Posted by: peribadirasulullah | Jun 3, 2013

Misteri Tabut Yahudi dan Haikal Sulaiman

Perjanjian Tabut (The Ark of Covenant) dianggap oleh beberapa pihak sebagai misteri terbesar daripada semua harta yang tersembunyi. Sehingga saat ini benda bersejarah sekaligus benda misteri ini tetap menjadi perhatian setiap ahli arkeologi moden. Perjanjian Tabut ini berisi 10 perintah yang ditulis di atas lempengan batu oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.

10 Perintah Allah merupakan dasar perjanjian Allah dengan anak-anak bani Israel, yang terukir pada dua loh batu yang mengandung titah Tuhan bagi bani Israel. Menurut catatan Ibrani, Tabut sendiri adalah sebuah peti yang dibuat oleh tukang dari Bezalel. Bentuknya diperbuat daripada kayu akasia dan dilapisi oleh emas. Memiliki panjang 1.5 meter, lebar 0.7 meter dan tinggi juga 0.7 meter.

Bangsa Israel menurut kisah mereka selalu membawa Tabut sepanjang mereka mengembara di padang pasir. Tabut ini mereka yakini memiliki kekuatan misteri terhadap musuh-musuh Israel. Menurut Alkitab, tembok-tembok Yerikho dikatakan runtuh ketika orang-orang Yahudi berjalan berkeliling dengan lembaran yang ada dalam Perjanjian Tabut.

Setelah Kuil Pertama dibangun, Raja Salomon menempatkan Perjanjian Tabut di Bait Allah. Perjanjian Tabut itu disimpan di ruang khusus dalam Bait Suci yang disebut Kodesh Kodashim.

Tidak seorang pun diizinkan memasukinya kecuali Imam-imam tinggi Yahudi. Mereka pula hanya dibenarkan masuk sekali dalam setahun iaitu dalam momen Yom Kippur, hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Tisyri dalam kalendar Yahudi.

Namun dalam catatan sejarah, tahun 586 SM Kerajaan Yehuda diserbu oleh Kekaisaran Babilon dibawah Nebukadnezard, dan kuil itu dihancurkan termasuk di dalamnya Perjanjian Tabut.

Beribu tahun pasca kejadian itu, Zionis Israel pun berusaha keras untuk mencari Perjanjian Tabut yang hilang. Kononnya menurut mereka, Tabut tersebut dipercayai memiliki kekuatan ghaib yang akan memberikan sentuhan sihir yang luar biasa kepada siapa pun yang menguasainya. Mereka juga digerakkan oleh faktor teologi dimana mereka meyakini bahawa Tabut adalah Mukjizat yang diberikan Tuhan kepada bangsa Yahudi. Sedangkan menurut Kitab Injil, Tabut merupakan sumber kekuatan tuhan yang bersemayam di dalamnya.

Namun sebagai umat Islam tentunya kita memiliki rujukan sendiri dalam menjelaskan tabut. Sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya kita berlepas diri dari anggapan bahawa Tabut memiliki kekuatan mistik bagi orang yang menemuinya, kerana segala kekuatan itu hanyalah milik Allah.

Dalam Al Qur’an, penjelasan mengenai Tabut terangkum dalam surah Al Baqarah ayat 248 ;
“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia
akan menjadi Raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat
ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan
keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.” 
(QS. Al Baqarah : 248)

Kisah Al Baqarah ayat 248 hanyalah satu buah epik dari rangkaian cerita perperangan Bani Israel. Kisah ini bercerita tentang pasukan Thalut yang melawan Jalut dimana pada akhirnya Daud memenangi pertempuran melawan Jalut.

Menurut Ath-Thabari makna dari bunyi ayat “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi Raja, ialah kembalinya tabut kepadamu” adalah tanda-tanda Thalut akan menjadi raja.

Sesungguhnya Allah telah mengutus seorang raja kepada kalian walaupun bukan dari keturunan raja—adalah “dikembalikannya tabut yang didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu.” Ia adalah tabut yang selalu dibawa oleh Bani Israil saat bertemu dengan musuh, bergerak bersamanya sehingga musuh tidak mampu menghadapi mereka dan tidak bisa mengalahkan mereka. Namun kemudian mereka mengabaikan perintah Allah swt, banyak berselisih dengan para nabi mereka, sehingga Allah swt melepaskan tabut itu dari tangan mereka kemudian dikembalikan lagi dan dirampas lagi pada waktu yang lain dan tidak dikembalikan lagi bahkan tidak akan sekali-kali dikembalikan kepada mereka selama-lamanya.

Namun dalam versi lainnya, Tabut sendiri dikatakan sudah dihancurkan oleh Nabi Musa a.s sesaat ia turun dari gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan bersamaan dengan Loh Batu. Kaum Bani Israel yang sedianya berjanji untuk beribadah kepada Allah kembali berbuat kufur dengan menyembah patung sapi emas saat ditinggal Nabi Musa a.s ke Gunung Sinai.

Kekesalan Nabi Musa as membuatnya membanting dan menghancurkan Tabut bersama dengan Loh Batu. Tetapi ia masih menjadi perdebatan, ada yang mengatakan Nabi Musa a.s hanya menghancurkan Loh Batu yang berisi 10 perintah Tuhan tidak beserta dengan Tabut. Tetapi yang jelas kisah ini terakam dengan baik di dalam Al Qur’an, sebagai pelajaran bagi kita semua.

“Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat,
sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan)
sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. Kemudian sesudah
itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur. Dan (ingatlah),
ketika Kami berikan kepada Musa Al kitab (Taurat) dan keterangan yang
membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat
petunjuk.” (Al Baqarah: ayat 51-53)

Haikal Sulaiman (Solomon Temple)

Syahdan, Pada abad 17 SM orang-orang Bani Israel ditimpa kelaparan dan kekeringan sehingga mereka bersama dengan Ya’qub berhijrah dari Palestin ke Mesir menemui Yusuf as yang saat itu menjadi menteri ketika pemerintahan Fir’aun.

Pada abad 14 – 13 SM Allah swt mengutus Musa as kepada mereka dan sedikit dari mereka yang tidak mengimaninya dan di sinilah dimulai agama Yahudi sehingga menjadikan mereka bertentangan dengan Fir’aun dan kaumnya. Penentangan itu mejadikan orang-orang Bani Israel keluar dari Mesir. sebagaimana firman Allah swt :

“Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu (Bani Israil) dari
(Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan
yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan
membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu
terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika
kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan
(Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (QS. Al Baqarah : 49 – 50)

Hijrah tersebut terjadi pada abad 1280 SM pada masa pemerintahan Ramses II. Setelah itu mereka (orang-orang Yahudi) berada dibawah pimpinan Yusa’ yang menggantikan Musa as dan menetap di Kan’an (Palestin).

Daud as berhasil mendirikan pemerintahannya di Yerusalem pada tahun 990 SM dan disinilah Daud mendapatkan perintah untuk membangun Baitul Maqdis akan tetapi disebabkan kesibukannya berperang maka itu semua tidak sempat dilakukannya sehingga Allah swt mewahyukan kepadanya agar memerintahkan anaknya yang bernama Sulaiman as untuk membangun Baitul Maqdis dan ditengah pembangunannya itu beliau as membangun Haekal sebagai tempat ibadah lengkap dengan altar penyembelihan korbannya.

Setelah Sulaiman as wafat pada tahun 922 SM, pemerintahan Daud berpecah menjadi dua : kerajaan Isarel di sebelah utara dan kerajaan Yahudza di sebelah selatan. Diantara keduanya sering terlibat peperangan panjang sehinggalah mereka dihancurkan oleh Bukhtanshar Raja Babilon pada tahun 587 SM. Ketika serangan ini dilakukan terjadi penghancuran terhadap Yerusalem termasuk terhadap Haekal Sulaiman.

Mereka berjaya menawan dan membawa banyak orang-orang Yahudi ke Babilon dan menetap di sana selama 50 tahun yang dikenal dalam sejarah Yahudi dengan Para Tawanan Orang-orang Babilon.

Ketika Babilon berjaya ditakluk oleh Kirusy Raja Parsi pada tahun 538 SM maka para tawanan tersebut dibebaskan dan dikembalikan ke Palestin akan tetapi mereka tidak memiliki negara namun tetap berada dibawah kekuasaan Parsi.

Didalam Majallah at Tarikh al Arabi disebutkan bahawa setelah orang-orang Bani Israel dipulangkan kembali ke kampung halamannya di Palestin maka mereka membangun kembali tempat ibadah mereka yang telah dihancurkan oleh Bukhtanshar.

Ketika kegemilangan Parsi semakin muram maka kekuasaan mereka pun jatuh ketangan Aleksander Al Maqduni sehingga orang-orang Yahudi menunjukkan kesetiaan, ketundukan dan penyambutan mereka kepada Aleksander al Maqduni tatkala menguasai Yerusalem tahun 332 SM. Dan sejak saat itu mereka berada dibawah kekuasaan Yunani.

Setelah Aleksander al Maqduni wafat maka kekuasaannya terpecah diantara mereka, Mesir berada di tangan Ptolomeus sedangkan Negara-negara utara diserahkan ke tangan Selecus. Namun pada tahun 199 SM terjadi peperangan antara Ptolomeus dan Selecus yang kemudian dimenangi Ptolomeus..

Pada tahun 198 SM Yerusalem jatuh ketangan Raja Syria yang bernama Antiochus dan sejak saat itu terjadi berbagai fitnah, pemberontakan dan peperangan berdarah di Yeusalem hingga masa kedatangan pemimpin Rom yang bernama Pompy tahun 63 SM yang kemudian berjaya menguasai Yerusalem.

Sejak saat itu Yerusalem berada ditangan kekuasaan orang-orang Rom dan menjadikannya sebagai Negara Romawi. Pada saat inilah Isa bin Maryam dilahirkan di kota Betlehem di akhir pemerintahan Herodes pada tahun 37 – 40 M.

Dan sejak saat itu Yerusalem menjadi tempat yang memberikan khabar gembira tentang da’wah tauhid dan menjadi kota suci bagi orang-orang Nasrani.

Ketika orang-orang Yahudi melakukan pembangkangan dan pemberontakan terhadap pemerintahan Romawi di Yerusalem maka Penguasa Romawi, Fasbasyan mengutus anaknya yang bernama Titus untuk menghentikan pemberontakan tersebut. Titus pun melakukan penyerangan terhadap Yerusalem pada tahun 70 M dan berjaya membunuh banyak orang-orang Yahudi sehingga menyisakan Yerusalem menjadi kota yang hancur lebur dan porak poranda untuk waktu yang sangat panjang bahkan tidak dihuni kecuali oleh para penjaga dari para tentera Rom.

Kemudian orang-orang Yahudi mengadakan pemberontakan yang kedua kali di Yerusalem antara tahun 132 M dan 135 M yang dikenal dengan “Pemberontakan Barkukhi” akan tetapi penguasa Romawi berjaya memadamkan pemberontakan tersebut dan menghapus Eksistensi Yerusalem dan membangun diatasnya sebuah kota baru yang dinamakan dengan Aeilia Capitolina. Bahkan mereka tidak mengizinkan orang-orang Yahudi untuk menginjakkan kakinya di mota Aeilia sejak tahun 135 M.

Ketika Pemerintahan Romawi terpecah menjadi dua dan Palestin masuk dalam kekuasaan Rom Timur (Bizantyum) maka Aeilia berada dibawah kekuasaan Bizantyum sejak abad 4 M hingga tahun 614 M tatkala dikuasai oleh Sasani (Kisra Eberwiz) hingga kembali dikuasai oleh Penguasa Bizantyum yang bernama Heraklius tahun 627 M.

Kekuasaan Heraklius ini tidaklah berlangsung lama sehingga kaum muslimin berhasil membebaskan kota Aeilia pada tahun 15 H / 636 M pada zaman Umar bin Khottob dan sejak saat itu kaum muslimin memperbolehkan orang-orang Yahudi untuk kembali ke al Quds. (Majallah at Tarikh al Arabi juz I hal 5114 – 5126)

Dari penuturan diatas tampaklah bahawa Haekal tersebut didirikan pada masa Sulaiman as. Dan setelah sempurna pembangunan Haekal tersebut oleh Sulaiman as, ia mengalami kehancuran sebanyak tiga kali. yaitu ketika penyerbuan pasukan Bukhtanshar Raja Babilon pada tahun 587 SM lalu berhasil dibangun kembali oleh orang-orang Yahudi setelah mereka dibebaskan oleh Kirusy Raja Parsi.

Haekal kembali dihancurkan untuk kedua kalinya oleh Antiochus Raja Syria tatkala upayanya memadamkan fitnah yang dilakukan orang-orang Yahudi pada tahun 198 SM. Lalu kembali direnovasi untuk ketiga kalinya oleh Herodeus pada tahun 40 M.

Lagi-lagi Haikal dihancurkan oleh Titus pemimpin Rom tatkala menyerang Yerusalem dan menjadikan kota itu hancur lebur bahkan tidak didiami kecuali oleh para penjaganya dari tentera-tentera Rom.

Adapun tentang letak Haekal itu sendiri, sesungguhnya tidaklah terdapat dalil yang menunjukkan tempat didirikannya bangunan itu. Beberapa sumber menyebutkan bahawa bangunan itu terletak diluar perkarangan Masjidil Aqsa smentara yang lainnya menyebutkan bahwa tempatnya adalah dibawa Kubah Kuning.Sementara itu orang-orang Yahudi dan Nasrani berkeyakinan bahawa tempat Haekal Sulaiman itu berada di Puncak al Haekal atau al Haram asy Syarif atau berada di bawah Baitul Maqdis. Sebab itulah orang-orang Yahudi sejak beberapa tahun terakhir ini berusaha merobohkan Masjidil Aqsa untuk mencari Haekal Sulaiman dibawahnya. (ar.wikipedia.org)

Akan tetapi itu semua hanyalah akal-akalan yang dicari-cari oleh orang-oang Yahudi saja untuk menghancurkan al Quds dengan mengatakan bahawa mereka akan mengembalikan Haekal Sulaiman kepangkuan mereka.

Sebagaimana disebutkan didalam berbagai sejarah kota Yerusalem maka sebetulnya Haekal tersebut sudah betul-betul hancur dan porak poranda tak berbekas saat terjadi penyerangan yang dilakukan oleh Pasukan Rom di bawah pimpinan Titus pada tahun 70 M. sebelum pada akhirnya Yerusalem berhasil dibebaskan oleh kaum muslimin pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 15 H / 636 M.

Orang-orang Yahudi sekarang tengah sibuk mencari tabut ini yang mereka anggap sebagai mu’jizat orang-orang Yahudi dan kiblat mereka yang hilang. Mereka meyakini apabila tabut itu berhasil ditemukan maka keagungan dan kejayaan mereka akan kembali dan dapat menguasai dunia. Dalam melihat Tabut yang diyakini masih ada dan terus dicari oleh Yahudi, kita bisa menganalisa tiga hal dibalik itu semua.

Pertama, Teologi Kebencian. Kewujudan Tabut di Masjid Al-Quds adalah rekaan mereka untuk menguasai Yerusalem. Dengan meyakini bahawa Tabut tersimpan dalam fondasi Al Quds, mereka bergerak mencari Tabut hingga mengeruk fondasi dasar mesjid yang pernah menjadi kiblat umat muslim ini. Kehancuran Masjid Al Quds akan menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka yang memang menaruh kebencian kepada kaum muslimin.

Selanjutnya, faktor kedua adalah motivasi paganistik-kabbalah yang mempercayai kesaktian Tabut. Mereka yang menemukan Tabut dipercaya akan mengalami transferisasi kekuatan mistik ke dalam tubuh dan jiwa mereka.

Ketiga, faktor teologi-politi. Selama ini kaum zionis, masih menganggap bahawa Tabut adalah kurniaan atau mu’jizat yang diberikan Tuhan kepada orang-orang Yahudi. Mereka meyakini apabila tabut itu berjaya ditemui maka keagungan dan kejayaan mereka akan kembali dan dapat menguasai dunia lagi.

Namun, sekalipun Tabut masih ada dan Yahudi berhasil menemukannya, dengan akal sehat saja kita bisa mencerna: mana mungkin Allah SWT memberikan rahmat dan mukjizat kepada bangsa yang terus membunuh nabi-nabi-Nya dan ingkar terhadap ajaran-Nya.

sumber: billyinfo.blogspot.com

http://amekaw.com/2013/02/misteri-tabut-yahudi-dan-haikal-sulaiman/

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

Jadikan Al-Quran sahabat kita di dunia dan Akhirat

https://i2.wp.com/sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/734423_553870274645316_2051524762_n.jpg

BERSAHABATLAH DENGAN AL-QURAN

Sesulit manapun kehidupan yang sedang dijalani, dan seberat apapun perjuangan yang sedang dihadapi, pasti akan terasa lebih ringan dan damai jika ada sahabat yang selalu setia menyertai, dibanding jika semuanya harus ditanggung seorang diri. Dan begitu jualah sebaliknya, keberhasilan spektakuler yang kita raih pun terasa tak bererti apabila tidak ada siapa-siapa untuk tempat berbagi. Demikianlah hidup ini jadi miris sekali jika selamanya harus dijalani sendiri, maka itu sahabat yang setia harus kita cari sebagai teman berbagi apa saja yang kita alami.

Dalam dunia ini teman boleh kita bahagikan kepada beberapa cabang. Lalu terserah kepada kita semua untuk memilih cabang teman yang bagaimana. Disini, suka bagi diri ini membawa sahabat semua untuk berfikir sejenak. Sebelum kita gopoh mencari sahabat sesama manusia, adalah lebih utama bagi kita untuk bersahabat terlebih dulu dengan Al-Quran kerana di dalam Al-Quran kita dapat menemukan panduan hidup yang benar. Sebaliknya apabila kita jauh dari Al-Quran dan tidak menjadikannya sahabat kita, maka hidup kita akan mudah diperdaya oleh rayuan dan pujukan syaitan yang tidak sabar untuk menemani kita. Bab kata pepatah dalam perburuan, “Jerat tidak pernah melupakan mangsa tetapi mangsa senantiasa melupakan jerat”. Jika kita ibarat mangsa, maka waspadalah wahai saudara… Hal ini telah dijelaskan sebagaimana firman Allah swt:

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah
(Al Quran), kami adakan baginya Syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan
itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”
(QS. Az-Zukhruf {43} : 36).

Intinya, dalam kehidupan ini kita memiliki dua pilihan untuk dijadikan sahabat, Al-Quran ataupun Syaitan. Jika kita memilih untuk bersahabat dengan Al-Quran maka kita akan selamat di jalan Allah. Sebaliknya jika kita memilih untuk bersahabat dengan Syaitan, maka kita akan mengalami kerugian yang besar lalu jatuh ke dalam lembah kehancuran dan kesesatan. Bagi memastikan diri kita terhindar dari bersahabat dengan syaitan, Al-Quran telah memberikan kita tips yang jelas yang antaranya dengan sering membaca “Ta’awwudz” iaitu ungkapan “A’udzubillahi Minasy-Syaithonir Rajim”. yang bermaksud

“Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
(QS. An-Nahl 98).

Bersahabatlah dengan Al-Quran, kerana Al-Quran adalah “Mukjizat Khalidah” (mukjizat abadi). Keberadaannya diyakini sebagaimana kata pepatah “Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.” Ia akan senantiasa “Shalih fil al-zaman wa al-makan” (selalu relevan di setiap waktu dan tempat). Justeru, sebenarnya kita sangat beruntung apabila dapat bersahabat dengan Al Quran. Rakan sahabat, untuk menjadikan Al-Quran sebagai sahabat karib, hendaklah kita memposisikan dan memperlakukannya seperti kita memperlakukan sahabat bahkan lebih-lebih lagi kerana al-Quran itu merupakan utusan dari Allah. Maksud kepada memperlakukannya sebagai sahabat adalah dengan menjadikannya sebagai teman, mendengar nasihatnya, mengikuti petuanya dan ingin selalu dekat di sisinya. Dalam hal ini, bersahabat dengan Al Quran dengan selalu membaca, menjadikannya petunjuk, memahaminya dan mengamalkannya. Dengan itu kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki baik di dunia mahupun di akhirat kelak.

Rasulullah saw menjanjikan, bahawa setiap orang beriman yang bersahabat akrab dengan Al Quran, dijamin akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an sebagaimana hadis berikut:

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat
menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya”.
(HR. Muslim)

Rasulullah bersabda lagi, yang maksudnya:

“Bacalah Al-Qur’an, kerana ia akan datang pada hari Kiamat
sebagai pemberi syafa‘at bagi pembacanya.”
(HR. Muslim dari Abu Umamah)

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk
menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar
gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”
(QS.An-Nahl: 89)

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan
kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki
orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan,
dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang
itu dari gelap gelita kepada cahaya yang terang benderang
dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka
ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-Ma’idah: 15-16)

Al-Quran turun kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memang untuk didakwahkan. Allah swt berfirman, maksudnya:

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh
Tuhan semesta alam, dia itu dibawa turun oleh Ruh al-Amin (Jibril)
ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang
di antara orang-orang yang memberi peringatan”
(QS. asy-Syu’ara [26]:192-194).

Rasulullah bersabda, maksudnya:

“Sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah…” (HR Ahmad)

Kerana itu, sudah selayaknya para aktifis dakwah senantiasa berinteraksi dengan Al Quran, bersahabat dengan Al Quran, bahkan harus merasa bergantung pada Al Quran. Sebagaimana seorang prajurit di medan perang bergantung pada senjatanya, demikian pula seharusnya pengembang dakwah selalu bergantung pada Al Quran. Apa jadinya prajurit berperang tanpa senjata? Apa jadinya pengembang dakwah berlaga di medan dakwah tanpa Al Quran di hati dan fikirannya?

Rasulullah saw bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra;

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan; mereka akan diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh malaikat dan akan disebut-sebut Allah
di hadapan orang-orang yang ada di sisi-Nya (para malaikat).”
(HR Muslim)

Kecintaan dan interaksi kita dengan Al Quran merupakan suatu ukuran kebersihan hati kita. Jika suatu ketika hari kita merasa berat untuk membaca Al Quran, biasanya itu adalah petanda bahawa hati kita kotor. Untuk membersihkannya, paksakanlah diri kita untuk membaca Al-Quran, InsyaAllah ayat-ayat Al Quran yang kita baca akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut. Allah berfirman di dalam Al- Quran, maksudnya:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran
dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. ”
(QS. Yunus {10} : 57).

Sungguh pantas, kiranya setiap kaum muslim menjadikan Al Qur’an sebagai sahabat karibnya, iaitu dengan berakhlak sebagaimana akhlak Al Qur’an, menerapkan ciri-ciri hidup yang Qurani, cara bergaul ala Al Qur’an. Misalnya tentang perlunya menjaga tali persaudaraan, saling tolong menolong, tidak boleh bercerai-berai, bermusuhan, berkelahi, bunuh-membunuh, caci-mencaci, ghibah dan sebagainya.

Wahai diri…
Tidakkah kamu malu kepada Allah?
Mengaku cinta kepadaNya?
Sedang kamu menafikan hakNya
Adakah kamu masih mengaku kasih kepadaNya?
Apabila kamu langsung tidak senang bermanja dengan kalamNya

Wahai diri…
Bukankah ketika manusia cinta sesama mereka
Mereka senang membaca utusan cintanya
Bahkan berulang-ulang kali banyaknya

Lalu…
Mengapa begitu berat bagimu?
Untuk hidup dengan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Sahabatku…
Apakah ada jaminan bagi kamu mendapat sesautu dengan percuma?
Apakah kamu fikir kamu layak untuk pahala Allah?
Sedang kamu masih lalai dan leka
Mengejar dunia semata

Sahabatku…
Hari esok engkau kata nak tuntut Syurga?
Padahal hari ini infaq engkau rasa berat
Jihad pula belum siap
Berani engkau bermadah kata?

Wahai diri…
kalau tidak dengan Al Quran
lalu dengan apa lagi?

Wallahu a’lam bishawab

http://www.facebook.com/pages/Tegakkan-Khilafah-Islamiyah/316372781728401

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

5 FADHILAT BESAR SELAWAT NURIL ANWAR..

http://anjangmuor.files.wordpress.com/2011/08/salawat-badawi.jpg?w=640

https://i0.wp.com/sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/480532_556013447764332_1152298921_n.jpg

SELAWAT NURIL ANWAR..

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahsia dari segenap rahsia, penawar duka dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. yang terpilih, keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Allah dan kurniaNya.


Selawat ini digubah oleh Wali Qutub Sayyid Ahmad Idris Al-Badawi qaddasallah sirruhu.

Fadhilatnya :

1. Jika membaca setiap solat fardhu, insya Allah terhindar ia dari mara bahaya.

2. Beramal membacanya 40x atau 100x setiap hari, insya Allah memperolehi rezeki zahir dan batin, makbul segala hajat dan memperolehi cahaya Ilahi.

3. Amalkan membaca 21x setiap kali ke tempat kerja untuk memperolehi kedudukan dalam jabatan kerja.

4. Amalkan 7x setiap kali ingin tidur, insya Allah terhindar dari sihir.

5. Berkata Sayyid Ahmad Ruslan : Selawat ini mujarab sekali untuk memenuhi hajat, mengusir kesusahan, menolak bencana dan mendapatkan cahaya. Bahkan khasiatnya multi fungsi.
Wallahu a’lam.

Tegakkan Khilafah Islamiyah’s Photos

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

104 KHILAFAH ISLAM YANG TELAH MEMERINTAH DUNIA

https://i2.wp.com/sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/532686_562456463786697_1630636449_n.jpg

104 KHILAFAH…

Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini, pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104 khalifah.

Adapun nama-nama para khalifah pada masa khulafaur Rasyidin sebagai berikut:

1.Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)

2.’Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)

3.’Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)

4.Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M)

5.Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M)

Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam.

Masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

1.Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)

2.Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)

3.Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H/683-684 M)

4.Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)

5.’Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H/685-705 M)

6.Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)

7.Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)

8.’Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)

9.Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724 M)

10.Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)

11.Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)

12.Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)

13.Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)

14.Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)

Masa kepemimpinan Bani Umayyah berakhir pada tahun 132 H. Ini terjadi setelah Marwan bin Muhammad mengalami kekalahan dalam Perang Zab, melawan pasukan yang dipimpin Abu Abbas as-Saffah dari Bani Abbasiyah. Sejak saat itu kekhilafahan beralih ke Bani Abbasiyah. Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah berlangsung selama kurang lebih 783 tahun. Khalifah pertamanya adalah Abu Abbas as-Saffah dan yang terakhir adalah al-Mutawakkil ‘Alallah. Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu periode Kekhilafahan Abbasiyah yang berpusat di Irak dan yang berpusat di Mesir.

Para Khalifah masa Abbasiyah yang berpusat di Irak

I. Dari Bani ‘Abbas :

1.Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)

2.Abu Ja’far al-Mansyur (tahun 137-159 H/754-775 M)

3.Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)

4.Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)

5.Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)

6.Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)

7.Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)

8.Al-Mu’tashim Billah (tahun 218-228 H/833-842 M)

9.Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)

10.Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)

11.Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)

12.Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)

13.Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)

14.Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)

15.Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)

16.Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)

17.Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)

18.Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)

II. Dari Bani Buwaih:

19.Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)

20.Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)

21.Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)

22.Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)

23.Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)

24.Al-Thai’i Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)

25.Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)

26.Al-Qa’im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)

III. dari Bani Saljuk :

27. Al Mu’tadi Biamrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)

28. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)

29. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)

30. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)

31. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160)

32. Al Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)

33. Al Mustadhi’u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)

34. An Naashir Liddiinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)

35. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)

36. al Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)

37. Al Mu’tashim Billah ( tahun 640-656 H/1242-1258 M)

Pada masa kepemimpinan al-Mu‘tashim Billah terjadi peristiwa tragis yang menimpa kaum Muslim.

Peristiwa itu adalah serangan tentara Tartar, pada tahun 656 H, ke jantung Ibu Kota Negara Khilafah, di Baghdad.

Tentara Tartar yang dipimpin Hulagu ini menyerang kaum Muslim secara biadab. Perang yang berlangsung selama 40 hari itu, selain berhasil membunuh Khalifah, juga membunuh anak-anak dan pamannya. Sebagian dari mereka ada yang ditawan.

Dikisahkan, tidak seorang pun yang selamat dari pembantaian sadis tentara Tartar, kecuali mereka yang bersembunyi di sumur atau di kolong jembatan. Diperkirakan lebih dari satu juta penduduk menjadi korban kebiadaban pasuka Tartar.

Akibat serangan ini, kaum Muslim tidak memiliki khalifah selama kurang lebih tiga setengah tahun.

Pada tahun 658 H, tentara Tartar meyeberangi sungai Furat dan mereka sampai di Halb. Di tempat itu mereka menghunus pedang dan melanjutkan perjalanan ke Damaskus. Bersamaan dengan itu, kaum Muslim yang ada di Mesir tengah mengkosolidasikan kekuatan untuk menyongsong tentara Tartar dengan semangat jihad yang membara.

Saat itu, kaum Muslim dipimpin oleh Saifuddin Quthuz al-Mu‘izzi, yang menjadi sultan di Mesir, dengan gelar al-Malik al-Muzhaffar.

Al-Muzhaffar dan panglimanya, Ruknuddin Baybars al-Bandaqadari, memimpin pasukan Islam untuk menyambut serangan orang Tartar. Mereka bertemu di ‘Ayn Jalut. Kedua pasukan ini terlibat dalam pertempuran sengit pada hari Jumat, 15 Ramadhan.

Tentara Tartar akhirnya kalah telak dalam pertempuran yang sangat monumental di dalam catatan sejarah kaum Muslim.

Memasuki tahun 659 H, Dunia Islam belum juga memiliki seorang khalifah.

Akhirnya, didirikanlah kekhilafahan di Mesir. Al-Muntanshir-lah yang diangkat sebagai khalifah pertama Bani Abbasiyah di Mesir.

Dia adalah seorang keturunan Bani Abbasiyah, yang berhasil lolos dari pembantaian tentara Tartar, dan berhasil menyelamatkan diri ke Mesir. Sejak saat itu, pusat kekuasaan Islam berpindah ke Kairo.

Pembaiatan al-Muntanshir sebagai khalifah berlangsung pada tanggal 1 Rajab 659 H.

Para Khalifah masa Abbasiyah yang berpusat di Mesir :

1. Al Mustanshir billah II (taun 660-661 H/1261-1262 M)

2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H/1262-1302 M)

3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)

4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1354 M)

5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)

6. al Mu’tadlid Billah I (tahun 753-763 H/1354-1364 M)

7. Al Mutawakkil ‘Alallah I (tahun 763-785 H/1363-1386 M)

8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)

9. Al Mu’tashim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)

10. Al Mutawakkil ‘Alallah II (tahun 791-808 H/1392-14-9 M)

11. Al Musta’in Billah (tahun 808-815 H/ 1409-1426 M)

12. Al Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416-1446 M)

13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)

14. Al Qa’im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)

15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)

16. Al Mutawakkil ‘Alallah (tahun 884-893 H/1485-1494 M)

17. al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)

18. Al Mutawakkil ‘Alallah OV (tahun 914-918 H/1515-1517 M)

Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah yang perpusat di Mesir berakhir tahun 918 H. Ini terjadi ketika kondisi politik saat itu sudah sangat tidak stabil. Di samping karena adanya konflik internal, yang menyebabkan persatuan khilafah lemah, juga karena adanya ancaman serangan orang-orang Portugis yang sudah sampai di Luat Merah. Pada saat itu, kekuatan Utsmani yang ada di Turki muncul di bawah pimpinan Sultan Salim. Akhirnya, khalifah Abbasiyah terakhir, al-Mutawakkil ‘Alallah (III) turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepada Sultan Salim.

Kepemimpinan Khilafah Utsmaniyah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, sekitar 424 tahun, dari tahun 918-1342 H (1512-1924 M). Khalifah pertamanya adalah Salim al-Ula dan yang terkahir adalah ‘Abdul Majid ats-Tsani. Banyak prestasi yang berhasil diraih Kekhilafahan Utsmaniah, di antaranya adalah penaklukan Konstantinopel. Mereka telah mendatangi Eropa sampai di Austria, lalu mengepungnya lebih dari dua kali. Negeri-negeri Eropa yang berhasil dikuasai antara lain Hungaria, Beograd, Albania, Yunani, Rumania, Serbia, dan Bulgaria. Mereka juga telah menguasai seluruh kepulauan di Laut Tengah dan menariknya ke dalam pangkuan Islam.

Para Khalifah masa Utsmaniyah :

1. Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H/1520-1566 M)
3. salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
4. Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
8. ‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
10. Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
12. Mohammad IV (1058-1099 H/1648-1687 M)
13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691M)
14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
17. Mahmud I (tahun 1143-1168/1730-1754 M)
18. “Utsman IlI (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
19. Musthafa II (tahun 1171-1187H/1757-1774 M)
20. ‘Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
21. Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
24. ‘Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H/1839-1861 M)
25. “Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
26. Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
27. ‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)
28. Muhammad Risyad V (tahun 1328-1339 H/1909-1918 M)
29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H/1918-1922 M)
30. ‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M

http://www.facebook.com/pages/Tegakkan-Khilafah-Islamiyah/316372781728401

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

Sejarah 5 kalimah suci dalam Islam

https://i2.wp.com/sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/420682_562244920474518_230952529_n.jpg

:: Asal usul zikir Subhanallah,Alhamdulillah,Laillahaillallah,Allahhu akbar dan Wala haula wala quwata illa billah ::

SUBHANALLAH….Ibnu Abas ra berkata:” Ketika ALLAH SWT menjadikan Arasy,dan menyuruh malaikat memikulnya tetapi para malaikat tidak berupaya memikulnya kerana amat berat lalu ALLAH SWT menyeru para malaikat membaca kalimah “SUBHANALLAH”dan arasy itu terasa ringan untuk dipikul dan sejak hari itu para malaikat sentiasa menyebut kalimah “SUBHANALLAH”.

ALHAMDULLILAH… Ibnu Abas ra berkata:” Apabila ALLAH SWT menjadikan Adam as mula mula yang terkeluar dari mulut
Adam as ialah bersin maka ALLAH SWT mengilhamkan kepada Adam as membaca “ALHAMDULLILAH” dan ALLAH SWT
membalasnya ” YARHAMUKKA RABBUKA” yang bermaksud “kerana rahmat itu AKU menjadikan kamu.”
LAILAHAILLALLAH …. Dan apabila ALLAH SWT mengutuskan nabi Nuh as di mana kaum Nabi Nuh adalah kaum
pertama yang menyembah berhala lalu ALLAH SWT mewahyukan kepada Nabi nuh supaya menyeru kaumnya untuk bertaubat.
ALLAH SWT menyuruh Nabi Nuh memberitahu kaumnya supaya sentiasa mencari keredhan ALLAH SWT dengan menyebut kalimah
“LAILAHAILLALLAH”

ALLAHU AKHBAR ….Apabila terutusnya nabi Ibrahim as dan terjadinya peristiwa korban yang mana ALLAH SWT telah menebus anak nabi Ibrahim as dengan seekor kambing,atas rasa yang teramat gembira atas nikmat yang dikurniakan nabi Ibrahim as menyebut “ALLAHU AKHBAR”.

Berkata para malaikat :”Inilah kalimah yang keempat yang terbesar dan sungguh baik.Kemudian malaikat mengabungkan keempat kalimah itu dan di sebut “SUBHANALLAH WALHAMDULLILAH WALAA ILAAHA WALLAHU AKHBAR”

Ketika malaikat Jibril menceritakan kisah ini kepada rasulullah saw baginda merasa kagum dan terus membaca:
“LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYIEL AZIEM”

Kemudian Malaikat Jibril as berkata :” Gabungkanlah keempat empat kalimah ini supaya menjadi…
SUBHANALLAH WALHAMDULLILAH WALA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKHBAR WALA HAULA WALA QUWWATA ILLAH BILLAHIL ALIYIL AZIEM”.

http://www.facebook.com/pages/Tegakkan-Khilafah-Islamiyah/316372781728401

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

21 Keindahan ajaran agama Islam

https://i1.wp.com/sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/3573_566065023425841_827124645_n.jpg

AL-QURAN ADALAH PETUNJUK DI PELBAGAI LAPANGAN…DIANTARANYA:-

1- SENDI BERAGAMA
“Alif,Lam Min,Kitab itu tiada diragukan menjadi pimpinan untuk orang-orang yang memelihara dirinya (dari kesalahan).Mereka percaya yang ghaib,mengerjakan sembahyang dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka .Dan mereka mempercayai wahyu yang diturunkan kepada engkau dan yang diturunkan sebelum engkau serta yakin akan adanya hari akhirat .Itulah orang-orang yang mengikuti pimpinan yang benar dan merekalah orang-orang yang beruntung.”[Al-Baqarah:1-5]

2-KEESAAN TUHAN
“Katakanlah Allah itu Maha Esa.Allah tempat meminta .Tiada beranak dan tiada diperanakkan (beribu-bapa).Dan tiada seorang pun yang menyamainya.”[Al-Ikhlas:1-4]

3-TIANG KEIMANAN
“Rasul(Muhammad SAW) itu mempercayai wahyu yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya.Begitu pula orang-orang beriman.Semuanya mempercayai Allah ,malaikat-malaikatNYA,kitab-kitabNYA,utusan-utusanNYA.(Mereka mengatakan):Kami tidak membeza-bezakan seorangpun di antara Utusan-utusan Tuhan itu.”[Al-Baqarah:285]

4-PEMBALASAN HARI AKHIRAT
“Maka siapa yang mengerjakan PERBUATAN BAIK seberat dzarrah(atom) nanti akan dilihatnya.Dan siapa yang mengerjakan KEJAHATAN seberat dzarrah(atom),nanti akan dilihatnya pula.”[Az-Zilzal 7-8]

5-SEMBAHYANG
“Sesungguhnya sembahyang itu untuk orang-orang yang beriman adalah kewajiban yang ditentukan waktunya.”[An-Nisa:103]

6-KEWAJIBAN BERPUASA
“Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepadamu berpuasa,sebagaimana telah diwajibkan pula kepada orang-orang sebelum kamu,supaya kamu dapat memelihara diri (dari kesalahan).Beberapa hari yang ditentukan (selama bulan Ramadhan).”[Al-Baqarah:183-184]

7-MEMBAYAR ZAKAT
“Dan mereka membayar zakat.”[Al-Mukminun:4]

8-MENGERJAKAN HAJI
“ALLAH mewajibkan mengunjungi Baitullah (mengerjakan ibadat Haji) bagi siapa yang sanggup mengadakan perjalanan ke situ.”[Ai-Imran:97]

9-BERBAKTI KEPADA IBU BAPA
“Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain daripadaNYA dan supaya berbuat kebaikan (berbakti) kepada ibu bapa.Kalau salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya ada dekat engkau sampai umur tua ,janganlah engkau ucapkan kepada keduanya “CIS !” Jangan engkau menggertak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang hormat.”[Al-Isra:23]

10-BERBUAT BAIK
“Pujalah ALLAH,jangan kamu mempersekutukan DIA dengan sesuatu apapun,berbuat baiklah kepada ibu bapa,kaum kerabat,anak-anak yatim,orang miskin, tetangga dekat jauh.orang-orang dalam perjalanan dan kepunyaan tangan kananmu.Sesungguhnya ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG YANG SOMBONG DAN MEMBANGGAKAN DIRI”[An-Nisa:36]

11-MERINGANKAN PENDERITAAN SESAMA
“Tahukah engkau apa jalan mendaki itu?Membebaskan perbudakan,memberikan makanan di masa kelaparan kepada anak piatu dekat dan orang miskin yang berbaring di tanah.Di samping itu dia termasuk oran beriman ,berwasiat satu sama lain supaya berahati SABAR.”[Al-Balad:12-17]

12-TOLONG MENOLONG
“Tolong menolong kamu dalam mengerjakan perbuatan baik dan memelihara diri (dari kesalahan),dan janganlah kamu tolong menolong dalam mengerjakan dosa dan pelanggaran hukum.”[Al-Maidah:2]

13-BERDA’WAH YANG BAIK
“Panggillah(berda’wah) kepada jalan (agama) Tuhanmu dengan hikmat kebijaksanaan (pengetahuan ) dan pengajaran yang baik dan bertukar fikiranlah dengan mereka menurut cara yang sebaik-baiknya.”[An-Nahl:125]

14-ADAB BERTAMU
“Hai orang yang beriman!Jangan kamu masuk ke rumah yang bukan rumah kamu,sebelum meminta izin (untuk masuk) dan mengucapkan SALAM kepada orang yang ada di dalamnya.”
[An Nur:27]

15-MENGHUKUM DENGAN ADIL
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu supaya memberikan barang-barang kepercayaan kepada yang punya (yang berhak ) dan bila menghukum (memutuskan perkara ) antara manusia,supaya menghukum dengan adil.”[An-Nisa:58]

16-KEJUJURAN MENAKAR
“Cukupkanlah sukatan dan timbangan dengan benar.Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya.Bila kamu berkata,hendaklah dengan benar,biarpun mengenai kerabat.”[Al An’am:152]

17-KESEIMBANGAN DUNIA DAN AKHIRAT
“Gunakanlah kekayaan yang diberikan Allah kepada engkau untuk mencari keselamatan di akhirat dan jangan kau lupakan bahagianmu di dunia.Dan buatlah kebaikan (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada engkau dan janganlah engkau membuat bencana di muka bumi,kerana sesungguhnya Allah tiada menyukai orang-orang yang membuat bencana.”[Al-Qashash:77]

18-MEMBELA DIRI
“Perangilah di jalan ALLAH orang yang memerangimu dan jangan melanggar batas.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas.”[Al-Baqarah:190]

19-TOLERANSI BERAGAMA
“Allah tidak melarang kamu berbuat kebaikan dan bersikap jujur terhadap orang-orang (berlainan agama ) yang tidak memerangi kamu kerana agama dan tidak mengusirmu dari kampungmu serta membantu (orang lain) mengusir kamu,untuk mengambil mereka menjadi pemimpin (teman).”[Al-Mumtahanah:8-9]

20-MEMBATALKAN PERJANJIAN DAMAI
“Kalau kamu khuatir pihak musuh akan berkhianat (melanggar perjanjian damai),kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka secara jujur (terbuka).”[Al-Anfal:58]

21-MENGUSAHAKAN PERDAMAIAN
“Kalau ada dua golongan dari orang-orang beriman berperang-perangan,damaikanlah kedua golongan itu.Tetapi jika yang satu melanggar (berkhianat) terhadap yang lain (sesudah perdamaian),maka hendaklah yang melanggar itu kamu perangi sampai surut kembali kepada perintah Allah (hidup damai) .Kalau yang satu itu telah bersikap jujur ,sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang jujur.”[Al-Hujurat:9]

Demikianlah beberapa contoh yang terkandung dalam Al-Quran dan masih banyak lagi yang lain.Bagi siapa yang ingin mengetahui lebih luas dan lebih dalam secara terperinci dalam berbagai persoalan ,baginya terbuka pintu yang lebar untuk menggalinya,kerana memang Al-Quran itu diturunkan Allah SWT untuk dipelajari ,diperhatikan dan diselidiki sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:

“Inilah kitab yang Kami turunkan kepada engkau,penuh keberkatan ,supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal dapat mengerti.”[Shad:29]

http://www.facebook.com/pages/Tegakkan-Khilafah-Islamiyah/316372781728401

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

3 Tempat yang mendatang ketenangan pada jiwa

PERNAH satu ketika seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Ibnu Masud didatangi oleh seorang lelaki yang raut wajahnya murung (berduka). Lalu lelaki itu berkata: “Wahai Ibnu Mas’ud, berikanlah kepadaku satu nasihat yang dapatku jadikan sebagai penawar untuk hatiku yang gelisah ini. Sejak akhir-akhir ini, perasaanku tidak begitu tenteram, jiwaku sentiasa gelisah, fikiranku juga selalu kusut. Aku tidak selera hendak makan, tidurku pun tidak lena.”

Mendengar itu Ibnu Mas’ud terus berkata: “Sekiranya itulah penyakit yang menimpa jiwamu, maka hendaklah kamu bawa hatimu mengunjungi tiga tempat iaitu , tempat orang membaca al Quran sama ada kamu membacanya atau kamu mendengarnya. Kedua, majlis pengajian yang mengingatkan hatimu kepada Allah dan ketiga, carilah tempat dan waktu yang sesuai supaya kamu dapat beribadat kepada Allah SWT dengan khusyuk dan tulus ikhlas.”

http://www.facebook.com/pages/Tegakkan-Khilafah-Islamiyah/316372781728401

Posted by: peribadirasulullah | Jun 2, 2013

Indahnya hidup bertuhan

https://i0.wp.com/sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/405971_567292076636469_598615074_n.png

Suatu perkara utama yang perlu anda lakukan dalam meraih seni kebahagiaan ialah bagaimana mengendalikan diri dan menjaga fikiran anda. Sekiranya fikiran anda tidak dikendalikan, tentu fikiran anda akan terbawa ke mana-mana, begitu juga fail kesedihan yang tersimpan di dalam fikiran anda terbuka kembali dan buku kesedihan yang telah tertulis sejak anda dilahirkan dari perut ibu akan terbaca kembali. Sesungguhnya fikiran liar yang tidak terkendali itu hanya akan menghidupkan kembali luka lama, bahkan juga mencemaskan masa hadapan. Ia juga dapat membuatkan tubuh gementar, melenyapkan jati diri, dan perasaan terbakar. Oleh kerana itu, kendalikan fikiran anda ke arah yang baik dan mengarah pada perbuatan bermanfaat.

“Dan, bertawakkallah kepada Dzat Yang Maha Hidup dan tidak pernah mati…” (Al-Furqan: 58)

http://www.facebook.com/pages/Tegakkan-Khilafah-Islamiyah/316372781728401

Posted by: peribadirasulullah | Jun 1, 2013

Insan adalah makhluk yang lemah

https://i1.wp.com/sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/943475_357649524335833_869935687_n.jpg

Kamu tidak mampu mengubah bentuk kamu menjadi lebih cantik pada pandangan semua manusia

Tetapi kamu mampu menghiaskan Akhlak kamu dan adab kamu agar manusia cantik pada pandangan semua manusia..

Jadilah terbaik dan paling cantik…

‎بـــانورامـــــا البـــــرنــــــــــــسy‎’s Photos

Posted by: peribadirasulullah | Jun 1, 2013

Jangan salahkan syaitan

https://i0.wp.com/sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/428482_360500967384022_542350527_n.jpg

Hati itu rumah, pintu rumah adalah mata,telinga dan lidah. Jika kita biarkan pintu rumah terbuka . Jangan tanya kenapa syaitan masuk dan mencuri segala khazanah berharga.

‎بـــانورامـــــا البـــــرنــــــــــــسy‎’s Photos

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,673 other followers