Posted by: peribadirasulullah | Jun 11, 2015

8 Hadis Pilihan Berkaitan Taqwa Kepada Allah SWT

Keutamaan Taqwa

1. Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” dengan ikhlas, masuk surga. Para sahabat bertanya, “Apa keikhlasannya, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Memagarinya (melindunginya) dari segala apa yang diharamkan Allah.” (HR. Ath-Thabrani)

2. Tiap orang yang bertakwa termasuk keluarga Muhammad (umat Muhammad). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

3. Kemuliaan dunia adalah kekayaan dan kemuliaan akhirat adalah ketakwaan. Kamu, baik laki-laki maupun perempuan, kemuliaanmu adalah kekayaanmu, keutamaanmu adalah ketakwaanmu, kedudukanmu adalah akhlakmu dan (kebanggaan) keturunanmu adalah amal perbuatanmu. (HR. Ad-Dailami)

4. Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

5. Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya menghapusnya. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang luhur. (HR. Tirmidzi)

6. Tiadalah kamu beriman sehingga perilaku hawa nafsumu sesuai dengan tuntunan ajaran yang aku bawa. (HR. Ath-Thabrani)

7. Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan. (HR. Ath-Thabrani)

8. Cukup berdosa orang yang jika diingatkan agar bertakwa kepada Allah, dia marah. (HR. Ath-Thabrani)

http://alhadits.wen.ru/1100_hadits_terpilih/b34_keutamaan_takwa.html

Posted by: peribadirasulullah | Jun 11, 2015

4 Hadis Berkaitan Kepentingan Amanah

Menunaikan Amanat

1. Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

2. Tiada beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji. (HR. Ad-Dailami)

3. Orang yang diajak bermusyawarah (dimintai pendapat) adalah orang yang bisa memegang amanat (jujur, ikhlas dan dapat menyimpan rahasia). (HR. Ath-Thabrani)

4. Apa yang dibicarakan dan terjadi dalam majelis-majelis (rapat atau pertemuan) harus dijaga dan dipelihara sebagai amanat. (HR. Abu Dawud)

http://alhadits.wen.ru/1100_hadits_terpilih/b48_menunaikan_amanat.html

Posted by: peribadirasulullah | Jun 11, 2015

6 Hadis Berkaitan Kepentingan Ikhlas

https://i2.wp.com/40.media.tumblr.com/ed57b3f18190bee6dd45b17bdab1666c/tumblr_ndg58nfa3O1rqgcayo1_500.jpg

Keutamaan Ikhlas

1. Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

2. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani dan Muslim)

3. Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandanganNya. (HR. Ath-Thabrani)

4. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)

5. Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang).” Rasulullah Saw berkata, “Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan.” (HR. Tirmidzi)

6. Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas). Kami lalu bertanya, “Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah?” Rasulullah Saw menjawab, “Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur’an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam.” (HR. Muslim)

Penjelasan:
Artinya, patuh dan taat kepada penguasa dan pemerintahan (muslim) dan setia kepada rakyat dengan tidak merugikan mereka atau mengambil (mengurangi) hak mereka.

http://alhadits.wen.ru/1100_hadits_terpilih/b32_keutamaan_ikhlas.html

Posted by: peribadirasulullah | Jun 11, 2015

12 Hadis Berkaitan Amalan Manusia

Amal Perbuatan

1. Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman. (HR. Ath-Thabrani)

2. Sesungguhnya jika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka dia dikaryakannya. Para sahabat lalu bertanya tentang sabda Nabi Saw tersebut, “Bagaimana dikaryakannya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Diberinya taufiq untuk beramal sholeh sebelum wafatnya.” (Mashabih Assunnah)

3. Barangsiapa melakukan amal perbuatan yang bukan atas perintah kami maka itu tertolak. (HR. Muslim)

Penjelasan:
Yang dimaksud adalah amal perbuatan yang berhubungan dengan pelaksanaan peribadatan.

4. Seorang yang melakukan perbuatan di dalam batu besar yang tidak ada pintu maupun lubang anginnya, pasti akan diketahui manusia apapun yang terjadi (mau tidak mau). (HR. Al Hakim)

5. Seorang melakukan amalan-amalan ahli surga sebagaimana tampak bagi orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni neraka, dan seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana disaksikan orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni surga. (HR. Bukhari)

6. Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

7. Seorang yang kurang amalan-amalannya maka Allah akan menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan. (HR. Ahmad)

8. Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?” Nabi Saw menjawab, “Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.” Dia bertanya lagi, “Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?” Nabi Saw menjawab, “Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya.” (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na’im)

9. Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

10. Jangan mengagumi amal perbuatan sampai ia menyelesaikan yang terakhir. (HR. Ath-Thabrani dan Al Bazzar)

11. Lakukan apa yang mampu kamu amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri jemu. (HR. Bukhari)

12. Amalkan semua yang diwajibkan (fardhu) Allah, niscaya kamu menjadi orang yang paling bertakwa. (Ath-Thahawi)

Posted by: peribadirasulullah | Jun 10, 2015

Kenikmatan TerAkhir Dalam Syurga Adalah Melihat Wajah Allah SWT

Terima Kasih Kepada : https://www.youtube.com/user/ArceusZe…

“Semoga Allah SWT Membalas dengan pahala yang berlimpah. Amin.”

Wajah Allah Menggetarkan Hati

Nota Penting:

Jangan mempersendakan ayat mutasyabihat

Tangan Allah SWT tidak seperti tangan makhluk jika itsbat. -SALAF

Kudrat Allah SWT tidak seperti kudrat manusia jika takwil.-Khalaf.

Ustaz-ustaz keluaran universiti al-azhar mesir sentiasa mempersendakan kebangkitan syeikh Bin Baz yang buka mata di dunia akan dibangkitkan buta juga di Akhirat kerana mempersendakan aqidahnya yang menistbatkan ayat-ayat mutashabihat.

Memang benar Syeikh Bain Baz akan dilahirkan semula di padang Mahsyar dalam keadaan buta sebelum memasuki Syurga Allah SWT tetapi Sesungguhnya Allah SWT yang Maha Berkuasa Tidak akan membiarkan Ahli Syurga terseksa dalam dalam keadaan buta tetapi Allah SWT akan memasukkan Orang-Orang Mukmin Kedalam Syurga Dalam Keadaan Paling SEmpurna dan Berusia Remaja.

Terlalu ramai ustaz-ustaz al-azhar yang memperlecehkan agama apabila bercakap tentang ayat mutashbihat sehingga sanggup mengatakan golongan SALAF mensyirikkan Allah SWT kerana pada bayangan mereka (khalaf) Allah SWT seperti makhluk-HasbunAllahu Wanikmal Wakil.

Jangan sesekali memikirkan Dzat Allah SWT tetapi fikirlah Kebesaran Kejadian dan ciptaan Allah SWT pasti anda akan mengangongkan Allah SWT.

Jika kita rindu dan Cinkan Allah SWT serulah Nama Allah SWT dan Jadikan Nama Allah SWT sebagai Zikir sertu renunglah dengan mata hati yang penuh ilmu tentang sifat-sifat Allah SWT disebalik nama-nama Allah SWT.

Posted by: peribadirasulullah | Jun 10, 2015

Terima Kasih Kerana Allah SWT Memberi Islam Kepada Kita

Nikmat ISLAM adalah satu nikmat yang tidak ternilai harganya… Dengan berkat perjuangan Baginda Nabi Muhammad saw dan para sahabat kita dapat menikmati nikmat Iman dan Islam…

Posted by: peribadirasulullah | Jun 10, 2015

Indahnya Sujud Kepada Allah SWT

Sujud kepada Allah swt satu kenikmatan yang sangat ternilai..mata yang menangis menghadap Allah swt demi mengharap keredaan Allah swt.

Posted by: peribadirasulullah | Jun 10, 2015

Sebuah Kampung Di Filipina Memeluk Islam Secara Serentah

Subhanallah.. Satu Desa di Filipina Secara Bersama-Sama Masuk Islam

FILIPINA (Panjimas.com) – Hidayah dan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala ada kalanya datang kepada seseorang secara individu. Namun ada pula yang datang kepada sebuah komunitas secara komunal, yakni secara bersama-sama.

Contohnya adalah dakwah Islam generasi pertama. Ada orang per orang yang masuk Islam secara individu melalui dakwah Rasulullah SAW atau sahabatnya. Ada pula satu kelompok atau kabilah yang secara bersamaan mengucapkan dua kalimat syahadat. Seperti ketika Mush’ab bin Umair mendakwahi kabilah-kabilah dari Suku Aus dan Khazraj di Yatsrib yang kemudian saat ini dikenal dengan nama Kota Madinah.

Dakwah di rea modern juga demikian. Sering kali hidayah menyapa seseorang secara individu. Namun ada juga komunitas atau kelompok masyarakat yang mendapatkan hidayah secara bersama-sama. Hal ini pula yang terjadi di Filipina baru-baru ini.

Ratusan orang dari sebuah desa Nashrani di Filipina mengikrarkan dua kalimat syahadat pada Ahad (24/5/2015) lalu. Menurut Mualaf Center Indonesia (MCI) melalui akun Facebooknya, ratusan orang itu mendapatkan hidayah dan mengikrarkan syahadat setelah dialog terbuka.

Adalah Komunitas Mualaf Dakwah Symposium di Hagonoy Bulacan Filipin yang menggelar dialog terbuka itu. Banyak mantan pendeta dan missionaris dalam Komunitas Mualaf Dakwah tersebut sehingga memudahkan penyampaian dakwah kepada masyarakat Nashrani. Alhasil, hidayah Allah datang dengan perantaraan dakwah mereka.

Dibimbing oleh ustadz Mohammed Yousef Pamintuan, ratusan orang dari berbagai kalangan, mulai dari pria, wanita, tua, muda bahkan anak-anak dan para remaja itupun akhirnya menerima Islam dengan senang hati, dan kumdian mengikrarkan dua kalimat syahadat. [GA/dbs]

http://panjimas.com/inspirasi/2015/05/29/subhanallah-satu-desa-di-filipina-secara-bersama-sama-masuk-islam/

https://i0.wp.com/panjimas.com/wp-content/uploads/2015/05/Profesor-Yahudi-Moshe-Sharon-Menjelaskan-Soal-Islam.jpg

Siapa pun yang menggunakan nurani dan akal dengan baik akan menyadari bahwa kita harus tunduk pada Allah penguasa semesta, sebagai Muslim. Prof. Moshe Saron dari Universitas Hebrew, Yerusalem, termasuk yang mengakui hal itu.

Sumber: Jewish Professor Admits All Prophets Were Muslim
http://www.youtube.com/watch?v=mlLZKUuc2jk
Vkizzel1 (21 Januari 2012)

Diterjemah-bebaskan oleh Adi Widjono (adiwidjono@gmail.com)

YERUSALEM (Panjimas.com) – Profesor Sejarah Universitas Hebrew Yerusalem, Moshe Sharon menegaskan bahwa pada dasarnya, agama didunia dan alam semesta ini hanyalah satu. Agama tersebut mengokohkan keesaan Allah dan menegaskan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah. “Dari mulai diciptakannya semesta ini, hanya ada satu agama, yaitu Islam,” tegas Moshe, sebagaimana ditayangkan kantor berita Israel, Arutzsheva, yang dikutip pengguna Youtube, Bahrain Tahir pada tahun 2012 lalu. Dalam video berdurasi hampir tiga menit itu, Moshe menjelaskan lebih lanjut jikalau ada siapapun yang menyatakan tempat ini adalah kuil Sulaiman, maka seorang Muslim akan menyatakan itu benar. “Solomon (Nabi Sulaiman, – red) adalah Muslim. David (Nabi Daud, – red), Abraham (Nabi Ibrahim, – red), Moses (Nabi Musa, – red), Yesus (Nabi Isa, – red), adalah Muslim,” jelasnya. “Inilah yang saya maksudkan dengan Islamisasi sejarah. Di seluruh Islamisasi sejarah akan ada Islamisasi geografi, semua wilayah yang berhubungan dengan tokoh-tokoh tadi adalah wilayah Muslim,” tegas Moshe, yang ketika tampil dalam video itu mengenakan tutup kepala ala Yahudi atau Yarmuk. Wilayah-wilayah tersebut, jelas Moshe, terlepas apakah sesudah Nabi Muhamad datang atau belum, harus dibebaskan. “Bukan untuk ditaklukkan. Yang ada adalah untuk dibebaskan,” imbuhnya. Islam muncul di sejarah, pada saat Muhammad adalah sebagai pembebas. Tidak ada penjajahan dalam Islam. Yang ada adalah pembebasan dalam Islam. Berikut ini salah satu statemen Moshe yang menyatakan bahwa agama yang ada didunia ini adalah satu, yakni Islam. Dan para tokoh dan nabi sebelum Nabi Muhammad SAW diutus adalah Muslim. https://www.youtube.com/watch?v=yZEdtrzrMKw. [Muhajir/ROL]

Posted by: peribadirasulullah | Jun 10, 2015

Ulamak As-Syafie Menghukum mereka yang tidak berpuasa wajib dipenjara

Hadirilah! Tarhib Ramadhan 1436 H

(Panjimas.com) – Menyikapi pernyataan kontroversial yang dilontarkan Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin yang menyatakan bahwa umat Islam yang berpuasa harusnya menghormati mereka yang tidak berpuasa (Saat Ramadhan Menag Minta Warung Jangan Dipaksa Tutup & Hormati yang Tak Puasa), maka kami akan membawakan satu pendapat ulama Syafi’iiyah sebagai berikut:

Al-Imam Muhyiddin An-Nawawi dalam menjelaskan Hadits Riwayat Muslim 1/53 Kitabul Iman, “Bab al-Amru biqital an-Nas Hatta Yaqulu Laila Illallah Muhammad Rasulullah”, beliau menjelaskan:

أن الصوم لا يقاتل الإنسان عليه، بل يحبس ويمنع الطعام والشراب

“Bahwasanya (meninggalkan) puasa tidaklah (menjadikan) manusia diperangi, akan tetapi dipenjara dan ia dilarang untuk makan dan minum”.

Dari penjelasan Al-Imam an-Nawawi dapat diambil Faidah bahwa:

  1. Puasa adalah syariat yang wajib dilaksanakan setiap Muslim di bulan Ramadhan terkecuali yang udzur syar’i.
  2. Yang wajib dihormati adalah mereka yang menjalankan kewajiban puasa bukan sebaliknya, maka bagi mereka yang tidak berpuasa sebaik mungkin tidak memancing orang untuk membatalkan puasanya.
  3. Pernyataan Imam Nawawi sangat jelas bahwa mereka yang menyengaja di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i harus mendapat hukuman penjara dan dilarang untuk makan dan minum, bukan malah dihormati.
  4. Pernyataan harus menghormati mereka yang tidak berpuasa dapat menimbulkan persepsi bahwa pembuat pernyataan tersebut menyuruh kita untuk “menghormati pelanggar syari’at Allah” yang seharusnya kita harus kita cegah.
  5. Pernyataan yang mengatakan harus menghormati orang yang tidak berpuasa, tidak lain adalah pernyataan yang tidak ada dasar dalam agama.

Demikian pandangan kami tentang bathilnya pernyataan bahwa seorang Muslim harus menghormati mereka yang tidak berpuasa. Wallahu a’lam bish-shawab…

Al-Faqir Ila Rabbih
A. Romadlan D, MA
Mudir Ponpes Salman Al-Farisi

http://panjimas.com/citizens/2015/06/03/hadirilah-tarhib-ramadhan-1436-h/

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,845 other followers