Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

3 gaya hidup wanita yang tidak mencium bau Syurga

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQZuo5WWR3vPNrCdelxLLKe8_j2KpMpgrleVqqAc4sCMWyxYZtqzg

3 GAYA WANITA YANG TIDAK MENCIUM BAU SYURGA..

Ada tiga gaya penampilan atau mode yang membuat wanita muslimah diancam tidak akan mencium bau syurga. Padahal bau syurga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.

Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh kitab Shahih Muslim.

1. Wanita yang berpakaian tetapi telanjang..
Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi.

– Wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
– Wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.
– Wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan bentuk tubuhnya.

2. Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat..
Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini..

– Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.
– Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.
– Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.

3. Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring, maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai sorban..

Keterangan lebih lanjut :
Lihat Syarh kitab Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).

Masya ALLAH

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar kita senantiasa berada di jalan yang ALLAH ridhoi, yang wanita marilah berjalan dengan tuntunan al-Qur’an, dan yang lelaki hendaknya menasehati apabila ada yang jauh dari norma al-Qur’an. Aamiin

Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal’alamin
_________________
Alyssa Soebandono Mengajak anda berteman

Silahkan Add Beliau disini==>Alyssa Soebandono

https://www.facebook.com/pages/Ustadzah-Mamah-Dedeh/1462925317267825

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

4 Jenis Wanita ke Neraka Allah SWT

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/05/c69fd-wanitapenghunineraka.jpg

EMPAT GOLONGAN WANITA AHLI NERAKA

Siapakah wanita yang termasuk wanita yang ahli neraka :

4 Wanita ahli neraka (kecuali telah bertobat) :

1. Wanita yang mulutnya jelek pada suaminya dan jika suaminya pergi ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang ia memaki/ memarahinya.

2. Wanita yang memaksa suaminya membeli apa yang suaminya tidak mampu.

3. Wanita yang tidak menutupi dirinya dari laki-laki lain dan keluar rumah dengan menampakkan perhiasan dan kecantikannya untuk menarik perhatian laki-laki lain.

4. Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur serta tidak berbakti pada Allah swt dan suaminya.

Semoga wanita yg membaca tulisan ini menjadi wanita sholehah akhir zaman yg di Ridhoi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, terhindar dari azab neraka dan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendaki..Aamiin ya Rabbal’alamin…

Subhanallah..
Semoga yang mengucapkan ‘Aamiin’ dan ‘subhanallah’ di kolom komentar mendapatkan kebahagiaan sakinah, mawaddah dan rahmah dengan pasangannya masing-masing. Aamiin

https://www.facebook.com/pages/Ustadzah-Mamah-Dedeh/1462925317267825

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Mengikat pernikahan dengan Tali Allah SWT

http://achiksolehah.files.wordpress.com/2013/05/aku-terima-nikahnya.jpg

NASEHAT PERNIKAHAN

1. KETIKA AKAN MENIKAH. Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita

2. KETIKA MELAMAR. Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis

3. KETIKA AKAD NIKAH. Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN. Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka

5. SEJAK MALAM PERTAMA. Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA. Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG. Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK. Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami & isteri

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK. Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12. KETIKA MENDIDIK ANAK. Jadilah teladan yang baik bagi anak-anak dalam kehidupan rumah tangga

13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI. Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda

14. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI. Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.Orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak

15. KETIKA ANAK BERMASALAH. Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16. KETIKA ADA PIL. Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WIL. Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA. Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS Gunakanlah formula 7 K (1 Ketaqwaan 2 Kasih sayang 3 Kesetiaan 4 Komunikasi dialogis 5 Keterbukaan 6 Kejujuran 7 Kesabaran)

Semoga kita semua adalah Keluarga yang harmonis dalam naungan Ridho-Nya…

Sekarang anda mempunyai Dua pilihan

1. Biarkan Tulisan ini berada di page ini supaya orang lain tidak membaca.

2. menyebarkan ke Teman yang lain dengan klik ‘Bagikan’ supaya orang lain ikut terinpirasi

Semoga apa yang ana sampaikan ada manfaatnya untuk kita semua
Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH…
Muliakanlah orang yang membaca status ini
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala Musibah
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah ,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal’alamin.
_______________________________

Baca Juga Tausiyah Lainnya di___ Akbar El Hamed

twitter @pipikdianirawa3

https://www.facebook.com/pages/Cahaya-Islam/1824383287700288?ref=profile

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Buatlah pilihan terbaik

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/05/7b3c9-haditsmenuntutilmu.png

MANUSIA yang paling berbahaya adalah MUNAFIK.
SENJATA yang paling berbahaya adalah LIDAH.
KEBIASAAN yang paling merusak adalah MEREMEHKAN DOSA KECIL.

PERASAAN yang paling tidak berguna adalah DENGKI.
KEGAGALAN yang paling melumpuhkan adalah MALAS.

KONDISI yang terburuk adalah LEMAHNYA IMAN.
PAKAIAN yang paling indah di dunia adalah AKHLAK YANG MULIA.

SUKACITA yang terbesar adalah TERKABULNYA DOA.
PEKERJAAN yang paling memuaskan adalah AMAL YANG IKHLAS.

KOMPUTER yang paling hebat adalah AKAL.
ENERGI yang terbesar adalah IMAN YANG KUAT.

OBAT TIDUR yang paling mujarab adalah HATI YANG TENANG.
DUA KATA yang penuh kekuatan adalah SAYA BISA.

ASET yang TERBESAR adalah AMAL SHOLEH.
ALAT KOMUNIKASI yang paling hebat adalah DO’A.

SubhanALLAH…

“Semoga ALLAH berikan kita petunjuk dan hidayah agar hikmah yang selalu kita dapatkan, dapat menjadi pelajaran untuk hidup kita. Aamiin”

The most dangerous MAN is hypocritical.
The most dangerous WEAPON is the tongue.
The most damaging is the HABIT of UNDERESTIMATING the SMALL SINS.

The most useless EMOTION was ENVY.
The FAILURE of the most crippling is lazy.

The worst CONDITIONS are WEAK faith.
The most beautiful CLOTHES in the world is a NOBLE CHARACTER.

The greatest joy is the TERKABULNYA prayer.
The most satisfying JOBS was a SINCERE CHARITY.

COMPUTERS are the most excellent are resourceful.
The greatest energy is a STRONG FAITH.

SLEEPING PILLS are the most efficacious is the QUIET HEART.
TWO WORDS that are full of strength is I can.

The BIGGEST asset is the CHARITY a LOT.
COMMUNICATION TOOLS the most excellent Prayer is.

Subhan Allah …

“May God give us the wisdom to guide instruction and we always get, can be a lesson for our lives. Aamiin “Please click Like and share in halamanmu so that you and your friends can always improve ketakwaannya to God Almighty.

O God …
✔ Glorify people who read this status ✔ Entengkanlah feet for stepping into the mosque ✔ ✔ Enlarge liver Bahagiakanlah an rezekinya ✔ the family Expand oceans ✔ ✔ Make all his business visas granted his ✔ Keep from all Adversary ✔ Keep of all diseases, defamation, Vile Prejudice, said crude and great evil.
✔ And dekatkanlah her soul mate for people who read and share this status.

Aamiin Yes Rabbal’alamin. (Translated by Bing)

https://www.facebook.com/pages/Cahaya-Islam/1824383287700288?ref=profile

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Renungan buat Muslimah Solehah

http://abumujahidahalghifari.files.wordpress.com/2012/10/abu-mujahidah-al-ghifari-02.jpg

CATATAN KECIL UNTUK PARA UKHTYAbaikan saja jika ada laki-laki yang suka menyanjung fisikmu setinggi bintang di langit.

Abaikan saja jika ada laki-laki yang suka muji kecantikanmu seindah bulan purnama.

Abaikan saja jika ada laki-laki yang suka mengagung-agungkan pesona yang ada dalam tubuhmu.

Abaikan saja jika ada laki-laki yang suka mengobral janji-janji manis di hadapanmu.

Abaikan saja jika ada laki-laki yang mencoba-coba berusaha menyentuhmu.

Karena laki-laki yang pantas mendampingimu adalah,
Laki-laki yang kagum akan kemuliaan akhlakmu.

Laki-laki yang kagum akan kesopananmu dalam bertutur kata.
Laki-laki yang kagum akan tekadmu dalam menutup aurat.

Laki-laki yang kagum akan keteguhanmu dalam menjaga imanmu.

Ia akan selalu menghormatimu,
Memuliakanmu,

Menasehatimu dalam kebaikan,
Menjauhkanmu dari kubangan lumpur yang penuh kemaksiatan.

Ia akan selalu sabar menunggu,
Untuk berani dekat denganmu,

Untuk berani menyentuhmu,
Sampai tiba saatnya dalam sebuah ikatan suci,
Yang telah diridhai Ilahi Rabbi.

SMALL NOTE to the UKHTY disregard it if there are men who like to flatter fisikmu as high as the stars of heaven.Disregard it if there are men who love muji shine your beauty as beautiful as the full moon.

Disregard it if there are men who love extolling the charm that is present in your body.

Disregard it if there are men who like mengobral promises sweet countenance.

Disregard it if there is a man who dabbled in trying menyentuhmu.

Because the man who deserves to be there was, the man who amazed its glory will be akhlakmu.

The amazed man will kesopananmu in spoken word.
Men who stick with it will be amazed in closing the nakedness.

The amazed man will keteguhanmu in keeping the faith.

She will always respect you for, Memuliakanmu, Menasehatimu in Menjauhkanmu goodness, from mud wallows, which are full of sin.

He will always wait for, to brave near you, to dare to menyentuhmu, until it comes time in a sacred bond, who has the divine Rabbi approves. (Translated by Bing)

https://www.facebook.com/pages/Cahaya-Islam/1824383287700288?ref=profile

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Solat membina kesihatan

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1.0-9/p370x247/1506594_1943487529123196_6619786544096983784_n.jpg

MANFAAT KESEHATAN DALAM SHOLAT1. TAKBIRATUL IHRAM : Berdiri tegak, mengangkat ke 2 tangan sejajar telinga, LaLu melipatnya didepan perut atau bawah dada. ini brmanfaat untuk melancarkan aliran darah & kaya oksigen, getah bening, dan kekuatan otot lengan serta menghindarkan gangguan persendian.

2. RUKU’ : Ruku’ yang sempurna dengan meluruskan tulang belakang, kepala lurus dengan tulang belakang, gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu. serta rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

3. I’TIDAL : Bagun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga, gerakan ini bermanfaat untuk melatih yang baik bagi organ-organ pencernaan atau melancarkan pencernaan.

4. SUJUD : Gerakan ini berguna untuk memompa getah bening kebagian leher, ketiak dan menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya fikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya sujud dilakukan dengan tidak tergesa-gesa agar darah bisa mencukupi kapasitasnya diotak, khusus bagi wanita ruku’ dan sujud memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5. DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD : Berguna untuk menghindari nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Serta Duduk tawarru’ { pergelangan kaki kiri dibawah pergelangan kaki kanan } ini sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin pada pria dan saluran vas deferens. Sehingga mampu mencegah impotensi dan menjaga kelenturan serta kekuatan organ-organ gerak kita.

6. SALAM : Bermanfaat untuk merileksasikan otot leher dan kepala, menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Semoga bermanfaat. Dan jangan pernah tinggalkan sholat, semoga Allah selalu mencurahkan kesehatan kepada kita semua baik jasmani maupun Rohani.

Aamiinkan doa ini saudaraku :

“Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu2 yang sudah ALLAH berikan untuk kita, terhindar dari maksiat dan perzinaan, dekat dengan ibadah kepada ALLAH SWT. aamiin”

Sampaikan dakwah ini kepada sahabat, dan teman-teman facebook anda. Semoga pahala ini terus tersebar hingga membukakan pintu hati setiap orang yang membacanya

— with Jemmy Ieu Mah and 10 others.

HEALTH BENEFITS of PRAYER 1. TAKBIRATUL IHRAM: standing upright, lift to 2nd hand ear alignment, then folded them in front of the lower abdomen or chest. This brmanfaat to unleash a flow of oxygen-rich blood &, lymph nodes, and the strength of the arm muscles and joints disorders. effects

2. RUKU Ruku ‘: ‘ that is perfect with the straightening of the spine, head straight to the spine, it is helpful to keep the position and functions of perfection of the spine as the nerve center of the body and buffer. heart position parallel to the brain, then the maximum blood flow to the body. The hand resting on the knee to function as filler shoulder muscles. as well as ar­raki ‘ ûn is a means of exercise for urinary disorders so that prostate can be prevented.

3. Includes: Bagun from ruku ‘, body back upright after lifting both hands as high as ears, this is beneficial to train movement is good for the digestive organs or launch an indigestion.

4. BOW DOWN: this movement is useful to pump lymph goto the neck, armpits and cause oxygen-rich regions could flow to the brain. This flow effect on a person’s thought power. Therefore, we recommend that you fall down and done not in a hurry to make sufficient blood capacity were specifically for women, ruku ‘ and sujud has tremendous benefits for fertility and health of female organs.

5. SITTING BETWEEN the TWO PROSTRATIONS: useful to avoid pain in the groin, which often causes the sufferer unable to walk. As well as Sat tawarru ‘ {left ankle right ankle below} is good for men because the heels hit the flow of bladder, genital glands in men and vas deferens. So being able to prevent impotence and keep the flexibility and power of our motion organs.

6. GREETINGS: Useful for merileksasikan head, neck muscles and improve the flow of blood in the head so as to prevent headaches and keep the tightening of facial skin.

May be useful. And do not ever leave a prayer, may God always devoting to health to us all both physical as well as spiritual.

Aamiinkan prayer is my brother: “may God lead us to always be his servant who doesn’t underestimate the prayer times, and waktu2 who has GOD given to us, escape from immoral and cohabitation, close to worship to God Almighty. aamiin “Convey this Dawah to a friend, and your facebook friends. Hopefully the reward continues to spread until the door opens the hearts of everyone who read it (Translated by Bing)

 

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

CINTA SEJATI SEORANG WANITA MUALAF, BERJUANG MEMPERTAHANKAN IMAN

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1.0-9/s403x403/10330482_1955735734565042_4861444042661625939_n.jpg

KISAH NYATA MENGHARUKAN : CINTA SEJATI SEORANG WANITA MUALAF, BERJUANG MEMPERTAHANKAN IMAN ..

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Sahabat-sahabat tercinta, kisah nyata kali ini, sangatlah panjang, perlu kesabaran ekstra dalam membacanya .. tapi Sungguh!! .. Sangat bagus, mengharukan dan sarat hikmah di dalamnya, insya Allah … Jadi tidak berpanjang lebar lagi selamat membaca ….
———-

Sebelum mulai, izinkan aku mohon maaf bila ada pihak tak berkenan terutama keluargaku. Untuk itu nama dan tempat disamarkan. Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (samaran) mahasiswi Universitas T yang telah sudi menulis.

Semoga menginspirasi pembaca atau menguatkan orang yang mengalami seperti aku. Allah limpahkan rahmat dan Hidayah-NYa pada kita, aamiin!.

Profile …

Panggil aku Mawar usia 30-an lahir di kota P, pulau di seberang pulau Jawa sebagai bungsu dari 4 bersaudara. Kami keluarga Cina generasi ke-4 imigran ke Indonesia. Kakek buyut pendatang dari negeri jauh di utara pada awal abad 20.

Menurut cerita, kakek buyut berjualan kebutuhan pokok gula, garam beras dll, keluar-masuk kampung dengan pikulan. Bisnis keluarga berkembang pesat setelah pemerintah menggalakkan usaha yang dilakukan bangsa sendiri (pribumi).

Saat itu ada istilah Ali-Baba. Ali panggilan pribumi dan Baba / pebisnis Cina. Pengusaha pribumi diberi kemudahan izin usaha bahkan izin impor, tapi umumnya kesulitan modal.

Sementara banyak etnis Cina modalnya kuat membeli izin usaha dari pribumi, sehingga memudahkan bisnis expor-impor ke Singapura, Malaysia dan Hongkong yang dikuasai etnis kami.

Bisnis keluarga makin besar, merambah semua bidang; pertambangan, emas, perkebunan dan lainnya. Kekayaan keluarga kami diatas rata-rata orang kaya Indonesia, above than ordinary rich.

Harta keluarga amat melimpah hingga orangtua cemas seandainya kami sekeluarga (tiba-tiba) mati sehingga tidak ada yang mengurus harta kami. Untuk itulah kami sekeluarga tidak pernah melakukan perjalanan pesawat bersama-sama. Bila liburan bersama, biasanya kami dibagi 2-3 flight. Papa-mama satu pesawat sisanya dibagi 2 flight. Sehingga bila terjadi musibah, ada anggota keluarga yang tetap melanjutkan bisnis.

Aku sengaja bercerita panjang tentang keluarga, karena sangat terkait dengan kisah selanjutnya.

Papa lahir dan dibesarkan di kota P. Setelah lulus SMA studi bisnis di negeri H (Hongkong). Begitu kembali papa menjadi businessman handal, banyak relasinya di berbagai negara.

Papa rendah-hati, pendiam, bicara terukur dan seperlunya serta jarang marah. Mama dari pulau lain yang menjadi karyawati perusahaan kakek sebelum bertemu papa. Mama orangnya keras, pintar, lincah, banyak pergaulan hingga kadang kami fikir, papa sepertinya takluk pada mama.

Banyak kebijakan perusahaan berasal dari ide mama dan selalu sukses. Keduanya memang pasangan serasi dan saling mengisi.

Mengenal Islam …

Masa kecilku penuh kebahagiaan. Dari SD hingga SMA aku sekolah swasta terkemuka, siswanya banyak anak bupati, gubernur atau pejabat. Aku pun berbaur tanpa memandang golongan, agama dan ras. Kadang aku diundang ke rumah mereka (anak bupati / gubernur) sehingga kenal dekat keluarganya dan kelak bermanfaat buat perusahaan kami.

Di sekolahku ada pelajaran agama untuk setiap pemeluknya. Jika ada pelajaran agama tertentu, penganut agama lain diizinkan keluar, tetapi boleh juga tinggal. Misalnya ada pelajaran Islam, aku lebih suka tinggal di kelas mendengarkan apa yang diajarkan.

Aku non-Muslim, setiap minggu ke tempat ibadah kami, tetapi aku lebih tertarik dengan Islam. Ada semacam panggilan dari hati paling dalam, Awalnya kupikir hanya perasaan ingin-tahu. Tapi setiap mendengar adzan, hati aku selalu bergetar.

Rumah kami sangat besar. Sering aku sendirian, orangtua sibuk di Jakarta dan hanya beberapa hari di rumah dalam sebulan. Kakak-kakakku masih kuliah di LN, sehingga rumah dengan 6 kamar besar, hanya dihuni aku sendiri.

Pembantu, sopir dan satpam tinggal di pavilion terpisah dengan rumah induk. Di kesunyian hati, aku merasa sejuk setiap mendengar ayat Quran yang kadang tidak sengaja aku dengarkan di TV.

Aku makin tertarik dengan pelajaran Islam. Melihat ibu guru mengenakan kerudung dan wajah bersih bersinar membuat hati merasa sejuk. Dengan melihat wajah ibu guru saja, aku merasakan damai. Tanpa sadar akupun mencatat apa yang diajarkan, aku hapal ayat-ayat pendek. Semua terjadi begitu saja dan tak bisa dicegah.

Pernah ibu guru menghampiri aku yang secara refleks sedang mencatat pelajaran tentang HAJI di papan tulis.

Beliau tahu aku non-muslim. Begitu mendekati tempat duduk aku. Jantung berdebar keras membayangkan diusir dari kelas. Ternyata hanya tersenyum ramah melihat catatanku. Katanya, “Insya Allah kelak Mawar bersama ibu melaksanakan ibadah Haji ya ….”

Hubunganku dengan Ibu Aisyah (samaran) makin akrab, aku tidak sabar menanti hari pelajaran Ibu Aisyah. Hubungan itu bagaikan anak dan ibu. Meski aku juga tetap mengikuti pelajaran agamaku, tapi lebih banyak melamun bahkan tidak mencatat sama sekali.

Sebagai gadis remaja tinggi 160 cm sedang mekar dan giat cari pacar. Banyak komentar teman; tubuhku indah, proporsional, wajah oriental dan akan banyak menarik perhatian laki. Tapi saat itu aku tak tertarik dengan pria seetnis.

Sebaliknya setiap Jumat aku suka melihat siswa muslim ibadah shalat Jumat, hati langsung bergetar membayangkan andai salah satunya mau jadi pacarku. Dengan wajah bersih bersinar, basah tetesan air wudhu, melangkah ke masjid di seberang sekolah Ah…! Indahnya membayangkan wajah-wajah tersebut.

Aku tahu diri, mana ada pribumi yang mau menjadi pacarku. Banyak yang masih membedakan ras. Pacaran dengan etnis aku dianggap memalukan dan menjadi cemohan.

Aku pernah berpacaran dengan anak bupati. Dia memutuskan hubungan hanya karena ayahnya calon Gubernur yang tidak mau anggota keluarga bisa menghambat pencalonan, seperti anaknya berpacaran dengan cina. Alasannya sangat mengada-ada tapi aku sadar; orangtuanya tentu tidak rela anaknya berhubungan terlalu jauh denganku yang juga beda agama.

Tapi hatiku sudah bulat kelak punya suami pribumi bahkan bersedia masuk Islam. Keputusan ini kelak membawa hidupku melewati perjalanan penuh ujian dan cobaan.

Studi ke Australia dan Amerika …

Lulus SMA aku study ke Aussie (Australia) dan Amerika mengikuti 2 kakakku. Tak banyak yang perlu diceritakan. Hampir 5 tahun kemudian aku kembali dengan gelar Master dan mengabdi untuk bisnis keluarga.

Dalam waktu singkat profit perusahaan meningkat pesat, terus membesar – merambah banyak sektor bisnis. Aku punya akses ke para elite daerah, karena semasa sekolah aku sudah mengenal keluarganya. Semua urusan perizinan aku selesaikan dengan mudah.

Aku masih single di pertengahan usia 20-an. Banyak pria berusaha menarik perhatian, dari pengusaha muda sukses hingga pemilik perusahaan besar. Namun hati tak bergetar sama sekali. Mencari suami itu mudah tapi aku ingin mencari soulmate.

Romantisme dalam Islam …

Suatu hari kantor aku mendapat staf baru dari kantor cabang di Jawa. Ia 3 tahun lebih tua dariku, wajah bersih dan dari etnis Jawa. Tutur-katanya lembut, sopan, tinggi, proporsional dan ah…! Ini dia. Dia muslim taat.

Sejak itu, wanita sekantor tidak habisnya membicarakan dan berlomba mendapat perhatian. Menurut laporan – dia amat rajin, jujur, berprestasi hingga dipromosikan ke posisi lebih tinggi dan satu divisi denganku.

Awalnya aku jaga image sebagai anak Big Boss. Lama-lama hati enggak bisa bohong, .. sedikit demi sedikit namun pasti … aku jatuh cinta.

Suatu saat kami semobil dari kantor gubernur. Tiba-tiba dia meminta izin shalat Ashar di Masjid Raya. Dari dalam mobil, kucermati ia berwudhu, melangkah ke masjid, shalat … Ahhh!. Andai saja aku kelak bisa mengikuti di belakangnya.

Awalnya kami memanggil secara formal ‘Pak’ dan ‘Ibu’. Tapi lama-lama secara tak sengaja aku memanggil “Mas” karena aku sering melihat orang Jawa memanggil yang lebih tua, suami atau kakak dengan sebutan “Mas”. Dia rikuh, tetapi lama-kelamaan terbiasa. Tapi itu aku lakukan bila hanya berdua, tidak di kantor. Aku meminta dipanggil ‘Dik’ bukan ‘Ibu Mawar.’

Sesuai pepatah Jawa, “Witing tresno jalaran kulino” terjemahan bebasnya “Cinta tumbuh karena terbiasa selalu bersama.” Bayangkan bagaimana awal cinta kami!!!

Kami duduk di belakang sopir mobilku. Awalnya membahas berkas kerja, kadang tidak sengaja tangan kami bersentuhan. Dia secara sopan segera menarik tangannya dan minta maaf.

Ahh! … sebal rasanya. Padahal aku yang menginginkan. Tapi itu tidak berlangsung lama, Akhirnya dia takluk. Aku biarkan tangannya memegang berkas lalu aku pura-pura membahas sambil tanganku menyentuh jari dan tangannya. Aku tidak pandai pura-pura. Dengan berani kugenggam jemarinya, lama-lama dia merespons … dia (sebut saja Mas Fariz) menggenggam tanganku… ahh!…!

Sering aku pura-pura minta supir kembali dari suatu tempat, seolah ada yang tertinggal … padahal hanya ingin berlama-lama dengan dia.

Suatu saat aku pura-pura ketinggalan sesuatu, meminta sopir ke rumah. Begitu memasuki rumah orangtuaku, wajah Mas Fariz pucat. Dia gugup karena khawatir papa (Big Boss) marah jika mengetahui pada jam kerja mampir ke rumahnya. Aku bilang tidak perlu takut, bukankah anak Big Boss yang membawanya.

Setahun berlalu. Hubungan kami semakin erat tapi dia belum menyatakan cinta. Mungkin takut ditolak apalagi beda agama. Hingga suatu saat dia menelpon mengajak bertemu di restoran luar kota. Dia meminta datang sendirian tanpa sopir.

Di restoran itu dia menyatakan cinta … langsung saja kuterima. Kukatakan aku bersedia memeluk Islam dan sejak lama ingin masuk Islam, jadi mas Fariz semoga menjadi pembimbingku.

Airmatanya meleleh. Seumur hidup baru kali ini seorang pria berlinangan airmata karena aku. Aku tidak kuasa menahan airmata dan yakin mendapatkan ‘Soulmate.’

Di kantor kami bekerja seperti biasa. Tapi di luar kantor kami sepasang kekasih. Dia mengajari shalat dan sedikit doa. Dia memang lelaki taat, menjaga kesopanan dan tidak pernah melewati batas.

Sehingga kadang aku yang menggoda, namun dia selalu bilang, sabar! … tunggu waktunya. Seribu kali sayang, serapat apapun ditutupi, sedikit demi sedikit bocor juga rahasia kami hingga ke telinga papa ……………………………………………………..

Tentangan Keluarga …

Suatu hari tiba-tiba papa datang ke ruangan aku, padahal amat sangat jarang terjadi, jika ada keperluan biasanya aku dipanggil.

Mulanya papa tidak menanyakan hubungan aku dengan mas Fariz, tetapi sedikit demi sedikit topiknya mengarah kesana. Akhirnya papa menanyakan kebenaran hubungan itu. Aku tidak sanggup menjawab, wajah aku tertunduk. Papa menatap dan menunggu jawaban aku.

Aku tidak sanggup berbohong atau menyangkal, itu bertolak belakang dengan hatiku, sebaliknya jika bilang “iya” aku khawatirkan karir Mas Fariz. Aku hanya bisa menangis … Esoknya, Mas Fariz tidak hadir, dia dipindahkan ke Jawa. Akupun kehilangan kontak.

Seminggu kemudian mas Fariz bercerita di telpon bahwa setelah papa menemuiku, dia langsung menemuinya. Esok paginya dia harus kembali ke kantor lama.

Keadaan semakin parah, setiap karyawan di kantornya sudah tahu hubungan kami. Banyak tuduhan kalau mas Fariz, mengincar harta dan kedudukan dengan memacari anak Big Bos. Berulangkali dia sebut nama Allah, bersumpah, cintanya kepada aku bukan karena itu.

2 minggu kemudian dia resign, tetapi kami masih berhubungan telpon. Dia mencari pekerjaan di perusahaan yang punya cabang di kota P agar bisa menemui aku. 3 bulan kemudian dia mendapatkannya dengan gaji jauh lebih kecil. Aku amat terharu, dia korbankan karirnya demi aku.

Kami pun bebas berhubungan tidak peduli perkataan orang di kantor, tapi papa kembali mengetahui dan kali ini mama turun tangan.

Mereka tidak bedakan ras dan tidak keberatan bergaul dengan siapapun, tapi tidak bisa diterima jika aku masuk Islam dan mereka sudah curiga. Maka kujelaskan, aku sudah dewasa untuk mengambil keputusan hidup tanpa tergantung papa-mama – jawaban yang membuat mereka murka.

Mereka berkata, banyak orang rela mati demi merasakan rumah mewah, sopir tersedia tiap saat, mobil mewah, uang melimpah dan dihormati.

Mereka katakan, tanpa mereka aku tidak akan pernah bisa memperoleh kehidupan seperti ini. Aku hanya menangis. Tapi hatiku bertekad apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan Mas Fariz.

Aku giat mendalami Islam. Saat istirahat kantor, aku pergi ke toko buku besar di Mal untuk membaca buku Islam. Pernah aku mengajak rekan kantor ke toko buku. Aku langsung ke rak buku Islam, dia ingatkan kalau aku ada di bagian rak buku Islam. Aku bilang memang benar, aku mau membaca tentang Islam.

Klimaks …

Kedua kakak laki-laki aku menikah dan menetap di Jakarta menjalankan bisnis kami dan papa-mama sekarang lebih banyak tinggal di kota kami bersama kakak perempuanku dan aku. Tapi hubungan aku dengan papa-mama semakin renggang, kakakku pun sudah terprovokasi dan menjauh.

Aku dianggap bukan bagian keluarga dan tak diajak makan bersama di meja makan. Pembantu disuruh memanggilku untuk makan bila mereka selesai makan. Makanan yang ada adalah sisaan mereka dan pembantu tidak diperbolehkan menambah. Akhirnya aku makan makanan sisa.

Jika mereka makan ayam, aku makan ceker dan kepala saja. Bayangkan rasanya sakit hati. Aku bersabar dan mas Fariz selalu mengingatkan untuk berbakti pada orangtua. Bisa saja aku akan di restoran termahal di kota P.

Kakak perempuanku sebenarnya kasihan padaku, sehingga kadang dia menyimpan sebagian makanan yang baru dimasak. Sehingga pada saat mama-papa selesai makan, diam-diam dihidangkan untuk aku.

Secara tidak terduga, mereka kembali ke meja-makan dan memergoki. Langsung mama rebut piringnya dan melemparkan ke lantai. Sambil menyindir tidak perlu kasihan sebab aku sanggup hidup tanpa diberi makan mama-papa.

Ohh ..! Mereka rupanya sudah amat membenci. Hancur berkeping hati aku. Aku hanya menangis tetapi tidak menyesalI dan aku akan tetap bertahan.

Mas Fariz sarankan bicara baik-baik agar papa-mama luluh dan mengerti. Suatu malam ada kesempatan, aku mendatangi dan berbicara dengan mereka. Dengan tutur baik aku meminta maaf.

Aku tumpahkan perasaan semuanya. Tapi justru itu membuat mereka bertambah murka. Mereka tuduh aku kena sihir dan menyarankan aku sadar.

Ya Allah! Aku sehat, Insya Allah tidak ada satupun sihir. Semua keinginan murni dari panggilan jiwa yang tidak bisa aku cegah.

Aku jelaskan lagi, bahwa aku sudah dewasa hingga apapun keputusan bisa kupertanggung-jawabkan. Aku bisa mandiri jika dikehendaki.

Pendirian mereka pun tetap bahkan menantang, jika sanggup hidup mandiri, sekarang juga serahkan seluruh harta yang aku dapatkan selama hidup dengan mereka.

Karena tekad bulat, malam itu seluruh kartu credit, ATM, buku bank aku serahkan. Uang yang aku punya hanya yang tinggal di dompet. Sepertinya tinggal menunggu waktu untuk meninggalkan rumah. Esok paginya aku ada keperluan untuk membuka lemari besi tempat penyimpanan surat berharga keluarga. Berulangkali mencoba, aku tidak bisa membukanya.

Ternyata nomor kombinasinya diubah. Padahal ada barang pribadi aku: Ijasah, perhiasan dan lain. Aku telpon papa tapi jawabannya sinis. Papa menyindir kalau sanggup hidup mandiri, mengapa mau membuka lemari besi keluarga, pasti ada barang yang mau dijual. Aku dikucilkan. Mereka menyiksa dengan caranya sehingga aku menyerah. Aku mengadu ke mas Fariz dan mengatakan akan minggat. Dia diam, lalu berpesan jangan sampai putus hubungan keluarga.

Beberapa hari kemudian aku tinggalkan rumah dan kos di dekat kantor. Aku berpamitan baik-baik pada mama-papa. Tetapi mereka menoleh pun tidak. Aku masih ada cukup uang di dompet. Aku bersumpah tidak akan meminta uang mereka.

Aku bertekad hidup mandiri. Selama bekerja di perusahaan papa, secara formal aku digaji sesuai dengan posisiku. Tapi disamping itu setiap bulan, aku mendapat uang-saku dari papa hampir 20x lipat gaji resmi. Sehingga penghasilan sebulan cukup untuk hidup mewah selama setahun. Seluruh simpanan bank, mencapai 10 digit. Mungkin cukup biaya seumur hidup.

Sekarang aku tetap bekerja dengan harapan masih digaji. Tapi akhir bulan aku tidak mendapat sepeserpun. Saat kutanyakan ke pembayaran gaji, ada perintah menahan gajiku. Ya Allah, mereka lakukan cara apapun agar menyerah. Saat itu juga kutinggalkan perusahaan papa selamanya.

Start from Zero ….

Saat kuadukan ke mas Fariz dia teramat sedih dan meminta maaf, karena dia hidupku menderita. Dia rela andai aku tak kuat untuk ubah keputusan. Aku peluk dia dan kupastikan keputusanku tak berubah.

Akupun semakin ingin hidup bersamanya. Saat itu hanya dia sandaranku. Dengan berurai airmata, dia tanya lagi, apakah rela menjadi muslimah dan menjadi istrinya. Aku ciumi tangannya, kukatakan, aku korbankan kehidupanku hanya untuk bisa hidup bersamanya dan tidak akan menyesali.

Singkat cerita, dengan diantar mas Fariz aku mengucapkan kalimat syahadat di sebuah masjid disaksikan imam dan beberapa jemaah masjid. Dia mengajakku segera menikah di kota kelahirannya. Kebetulan tugasnya dipindahkan ke pulau Jawa.

Sebelum menikah kami mendatangi rumah papa-mama. Tapi satpam di pintu gerbang mengatakan kalau dia diperintahkan tidak membuka pintu bila kami datang.

Sebenarnya satpam tersebut bersedia membuka pintu. Tapi aku melarang, khawatir mencelakai pekerjaannya. Biarlah aku saja yang menderita. Aku tinggalkan secarik surat yang isinya mohon doa restu bahwa aku akan menikah dengan Mas Fariz. Aku beritahukan aku sudah jadi muslimah. Mata satpam itu berkaca-kaca saat kukatakan aku mualaf.

Keluarga mas Fariz menanyakan ketidakhadiran keluargaku di pernikahan kami. Tapi setelah mas Fariz bercerita, mereka memahami. Kami menikah secara sederhana. Keluarganya amat sangat menerimaku dengan hangat tanpa mempermasalahkan keturunan Cina. Ibu mertuaku amat sayang kepadaku. Aku amat sangat bahagia menjadi istrinya.

Aku hidup di rumah sederhana, kulalui dengan penuh kebahagiaan dan aku tidak mengeluh sedikitpun dengan yang mas Fariz berikan. Aku tidak lagi bekerja, karena aku ingin mengabdi pada suamiku. Disamping itu semua ijasah masih tersimpan di lemari besi, aku tidak bisa melamar pekerjaan. Aku pun ingin membuktikan bisa mandiri dengan suamiku.

Mas Fariz amat sangat menyayangiku tiap pagi sebelum berangkat kantor dia memelukku. Tiap hari kubawakan ‘lunch box’ makan siang karena aku tidak mau dia makan makanan masakan orang lain. Aku sangat posesif, ingin memiliki dan melayani secara total.

Tiap hari aku bangun sebelum dia bangun dan tidur setelah dia benar-benar tidur untuk memastikan dia sudah benar-benar tidak perlu aku layani lagi.

Aku siapkan celana, baju, kaus kakinya tiap pagi sebelum berangkat kerja. Sehingga dia tidak perlu memikirkan pakaian apa yang harus dia pakai. Bahkan aku potongkan kukunya bila sudah panjang. Dia aku jadikan pangeran bagi diriku.

Tiap malam sebelum tidur, kami ngobrol dan saling mengajarkan bahasa. Dia mengajari bahasa jawa, sedangkan aku mengajari bahasa mandarin.

Dia amat cepat belajar mandarin dalam waktu singkat dia menguasai kata-kata yang umum diucapkan, kadang mengajakku bicara mandarin di rumah. Memang perusahaan tempatnya bekerja milik etnis Cina dan banyak berhubungan dengan keturunan Cina, sehingga bila berbahasa mandarin akan memberi keuntungan tambahan.

Suatu saat dia pulang membawa motor, kantornya memberi pinjaman cicilan motor. Memang hanya motor, tapi aku bahagia sekali dengan yang dia dapatkan. Berulangkali dia minta-maaf tak bisa membeli mobil seperti yang pernah kumiliki. Aku katakan motor yang kita miliki jauh lebih mewah dari mobilku dulu. Karena motor ini bukan sekedar dibeli dengan uang, tapi juga dengan cinta.

Kehidupan perkawinan kami amat indah, kalau di rumah nyaris kami tidak bisa berjauhan. Tiap hari bagi kami adalah bulan madu maka dalam 1 tahun kemudian lahir anak pertama kami. Bayi itu sebut saja ‘Faisal’.

Mas Fariz yang membacakan Azan dan iqomat sesaat setelah bayi lahir. Aku merasa lengkap kebahagiaanku. Setiap hari bertambah bahagia bisa merasakan 2 orang “Fariz” dalam rumahku. Saat mas Fariz ke kantor, aku di temani Fariz kecil. Aku mencintai 2 orang yang sama darah dagingnya.

3 tahun anak kami hadir. Mas Fariz bercita-cita mendatangi orangtuaku, oma-opanya Faisal. Dia ingin perkenalkan cucu mereka dan menyatukan aku dengan papa-mamaku.

Dia berharap dengan kehadiran Faisal, akan meluluhkan hati orangtuaku. Tapi tiap menelpon, papa-mamaku bersikap seperti dulu. Bahkan waktu kukatakan bahwa mereka punya cucu dariku, mereka menjawab, kalau mereka tak merasa punya keturunan dariku … Ohh! malangnya anakku. Aku teramat sedih, teganya papa-mamaku. Aku maklumi masih membenciku, tapi jangan pada anakku, cucu mereka.

Tidak Putus Dirundung Malang ….

Dia yakin papa-mama akan menerima kami. Sebelum harapan terpenuhi, musibah mulai datang ….

Suatu hari suamiku pulang lebih awal karena merasa nggak enak badan, seperti masuk angin. Aku menyuruhnya segera istirahat, tidur dan memberi obat penghilang sakit.

Malamnya tubuh panas menggigil. Keesokannya aku bawa ke dokter dan dikatakan hanya demam biasa sehingga hanya diberi obat penurun panas. Tapi malamnya tubuh tetap panas, menggigil dan mengigau. Dia menolak untuk dibawa ke RS bilangnya demam biasa.

Hari ke-4 kondisinya parah dan pingsan, dari hidung keluar darah. Di RS Hasil periksa darah, trombosit tinggal 26.000 normalnya diatas 150.000. Suamiku kena demam berdarah, Dokter menyalahkan kenapa tak segera dibawa ke RS lebih awal, karena serangan terberatnya di hari 5. Kalau kondisi tidak kuat, amat berbahaya.

Hari ke 5 makin parah, napasnya berat, trombositnya tidak naik. Malam itu setengah mengigau, dia memanggilku, aku genggam tangannya, aku dekati telingaku ke mulutnya, aku dengar dia coba ucapkan sesuatu. Air matanya meleleh.

Dia ucapkan “Maafkan aku” Aku tenangkan dia, kalau tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku ikhlas mendampinginya. Setelah mendengar kata_kataku dia tenang, dengan 1 tarikan napas dia ucapkan “La ilaaha illa llaah” lalu meninggal dalam pelukanku.

Aku ingat ucapannya, jika Allah izinkan, dia ingin meninggal di pelukanku. Aku memarahi dia, jangan bilang seperti itu. Tapi dia serius, kalau dia tak sanggup kalau aku meninggalkannya. Ternyata Allah kabulkan. Orang yang aku jadikan sandaran hidup telah pergi. Tidak terkira sedih hatiku. Andai tidak ingat anakku, aku ingin menyusul Mas Fariz.

Mas Fariz jujur dan baik, seluruh rekan kerjanya dan big boss hadir melayat. Kantor memberi santunan 4x gaji, ditambah uang duka. Aku ditawari kerja di perusahaan tersebut. Tapi aku rasa setengah nyawaku hilang. Selama 3 bulan berduka, aku tidak sanggup melakukan apapun.

Sementara aku di rumah mertua agar Faisal ada yang mengasuh. Rumah dan motor dijual, karena tidak sanggup kubayangkan kenangan Mas Fariz.

Hampir setengah tahun di rumah mertua, aku putuskan kembali ke kota asalku. Sebenarnya ibu mertua amat baik dan penyayang. Tapi aku tahu diri tidak mungkin bergantung ke siapapun. Aku harus mandiri demi anakku satu-satunya.

Di kota asalku aku mengontrak rumah dan membuka toko kecil. Mungkin karena masih berduka dan terbayang suami hingga kurang mikirkan usaha akhirnya bangkrut. Uang habis untuk membayar tagihan suplier.

Aku sebenarnya tidak pernah putus asa apapun aku jalani asal halal. Pernah jadi pelayan restoran beberapa bulan dan berhenti karena anakku tak ada yang menjaga. Akhirnya aku kehabisan uang tak sanggup bayar kontrakan.

Dengan koper isi pakaian dan menggendong anakku berjalan tanpa tujuan. Aku bingung akan kemana. Pernah terlintas di benakku untuk kembali ke keluargaku. Tapi dengan kondisi ini mereka pasti merasa menang, tertawa terbahak dan mengejekku seumur hidupku bahwa aku gagal memilih jalan hidup.

Dibawah Naungan Islam …

Ditengah perasaan putus asa, kuteringat masjid tempat aku pertama kali mengucapkan kalimat syahadat. Masjid itu bukan Masjid Raya di kota kami, tapi masjid tua bersejarah, maka banyak jemaah berziarah.

Aku berpikir, dulu aku memulainya dari masjid itu, sehingga kalaupun jalan hidupku berakhir aku ingin di masjid itu pula. Aku datangi masjid tersebut Dan aku shalat mohon petunjuk. Anakku kelelahan tertidur di sampingku.

Aku tidak punya uang untuk membeli makanan dan hanya bisa menangis. Rupanya tangisku didengar seorang bapak dan beliaulah imam masjid tersebut dan dia pula yang dulu membimbing aku membaca syahadat. Aku tidak lupa dengan wajahnya tetapi dia pasti tidak ingat, karena wajahku tidak sesegar dulu lagi.

Sewaktu aku perkenalkan diriku dan aku katakan bahwa aku dulu mualaf yang beliau bimbing, dia langsung ingat tapi juga kaget dengan kondisiku seperti ini.

Akhirnya aku ceritakan semuanya pada beliau, sebab aku merasa tidak ada lagi orang di dunia ini yang aku jadikan sandaran hidupku.

Setelah mendengar kisahku dia menyuruhku jangan pergi – tetap tinggal di masjid. Beliau menyuruh seorang jamaah membelikan makanan untuk aku dan anakku. Sebentar kemudian dia meninggalkan aku sambil berpesan akan segera kembali (rupanya dia mencari tempat untuk aku tinggali).

Tidak lama beliau kembali. Sambil tersenyum dia katakan, mulai malam ini aku memperoleh tempat tinggal. Aku diajak ke belakang masjid disitu ada bangunan tambahan terdiri beberapa ruangan. Biasa dipakai untuk gudang peralatan masjid, seperti tikar, kursi dan lainnya. Salah satu ruang tampak sudah kosong. Dia menunjuk bahwa itulah rumahku. Aku boleh menempati selama mungkin aku mau.

Ruang sebelahnya ditempati Pak Tua penjaga masjid, sehingga aku ada yang menemani. Ruangan itu berukuran kurang lebih 2x2m. Pak Imam masjid menambahkan, aku diberi honor sekedarnya jika mau membantu membersihkan masjid, sehingga cukup untuk makan.

Beliau tambahkan kalau aku bisa datang ke rumahnya sekedar membantu istrinya memasak. Rumah beliau hanya beberapa ratus meter dari masjid.

Alhamdulillah, aku amat bersyukur ternyata Allah mendengar doaku. Aku ingat, bahwa Allah tidak akan menguji hambanya melebihi beban yang sanggup dia pikul. Aku bersyukur memperoleh tempat berteduh, walau hanya kamar kecil (jauh lebih kecil dibanding kamar mandi saat di rumah orangtuaku).

Ada lagi yang membuatku tenang yaitu aku tinggal dekat rumah Allah, setiap merasa sedih, aku tinggal masuk masjid mengadukan langsung pada Allah. Karena tinggal dekat masjid otomatis shalatku tidak pernah terlewatkan sekalipun.

Alhamdulillah, hidupku sedikit demi sedikit mulai tenang. Aku sering membantu istri Pak Imam memasak di rumahnya. Imbalannya beliau selalu membekali makanan untuk aku bawa pulang. Sehingga aku tidak perlu risau memikirkan makanan harian.

Kalau Pak Imam sekeluarga ada keperluan keluar kota, akulah yang dititipi menjaga rumahnya dan bisa tinggal di rumahnya.
Sebenarnya mereka menawarkanku tinggal bersama mereka. Tapi aku tahu diri tidak mau terus menerus merepotkan orang lain.

Pekerjaanku setiap hari membersihkan halaman masjid, membersihkan kaca jendela, Sedangkan Pak Tua mengepel lantai masjid. Tiap minggu aku mendapatkan honor sekedarnya dari hasil kotak amal, tapi kadang aku tidak mendapatkan sepeserpun, karena kadang sudah habis untuk keperluan masjid, tapi aku lakukan itu dengan senang hati dan ikhlas.

Sementara ini aku benar-benar ingin mengabdi pada Masjid ini – sebagai tanda terimakasih. Aku tidak mau bersusah-payah mencari pekerjaan. Aku percaya kelak masjid ini akan memberiku jalan memperoleh pekerjaan.

Kadang pada malam hari aku duduk di teras masjid, mengobrol dengan Pak Tua. Dia bercerita, anak-anaknya ada di kampung, tapi dia tak mau merepotkannya. Selama masih kuat, dia tak mau merepotkan orang lain. Lalu saat giliran aku bercerita, kadang aku bingung harus cerita apa …???

Apa aku ceritakan kalau dulu aku pernah naik kapal pesiar keliling EROPA, tidur di hotel mewah di LAS VEGAS atau saat kuliah punya apartment mewah di Australia … Ahh! Pasti dia tertawa menganggap aku berkhayal. Jangankan tidur di hotel, uang yang aku punya tidak lebih dari Rp 20.000,-

Dulu tiap minggu aku bisa beli peralatan makeup, eye-shadow, lipstick harga jutaan rupiah. Sekarang makeup aku air wudhu setiap akan shalat. Tapi justru banyak yang mengatakan wajahku tetap bersih, cantik alami. Kadang orang berpikir aku masih memakai makeup.

Yah …! mungkin Allah yang memakaikannya. Kecantikan dari dalam “Inner Beauty” Banyak yang bilang dengan mata sipit dibalik kerudung, aku terlihat cantik.

Tanpa terasa hampir 2 tahun aku menetap disini, anakku sudah sekolah SD dekat masjid milik yayasan dan tanpa membayar sepeserpun. Aku hanya membeli seragam dan alat sekolah.

Bahagianya hati melihat anak aku masuk sekolah … ohh! seandainya mas Fariz masih ada dan melihat anak kita di hari pertama sekolah.

Anakku rupanya tumbuh besar dalam keprihatinan sehingga sangat tahu diri. Tak pernah sekalipun merengek minta dibelikan ini itu seperti layaknya anak lain. Pernah hatiku amat pilu. Ketika dia pulang sekolah dengan kaki telanjang sambil menenteng sepatunya. Sambil tertawa, tanpa mengeluh, dia justru menunjukkan sepatunya.

“Ma, sepatu Faisal sudah minta makan” Sepatunya robek depannya, seperti mulut minta makan. Melihat dia tertawa, akupun ikutan tertawa, walau hati ingin menangis.

Andai dia tahu dulu mama selalu memakai sepatu harga jutaan rupiah. sekarang, membelikan sepatu anakku yang murah aku belum sanggup. Alhasil selama 2 hari anakku ke sekolah memakai sepatu robek, sampai akhirnya aku belikan sepatu bekas layak pakai.

Aku bersyukur punya anak amat tahu diri. Tidak mau membebani ibunya. Anak saleh akan menjadi bekal amat bernilai buat orangtua.

Pak Imam masjid kadang menengok dan menanyakan keadaan kami. Dia sering cerita, bagaimana istri Muhammad SAW hidup jauh lebih menderita, tapi tetap tabah. Beliau bilang, aku pasti akan menjadi ahli surga.

Berulangkali dia katakan, orang lain tidak akan sanggup menghadapi cobaan ini, tapi aku tetap bertahan memegang keyakinan, meninggalkan kenikmatan dunia yang justru pernah kuperoleh.

Suatu siang, aku melihat mobil datang ke halaman masjid. Dari dalam mobil keluar 2 orang yang aku kenal. Yang satu Tante Grace, satunya Oom Albert. Mereka lawyer perusahaan dan keluarga kami. Entah bagaimana mereka bisa mengetahui aku ada disini.

Mereka membawa sebundel amplop, mengajak aku berbicara. Aku lihat mata Tante Grace memerah menahan airmata saat melihat tempat aku tinggal.

Bahkan Oom Albert suara bergetar, lehernya tersekat menahan sedih. Mereka diutus orangtua aku. Karena orangtuaku sudah tahu bagaimana keadaan aku sekarang. Mereka katakan dalam amplop isinya surat bank, ATM, Ijasahku yang bisa aku miliki lagi. Bahkan aku dijemput pulang ke rumah mama-papaku.

Sejenak aku bahagia, kupikir orangtuaku terbuka hatinya, aku bisa pakai uang yang banyak untuk hidup lebih baik. Tapi dengan terpatah-patah Oom Albert melanjutkan, mama-papa memberi syarat. Saat kutanyakan syaratnya. Keduanya nyaris tidak sanggup melanjutkan.

Tante Grace makin menunduk menahan tangis. Akhirnya oom Albert mengatakan syaratnya aku dan anakku harus kembali ke keyakinan lama. Saat itu juga aku langsung menjawab, kalau aku tidak mau menerima amplop itu dan aku katakan agar dikembalikan ke orangtuaku.

Keduanya amat sangat minta maaf padaku, karena mereka tahu aku tersinggung. Tapi aku juga sadar keduanya hanya menjalankan tugas. Bahkan Tante Grace katakan, andai mengikuti nurani pasti mereka serahkan itu amplop padaku tanpa syarat apapun, tapi mereka terikat profesi.

Keduanya pamit. Tapi tidak lama kemudian kembali lagi, aku pikir ingin membujuk. Rupanya mereka berinisiatif fotocopi ijasah dan menyerahkan copy-nya padaku. Mereka inisiatif sendiri resikonya kehilangan pekerjaan. Mereka bilang hanya itu yang bisa mereka lakukan untukku.

Alhamdulillah. Sedikit demi sedikit Allah memberi jalan untukku. Akhirnya aku punya bukti kalau aku pernah sekolah tinggi meraih Master bidang keuangan (finance)di luar negeri.

True Happiness …

Rupanya Allah cukup menguji dan memberi rewards atas ketabahanku.

Suatu pagi 2 orang mengamati bangunan masjid, wanita kulit putih dan wanita lokal. Pak Tua ada di halaman Masjid, maka mereka menghampiri. Masjid kami memang unik, bangunan tua dengan arsitektur Melayu Kuno dan sering dikunjungi. Biasanya Pak Tua menjadi juru-bicara karena dia paling tahu sejarah masjid. Aku banyak mendapat cerita dari Pak Tua sehingga aku tahu sejarah masjid kami.

Dari jauh tampak keduanya mengobrol dengan Pak tua, sampai akhirnya kulihat Kulit Putih kebingungan. Akupun menghampiri mereka, dengan sopan aku memperkenalkan diri dan menawarkan bantuan.

Ternyata dia mahasiswi Arsitektur dari Australia yang sedang melakukan study dan mahasiswi Arsitektur universitas T di kotaku sebagai penterjemah (panggil saja Retno).

Rupanya bahasa Inggris Retno kurang lancar hingga si Bule kebingungan mendengar terjemahan cerita Pak Tua. Dengan sopan aku mengajukan diri membantu si Bule.

Dengan bahasa inggris sangat lancar, aku ceritakan semua hal tentang masjid. Aku ajak berkeliling ke tiap sudutnya. Si Bule bertambah takjub saat kukatakan pernah study di negerinya.

Retno terus memandangiku setengah tak percaya. Setelah puas mendapat informasi, sebelum pulang Retno berjanji menemuiku segera, ingin menanyakan banyak hal tentang diriku. Dengan senang-hati akan kuterima kedatangannya kapan saja.

Beberapa hari kemudian Retno menemuiku. Dia amat ingin tahu siapa diriku. Aku ceritakan semua perjalanan hidupku sampai saat ini. Dia amat bersimpati dan ingin menolong. Walau tak mengharap pertolongan orang lain, tapi kuhargai niatnya.

Dia bilang dengan pendidikan dan kemahiran bahasa asing akan mudah mendapat pekerjaan, apalagi ada copy ijasah. Seminggu kemudian dia datang membawa kertas dan amplop, menyuruh membuat surat lamaran.

Informasinya Rektorat memerlukan tenaga honorer. Aku terharu ada orang peduli mau membantu tanpa pamrih, aku ucapkan banyak terimakasih padanya. Bagiku dia seperti diutus Allah untuk menolongku. Tidak lama kemudian aku mendapat kabar gembira, aku dipanggil ke Rektorat untuk test dan wawancara.

Sebelum berangkat aku shalat memohon kepada Allah agar diberi kelancaran. Anakku aku titipkan pada Pak Tua yang kuanggap sebagai orangtua sendiri.

Alhamdulillah, test berjalan lancar. Saat wawancara justru Bahasa Inggris lebih aku kuasai dibanding pewawancara. Dia bilang English-ku perfect.

Beberapa hari kemudian dia datang dan tampak gembira sekali, katanya dalam beberapa hari aku akan mendapat surat dari Rektorat yang isinya diterimanya aku sebagai honorer. Dia tahu informasi karena temannya bekerja disana. Aku segera menuju masjid dan bersujud syukur lama sekali.

Kurasa aku lulus semua test yang diujikan Allah. Sering aku bertanya pada Allah, apakah karena aku mualaf sehingga Allah kurang percaya pada keimananku hingga perlu diuji dengan ujian amat berat.

Walau hanya honorer aku sangat bersyukur, yang penting aku memperoleh penghasilan layak. Pekerjaan membantu Bagian Keuangan di Rektorat, memang sesuai dengan ilmuku. Mulai banyak yang tahu kalau aku lulusan luar negeri. Setiap seminar yang memerlukan makalah bahasa Inggris pasti aku yang diberi tugas penyusun makalah.

Aku banyak membantu penterjemahan litelatur asing untuk mahasiswa. Nyaris 3 tahun terakhir, aku tidak pernah membeli baju baru.

Dengan gaji sekarang aku bisa membelinya. Aku amat sangat senang bukan main, bisa membelikan pakaian anak. Bahagia melihat anak berpakaian layak. Pakaian sekolahnya sudah menguning, kini aku beli yang baru, putih bersih dan sepatu baru. Sepatu lamanya robek dan kusimpan sebagai kenangan.

Tak lama kemudian aku mengontrak rumah. Sebelum aku meninggalkan Masjid tak lupa pamitan ke rumah Pak Imam mengucapkan terimakasih atas pertolongannya, beliau katakan yang menolong bukan dia tapi Allah yang menolongku. Aku memeluk dia lama sekali. Aku katakan dahulu aku ucapkan syahadat di depannya dan aku tak akan pernah mengingkarinya seumur hidupku, apapun yang terjadi.

Sebelum pergi kupandangi kamarku untuk terakhir kali, sempat beberapa menit tertegun, membayangkan, mungkin kelak ruangan ini dipakai oleh orang yang senasib seperti aku …..

Aku harap Semoga Allah memberinya kekuatan ….

Setelah melewati segala cobaan, Allah terus-menerus memberi semacam rewards, belum setahun bekerja, Rektorat memberi kabar statusku menjadi karyawan tetap.

Beberapa dosen senior menawari posisi asisten dosen. Rekan kerja mengatakan karirku amat bagus. Orang berkualifikasi sepertiku amat dibutuhkan. Mereka bilang kesuksesan hanya menunggu waktu.

Aku hanya mengucap Alhamdulillah. Dahulu aku sering berdoa dengan linangan airmata kesedihan, sekarang sering menangis saat berdoa, tapi kali ini aku menangis bahagia.

Sampai saat ini aku sendirian, aku bertekad membesarkan anak sebaik-baiknya. Aku masih merasa istrinya mas Fariz. Seperti yang aku pernah katakan, dia bukan hanya suami, tapi soulmate dan tidak tergantikan. Tetapi entah kalau Allah mempunyai rencana lain. Tiap memandang anakku, aku seperti melihat mas Fariz. Seolah dia masih mendampingiku.

Alhamdulillah! kini aku mampu membeli motor. Di akhir pekan aku sering berboncengan dengan anakku jalan-jalan atau sengaja lewat di depan rumah orangtuaku, sambil aku katakan bahwa itu rumah opa-oma.

Sering anakku bertanya, “Ma kapan kita pergi ke rumah oma-opa? ” Aku tersekat tak bisa menjawab sebab menahan airmata. Aku terus berdoa, semoga suatu saat kelak orangtuaku dibukakan hatinya, jika tak mau menerimaku lagi, mohon diterima anakku – cucu mereka.

Catatan sumber: …

Ada beberapa petunjuk penting. Disebutkan kisah terjadi di kota P dan akhirnya bekerja di Universitas T tempat Retno (penulis kisah ini) kuliah di Fakultas Arsitektur. P bisa jadi:

1. Pontianak ada Universitas T (Tanjungpura). Populasi melayu besar pendukung kesultanan sejak 3 abad lalu menyisakan Masjid Melayu Kuno – tempat tinggMawar. Pertanyaannya : Apakah Universitas Tanjungpura ada Fakultas Arsitektur sebelum tahun 2006? Ya, ada. Dibuka tahun 2003 http://kampusbagus.com/s1-arsitektur-universitas-tanjungpura/

2. Palembang – ada beberapa Masjid arsitektur Melayu Kuno peninggalan kesultanan Melayu Palembang. Dan ada Universitas Tridinanti dengan Jurusan Arsitektur yang mendapat izin penyelenggaraan th 2005. No. 2629/D/T/2005 tanggal 10 Maret 2005 tentang ijin penyelenggara Program Studi Arsitektur.

Salam santun dan keep istiqomah ..

( Subhanallah || Semoga Bermanfaat )

Wallahu a’lam bishshawab,
…. Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa’atuubu Ilaik …

 

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Arak (alkohol) membunuh 3.3 juta manusia setahun

https://i2.wp.com/images.alwatanvoice.com/news/large/9998463834.jpg

Terjemahan Google

Menurut laporan Pertubuhan Kesihatan Sedunia, alkohol yang membunuh kira-kira 3.3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun , lebih daripada menjadi mangsa HIV (AIDS ), batuk kering dan keganasan digabungkan.

Organisasi antarabangsa bahawa pada tahun 2012, penggunaan alkohol membawa kepada kematian tiga juta, dan 300 ribu orang di dunia , beberapa rekod untuk kenaikan tol pada tahun 2005 $ 2000500 ribu.

Timbalan Ketua Pengarah FAO , Oleg Hestnov : ” Oleh kerana peningkatan jumlah penduduk di dunia, dan dua kali ganda yang dijangka dalam penggunaan alkohol , angka ini dijangka terus meningkat. “

Hasil yang berkaitan dengan alkohol kematian khusus , kemalangan jalan raya , penyakit jantung dan kencing manis , sebagai tambahan kepada 200 penyakit lain yang berkaitan dengan minum alkohol.

Dan kadar penyalahgunaan alkohol dalam kedua-dua Amerika dan Oroya stabil , yang dicatatkan di negara-negara seperti China dan India meningkat pada nisbah ini .

ذكر تقرير لمنظمة الصحة العالمية، أن الكحول يودي بحياة نحو 3.3 مليون شخص في العالم سنويا، أي أكثر من ضحايا مرض نقص المناعة المكتسبة (إيدز)، والسل والعنف مجتمعين.

وأشارت المنظمة الدولية إلى أنه في العام 2012، أدى استهلاك الكحول إلى وفاة 3 ملايين، و300 ألف شخص في العالم، وهو رقم يسجل ارتفاعا عن حصيلة العام 2005 البالغة مليونين و500 ألف.

وقال نائب المدير العام للمنظمة، أوليغ شيستنوف: “نظرا لتزايد عدد سكان العالم، والتضاعف المرتقب في استهلاك الكحول، فإن هذا الرقم مرشح لمزيد من الارتفاع”.

وتنجم الوفيات المتصلة بالكحول تحديدا، عن حوادث السير، وأمراض القلب، وداء السكري، بالإضافة إلى 200 مرض آخر متصل بشرب الكحول.

وسجلت نسبة تعاطي الكحول في كل من أميركا وأورويا ثباتا، فيما سجلت دولا مثل الصين والهند ارتفاعا في هذه النسبة.

http://www.alwatanvoice.com/arabic/news/2014/05/12/536374.html

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Kelab Sukan Itali menyediakan kolam renang khas wanita

https://i2.wp.com/images.alwatanvoice.com/news/large/9998463387.jpg

Terjemahan Google

Mencegah Athletic Club di bandar Venice , Itali, lelaki daripada memasuki kolam renang, untuk membolehkan wanita Islam berenang dalam menjalankan kali khusus untuk mereka dalam konteks pengalaman mengintegrasikan masyarakat Islam.

Sepanjang tiga hari Ahad akan datang kerana hari ini, akan membuka kelab Bolesbortwa Pesola de Misteri Misteri di bandar Venice, kolam renang hanya untuk wanita dan anak-anak mereka antara setengah kesembilan dan juga sepuluh pada waktu pagi , menurut akhbar Itali Corriere .

Said Ojo de Mauro Presiden kelab itu, berkata langkah ini diambil dalam penyelarasan dengan Persekutuan sukan Itali untuk semua, sebagai satu peluang untuk menyokong integrasi dan kesedaran meningkat di kalangan wanita dari latar belakang yang berbeza , menunjukkan bahawa , jika berjaya , inisiatif ini akan dilanjutkan.

Oleh itu , berjalan di jejak langkah Kelab Sukan dan Turin kelab, yang mengguna pakai inisiatif yang sama, yang mencatatkan peningkatan sebanyak 50% dalam bilangan wanita yang menggunakan kolam renang.

Perlu diperhatikan bahawa lebih satu juta setengah juta orang Islam yang tinggal di Itali, mengikut statistik yang dikeluarkan oleh Pusat Penyelidikan Pew , menjadikan mereka kumpulan agama kedua terbesar di Itali.

منع نادٍ رياضى فى مدينة فينيسا الإيطالية، الرجال من دخول حمام السباحة، للسماح للنساء المسلمات بممارسة السباحة فى أوقات مخصصة لهن فى إطار تجربة لإدماج الجالية المسلمة.

وعلى مدى أيام الآحاد الثلاثة المقبلة اعتبارًا من اليوم، سيفتح نادى بوليسبورتيفا بيسولا دى ميسترى فى بلدة ميسترى بالبندقية، حمام السباحة للنساء فقط وأطفالهن ما بين التاسعة وحتى العاشرة والنصف صباحًا، حسبما ذكرت صحيفة كورير الإيطالية.

وقال أوجو دى ماورو رئيس النادى، إن هذه الخطوة اتخذت بالتنسيق مع اتحاد الرياضة للجميع الإيطالى، باعتبارها فرصة لدعم الاندماج وزيادة الوعى بين النساء من خلفيات مختلفة، مشيرًا إلى أنه إذا ما نجحت المبادرة فسوف يتم تمديدها.

وبذلك يسير النادى على خطى نادى تورين الرياضى والذى تبنى نفس المبادرة مما سجل زيادة 50% فى عدد النساء اللاتى يستخدمن حمام السباحة.

يذكر أن ما يزيد على مليون ونصف مليون مسلم يعيشون فى إيطاليا، وفقًا لإحصاءات صادرة عن مركز بيو للأبحاث، مما يجعلهم ثانى أكبر جماعة دينية فى إيطاليا.

Posted by: peribadirasulullah | Mei 12, 2014

Makanan yang disahkan oleh Jakim mengandungi lemak babi

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1.0-9/10252063_281121968721194_205773778959847563_n.jpg

Eina’s Photos

 

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori