata hati kita akan terbuka. Seakan-akan kita menyaksikan semua itu dan hadir di pemandangan yang dahsyat itu. Semua pengetahuan kita tentang kejadian hari kiamat, hari kebangkitan, berkumpul di mahsyar, tentang syafa’at Rasulullah saw., Hisab, pahala, qisas, timbangan, jembatan, tempat tinggal yang kekal di syurga atau neraka; semua itu menambah tebal iman kita.

10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam

Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihat orang-orang jika mereka melihat awan, maka mereka gembira kerana berharap turun hujan. Namun aku melihat engkau jika engkau melihat awan, aku tahu ketidaksukaan di wajahmu. “Rasulullah saw. menjawab, “Wahai Aisyah, aku tidak merasa aman jika di situ ada azab. Sebab ada suatu kaum yang pernah diazab kerana angin, dan ada suatu kaum yang melihat azab sambil berkata, ‘Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami’. “(Muslim. 899)

Begitulah Rasulullah saw. berinteraksi dengan fenomena alam. Bahkan, jika melihat gerhana, terlihat raut takut di wajah beliau. Kata Abu Musa, “Matahari pernah gerhana, lalu Rasulullah saw. berdiri dalam keadaan ketakutan. Beliau takut kerana gerhana itu merupakan tanda kiamat. ”

11. Berzikirlah sebanyak-banyaknya

Melalaikan zikirulah adalah kematian hati. Tubuh kita adalah kubur sebelum kita terbujur di kubur. Ruh kita terpenjara. Tidak boleh kembali. Kerana itu, orang yang ingin mengubati imannya yang lemah, harus memperbanyak zikirullah. “Dan ingatlah Rabb-mu jika kamu lupa.” (Al-Kahfi: ayat 24) “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Rad: ayat 28)

Ibnu Qayim berkata, “Di dalam hati terdapat kekerasan yang tidak boleh mencair kecuali dengan zikrullah. Maka seseorang harus mengobati kekerasan hatinya dengan zikrullah. ”

12. Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya

Seseorang selagi banyak pasrah dan tunduk, niscaya akan lebih dekat dengan Allah. Sabda Rasulullah saw., “Saat seseorang paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (Muslim. 428)

Seseorang selagi mahu bermunajat kepada Allah dengan ucapan yang mencerminkan ketundukan dan kepasrahan, tentu imannya semakin kuat di hatinya. Semakin menampakkan kehinaan dan kerendahan diri kepada Allah swt, semakin kuat iman kita. Semakin banyak berharap dan meminta kepada Allah, semakin kuat iman kita kepada Allah swt.

13. Tinggalkan angan-angan yang enak-enak

Ini penting untuk meningkatkan iman. Sebab, hakikat dunia hanya sesaat saja. Banyak berangan-angan hanya akan memenjara diri dan memupuk perasaan hubbud-dunya. Padahal, hidup di dunia hanyalah sesaat saja.

Allah swt. berfirman, “Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah dijanjikan kepada mereka, nescaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.” (Asy-Syu’ara: ayat 205-207 )

“Seakan-akan mereka tidak pernah diam (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari.” (Yunus: ayat 45)

14. Memikirkan kehinaan dunia

Hati seseorang bergantung kepada kandungan maklumat dikepalanya. Apa yang difikirkannya, itulah orientasi hidupnya. Jika di benaknya dunia adalah segala-galanya, maka hidupnya akan diarahkan untuk memperolehnya. Cinta akan dunia sebanding dengan takut mati. Dan kata Allah swt., “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali Imran)

Kerana itu fikirkanlah bahawa dunia itu hina. Kata Rasulullah saw., “Sesungguhnya makanan anak keturunan Adam itu boleh dijadikan perumpamaan bagi dunia. Maka lihatlah apa yang keluar dari diri anak keturunan Adam, dan sesungguhnya rempah-rempah serta lemaknya sudah dapat diketahui akan menjadi apakah ia. “(Thabrani)

Dengan memikirkan bahawa dunia hanya seperti itu, fikiran kita akan mencari orientasi kepada hal yang lebih tinggi: surga dan segala kenikmatan yang ada di dalamnya.

15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah

“Sesiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj: ayat 32)

“Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhan-nya.” (Al-Hajj: ayat 30)

Hurumatullah adalah hak-hak Allah yang ada pada diri manusia, tempat, atau waktu tertentu. Yang termasuk hurumatullah, misalnya, lelaki pilihan Muhammad bin Abdullah, Rasulullah saw.; Tempat-tempat suci (Masjid Haram, Masjid Nabawi, Al-Aqha), dan masa-masa yang tertentu seperti bulan-bulan haram.

Yang juga termasuk hurumatullah adalah tidak memandang rendah dosa-dosa kecil. Sebab, banyak manusia binasa kerana mereka menganggap ringan dosa-dosa kecil. Kata Rasulullah saw., “Jauhilah dosa-dosa kecil, kerana dosa-dosa kecil itu boleh berhimpun pada diri seseornag hingga ia boleh membinasakan dirinya.”

16. Menguatkan sikap al-wala ‘wal-bara’

Al-wala ‘adalah saling tolong menolong dan pemberian luhur kepada sesama muslim. Sedangkan wal-bara adalah berlepas diri dan rasa memusuhi kekafiran. Jika terbalik, kita benci kepada muslim dan amat bergantung pada musuh-musuh Allah, tentu keadaan ini petanda iman kita sangat lemah.

Memurnikan kesetiaan hanya kepada Alah, Rasul, dan orang-orang yang beriman adalah perkara yang boleh menghidupkan iman di dalam hati kita.

17. Bersikap tawadhu

Rasulullah saw. bersabda, “Merendahkan diri termasuk bahagian dari iman.” (Ibnu Majah. 4118)

Rasulullah juga berkata, “Barangsiapa menanggalkan pakaian kerana merendahkan diri kepada Allah padahal dia mampu mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hati kiamat bersama para pemimpin makhluk, sehingga dia diberi kebebasan memilih di antara pakaian-pakaian iman mana yang dikehendaki untuk dikenakannya.” (Tirmidzi. 2481)

Maka tidak hairan jika baju yang dikenakan Abdurrahman bin Auf-sahabat yang kaya-tidak berbeza dengan yang dikenakan para budak yang dimilikinya.

18. Perbanyak amalan hati

Hati akan hidup jika ada rasa mencintai Allah, takut kepada-Nya, berharap bertemu dengan-Nya, berbaik sangka dan redha dengan semua takdir yang ditetapkan-Nya. Hati juga akan penuh dengan iman jika diisi dengan perasaan syukur dan taubat kepada-Nya. Amalan-amalan hati seperti itu akan menghadirkan rasa khusyuk, zuhud, wara ‘, dan mawas diri. Inilah halawatul iman (manisnya iman)

19. Sering menghisab diri

Allah berfirman, “Wahai orang-ornag yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: ayat 18)

Umar bin Khattab r.a. berwasiat, “Hisablah dirimu sekalian sebelum kamu dihisab.” Selagi waktu kita masih ada, hitung-hitunglah bekal kita untuk hari akhirat. Apakah sudah cukup untuk mendapat keampunan dan syurga dari Allah swt.? Sesungguhnya ini adalah cara yang berkesan untuk memperbaharui iman yang ada di dalam diri kita.

20. Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman

Perbanyaklah doa. Sebab, doa adalah kekuatan yang luar biasa yang dimiliki seorang hamba. Rasulullah saw. berwasiat, “Iman itu dijadikan di dalam diri salah seorang di antara kamu bagaikan pakaian yang dijadikan, maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman di dalam hati.”

Ya Allah, perbaharuilah iman yang ada di dalam dada kami. Tetapkanlah hati kami dalam taat kepadamu. Tidak ada daya dan upaya kami kecuali dengan pertolonganMu.

http://1islamc.blogspot.com/2013/02/membina-kekuatan-iman.html?view=timeslide

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

Kita mensyirikkan Allah SWT dalam 5 perkara

https://i2.wp.com/articles.islamweb.net/PicStore/Random/1379399256_190252.jpg

Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang Maha Berkuasa, kami bersyukur kehadrat-Mu yang telah mengurniakan kami rahmat dan nikmat, kami pohon kehadrat-Mu ya Allah, tetapkanlah iman kami, tingkatkanlah amal kami, kukuhkanlah perpaduan kami, murahkanlah rezeki kami, kayakanlah kami dengan ilmu yang bermanfaat, suburkanlah jiwa kami dengan budi pekerti yang mulia, kembalikanlah kami ke jalan yang Engkau redhai, jauhkanlah kami daripada ujian-Mu yang berat, hanya kepada Engkaulah kami memohon perlindungan.

Sesungguhnya kebahagian adalah impian setiap insan dan kebahagian sejati bermula dari dalam jiwa manusia yang berasaskan kepada akidah yang benar dan tepat, bersih dan bebas daripada sebarang pencemaran syirik yang merosakkan akidah seorang Muslim.

Syirik bermaksud mempersekutukan Allah SWT, meyakini dan mempercayai kepada sesuatu makhluk bahawa ia berkuasa untuk memberi manfaat dan mudharat terhadap sesuatu perkara. Kepercayaan yang merosakkan akidah ini dapat dilihat melalui perlakuan seperti memuja dan meminta pertolongan di tempat-tempat yang dipercayai keramat atau penunggu, berjumpa pawang untuk menilik nasib, membuat tangkal dan sebagainya.

Rasulullah s.a.w melarang umatnya dari melakukan segala bentuk syirik kerana ia merupakan dosa besar yang amat dimurkai oleh Allah SWT. Firman Allah SWT di dalam surah An-Nisa ayat 48: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun) dan akan mengampuni dosa yang lain daripada itu bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya. Sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya dia telah melakukan dosa yang besar”.

Akidah yang bersih dari segala bentuk perlakuan syirik adalah asas agama Islam. Lantaran itulah Rasulullah s.a.w berjuang menumpukan dakwah dalam tempoh kerasulan baginda bagi memperbetulkan akidah manusia. Justeru, sebagai seorang muslim, kita sewajarnya sedar tentang kepentingan akidah agar kita terus memperkemaskan dan memagarinya dengan ilmu, amal dan taqwa. Agar ia tidak mudah goyah dan dicemari dengan apa jua perlakuan syirik.

Syirik boleh berlaku dalam lima perkara: 

Pertama: Syirik dalam iktikad. Iaitu meyakini ada Tuhan selain Allah.

Kedua : Syirik dalam ketaatan. Iaitu mentaati manusia lebih daripada mentaati Allah. Sabda Rasulullah s.a.w: “Tiada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Pencipta” (Riwayat Bukhari) 

Ketiga: Syirik dalam kasih sayang. Iaitu mengasihi manusia atau harta benda lebih dari mengasihi Allah.

Keempat: Syirik dalam tawakal. Iaitu berserah kepada manusia atau makhluk lebih dari berserah kepada Allah.

Kelima: Syirik dalam Ibadah. Iaitu mengabdikan diri kepada selain Allah. Al-Quran menerangkan syirik boleh berlaku dalam banyak bentuk. Sebagai contoh, orang Yahudi melakukan syirik kerana menyangka Uzair adalah anak Tuhan dan orang Nasrani melakukan Syirik dengan menyembah Nabi Isa a.s. Ketaatan, kecintaan dan kasih sayang, taasub dan kefanatikan kepada individu secara berlebihan semuanya boleh membawa kepada syirik.

Di antara perbuatan syirik yang masih berleluasa dan menjadi amalan di dalam masyarakat sehingga hari ini adalah mempercayai pawang, tangkal dan azimat seperti mengamalkan ilmu menurun, memuja kubur, memakai susuk, memuja untuk mendapatkan wang dan sebagainya. Rasulullah s.aw dengan tegas melarang semua perbuatan ini kerana adalah perlakuan syirik.

Hadis daripada Abdullah R.A bahawa Rasulullah s.a.w bersabda; “Sesungguhnya tangkal, azimat dan guna-guna itu adalah perlakuan syirik.”(Riwayat Hakim) 

Sebenarnya amalan syirik sudah sekian lama berada di dalam kehidupan manusia. Walaupun telah terbukti amalan-amalan ini tidak memberi apa-apa kesan secara pasti dan nyata, ia masih terus diyakini dan diamalkan oleh ramai manusia. Perbuatan syirik juga diamalkan secara meluas di kalangan umat arab sejak zaman berzaman. Rasulullah s.a.w telah berusaha dengan gigih menghapuskannya dari kehidupan umat Islam bagi memastikan akidah mereka bebas dari sebarang perlakuan syirik.

Daripada Uqbah bin ‘Aamir R.A bahawa Rasulullah s.a.w bersabda : “Sesiapa yang menggantung azimat maka Allah tidak akan menyempurnakan hajatnya, dan sesiapa yang menggantung tangkal maka Allah tidak akan memberikan perlindungan kepadanya.” (Riwayat Abu Ya’la dan Hakim) 

Jelas sekali kemurkaan Allah SWT kepada mereka yang mensyirikkanNya, sehingga Allah berjanji tidak mengurniakan hajat mereka. Sudahlah harapan tidak kesampaian, ditambah pula dengan kemurkaan Tuhan di atas amalan syirik yang mereka amalkan. Bukankah ini perlakuan yang sangat merugikan dan sia-sia?.

Perlu kita sedari bahawa di samping amalan-amalan syirik yang telah dinyatakan tadi, di sana ada satu jenis syirik kecil yang tersembunyi (???) yang telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW agar kita berwaspada terhadapnya. Daripada Mahmud bin Labid R.A bahawa Rasulullah s.a.w bersabda : “Sesungguhnya apa yang paling aku takuti terjadi ke atas kamu adalah Syirik yang tersembunyi. Para Sahabat bertanya. “Apakah Syirik yang tersembunyi itu, ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Riak. Allah berseru kepada mereka yang riak pada hari kiamat tatkala manusia menerima ganjaran pahala amalan-amalan mereka, “Pergilah kamu kepada orang-orang yang kamu pertontonkan amalan kamu kepada mereka, lihatlah adakah di sisi mereka ganjaran pahala (kamu).” (Riwayat Ahmad)

Alangkah malangnya nasib orang yang riak. Mereka dihalau dari rahmat Allah dan disuruh menuntut pahala dari orang yang meraka beramal kerana orang-orang tersebut. Siapakah yang boleh memberi pahala kepada orang lain di hari yang penuh kekalutan itu? Ternyata tiada siapa yang dapat memberi pahala selain Allah.

Tiada yang bakal kita perolehi selain kemurkaan Allah dan tersingkir dari lindungan naungan Allah dan rahmat-Nya. Sebagai seorang yang beriman, kita selayaknya hanya berdoa, memohon hajat dan perlindungan kepada Allah SWT sahaja. Pada masa yang sama kita taati segala perintah Allah dan meninggalkan segala maksiat dan kemungkaran agar hajat-hajat dan doa kita tidak terhijab.

Setelah segala usaha kita jana dan doa kita panjatkan, bertawakkal dan berserah diri kepada-Nya. Begitu juga segala amal ibadah yang kita lakukan, perlu dipastikan ianya dengan tulus ikhlas kerananya.

Seseorang yang syirik kepada Allah bererti dia telah menzalimi dirinya sendiri dengan mengiktiraf tuhan selain Allah, lalu dia dihumban ke lembah keresahan, ketakutan dan terhina di akhirat dengan azab neraka yang telah Allah sediakan disebabkan amalan syirik yang mereka lakukan.

Firman Allah di dalam surah Ali Imran ayat 151: “Kami akan masukkan ke dalam hati orang kafir itu rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu (yang mereka sembah) sedangkan Allah tidak menurunkan sebarang keterangan yang membenarkannya. (Dengan yang demikian) tempat kembali mereka ialah neraka. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang zalim”. 

Kehinaan di dunia dan di akhirat yang telah Allah sediakan untuk orang-orang yang mensyirikkannya. Semoga kita akan sentiasa berusaha menjauhi segala amalan dan perlakuan syirik ini sepanjang hayat kita.

Syirik adalah satu dosa besar. Orang yang terlibat dengannya perlu segera bertaubat dan kembali kepada akidah Islam yang sebenar. Perlakuan Syirik mengundang bencana di dunia dan di akhirat. Di dunia terhina dengan laknat dan tersingkir jauh dari Rahmat Allah manakala di Akhirat akan tersiksa dengan azab neraka. Sifat mazmumah (tercela) seperti riak dikira sebagai syirik tersembunyi yang menjadi petaka di dalam amalan seorang Muslim. Orang yang riak akan hampa dan kecewa kerana dia tidak akan diberi pahala amalnya oleh Allah SWT di akhirat.

“Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anak kesayanganku, janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar”.

http://1islamc.blogspot.com/2013/02/syirik-dalam-perbagai-bentuk.html?view=timeslide

http://articles.islamweb.net/Media/index.php?page=article&lang=A&id=190252

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

9 Hadis Rasulullah SAW berkaitan Zikir

Kelebihan zikir

Di mana sahaja dan pada apa sahaja masa hendaklah baca zikir ‘Laailaha illallah’ dengan banyaknya

Zikir yang paling utama dan tinggi darjatnya ialah “La-ilahaillallah” ertinya “Tiada Tuhan Yang Sebenarnya Melainkan Allah”. Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: “Zikir yang paling utama ialah “La-ilahaillallah” dan doa yang mulia ialah “Al-Hamdulillah”.

Kelebihan:

1. Di dalam hadis bahawa zikir yang tidak terhad kepada sebarang masa, tempat dan alasan ialah ‘Laailaha illallah’. Ia merupakan zikir yang cemerlang. Di dalam hadis yang lain bahawa ia adalah bentuk kebaikan yang tertinggi.

2. Di dalam hadis yang lain bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: pada hari kiamat orang yang paling beruntung mendapat syafaatku ialah orang yang banyak membaca kalimah ‘Laailaha illallah’ dengan hatinya dan jiwanya iaitu dengan hati yang ikhlas.

3. Di dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang membaca ‘Laailaha illallah’ di dalam keadaan penuh keikhlasan di dalam hatinya atau iman bersamaan dengan sebiji barli, maka ia akan dikeluarkan dari neraka jahanam. Dan orang yang membaca kalimah ini dan di dalam hatinya terdapat keikhlasan atau iman bersamaan sebesar biji gandum maka ia akan dikeluarkan dari api neraka jahanam dan orang yang membaca dengan penuh kebaikan atau iman maka ia juga akan dikeluarkan dri api Neraka Jahanam.

4. Di dalam hadis lain terdapat: Orang yang membaca kalimah ‘Laailaha illallah’ dari hatinya, ia pasti akan memasuki syurga walaupun ia melakukan dosa seperti berzina dan mencuri, walaupun ia melakukan zina dan mencuri, walaupun ia melakukan zina dan mencuri. (Nabi SAW telah mengulangkannya sebanyak 3 kali)

5. Hadis lain: Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu sentiasa perbaharui iman kamu. Para sahabat Rasulullah SAW berkata ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah kami perbaharui iman kami? Rasulullah SAW menjawab ‘ucapkanlah Laailaha illallah sebanyaknya’.

6. Hadis lain: Rasulullah SAW bersabda: Tiada yang dapat menghalang kalimah ‘Laailaha illallah’ sampai kepada Allah

7. Hadis lain: Zikir ‘Laailaha illallah’ tidak akan meninggalkan satu dosa pun di belakang dan tiada satu amalan yang menyamainya.

8. Hadis lain: Jika tujuh petala langit dan bumi diletakkan di satu dacing dan dengan kalimah ‘Laailaha illallah’ diletakkan di atas dacing yang lain, maka (kalimah) lebih berat lagi.

9. Hadis lain: Apabila seorang hamba mengucapkan kalimah ‘Laailaha illallah’ dengan ikhlas hati, maka pintu langit terbuka bagi kalimah ini sehingga ia sampai ke Arasy, dengan syarat ia menjauhkan diri dari dosa besar.

http://1islamc.blogspot.com/2013/01/kelebihan-zikir.html?view=magazine

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

25 Musuh dan sahabat syaitan

Menurut Al Fadhil Ustaz, Iblis adalah satu makhluk yang begitu kuat beribadah kepada Allah SAW, sehinggakan Iblis diangkat menjadi ketua Malaikat, maka terjadinya para malaikat mengadu kepada Iblis kerana mereka takut mereka akan tersesat. Maka Iblis berdoa kepada Allah SWT moga-moga semua para malaikat ini dijauhi dari tersesat, tapi Iblis terlupa untuk berdoa untuk dirinya sendri, maka semasa wujudnya Nabi Adam S.A, Iblis menjadi sombong dan enggan sujud pada Nabi Adam A.S dan dengan itu Iblis bersumpah akan menyesatkan seluruh umat manusia. Maka terjadinya kejadian di mana Iblis diminta oleh Allah SWT menemui Nabi Muhammad SAW dan menjawab semua pertanyaan yang diusulkan baginda pada Iblis. Iblis mendatangi Nabi Muhammad SAW sebagai seorang tua bertongkat, lantas menemui Nabi Muhammad SAW, dan baginda bertanyakan pada Iblis:

Rasulullah SAW, bertanya ….. “Man Anta?” (Siapakah kamu?)
Iblis menjawab, “Aku Iblis”
Rasulullah SAW, bertanya lagi…. “Mengapa kamu datang ke mari?”
Jawab Iblis, “Aku diperintahkan oleh Allah SWT agar datang kepadamu untuk menjawab pertanyaan apapun dari mu.”

Maka Rasulullah SAW, seraya bertanya lagi, ….. “Hai iblis! siapa sajakah musuhmu dari umatku?”
“15 orang” jawab Iblis… “iaitu”:

  • Muhammad Rasulullah s.a.w
  • Imam dan pemimpin yang adil.
  • Orang kaya yang merendah diri.
  • Pedagang yang jujur dan amanah.
  • Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk.
  • Orang Mukmin yang memberi nasihat.
  • Orang Mukmin yang berkasih sayang.
  • Orang yang sentiasa dan cepat bertaubat.
  • Orang yang menjauhkan diri daripada segala yang haram.
  • Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci (senantiasa berwudhu’)
  • Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan menderma.
  • Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya.
  • Orang mukmin yang bermanfaat kepada orang.
  • Orang yang hafaz al_quran serta selalu membacanya.
  • Orang yang berdiri melakukan solat pada waktu malam sedang yang lain tidur.

Kemudian Rasulullah SAW, bertanya lagi, “Wahai Iblis, siapakah di antara umatku sahabat bagimu?”, lantas Iblis menjawab, “Ada 10 orang, iaitu:”

  • Hakim yang tidak adil.
  • Orang kaya yang sombong.
  • Pedagang yang tidak jujur
  • Peminum arak.
  • Penghasut kepada orang lain / Orang yang memutus hubungan silaturahim
  • Orang yang beramal kerana ingin nama (riak).
  • Orang yang memakan harta anak yatim / pemakan riba.
  • Orang yang mempermudahkan solat / Orang yang melalaikan sholat.
  • Orang yang tidak mahu berzakat.
  • Orang yang sering berhayal (panjang angn-angannya)

“Mereka itulah sahabat dan saudaraku,” tambah iblis mengakhiri.

http://1islamc.blogspot.com/2013/01/15-musuh-dan-10-sahabat-iblis.html?view=magazine

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

Ikhlas Adalah Roh Dalam Ibadat

https://i1.wp.com/cdn.elheddaf.com/data/images/article/thumbs/large-8600%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%AE%D9%84%D8%A7%D8%B5-%D8%B1%D9%88%D8%AD-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B9%D9%85%D8%A7%D9%84-%D9%88%D8%AC%D9%88%D9%87%D8%B1%D9%87%D8%A7-91ad6.jpg

Amalan zahir adalah kerangka, sedangkan roh adalah kerangka iklas yang terdapat dengan tersembunyi dalam amalan.

Amal lahiriah digambarkan sebagai batang tubuh dan ikhlas pula digambarkan sebagai nyawa yang menghidupkan batang tubuh itu. Sekiranya kita kurang mendapat kesan yang baik daripada latihan kerohanian hendaklah kita merenung dengan mendalam tubuh amal apakah ia bernyawa atau tidak.

Dalam membina jambatan yang menghubungkan hal dengan ikhlas, kedua-duanya ada kaitan dengan hati, atau lebih tepat jika dikatakan ikhlas sebagai suasana hati dan hal sebagai Nur Ilahi yang menyinari hati yang ikhlas. Ikhlas menjadi persediaan yang penting bagi hati menyambut kedatangan sinaran Nur Ilahi. Apabila Allah s.w.t berkehendak memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka dipancarkan Nur-Nya kepada hati hamba tersebut. Nur yang dipancar kepada hati ini dinamakan Nur Sir atau Nur Rahsia Allah s.w.t. Hati yang diterangi oleh nur akan merasai hal ketuhanan atau mendapat tanda-tanda tentang Tuhan. Setelah mendapat pertanda dari Tuhan maka hati pun mengenal Tuhan. Hati yang memiliki ciri atau sifat begini dikatakan hati yang mempunyai ikhlas tingkat tertinggi. Allah s.w.t berfirman bagi menggambarkan ikhlas dan hubungannya dengan makrifat:

dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadaNya, dan Yusuf pula (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara Yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan Yang keji, kerana Sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami Yang dibersihkan dari Segala dosa. (Yusuf: 24)  

Nabi Yusuf a.s adalah hamba Allah s.w.t yang ikhlas. Hamba yang ikhlas berada dalam pemeliharaan Allah s.w.t. Apabila dia dirangsang untuk melakukan kejahatan dan kekotoran, Nur Rahsia Allah s.w.t akan memancar di dalam hatinya sehingga dia menyaksikan dengan jelas akan tanda-tanda Allah s.w.t dan sekaligus meleburkan rangsangan jahat tadi. Inilah tingkat ikhlas yang tertinggi yang dimiliki oleh orang arif dan hampir dengan Allah s.w.t. Mata hatinya sentiasa memandang kepada Allah s.w.t, tidak pada dirinya dan perbuatannya. Orang yang berada di dalam makam ikhlas yang tertinggi ini sentiasa dalam keredaan Allah s.w.t baik semasa beramal ataupun semasa diam. Allah s.w.t sendiri yang memeliharanya. Allah s.w.t mengajarkan agar hamba-Nya berhubung dengan-Nya dalam keadaan ikhlas.

Dia Yang Tetap Hidup; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah kamu akan Dia dengan mengikhlaskan amal agama kamu kepada-Nya semata-mata. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. (Al-Mu’min: 65)  

Allah s.w.t jua Yang Hidup. Dia yang memiliki segala kehidupan. Dia jualah Tuhan sekalian alam. Apa sahaja yang ada dalam alam ini adalah ciptaan-Nya. Apa sahaja yang hidup adalah diperhidupkan oleh-Nya. Jalan dari Allah s.w.t adalah nikmat dan kurniaan sementara jalan dari hamba kepada-Nya pula adalah ikhlas. Hamba dituntut supaya mengikhlaskan segala aspek kehidupan untuk-Nya. Dalam melaksanakan tuntutan mengikhlaskan kehidupan untuk Allah s.w.t ini hamba tidak boleh berasa takut dan gentar kepada sesama makhluk.

Oleh itu maka sembahlah kamu akan Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya (dan menjauhi bawaan syirik), sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai (amalan yang demikian). (Al-Mu’min: 14)  

Allah s.w.t telah menetapkan kod etika kehidupan yang perlu dijunjung, dihayati, diamalkan, disebarkan dan diperjuangkan oleh kaum muslimin dengan sepenuh jiwa raga dalam keadaan ikhlas kerana Allah s.w.t, meskipun ada orang-orang yang tidak suka, orang-orang yang menghina, orang-orang yang membangkang dan mengadakan perlawanan. Keikhlasan yang diperjuangkan dalam kehidupan dunia ini akan dibawa bersama apabila menemui Tuhan kelak.

Katakanlah: “Tuhanku menyuruh berlaku adil (pada segala perkara), dan (menyuruh supaya kamu) hadapkan muka (dan hati) kamu (kepada Allah) dengan betul pada tiap-tiap kali mengerjakan sembahyang, dan beribadatlah dengan mengikhlaskan amal agama kepada-Nya semata-mata; (kerana) sebagaimana Ia telah menjadikan kamu pada mulanya, (demikian pula) kamu akan kembali (kepada-Nya)”. (Al-A’raaf: 29)  

Sekali pun sukar mencapai peringkat ikhlas yang tertinggi namun, haruslah diusahakan agar diperolehi keadaan hati yang ikhlas dalam segala perbuatan sama ada yang lahir mahu pun yang batin. Orang yang telah tumbuh di dalam hatinya rasa kasihkan Allah s.w.t akan berusaha membentuk hati yang ikhlas. Mata hatinya melihat bahawa Allah jualah Tuhan Yang Maha Agung dan dirinya hanyalah hamba yang hina. Hamba berkewajipan tunduk, patuh dan taat kepada Tuhannya.

Orang yang di dalam makam ini beramal kerana Allah s.w.t: kerana Allah s.w.t yang memerintahkan supaya beramal, kerana Allah s.w.t berhak ditaati, kerana perintah Allah s.w.t wajib dilaksana, semuanya kerana Allah s.w.t tidak kerana sesuatu yang lain. Golongan ini sudah dapat menawan hawa nafsu yang rendah dan pesona dunia tetapi dia masih melihat dirinya di samping Allah s.w.t. Dia masih melihat dirinya yang melakukan amal. Dia gembira kerana menjadi hamba Allah s.w.t yang beramal kerana Allah s.w.t. Sifat kemanusiaan biasa masih mempengaruhi hatinya.

Setelah kerohaniannya meningkat hatinya dikuasai sepenuhnya oleh lakuan Allah s.w.t, menjadi orang arif yang tidak lagi melihat kepada dirinya dan amalnya tetapi melihat Allah s.w.t, Sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Apa sahaja yang ada dengannya adalah anugerah Allah s.w.t. Sabar, reda, tawakal dan ikhlas yang ada dengannya semuanya merupakan anugerah Allah s.w.t, bukan amal yang lahir dari kekuatan dirinya.

Tingkat ikhlas yang paling rendah ialah apabila amal perbuatan bersih daripada riak yang jelas dan samar tetapi masih terikat dengan keinginan kepada pahala yang dijanjikan Allah s.w.t. Ikhlas seperti ini dimiliki oleh orang yang masih kuat bersandar kepada amal, iaitu hamba yang mentaati Tuannya kerana mengharapkan upah daripada Tuannya itu.

Maksud iklas yang tidak dinamakan ikhlas  

Ikhlas seseorang itu beramal kerana sesuatu muslihat keduniaan, suka dipuji, mahu menutup kejahatannya agar orang percaya kepadanya dan bermacam-macam lagi muslihat yang rendah. Orang dari golongan ini walaupun banyak melakukan amalan namun, amalan mereka adalah umpama tubuh yang tidak bernyawa, tidak dapat menolong tuannya dan di hadapan Tuhan nanti akan menjadi debu yang tidak mensyafaatkan orang yang melakukannya. Setiap orang yang beriman kepada Allah s.w.t mestilah mengusahakan ikhlas pada amalannya kerana tanpa ikhlas syiriklah yang menyertai amalan tersebut, sebanyak ketiadaan ikhlas itu.

(Amalkanlah perkara-perkara itu) dengan tulus ikhlas kepada Allah, serta tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya. (Al-Hajj: 31)

“Serta (diwajibkan kepadaku): ‘Hadapkanlah seluruh dirimu menuju (ke arah mengerjakan perintah-perintah) agama dengan betul dan ikhlas, dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang musyrik’”. Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyembah atau memuja yang lain dari Allah, yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepadamu dan tidak juga dapat mendatangkan mudarat kepadamu. Oleh itu, sekiranya engkau mengerjakan yang demikian, maka pada saat itu menjadilah engkau dari orang-orang yang berlaku zalim (terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu). (Yunus: 105 & 106)

Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan takwa dari kamu. (Ayat 37: Surah al-Hajj)  

Allah s.w.t menyeru sekaligus supaya berbuat ikhlas dan tidak berbuat syirik. Ikhlas adalah lawan kepada syirik. Jika sesuatu amal itu dilakukan dengan anggapan bahawa ada makhluk yang berkuasa mendatangkan manfaat atau mudarat, maka tidak ada ikhlas pada amal tersebut. Bila tidak ada ikhlas akan adalah syirik iaitu sesuatu atau seseorang yang kepadanya amal itu ditujukan. Orang yang beramal tanpa ikhlas itu dipanggil orang yang zalim, walaupun pada zahirnya dia tidak menzalimi sesiapa.

Intisari kepada ikhlas adalah melakukan sesuatu kerana Allah s.w.t semata-mata, ikhlas adalah rahsia paling mahal antara kita dengan Allah, tidak perlu menyebut aku ikhlas kerana Allah kepada orang lain dan juga untuk kepentingan lain. Kepentingan diri sendiri merupakan musuh ikhlas yang paling utama. Kepentingan diri lahir daripada nafsu. Nafsu inginkan kemewahan, keseronokan, kedudukan, kemuliaan, puji-pujian dan sebagainya. Apa yang lahir daripada nafsu itulah yang sering menghalang atau merosakkan ikhlas.

http://1islamc.blogspot.com/2013/01/ikhlas-adalah-roh-ibadah.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

15 Kelebihan berkaitan Al-Quran

http://muzir.files.wordpress.com/2012/03/4-ibarat-manusia-yang-baca-tidak-baca-al-quran.jpg?w=490&h=367

https://i1.wp.com/dc638.4shared.com/img/nJvEbXDE/s3/13cd93fa748/membaca_al-quran.jpg

أًلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Al-Quran ialah Kitabullah yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Al-Quran merupakan mukjizat daripada Allah SWT, al-Quran juga adalah senjata yang paling mujarab yang melimpah ruah, mata air yang tidak mungkin kering, di dalamnya penuh dengan nur hidayah rahmat dan zikir.

Al-Quran diturunkan untuk mengajar manusia tentang pengesaannya kepada Allah SWT (tauhid). Konsep ibadat yang jelas dan menyeluruh agar manusia sentiasa mendapat bekalan yang baru dan segar. Mengajak manusia berfikir tentang ciptaan, pengawasan dan penjagaan yang ditadbirkan oleh yang Maha Agong agar dapat mengenal sifat-sifatNya yang unggul.

Di dalam al-Quran dipaparkan juga contoh tauladan dan juga kisah-kisah yang benar berlaku sebelum turunnya al-Quran dan pada masa penurunan al-Quran. Dengan itu manusia mendapat pengajaran dan panduan dalam mengharungi kehidupan sebagai muslim yang sejati dan benar dalam semua bidang kehidupan.

Terdapat 15 kebaikan-kebaikan al-Quran di dalam hadis-hadis sahih :

Pertama : Al-Quran akan menjadi syafaat dihari akhirat.

Daripada Abu Umamah r.a berkata : Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda:

“Bacalah al-Quran sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat sebagai syafaat kepada pembacanya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Kedua : Al-Quran sebagai pembela (mempertahankan) orang yang membacanya dihari akhirat.

Daripada Nawwas Bin Sam’an r.a. telah berkata : Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda : “Di hari akhirat kelak akan didatangkan al-Quran dan orang yang membaca dan mengamalkan isi kandungannya, didahului dengan Surah Al Baqarah dan Surah Ali-Imraan, kedua-dua surah ini menghujah ( mempertahankan ) orang yang membaca dan mengamalkannya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Ketiga : Sebaik-baik amalan adalah orang yang belajar dan mengajarkan al-Quran.

Daripada Osman Bin ‘Affan r.a. telah berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sebaik manusia di antara kamu orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarnya kepada orang lain”.

(Hadis Riwayat Bukhari)

Keempat : Membaca al-Quran dan susah menyebutnya mendapat dua pahala.

Daripada Aisyah r.a. telah berkata: Bersabda Rasulullah S.A.W. : “Orang yang membaca al-Quran dan susah untuk menyebut ayatnya ia mendapat dua pahala”.

(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kelima : Mukmin yang membaca al-Quran umpama buah yang harum dan sedap rasanya.

Daripada Abu Musa Al Asy’ari r.a. telah berkata : Rasulullah S.A.W. bersabda : “Umpama orang mukmin yang membaca al-Quran seperti buah Utrujjah ( seperti limau besar ) baunya wangi dan rasanya sedap. Umpama orang mukmin yang tidak membaca al-Quran seperti buah tamar tidak ada bau dan rasanya manis, dan umpama orang munafik yang membaca al- Quran seperti Raihanah (sejenis pokok) baunya wangi dan rasanya pahit dan umpama orang munafik yang tidak membaca al-Quran seperti buah labu yang tiada bau dan rasanya pahit”.

(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Keenam : Allah SWT mengangkat martabat golongan yang membaca al-Quran.

Daripada Omar Bin Al Khattab r.a. Bahawa Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat martabat beberapa golongan dan merendahkan martabat yang lain dengan sebab al-Quran”.(Hadis Riwayat Muslim)

Ketujuh : Kefahaman yang sahih tentang al-Quran akan menjadi contoh ikutan.

Daripada Ibnu Omar r.a. daripada Nabi Muhammad S.A.W. telah bersabda:

“Tidak boleh berhasad dengki kecuali di dalam dua perkara : Lelaki yang dianugerahkan kefahaman yang sahih tentang al-Quran, ia menunaikan ibadat siang dan malam , lelaki yang dianugerahkan kemewahan harta lalu dinafkahkannya siang dan malam”.

(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kelapan : Membaca al-Quran akan mendapat ketenangan (sakinah)

Daripada Barra’ dan daripada ‘Azib r.a. telah berkata : “Seorang lelaki membaca Surah Al Kahfi dan di sisinya seekor kuda yang diikat dengan dua tali, maka awan di langit mula melindunginya dan semakin hampir, dan kudanya mula menjauhinya. Apabila menjelang pagi beliau pergi berjumpa Nabi Muhammad S.A.W. dan menceritakan peristiwa tersebut maka baginda bersabda : Itulah ( sakinah ) ketenangan yang turun disebabkan bacaan al-Quran”.

(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kesembilan : Sesiapa yang tidak mengingati ayat-ayat al-Quran umpama rumah yang roboh.

Daripada Ibnu ‘Abbas r.a. beliau berkata : Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya orang yang tidak ada di dalam ingatannya sesuatu pun daripada ayat al-Quran seperti rumah yang roboh”. (Hadis Riwayat Tarmizi dan beliau berkata: Hadis ini hasan sahih)

Kesepuluh : Membaca dan memperelokkan bacaan al-Quran akan mendapat kebaikannya.

Daripada Abdullah Bin ‘Umru Bin Al ‘As r.a. Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :

“Satu masa nanti akan dikatakan kepada orang yang membaca al-Quran: Bacalah, perbaikkilah dan perelokkanlah bacaan al-Quran sepertimana engkau memperelokkan urusan di dunia, sesungguhnya tempat engkau akan ditentukan di akhir ayat yang engkau bacakan”. ( Hadis Riwayat Abu Daud dan Tarmizi dan beliau berkata : Hadis ini hasan sahih )

Kesebelas : Membaca beberapa ayat al-Quran lebih baik daripada mendapat unta yang gemuk.

Daripada ‘Uqbah Bin ‘Amir r.a. menceritakan : Rasulullah S.A.W keluar dan kami berada di tempat duduk masjid yang beratap. Maka beliau bersabda: “Siapakah di antara kamu yang suka keluar di pagi hari pada setiap hari menuju ke Buthan atau ‘Atiq, dan dia mengambil darinya dua ekor unta yang gemuk dalam keadaan dia tidak melakukan dosa dan tidak putus hubungan silaturrahim”. Kami menjawab : “Kami suka demikian itu. Sabda Rasulullah S.A.W : “Kenapakah kamu tidak pergi ke masjid belajar atau membaca dua ayat Al Quran lebih baik dari dua ekor unta, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor, empat ayat lebih baik dari empat ekor unta demikianlah seterusnya mengikut bilangan ayatnya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Kedua belas : Sesiapa yang lebih fasih memebaca al-Quran lebih layak menjadi imam solat berjemaah.

Daripada Ibnu Mas’ud r.a bahawa Nabi Muhammad S.A.W bersabda : Orang yang paling layak mengimami kaum di dalam sembahyang ialah mereka yang terfasih membaca al-Quran”. (Hadis Riwayat Muslim )

Ketiga belas : Nabi SAW mengutamakan sahabat yang paling kuat berpegang teguh kepada al-Quran untuk dikebumikan jenazah mereka.

Daripada Jabir Bin Abdullah r.a. bahawa Nabi Muhammad S.A.W. menghimpun antara dua lelaki yang terbunuh di peperangan Uhud kemudian baginda bersabda : “Yang mana satukah antara keduanya yang paling kuat berpegang teguh dengan al-Quran maka apabila aku tunjukkan kepada salah seorang daripada keduanya maka dialah orang yang pertama masuk ke liang lahad”. (Hadis Riwayat Bukhari, Tarmizi, Nasa’ie dan Ibnu Majah)

Keempat belas : Kelebihan berdoa selepas membaca al-Quran.

Daripada ‘Imran Bin Husain Bahawa beliau lalu di hadapan qari yang sedang membaca al-Quran kemudian dia berdoa kepada Allah kemudian ia kembali membaca kemudian ia berkata aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda : “Barangsiapa yang membaca al-Quran maka berdoalah kepada Allah dengan al-Quran maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca al-Quran dan mereka berdoa dengannya”.

(Hadis Riwayat Tarmizi, beliau berkata : Hadis ini hasan)

Kelima belas : Setiap satu huruf membaca al-Quran akan mendapat sepuluh ganjaran pahala.

Daripada Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata : “Barangsiapa yang membaca satu huruf daripada al- Quran maka baginya satu kebaikan, satu kebaikan menyamai dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud : Alif , Lam , Mim ialah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”.(Hadis Riwayat Ad Darimi Tarmizi, beliau berkata hadis ini hasan sahih)

Sahabat yang dimuliakan,

Marilah kita menjadikan al-Quran sebagai peduman hidup kita , apabila kita sentiasa menjadikannya sebagai panduan dan peraturan hidup kita tidak akan sesat dan sentiasa mendapat pimpinan daripada Allah S.W.T. Al-Quran juga merupakan senjata yang paling berkesan untuk membersihkan jiwa dan menyinarkannya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W.bersabda : Daripada Ibnu Umar r.a berkata:

“Rasulullah S.A.W. telah bersabda maksudnya : “Hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air”. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Kata baginda lagi, ” Dengan banyak mengingati mati dan membaca al-Quran.”

Posted by: peribadirasulullah | Disember 10, 2014

Bahasa Al-Quran melemahkan manusia untuk berhujjah dengan Allah SWT

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/12/06a2d-photo0871.jpg

Diterjemahkan dari kitab asal, “Dirasah fi I’jaz Al-Quran al-Bayani”, tulisan Profesor Dr. Nail Abu Zeid, pensyarah fakulti Syariah, Universiti Mu’tah, Jordan Profesor Dr. Nail Abu Zeid Makna I’jaz dari Segi Lughah dan Istilah: Dari segi lughah: I’jaz bermakna ketidakupayaan ataupun lemah, sehingga tujuan diberikannya mukjizat kepada para Nabi adalah agar mereka dapat menunjukkan kebenaran tentang kenabian/kerasulan serta risalah yang mereka bawa. Dari segi Istilah: Iaitu kelemahan yang diciptakan secara bertaburan ataupun terhimpun dan kemudian didatangkan dengan cabaran oleh Al-Quran – secara jelas, tersirat, ataupun kedua-duanya – yang mana cabaran itu tidak mampu disahut oleh manusia mahupun jin. Peringkat Cabaran yang dikemukakan di dalam Al-Quran: Ulama telah menjelaskan sebahagian cabaran yang dikemukan oleh Allah di dalam Al-Quran untuk membuktikan bahawa Al-Quran sememangnya adalah kitab suci dari Allah Taala dan bukannya ciptaan manusia. Antara cabaran yang dikemukakan oleh Al-Quran adalah: Pertama: Cabaran Al-Quran kepada masyarakat Arab untuk menghasilkan kitab yang sama seperti Al-Quran, hatta cabaran itu juga dikemukan kepada para jin dan manusia untuk memerah tenaga dalam menghasilkan kitab yang sama seperti Al-Quran. Allah Taala berfirman di dalam surah Tur ayat 32 dan 33 yang bermaksud; {ataukah mereka berkata, Dia (Muhammad) mereka-rekanya. ‘Tidak! Merekalah yang tidak beriman. Maka cubalah mereka membuat yang semisal dengannya (yakni Al-Quran) jika mereka orang-orang yang benar.} Juga disebutkan di dalam surah Al-Isra ayat 88 yang bermaksud; {Katakanlah, ;Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.} Kedua: Cabaran Al-Quran untuk menghasilkan sepuluh surah yang sama seperti Al-Quran seperti yang dijelaskan di dalam surah Hud ayat 13 yang bermaksud; {Bahkan mereka mengatakan, ‘Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Quran itu.’Katakanlah, ‘(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Quran) yang dibuat-buat, dan ajaklah sesiapa sahaja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.’} Ketiga: Cabaran Al-Quran untuk menghasilkan satu ayat sahaja yang sama seperti ayat di dalam Al-Quran seperti yang dijelaskan di dalam surah Yunus ayat 38 yang bermaksud; {Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang membuat-buatnya? Katakanlah, ‘Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al-Quran), dan ajaklah di antara kamu yang orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.’} dan firman Allah Taala di dalam surah Al-Baqarah ayat 23 yang bermaksud; {Dan jika kamu meragkan (Al-Quran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.} Sejarah I’jaz Al-Quran: Ilmu ini dibahaskan secara jelas pada kurun pertama dengan kemunculan kitab “Ta’wil Musykilah Al-Quran” oleh Abu Qotainah, dan kitab-kitab perundangan Al-Quran menonjol sehingga membawa kepada perbahasan kepada ilmu i’jaz Al-Quran ini. Kemudian, muncul peranan-peranan yang dibawa melalui tulisan-tulisan yang jelas seperti “Risalah An-Nuqat fi I’jaz Al-Quran” oleh Ali bin Isa Ar-Romani. Kemudian muncul juga penulisan lain di dalam i’jaz seperti “Bayan I’jaz Al-Quran” oleh Amad bin Muhammad Khatabi (meninggal 388 H). Beliau menolak pandangan pemikiran as-sarfah dari segi i’ja Al-Quran. As-sarfah bererti menolak pandangan yang mengatakan bahawa manusia sebenarnya mampu membuat yang semisal dengan Al-Quran, namun dipalingkan oleh Allah untuk melakukan hal itu. Pada kurun keempat, muncul pula kitab “I’jaz Al-Quran Lil Baqilaini” oleh Abu Bakar Muhammad bin At-Tiib Al-Ba’qilani (meninggal 403 H). Beliau memaparkan bahawa balaghah dan keistimewaan bahasanya masuk di dalam i’jaz Al-Quran. Beliau juga mengakui informasi Al-Quran berkaitan ilmu ghaib, peristiwa masa hadapan dan kisah-kisah umat yang terdahulu adalah i’jaz. Letak kemukjiatan ini pada nabi yang buta huruf, tidak tahu baca tulis dan tidak pernah membaca satu kitab pun sebelum Al-Quran. Kemudian, muncul Qodi Abdul Jabbar Al-Hamdani. Menurutnya, uslub Al-Quran merupakan segi utama i’jaz, kefasihannya membuatkan bangsa Arab lemah dan tidak mampu untuk menandinginya. Beliau tidak mengabai pentingnya makna, namun menegaskan fashahlah yag memberikan keistimewaan, sementara kefasihan Al-Quran berada pada tahap yang paling tinggi. Kemudian, muncul pula Abdul Qohir Al-Jurjani (meninggal 471H) dengan dua buah kitabnya. Kitab pertamanya, “Asrar Al-Balaghah” dan kitab kedua, “Dalail Al-I’jaz.” Beliau dianggap sebagai pemikir pertama yang mengkaji nazham Al-Quran secara mendalam.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,644 other followers