Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Kondom sudah wujud di zaman Rasulullah SAW ???

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/e63b8-ahok-pekankondomnasional.jpg

Di saat ormas-ormas Islam termasuk PBNU menolak Pekan Kondom Nasional, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama menegaskan penggunaan kondom sebagai bentuk pencegahan untuk melindungi keluarga dari infeksi HIV (Human Imunodeficiency Virus) penyebab AIDS.

Bahkan, politisi yang akrab dipanggil Ahok itu menjelaskan bahwa perilaku seks beresiko bisa ditemukan di mana saja dan kapan saja, termasuk di zaman Nabi. Menurutnya, satu-satunya pencegahan bagi yang tidak bisa mengendalikan perilaku seksnya adalah dengan menggunakan kondom.

“Kalau berisiko, ya harus menggunakan kondom,” kata Ahok saat menghadiri peringatan Hari AIDS di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad (1/12), dikutip dari detik.com.

Seperti diketahui, dalam rangka peringatan Hari AIDS se-Dunia Kementerian Kesehatan menggagas Pekan Kondom Nasional. Kegiatan bagi-bagi kondom yang dilaksanakan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan salah satu produsen kondom ini direncanakan menelan biaya Rp 50 milyar.

Menyikapi program yang justru dapat memicu seks bebas itu, sejumlah organisasai keluarga dan ormas Islam pun melakukan penolakan.

Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (Aila) yang terdiri dari sejumlah organisasi menolak segala bentuk upaya penanggulangan AIDS melalui sosialisasi penggunaan kondom kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

“Karena hal tersebut akan memicu perilaku seks bebas yang kontraproduktif,” ujar Ketua Aila, Bachtiar Nasir, Jumat (29/11).

Hal senada disuarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Wakil Sekjen PBNU Muhammad Sulton Fatoni mengkritisi Pekan Kondom Nasional dan mengimbau umat Islam tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan itu jelas bertentangan dengan ajaran agama,” tegas Sulton, Ahad (1/12). [IK/bersamadakwah]

http://www.bersamadakwah.com/2013/12/ahok-sejak-zaman-nabi-ada-perilaku-seks.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Oral Seks mengikut pandangan 5 Tokoh Ulamak Islam Dunia

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/7368c-oralseksdalamislam-fotoilustrasidarirumahku.jpg

Oral seks, yang tidak dijumpai secara tegas dalam hadits, menjadi bahasan tersendiri dalam seksologi Islam. Apakah oral seks diperbolehkan dalam Islam? Secara tegas dilarang, atau ada syarat-syarat dan batasan tertentu yang menjadikannya halal atau haram?

Ketiadaan nash yang sarih inilah yang membuat para ulama berbeda pendapat mengenai oral seks. Sebagian ulama memperbolehkan karena tidak ada dalil yang melarangnya.

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu dari mana saja kamu kehendaki” (QS. Al Baqarah ayat 223)

Namun, sebagian ulama lainnya menghukuminya makruh atau melarangnya dengan berargumen menjaga kehormatan (muru’ah), oral seks menjijikkan, dan tidak termasuk menjaga kemaluan seperti ciri orang yang beriman: ’alaa furuujihim yuhaafidhuun..

Perbedaan pendapat ini dan semakin banyaknya pertanyaan tentang oral seks membuat para ulama muta’akhirin berijtihad dalam masalah ini lebih detail. Dari ijtihad itulah kemudian didapatkan fatwa seputar hukum oral seks ini.

1-Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Dalam buku Sutra Ungu, Abu Umar Basyir mengutip jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya tentang oral seks. Beliau menjawab, “Itu perilau kurang bagus, namun hukumnya boleh-boleh saja.”

2-Fatwa Syaikh Mukhtaar As Sinqithi
Dikutip dari buku yang sama, Syaikh Mukhtaar As Sinqithi menyatakan mubah secara mutlak, karena hukum asal dari segala cara berhubungan seks adalah halal. Tentu catatannya, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.

3-Fatwa Syaikh As Saami Ash Shuqair
Menurut murid utama Syaikh Shalih bi Utsaimin ini, oral seks hukumnya mubah asal tidak sampai menjilat madzi. Jika sampai menjilat cairan najis itu, maka hukumnya haram. Meski mubah, Syaikh ini memberikan catatan: “hanya saja, kami merasa jijik (dengan oral seks itu)”.

4-Fatwa Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al Jibrin
Ketika ditanya oral seks, beliau menjawab, “Boleh, namun dimakruhkan. Karena asalnya suami istri boleh bersenang-senang satu dan lainnya, menikmati seluruh badan pasangannya kecuali jika ada dalil yang melarang. Boleh antara suami istri menyentuh kemaluan satu dan lainnya dengan tangannya dan memandangnya. Akan tetapi, mencium kemaluan semacam itu tidak disukai oleh jiwa karena masih ada cara lain yang lebih menyenangkan.”

5-Fatwa Syaikh Yusuf Al Qardhawi
Dikutip dari buku Bahagianya Merayakan Cinta, Syaikh Yusuf Al Qardhawi berfatwa bahwa oral seks diperbolehkan dengan syarat menghindari madzi agar tidak terjilat atau tertelan, serta memperhatikan kebersihan mulut dan kemaluan karena jika tidak terjaga kebersihannya, terdapat potensi bakteri yang membahayakan kesehatan.

Kesimpulan:
Oral seks boleh dilakukan –khususnya untuk foreplay– dengan syarat tidak sampai menjilat madzi atau menelannya, menjaga kebersihan mulut dan kemaluan, dan disepakati oleh suami istri (tidak jijik salah satunya). Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

http://www.bersamadakwah.com/2013/10/oral-seks-dalam-islam.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Pegawai PLO Palestin dan israeil melakukan hubungan seks

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/42b7d-tzipilivni-fotoalbawaba.jpg

Pernyataan menggemparkan datang dari Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni. Ia mengaku telah berhubungan seks dengan ketua perunding Otoritas Palestina dalam perundingan damai dengan Israel, Saeb Erekat dan Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Abed Rabbo.

Livni juga mengancam jika mereka tidak mau menjalankan keinginan Israel, maka ia akan menyebarkan video tersebut ke internet.

“Ruang di mana aku berhubungan seks dengan tokoh-tokoh Palestina seperti Saeb Erekat dan Yasser Abed Rabbo dilengkapi dengan kamera,” kata Livni dikutip allvoices.com, Senin (11/11), dari Al Diyyar.

Koran Lebanon Al Diyyar menambahkan, Rabbi Israel telah memberikan restu bagi Livni dan wanita Israel lainnya untuk tidur dengan orang asing, asalkan menguntungkan Israel.

Harian Israel Yedioth Ahronoth mempublikasikan kembali wawancara Livni oleh Majalah Time di mana dia mengakui bahwa selama bertahun-tahun bekerja untuk badan intelijen Mossad dan dia melakukan “operasi khusus” termasuk berhubungan seks dengan tokoh-tokoh politik terkemuka dan kemudian memeras mereka.

Yedioth Ahronoth juga mengutip pernyataan Rabbi Ari Shefat: “Agama Yahudi memungkinkan wanita Israel untuk berhubungan seks dengan musuh untuk mendapatkan informasi penting yang mengarah ke penangkapan mereka ” .

Tentu saja, orang-orang Palestina sangat terkejut dengan tuduhan ini. Banyak yang menyerukan otoritas Palestina untuk menanggapi tuduhan ini, yang jika terbukti, pasti akan menghancurkan Otoritas Palestina di Tepi Barat. Namun begitu, sebagian mereka juga meminta Livni untuk menunjukkan video yang diklaim sebagai buktinya. Sebab, menteri sebelumnya juga pernah menyatakan hal serupa tetapi tidak pernah mempublikasikan foto maupun videonya.

Palestina saat ini diperintah oleh dua pemerintah yang berbeda. Di Tepi Barat, Otoritas Palestina dipegang oleh Fatah dengan pemimpinnya Mahmud Abbas. Kelompok ini kembali memulai perundingan dengan Israel sejak beberapa bulan yang lalu. Sedangkan di Jalur Gaza, pemerintahan dipegang Hamas. Berbeda dengan Tepi Barat, Gaza lebih memilih berperang dengan Israel untuk mencapai kemerdekaan Palestina, alih-alih perundingan yang tidak menguntungkan. [AM/bersamadakwah]

http://www.bersamadakwah.com/2013/11/direstui-rabbi-yahudi-tzipi-livni.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Haruskah Suami Isteri Menutup Tubuh Semasa Jimak ?

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/408ec-kamarpengantin.jpg

Hingga saat ini, banyak Muslim yang beranggapan bahwa ketika suami istri berjima’, mereka harus menutupi tubuhnya alias tidak diperbolehkan telanjang. Umumnya, anggapan ini dilandasi oleh dua hadits berikut ini.

Pertama, hadits riwayat Ibnu Majah.
“Jika seseorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, maka hendaklah menutupi tubuhnya, dan janganlah bertelanjang bulat seperti telanjangnya dua khimar.”

Kedua, hadits riwayat Tirmidzi.
”Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah…”

Bagaimanakah duduk persoalan yang sebenarnya dan bagaimana kedudukan dua hadits tersebut? Salim A. Fillah di dalam bukunya Bahagianya Merayakan Cinta menjelaskan bahwa hadits pertama (yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah) adalah dhaif. Dalam sanadnya terdapat Al Ahwash bin Hakim dan Walid bin Al Qasim Al Hamdani, keduanya dhaif. Bahkan, An Nasa’i memberi catatan: “hadits ini mungkar.”

Sedangkan hadits kedua (riwayat Tirmidzi), sesungguhnya tidak bisa dijadikan alasan suami istri harus menutup tubuhnya dengan selimut atau semisalnya saat berjima’ dikarenakan malu dengan makhluk lain yang disebutkan dalam hadits tersebut. Padahal, di dalam hadits itu telah ada jawabannya. Yakni kelajutan hadits tersebut yang sering tidak diketengahkan secara lengkap.

“Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah kecuali di saat kalian membung hadats di jamban dan ketika seorang suami mendatangi istrinya” (HR. Tirmidzi).

Salim A. Fillah kemudian menutup penjelasannya dengan kalimat berikut: “Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya, bahkan Ia menghendaki kemudahan bagi mereka. Ketika seorang hamba bersama istrinya telah menutup diri dari pandangan manusia di dalam satu bilik di rumahnya, maka Allah tidak lagi membebani mereka dengan hal yang menyulitkan dan memberatkan seperti memakai selimut. Karena bisa jadi selimut akan mengganggu jika hendak berekspresi dan berkreasi. Padahal yang demikian adalah hak yang Allah berikan pada mereka berdua untuk meraih kemuliaan di sisi-Nya.”

Wallahu a’lam bish shawab. [IK/bersamadakwah]

http://www.bersamadakwah.com/2013/08/haruskah-suami-istri-menutupi-tubuh.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Pesawat Israel Hancur Sebelum Memasuki Gaza

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/27ce9-pesawatmata-mataisrael.jpg

Pesawat mata-mata milik zionis Israel hancur di perbatasan Gaza. Komandan militer zionis kawasan Selatan pun mengumumkan kondisi darurat. Ia khawatir pesawat tersebut jatuh ke tangan musuh.

Situs Israel, Weila, menyebutkan pasukan zionis kehilangan pasukan zionis kehilangan pesawat jenis Scarlik itu di atas garis perbatasan Gaza, tanpa merinci sebab hancurnya pesawat tanpa awak tersebut.

“Pesawat tersebut jatuh setelah sekitar 10 menit mengudara,” sebut laporan Weila seperti dikutip Republika, Sabtu (11/5).

“Militer Israel masih mencari informasi mengenai penyebab hancurnya pesawat tersebut”

Pasukan diterjunkan untuk menyisir kawasan perbatasan mencari puing-puing pesawat. Disebutkan bahwa pesawat mengalami kerusakan karena jatuh.

Sumber militer menyatakan teknologi yang ada di pesawat tersebut sangat mungkin dimanfaatkan pihak Hamas.

Jatuhnya pesawat tersebut bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah pesawat zionis jatuh di Jalur Gaza. Pada 15 November 2012 lalu, Al Qassam mengumumkan pasukannya berhasil menembak jatuh pesawat tempur Israel dengan rudal anti pesawat. Pesawat itu ditembak jatuh saat ia melakukan serangan ke wilayah Timur Gaza. Setelah mendengar jatuhnya pesawat tersebut, sejumlah pejuang Palestina menembakkan senjatanya ke udara sebagai tanda gembira. [IK/Rpb/bsb]

http://www.bersamadakwah.com/2013/05/allahu-akbar-pesawat-israel-hancur.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Dulu membenci Islam kini menjadi Ulamak Islam

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/5732b-suhailkapoor.jpg

Nama kecilnya Manu. Manu Kapoor. Ia dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan Hindu. Semula, ia membenci Islam dan Muslim. Namun, ketidakpuasannya terhadap agama yang ia peluk membuatnya mencari kebenaran.

Sungguh ajaib hidayah Allah. Dalam pencariannya, Manu mendapati bahwa agama yang benar adalah agama yang dulunya ia benci. Agama itu tidak lain adalah Islam. Diantara ajaran Islam yang paling berkesan bagi Manu adalah keadilan dan kasih sayang.

“Seorang Muslim yang benar ia akan berlaku adil terhadap siapapun dan tidak pernah menyakiti siapapun,” kata Manu yang kemudian berganti nama menjadi Suhail, ketika berkunjung ke Jeddah, seperti dikutip arabnews, Jumat (30/8).

Sekian tahun memeluk Islam, juga berarti sekian tahun Suhail Kapoor berdakwah. Kesungguhan Suhail dalam memperdalam Islam, mengantarkannya menjadi seorang ulama yang disegani di Kanada. Ia pun berpesan agar umat Islam bersungguh-sungguh mengemban tanggung jawabnya. Jika umat Islam menunaikan kewajibannya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepada umat terbaik ini. Sebaliknya, jika saat ini umat Islam mengalami kesulitan, itu karena diri mereka sendiri. Ada yang dilupakan umat Islam. Ini yang menyebabkan kurang sempurnanya iman seorang Muslim.

“Ada masanya ketika Muslim Cina menjadi contoh. Negara dengan 80 juta Muslim,” ujar Suhail.

Muslim Cina, seperti negara lainnya mengalami kemajuan pesat ketika kemakmuran mulai merata. Namun, kemakmuran duniawi bukanlah tujuan akhirnya.

Tak terasa sudah 13 tahun Suhail berdakwah. Jika dulu ia pernah menjadi non-Muslim yang membenci Islam, kini ia aktif berdakwah di kalangan non-Muslim. Selain berdialog dengan mereka, Suhail juga dengan senang hati memberikan mushaf Al Qur’an kepada mereka. Dengan harapan, mereka bisa mempelajari Islam lebih jauh dan kemudian mendapatkan hidayah seperti dirinya. [IK/Rpb]

http://www.bersamadakwah.com/2013/08/asalnya-benci-islam-kini-suhail-kapoor.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Botol arak penyebab kepada Hidayah Allah SWT

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/12/b545e-mujahidfletcher-fotoonislam.jpg

Hidayah Allah sungguh ajaib. Ia bisa datang melalui berbagai cara dan kesempatan yang tak terduga. Jamie Fletcher, misalnya. Pria Kolumbia ini menemukan Islam ketika dirinya pulang dari sebuah klub malam dalam kondisi mabuk.

“Suatu malam saya bersama seorang teman pulang dari klub malam dan mabuk. Sepulang dari sana kami duduk di depan rumahnya sembari menatap botol minuman. Tak diduga, teman saya berkata, ‘Aku tak percaya masih melakukan ini’,” kata Fletcher mengungkapkan asal mula keislamannya kepada Public Radio International (PRI), Senin (23/12).

Fletcher yang penasaran mencoba bertanya kembali. Ia bertanya apa maksud dari perkataan temannya tadi.

“Aku bertanya padanya apa maksud dari tidak percaya. Lalu temanku bercerita bahwa dirinya tak percaya masih melakukan hal ini (mabuk, red) setelah pulang dari Mekah,” lanjutnya.

Mendengar kata Makkah, Fletcher kembali bertanya kepada temannya apa itu Makkah. Dan Ia mendapatkan jawaban bahwa Makkah adalah baitullah, rumah Allah. Temannya yang seorang muslim, juga menjelaskan sedikit tentang Islam.

“Islam adalah agama yang benar dari Allah,” mendengar pernyataan ini, Fletcher menyangkal dengan alasan semua orang menganggap agamanya adalah benar. Akan tetapi obrolan singkat itu ternyata membuat Fletcer penasaran tentang Islam. Ia pun kemudian mulai mencari tahu, apa itu Islam yang sebenarnya.

Seperti kebanyakan Latin, Fletcher dibesarkan dalam keluarga Katolik, tapi dia bilang orang tuanya juga mendorong dia untuk menemukan kebenaran sendiri. Dalam usahanya mencari kebenaran, ia belajar agama Kristen, Yahudi, Taoisme dan Buddhisme. Anehnya, dalam pencariannya tersebut, ia mulai meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar dari Allah.

Saat itulah, ia memutuskan untuk mulai masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Mujahid Fletcher. “Islam membawa rasa yang jelas untuk meminta pengampunan atau pertobatan langsung kepada Tuhan, tanpa perantara, ” kata Fletcher.

Tak hanya sebatas puas dalam menemukan kebenaran Islam, Fletcher pun bertekad untuk meneyebarkan Islam di kalangan latinos (masyarakat Amerika Latin) lainnya.

Oleh karena itu, Ia meluncurkan sebuah perusahaan bernama Islam di Spanyol di mana ia mulai melakukan terjemahan dan membuat rekaman audio dari ayat-ayat. Dia dan ayahnya, yang juga masuk Islam, telah tercatat lebih membuat 500 CD dan 200 akses TV kabel yang beriskan hal-hal tentang Islam.

“Tujuan akhir dengan Islam di Spanyol adalah untuk mendidik Latin tentang Islam di seluruh dunia,” katanya.

Sekarang, Fletcher juga rutin hadir di Maryam Islamic Center yang terletak di Sugar Land, sebuah pinggiran kota makmur dari Houston. Masjid besar di sana memiliki arsitektur yang sama seperti di Timur Tengah atau Turki di mana bangunannya sangat menarik dan tinggi, pintu masuk melengkung, terdapat pilar dan dua menara.

Fletcher mengatakan Muslim Latino tersebar di kantong-kantong kecil di kota-kota besar seperti Houston. [ROL/Bersamadakwah]

http://www.bersamadakwah.com/2013/12/temukan-islam-saat-mabuk-kini-fletcher.html

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Manusia memerlukan Rasul Utusan Allah SWT

http://fauzanibrahim.files.wordpress.com/2013/04/fasal-10-jilid-2-manusia-perlukan-rasul.jpg Rujukan: http://fauzanibrahim.files.wordpress.com/2013/04/fasal-10-jilid-2-manusia-perlukan-rasul.jpg

http://fauzanibrahim.files.wordpress.com

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

Dr Abdullah Yusuf Azzam

Abdullah Yusuf Azzam dilahirkan di salah sebuah kampung di Utara Palestin yang dikenali sebagai Selat al-Harithia di daerah Jenin pada tahun 1941. Bapanya bernama Mustaffa yang meninggal dunia setahun selepas pembunuhan anaknya. Ibunya pula bernama Zakia Saleh yang meninggal dunia setahun sebelum Sheikh Abdullah Azzam dibunuh. Ibunya dikebumikan di kem Pabi, Pakistan.

Beliau dari keluarga yang baik dan amat kuat berpegang kepada ajaran agama Islam. Keluarga beliau amat menyayanginya. Beliau juga amat istimewa berbanding kanak-kanak lain yang sebaya dengannya sewaktu kecil. Ini kerana beliau amat kuat beragama, pintar dan mula menyebarkan dakwah pada usia yang masih muda. Rakan-rakan beliau mengenali beliau sebagai seorang yang warak dan amat disenangi oleh semua. Guru-guru beliau melihat keistimewaan ini sejak beliau di bangku sekolah lagi dan beliau amat disayangi oleh mereka. Beliau menyertai gerakan al-Ikhwan-ul-Muslimin sebelum mencapai usia baligh lagi hasil didikan guru-gurunya yang terlibat dengan gerakan tersebut.

Sheikh Abdullah Azzam telah dikenali kerana ketabahan dan sifat beliau yang serius sejak beliau masih kecil lagi. Beliau menerima pendidikan awal peringkat sekolah rendah dan menengah di kampung beliau sebelum menyambung pelajaran beliau di Kolej Pertanian Khadorri sehingga ke peringkat Diploma. Walaupun beliau merupakan pelajar termuda di kalangan rakan-rakannya yang lain, namun beliau merupakan yang paling pandai dan bijak. Setelah menamatkan pengajian di Kolej Khadorri beliau bekerja sebagai seorang guru di sebuah kampung bernama Adder di Selatan Jordan. Kemudian beliau menyambung pengajian di Kolej Shariah di Universiti Damsyik sehingga memperolehi Ijazah Sarjana Muda di dalam bidang Shariah pada tahun 1966. Selepas pihak Yahudi menawan Tebing Barat pada tahun 1967, Sheikh Abdullah Azzam berhijrah ke Jordan, kerana beliau tidak mahu tinggal di bawah penjajahan Yahudi di Palestin. Pengalaman melihat kereta-kereta kebal Israel bergerak masuk ke Tebing Barat tanpa apa-apa tentangan meningkatkan azam beliau untuk berhijrah bagi mendapatkan kemahiran yang diperlukan untuk berperang.

Pada lewat 1960an beliau menyertai Jihad menentang penjajahan Israel di Palestin dari Jordan. Pada ketika itu juga beliau menerima Ijazah Sarjana di dalam bidang Shariah dari Unversiti al-Azhar. Pada tahun 1970 sesudah Jihad terhenti kerana kekuatan PLO dipaksa keluar dari Jordan, beliau menjadi seorang pensyarah di Universiti of Jordan di Amman. Pada tahun 1971 beliau dianugerahkan biasiswa ke Universiti al-Azhar di Kaherah di mana beliau memperolehi Ijazah Kedoktoran di dalam bidang Usul al-Fiqh pada 1973. Ketika di Mesir beliau telah berkenalan dengan keluarga Syed Qutb.

Sesudah kepulangannya ke Jordan beliau telah berhijrah ke Arab Saudi untuk berkhidmat sebagai pensyarah di salah sebuah universiti di sana. Pada tahun 1979 beliau meninggalkan universiti tersebut untuk berpindah ke Pakistan agar berada hampir dengan suasana Jihad di Afghanistan. Di sana juga beliau mengenali pemimpin-pemimpin Jihad. Semasa mula-mula tiba di Pakistan beliau telah dilantik sebagai pensyarah di Universiti Islam Antarabangsa di Islamabad. Selepas beberapa ketika beliau mengambil keputusan untuk berhenti dari tugas mengajar di universiti untuk menumpukan keseluruhan masa dan tenaga beliau kepada usaha Jihad di Afghanistan.

Sikap dan pemikiran Abdullah Azzam banyak dipengaruhi oleh suasana Jihad di Afghanistan. Lebih menarik lagi suasana jihad di Afghanistan juga sangat banyak dipengaruhi oleh pemikiran beliau semenjak beliau menumpukan seluruh masanya untuk berjihad. Beliau menjadi seorang yang disegani di medan jihad Afghanistan dan juga di kalangan para pemimpin Afghan sendiri. Beliau telah mencurahkan seluruh daya usahanya untuk menyebarkan dan memahamkan isu jihad di Afghanistan kepada seluruh umat Islam di serata dunia. Beliau mengubah pandangan umat Islam tentang Jihad di Afghanistan daripada perjuangan rakyat Afghanistan mempertahankan tanah air mereka semata-mata kepada menyedarkan bahawa Jihad adalah tuntutan Islam yang dipertanggungjawabkan ke atas seluruh umat Islam di serata dunia. Berkat hasil usaha beliau, Allah S.W.T. telah menjadikan Jihad di Afghanistan sebagai satu Jihad universal yang disertai oleh ramai umat Islam dari serata pelusuk dunia.

Jihad di Afghanistan telah menjadikan Abdullah Azzam tunggak dan simbol pergerakan Jihad zaman ini. Melalui usaha beliau menyertai jihad ini, menyebarkan dan memahamkannya kepada umat Islam menjadikan beliau berjaya mengubah pemikiran umat Islam tentang jihad dan keperluan ummat ini kepada jihad. Beliau menjadi ikon generasi muda yang menyahut seruan jihad. Beliau sangat menghargai Jihad dan amat menekankan keperluan Ummah Islam kepada jihad. Pernah beliau berkata, “Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun di Jihad Afghanistan, 1 setengah tahun di Jihad Palestin dan tahun-tahun yang selebihnya tidak bernilai apa-apa.”

Beliau juga melatih ahli keluarganya dengan kefahaman dan semangat yang sama. Isteri beliau, contohnya, terlibat dengan penjagaan anak-anak yatim dan lain-lain kerja kebajikan di Afghanistan. Beliau sendiri menolak jawatan pensyarah dari beberapa buah universiti sambil berikrar bahawa beliau tidak akan meninggalkan jihad sehingga beliau gugur Syahid. Beliau juga selalu mengatakan bahawa matlamat utama beliau adalah untuk membebaskan Palestin selepas berjaya memerdekakan Afghanistan. Tentu sekali komitmennya yang sebegitu tinggi ini menimbulkan keresahan di kalangan musuh-musuh Islam. Akhirnya mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Pada tahun 1989, sebuah periuk api anti kereta kebal telah diletakkan di bawah mimbar yang beliau gunakan untuk menyampaikan khutbah Jumaat. Bahan letupan tersebut adalah sangat merbahaya dan sekira meletup akan memusnahkan masjid tersebut bersama-sama dengan segala-gala benda dan para jemaah di dalamnya. Tetapi dengan perlindungan Allah, periuk-api tersebut tidak meletup dan ratusan orang Islam terselamat.

Musuh-musuh Islam ini terus berusaha tanpa putus asa. Pada hari Jumaat, 24 November 1989 di Peshawar, Pakistan, tiga buah bom telah dipasang di sebatang jalan yang sempit yang sering diambil oleh Abdullah Azzam untuk ke masjid pada hari Jumaat. Beliau meletak kereta di kedudukan bom pertama dan kemudian berjalan ke masjid untuk bersolat Jumaat. Beliau telah terbunuh dan gugur syahid bersama-sama dengan dua orang anak lelakinya, Muhammad dan Ibrahim, beserta dengan anak lelaki al-marhum Sheikh Tamim Adnani (seorang lagi perwira Afghan) dengan 20kg TNT (Dinamit) yang diletupkan dengan alat kawalan jauh. Selepas letupan yang kuat itu orangramai keluar beramai-ramai dari masjid dan kelihatanlah satu keadaan yang mengerikan. Hanya sebahagian kecil dari kereta tersebut yang kelihatan. Anak beliau, Ibrahim, melambung sejauh 100 meter; begitu juga dengan dua orang anak-anak lagi. Cebisan mayat mereka berteraburan di atas pokok-pokok dan wayar-wayar elektrik. Tubuh Sheikh Abdullah Azzam pula telah dijumpai bersandar pada sebuah tembok, dalam keadaan sempurna, tiada luka atau kecederaan walau sedikitpun melainkan sedikit darah yang mengalir dari bibir beliau. Begitulah tamatnya kehidupan seorang Mujahid di dunia ini dan insha-Allah menyambung pula kehidupannya di sisi Allah. Beliau dikebumikan di Tanah Perkuburan Shuhada Pabi di mana beliau menyertai ribuan para Shuhada.

Di antara usaha terbesar beliau di medan jihad Afghanistan ialah penyatuan pihak-pihak pejuang Afghanistan dari pelbagai latar belakang untuk menentang Russia. Orang-orang Afghan yang sememangnya dikenali dengan kekerasan dan perpecahan di kalangan mereka telah berjaya disatukan oleh Abdullah Azzam di bawah satu panji jihad. Sayangnya, selepas beliau syahid, dan selepas Afghanistan berjaya mencapai kemerdekaan dari penjajahan Russia, puak-puak pejuang Afghanistan kembali berpecah dan berperang sesama sendiri.

Beliau juga berjasa dalam menubuhkan briged jihad mujahidin Arab yang datang dari seluruh pelusuk dunia untuk bersama-sama dengan saudara Afghan mereka menentang Russia. Para mujahidin Arab ini telah dididik dan dilatih di kem mereka yang tersendiri. Di antara graduan dari kem tersebut ialah Usamah Ben Laden yang telah bertindak sebagai ketua para mujahidin Arab selepas kematian Abdullah Azzam. Kem ini kemudiannya dijadikan sebagai kem latihan para mujahidin dan pejuang Islam yang ingin berjuang di mana-mana bumi umat Islam yang meletusnya jihad.sehinggalah ianya dimusnahkan oleh Amerika Syarikat sewaktu tercetusnya perang Afghanistan 2001.

Yang pastinya, seperti yang telah disebutkan sebelum ini, nama beliau akan tetap dikenang sebagai orang yang bertanggung jawab menimbulkan semula kecintaan umat Islam di serata dunia terhadap fardhu jihad yang semakin dilupakan sebelum peperangan Afghanistan.

http://www.amanpalestin.net/baca.php?lihat=artikelPenuh&id=14

Posted by: peribadirasulullah | Disember 25, 2013

5 Musuh sebenar Para Mujahiden di Jalan Allah SWT

https://i0.wp.com/www.kiblat.net/site/wp-content/uploads/2013/07/abu-rusydan_3.jpg

Oleh: Ustadz Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Suatu hari, kami (ikhwan-ikhwan asal Indonesia di Afghanistan) berkumpul bersama (Alm) DR. Abdullah Azzam. Kepada kami beliau bertanya, “Kalian datang kemari mau apa?” Sebuah pertanyaan kelihatannya sepele namun agak membingungkan. Sepele, karena mudah dijawab: “Kami datang kemari hendak berjihad.” Membingungkan, karena sudah jauh-jauh datang dari Indonesia dengan one way ticket ke bumi jihad Afghanistan, tetapi ditanya seperti itu. Kalau kami hendak melancong, tentu tiket kami pulang-pergi.

Saat itu memang kami sudah berbaiat dengan murabbi yang mengutus kami ke Afghan untuk tidak merencanakan pulang kembali ke Indonesia.Tiket pulang memang kami miliki, sebagai syarat lolos imigrasi di Pakistan. Namun begitu lolos, tiket tersebut akan dibawa pulang oleh ikhwan lain yang kembali ke Indonesia, untuk direfund. Demikian, betapapun kami sudah berazam untuk tidak berpikir pulang ke Indonesia, tapi hari itu kami masih ditanyai maksud kedatangan. Seorang dari kami menjawab, “Ya Syaikh, kami datang kemari untuk berjihad.”

Beliau bertanya kembali, “Kalian tahu, apa itu jihad?” “Belum,” jawab kami setengah serempak. Beliau melanjutkan, “Banyak hal yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Namun kali ini satu hal dulu.” Kami merasa inilah pelajaran pertama kali yang akan kami terima dari seorang tokoh besar seperti (Alm) DR. Abdullah Azzam. Namanya tak bisa dipisahkan dari jihad Afghanistan bahkan jihad di seluruh dunia Islam (jihad alamy). Melalui perantaraan beliaulah, Allah SWT menjadikan jihad yang semula hanya dimiliki oleh beberapa suku di pedalaman negeri yang tandus, kini berubah menjadi qodhiyah (permasalahan) bersama umat Islam seluruh dunia.

“Kalian datang kemari mau berjihad. Kalian siap menjadi mujahid, berarti siap menghadapi musuh-musuh mujahid,” tutur beliau mengawali “kuliah” perdananya. “Namun, tahukah kalian apa musuh-musuh mujahid itu?” Kami terdiam sesaat, sambil mencoba menerka jawabnya. Beliau kemudian menjelaskan secara urut apa dan siapa yang dimaksud dengan musuh-musuh mujahid itu. Mulai yang bisa kami pahami dengan mudah, hingga yang sulit kami cerna waktu itu. Berikut urutannya.

  1. Al-Kaafiru Yuqaatiluhu (orang kafir yang memeranginya).

Beliau menyebutkan poin ini di urutan pertama. Sesuatu yang sangat mudah kami (termasuk kita semua) pahami. Bukankah jihad memang ditegakkan untuk menghadapi orang-orang kafir? Pemahaman ini sudah melekat pada diri kami saat itu, meski belum pernah berperang menghadapi mereka.

2.  Al-Munafiqu Yabghuduhuwa Yukhadi’uhu (orang munafik yang membenci dan menipunya).

Akan selalu ada dalam barisan orang-orang beriman, kaum munafikin yang menyusup. Karakter khas dari kaum ini adalah suka menipu—selain tentu mereka membenci orang-orang beriman. Kaum munafikin selalu berusaha menggembosi barisan mujahidin. Memecah fokus mujahidin saat hendak maju berperang, dengan membisikkan kata-kata tipuan. Misalnya:

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui. (surat At-Taubah : 81).

Kemudian saat peran usai pun mereka tetap menjadi kerikil dalam sepatu yang mengganggu langkah mujahidin. Kalau mujahidin kalah, mereka bersorak, bahkan mengklaim ketidakikutsertaan mereka dalam jihad sebagai sebuah nikmat. Sebaliknya, kalau mujahidin menang, mereka merengek minta belas-kasihan dan jatah rampasan.

وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا

Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: “Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.

وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)”. (An-Nisa: 72-73)

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (An-Nisa:141)

Meski demikian, keberadaan orang-orang munafik yang menjadi ganjalan bagi jihad, sudah jamak kita pahami.

3.  As-Syaithonu Yuwaswisuhuwa Yudhilluhu (setan yang selalu menggoda dan menyesatkannya).

Setan menghadang orang yang berjihad, dan membisikkan, “Apa kamu mau berjihad di jalan Allah? Bagaimana kalau kamu akan terbunuh…istrimu dinikahi orang lain, dan anak-anakmu menjadi yatim?” Setan-setan itu akan terus mengganggunya, “Pada siapa akan kau tinggalkan istrimu, siapa yang akan mengurus ibumu yang renta, siapa yang akan mengasuh anak-anakmu yang masih kecil dan bapakmu yang sudah tua? Bagaimana bisa kau tinggalkan pekerjaanmu yang mapan dan kau tinggalkan rumahmu yang mewah… danseterusnya.”

Keberadaan setan yang menghalangi jalan jihad seorang mujahid, telah dinashkan dalam hadit sNabi SAW. Dan, sebagian besar kami yang berangkat ke Afghanistan itu telah mengetahuinya. Sampai di sini, kami merasa tidak ada sesuatu yang baru dari pemaparan beliau, rahimahullah.

     4.  An-Nafsu Tuza’zi’uh uwa Tumiiluhu anil Haq (nafsu yang menggoyahkan dan menyeretnya untuk menyimpang dari kebenaran).

Jebakan nafsu memang menjadi salah satu ancaman jalan jihad. Bahayanya, selain menggoyahkan langkah kaki seorang mujahid, nafsu juga dapat membuatnya menyimpang dari jalan kebenaran. Kita menyadari semua itu, meski kadang sering lengah dan tidak mewaspadainya.

Musuh-musuh mujahid yang disebutkan oleh DR. Abdullah Azam dari 1-4 di atas, sebenarnya bukan merupakan pengetahuan baru. Dalam materi-materi tarbiyah yang kami terima sebelumnya sudah sering dibahas.Namun, masih ada musuh selain keempat hal di atas, yang kami baru mengetahuinya pada hari itu. Musuh itu adalah:

5.  Al-Mukminu Yahsuduhu (orang mukmin yang hasad kepadanya).

Baru saat itu kami mengetahui ada musuh mujahid dari kalangan orang mukmin yang hasad kepadanya. Seorang ikhwan terhenyak. “Ustadz, apa yang Ustadz sebutkan dari nomor 1 hingga 4 kami paham. Tapi, sungguh kami belum bisa memahami poin ke 5 yang baru saja Ustadz sampaikan, bagaimana seorang mukmin bisa hasad menjadi musuh mujahid?” tanyanya.

Dengan senyum DR. Abdullah Azzam menjawab, “Akhi, dulu ketika menerima keterangan ini dari murabbi, saya tidak paham. Bahkan saya katakan kepadanya, ‘Ustadz, kalimat itu tidak hanya tidak saya pahami… tetapi telah menyakitkan hati saya’.”

“Tetapi, setelah saya jalani kehidupan ini, saya merasakaan bahwa mujahid dalam jihad ini memang harus menghadapi musuh dari kalangan mukmin yang hasad kepadanya,” lanjut DR. Abdullah Azzam. “Oleh karena itu, antum hafalkan saja yang saya sampaikan hari ini. Suatu saat kalau antum tetap istiqamah dalam jalan jihad, antum akan mengalami apa yang saya alami,” pungkasnya.

Saya terus merenungi pembicaraan yang terjadi pada tahun 1985 itu, dan mendiskusikannya dengan beberapa ikhwan. Sampai kemudian kami harus ditarik pulang kembali ke Indonesia, saya masih belum menemukan makhluk yang menjadi musuh ke-5 para mujahid itu. Dan, akhirnya, seiring dengan dinamika jihad yang terjadi hari ini, baik di dalam maupun luar negeri, saya pun baru menyadari, bahwa mukmin yang hasad kepada mujahidin itu memang ada! (kiblat.net)

http://www.kiblat.net/2013/07/04/kolom-abu-rusydan-musuh-musuh-mujahid/#at_pco=smlwn-1.0&at_tot=1&at_ab=per-2&at_pos=0

https://i1.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/en/d/dc/Abdullah_Azzam.jpg

Dr. Abdullah Yusuf Azzam (19411989), juga dikenal dengan nama Syekh Azzam, adalah seorang figur utama dalam perkembangan pergerakan Islam. “Ratusan tulisan dan pidatonya mampu menghidupkan ruh baru dalam diri ummat. Seolah-olah beliau dipilih Allah SWT untuk menegakkan kembali kewajiban yang telah dilupakan sebagian besar ummat Islam, yaitu jihad.” Demikian komentar Dahba Zahely, cendekiawan Muslim Malaysia tentang Dr Abdullah Azzam. Komentar senada juga datang dari cendekiawan dan ulama dari berbagai negara.

After obtaining his Doctorate in Egypt in 1973, Azzam returned to teach at the University of Jordan, but his radical views were suppressed there.[citation needed] So Azzam then moved to Saudi Arabia. Since the 1960s, King Faisal of Saudi Arabia had welcomed exiled teachers from Syria, Egypt, and Jordan,[citation needed] so that by the early 1970s it was common to find many Saudi high school and university teachers who had become involved with exiled dissident members of the Muslim Brotherhood.[citation needed]

Azzam took a position as lecturer at King Abdul Aziz University in Jeddah, Saudi Arabia, where he remained until 1979. Osama bin Laden had grown up in Jeddah, and was enrolled as a student in the university there between 1976 and 1981 and he probably first made contact with Azzam at that time.[14]

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,839 other followers