Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

17 Ciri Pendakwah yang Akan Mendampingi Allah SWT

Rasulullah saw diutus untuk berdakwah, mengajak manusia untuk mengenal Tuhannya. Beliau dibekali dengan Mukjizat terbesar berupa Al-Qur’an.

Hari ini tugas itu dipikul oleh para ulama, ustadz dan orang-orang yang mengerti agama. Semakin tahun semakin banyak para pendakwah yang bermunculan.

Tentunya, sebagai masyarakat kita terkadang bingung memilih seorang Da’i. Bagi seorang Da’i pun, terkadang ia tidak mengerti bagaimana Al-Qur’an memberi aturan dalam berdakwah.

Kali ini kita akan melihat bagaimana pandangan Al-Qur’an tentang dakwah. Apa saja syarat-syarat seorang Da’i ? Dakwah termasuk pilihan yang terbaik dalam hidup, Allah berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ -٣٣-

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim (yang berserah diri)?” (Fussilat 33)

Syarat-Syarat Dakwah

♦ Menyebarkan hikmah dan nasehat yang baik

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ -١٢٥-

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.” (An-nahl 125)

♦ Menyeru seperti yang diserukan Rasulullah dalam ayat,

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي -١٠٨-

Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak kepada Allah dengan yakin.” (Yusuf 108)

♦ Mengajak hanya kepada Allah, tidak kepada yang lain (madzhab, partai, golongan, dll.)

أَدْعُو إِلَى اللّهِ

“Mengajak kepada Allah” (Yusuf 108)

♦ Harus memiliki Bashirah dalam berdakwah

أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ

“Mengajak kepada Allah dengan yakin” (Yusuf 108)

♦ Tidak boleh menyampaikan yang tidak ia ketahui

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً -٣٦-

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra’ 36)

♦ Harus dengan lemah lembut

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ -١٥٩-

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (Ali Imran 159)

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى -٤٣- فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى -٤٤-

“Pergilah kalian berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (Thaha 43-44)

*Bayangkan saja, untuk berdakwah kepada orang sekejam Fir’aun pun, Allah tetap menyuruh untuk menggunakan cara yang lemah lembut.

♦ Dilarang berdebat, kecuali dengan cara yang terbaik

وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ -١٢٥-

“Dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang terbaik.” (An-Nahl 125)

♦ Ketika berdakwah harus sampai pada kesimpulan yang dia inginkan. Jangan sampai dialihkan oleh pertanyaan atau sanggahan pendengar hingga dakwahnya keluar dari tujuan utamanya.

Seperti kisah dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun. Walaupun Fir’aun hendak mengalihkan dakwah beliau dengan berbagai pertanyaan, tapi Nabi Musa tetap fokus dengan tujuan utamanya.

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ -٢٣- قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إن كُنتُم مُّوقِنِينَ -٢٤- قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ -٢٥- قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ -٢٦- قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ -٢٧- قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ -٢٨-

Fir‘aun bertanya, “Siapa Tuhan seluruh alam itu?”

Dia (Musa) menjawab, “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan-mu), jika kamu mempercayai-Nya.”

Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?”

Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhan-mu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”

Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.”

Dia (Musa) berkata, “(Dia-lah) Tuhan (yang Menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti.” (Asy-Syuara’ 23-28)

♦ Harus memiliki kesabaran

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ -٣-

“Saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Al-Ashr 3)

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ -١٧-

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.”(Luqman 17)

♦ Tidak boleh melanggar kata-katanya sendiri

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ -٢- كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ -٣-

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (As-Shaff 2-3)

وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ -٨٨-

“Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya.”(Huud 88)

♦ Berdakwah di setiap tempat dan waktu dengan melihat kondisi. Seperti apa yang dilakukan Nabi Yusuf as di dalam penjara.

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ -٣٩-

“Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa?” (Yusuf 39)

♦ Tidak boleh dikomersialkan.

اتَّبِعُوا مَن لاَّ يَسْأَلُكُمْ أَجْراً وَهُم مُّهْتَدُونَ -٢١-

“Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Yasiin 21)

Selain syarat-syarat diatas, ada tips-tips khusus bagi para Da’i yang terangkum dalam Surat Al-Muddatsir. Allah berfirman kepada Rasulullah saw,

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ -١- قُمْ فَأَنذِرْ -٢-

“Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan.” (Al-Muddatsir 1-2)

Dan berikut ini adalah pesan-pesan Allah untuk para Da’i ,

1. Hanya Mengagungkan Allah swt dan tidak mengagungkan yang lain.

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ -٣-

“Dan agungkanlah Tuhan-mu.” (Al-Muddatsir 3)

2. Bersih secara dhohir maupun batin.

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ -٤-

“Dan bersihkanlah pakaianmu.” (Al-Muddatsir 4)

3. Tinggalkan segala perbuatan keji.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ -٥-

“Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji.” (Al-Muddatsir 5)

4. Tidak berharap untuk mendapat keuntungan dari dakwahnya.

وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ -٦-

“Dan janganlah engkau memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.”(Al-Muddatsir 6)

5.  Bersabar hanya karena Allah, bukan untuk memperoleh prestasi atau sanjungan manusia.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ -٧-

“Dan karena Tuhan-mu, bersabarlah.” (Al-Muddatsir 7)

http://www.khazanahalquran.com/dakwah-dalam-al-quran.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

Disaat gunung menjadi debu berterbangan

Siapa yang tak mendengar kabar tentang datangnya Hari Kiamat, akhir kehidupan dunia. Disaat bumi bergejolak, planet berbenturan, alam semesta hancur tak bersisa.

Manusia berlarian mencari perlindungan masing-masing. Anak tak ingat lagi kepada orang tuanya, suami lupa dengan istrinya, tak ada keluarga, kerabat atau teman yang peduli. Semuanya berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ -٣٤- وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ -٣٥- وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ -٣٦-

“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya.” (Abasa 34-36)

Salah satu kejadian di hari itu yang dikisahkan dalam Al-Qur’an adalah proses hancurnya gunung-gunung.

Bagaimana prosesnya?

« Berbenturan »

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً -١٤-

“Dan diangkatlah bumi dan gunung- gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.” (Al-Haqqah 14)

« Menjadi Kerikil Kecil »

يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيباً مَّهِيلاً -١٤-

“(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.” (Al-Muzammil 14)

« Menjadi Seperti Bulu »

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ -٥-

“Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (Al-Qari’ah 5)

« Menjadi Seperti Debu yang Beterbangan »

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسّاً -٥- فَكَانَتْ هَبَاء مُّنبَثّاً -٦-

“Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (Al-Waqi’ah 5-6)

« Menjadi Seperti Fatamorgana »

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَاباً -٢٠-

“Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.” (An-Naba’ 20)

« Rata dengan Tanah »

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسْفاً -١٠٥- فَيَذَرُهَا قَاعاً صَفْصَفاً -١٠٦-

“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhan-ku akan Menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya, kemudian Dia akan Menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali.” (Thaha 105-106)

Semoga kita termasuk golongan orang yang mendapat perlindungan di Hari Kiamat.

http://www.khazanahalquran.com/proses-hancurnya-gunung-di-hari-kiamat.html

Itulah Kiamat yang akan datang tetapi kematian adalah kiamat kecil yang hampir tiba.. dimanakah bekalan kita untuk kehidupan yang akan berpanjangan ???

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan Segala Hormatnya Dan Dengan Penuh Takzim Kami Ingin Mengucapkan Jutaan Terima Kasih Dan Setinggi-tinggi Penghargaan Kepada Yang Dihormati Tan Sri / Dato’ Sri  / Datuk Seri / Datuk / Dato’ / Tuan / Puan/ Muslimin / Muslimat, Saudara / Saudari Yang Dirahmati Allah SWT  Sekalian Diatas Sokongan Dan Kepercayaan Yang Tidak Berbelah Bagi Kepada Pihak Kami Ihya Assunnah Solution

Markaz Umar Al-Khattab Di Kampung Som, Selatan Kemboja Dibawah seliaan Asian Faundation For Education And Developman memohon jasa baik semua pihak untuk membantu kami meningkatkan ekonomi anak-anak yatim  melalui melalui aktiviti pertanian dan penternakkan dengan menghulurkan sumbangan ke akaun bank Acleda Bank Plc No 0700 02129439 1 3 atau  Akaun Maybank Ihya Assunnah Solution 553131011505.

Sila hantar sms atau slip bank in ke talian 0199576237 Ustaz Amin AJK  Asian Faundation For Education And Developman ( wakil di Malaysia ) atau email kepada ihyaassunnah68@gmail.com atau Dr. Zahry (Pengurus Markaz Umar Al-Khattab-Kemboja) +855 88580 8813. Sila kunjungi kami di Kemboja dalam Program Melancung Sambil Beribadat Bersama Abu Muhsin (+855 88 6615107-Berbahasa Melayu). Banyak tempat menarik dan berbagai kemudahan di Kampung Som, Sihanoukville,Selatan Kemboja.

Nota Tambahan:
Mohon jasa baik tuan/puan war-warkan mesej ini kepada individu2 dan group2 lain.
Wassalam.

 

 

 

 

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

Pada Rasulullah SAW terdapat segala kebaikan

Nabi Muhammad saw adalah penghubung seluruh hamba dengan Tuhannya. Sebelum sampai kepada kita, segala sesuatu yang datang dari Allah harus melalui Rasulullah terlebih dahulu.

Ayat-ayat berikut ini akan membuktikan bahwa Rasulullah adalah pintu penghubung segala karunia dan kenikmatan  yang akan turun kepada hamba-hamba-Nya. Semua karunia dibawah ini tidak akan kita raih tanpa melalui beliau,

Rahmat Allah

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ -١٠٧-

Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (Al-Anbiya’ 107)

Kemuliaan

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ -٨-

“Padahal kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang Mukmin.” (Al-Munafiqun 8)

Cinta Allah

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ -٣١-

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu.” (Ali Imran 31)

Ketaatan kepada Allah

مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ -٨٠-

“Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (An-Nisa’ 80)

Ampunan Allah

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّاباً رَّحِيماً -٦٤-

“Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (An-Nisa’ 64)

Dan dicabutnya adzab masal seperti umat terdahulu karena adanya berkah dari wujud Rasulullah saw

وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ -٣٣-

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (Al-Anfal 33)

Begitu agungnya derajat Rasulullah saw di sisi Tuhannya. Begitu besar jasa beliau kepada seluruh umat. Karena tanpanya, tiada kenikmatan, rahmat dan ampunan yang diturunkan kepada para hamba.

Posisi Nabi Muhammad seperti penghubung antara sumber listrik dengan lampu kecil.Kita yang kotor, kecil dan hina ini mustahil dapat berhubungan langsung dengan Yang Maha Suci dan Maha Agung.

Akhirnya, disitulah peran penting Rasulullah sebagai penghubung antara hamba dengan tuhannya. Bukankah solat kita tidak akan diterima tanpa bersolawat kepada beliau dan keluarganya?

Lebih dari itu, kita harus selalu menghadirkan beliau dalam solat-solat kita.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

http://www.khazanahalquran.com/nabi-muhammad-saw-penghubung-seluruh-hamba-dengan-tuhannya.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

4 Perbuatan yang menyebabkan hidup tidak tenang

Alam semesta memiliki hukum sebab akibat. Segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya. Sementara ilmu manusia begitu terbatas, banyak akibat yang tidak ia ketahui dari perbuatannya. Andai manusia tau apa dibalik maksiat dan perbuatan buruknya, pasti ia akan meninggalkannya jauh-jauh.

Al-Qur’an sering membuka rahasia dibalik perbuatan buruk, kali  ini ada 4 perbuatan yang akan disingkap akibatnya. Apa saja 4 perbuatan itu?

1. Menuruti syahwat menyebabkan abai terhadap solat.

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ -٥٩-

“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti syahwatnya.” (Maryam 59)

2. Durhaka kepada orang tua menyebabkan celaka dan kehilangan taufiq.

وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً -٣٢-

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (Maryam 32)

3.Berpaling Al-Qur’an menyebabkan kesempitan dan bencana dalam hidup

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً -١٢٤-

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (Thaha 123)

4.Tidak mendengarkan nasehat menyebabkan kegelisahan dan tidak bertahan dalam kebenaran.

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً -٦٦-

“Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan nasehat yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (An-Nisa’ 66)

Semoga kita jauh dari 4 perbuatan ini….

http://www.khazanahalquran.com/hati-hati-dengan-4-perbuatan-ini.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

3 Jaminan buat mereka yang berhubung dengan Allah SWT

Dalam bahasa arab, kata Soleh berasal dari kata Soluha yang artinya “baik”. Dan menurut istilah, orang soleh adalah orang yang baik dan taat kepada Allah swt.

Soleh adalah derajat yang tinggi di sisi Allah swt. Setiap muslim berkesempatan untuk meraih derajat ini. Menjadi soleh tak harus punya catatan hidup yang bersih dan suci sejak kecil. Siapapun bisa menjadi soleh asal punya kemauan yang kuat untuk meraihnya.Karena Allah swt membuka lebar pintu kembali bagi orang-orang yang ingin memperbaiki hubungan dengan-Nya.

Kemudian Al-Qur’an pun memberikan kabar gembira kepada mereka yang ingin memperbaiki hubugannya dengan Allah swt, karena Allah akan Menjaganya di beberapa waktu :

1. Allah akan Menjaganya di Masa Hidupnya.

وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

“Dia Melindungi orang- orang saleh.” (QS.Al-A’raf:196)

2. Allah akan Menjaga Keturunannya.

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحاً

“Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh.”(QS.Al-Kahfi:82)

*Bahkan riwayat menyebutkan bahwa keturunan orang soleh dalam ayat ini adalah keturunan generasi ketujuh. Betapa besar pengaruh kesalehan seseorang terhadap anak keturunannya.

3. Pahala yang Berlimpah di Akhirat.

ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً

“Pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.” (QS.Al-Qashas:80)

Karena itu, mari kita perbaiki hubungan dengan Allah swt. Semoga kita mampu meraih derajat soleh dan mendapatkan penjagaan Allah disetiap waktu.

http://www.khazanahalquran.com/3-jaminan-bagi-hamba-yang-memperbaiki-hubungan-dengan-allah-swt.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

 5 Golongan yang ditakuti oleh Sayyidina Husein bin Ali

 Sayyidina Husein bin Ali pernah berwasiat kepada putranya,

“Wahai anakku, perhatikanlah 5 macam manusia ini. Lalu janganlah engkau berteman dengan mereka.”

“Siapa mereka wahai ayahku, beritahukan kepadaku.” kata sang anak.

“Janganlah engkau berteman dengan pembohong karena ia seperti fatamorgana. Mendekatkan yang jauh darimu dan menjauhkan yang dekat.

Janganlah engkau berteman dengan seorang fasiq (ahli maksiat). Karena ia bisa menjualmu dengan sesuap makanan, bahkan lebih sedikit dari itu.

Janganlah engkau berteman dengan seorang yang bakhil (kikir). Karena ia akan menjerumuskanmu dengan hartanya disaat engkau sangat membutuhkannya.

Janganlah engkau berteman dengan orang dungu. Karena ia ingin memberi manfaat untukmu tapi malah menyusahkanmu.

Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang memutus silaturahmi. Karena aku menemukan (pemutus tali silaturahmi) sebagai orang-orang yang terlaknat didalam Al-Qur’an di tiga tempat,

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ – أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ

“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang Dikutuk Allah..” (QS.Muhammad:22-23)

وَالَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang Diperintahkan Allah agar disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” (QS.Ar-Ra’d:25)

الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُولَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang Diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS.Al-Baqarah:27)

 

Mari kita lebih berhati-hati untuk memilih teman dan jangan lupa untuk mengingatkan kepada keluarga dan anak-anak kita. Karena kepribadian seseorang sangat bergantung dengan siapa ia berteman.

Semoga Bermanfaat !

http://www.khazanahalquran.com/jangan-berteman-dengan-5-orang-ini.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

21 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Ibnu Mas’ud

Al-Qur’an adalah samudera yang tak berujung. Mempelajarinya tak memilik batas waktu dan tak mengenal kata selesai.

Kali ini kita akan mendengar wasiat-wasiat Rasulullah kepada sahabat yang cukup terkenal yaitu Ibnu Mas’ud.

Uniknya, wasiat-wasiat ini tak pernah lepas dari ayat-ayat suci Al-Qur’an. Setiap satu wasiat pasti disertai dengan ayat.

Hari ini kita akan sebutkan 5 wasiat Nabi kepada Ibnu Mas’ud :

1. Wahai Ibnu Mas’ud, jangan sampai engkau dipermainkan dunia serta syahwat dan keinginannya karena Allah swt Berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami Menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS.al-Mukminun:115)

2. Wahai Ibnu Mas’ud, jika engkau melakukan suatu perbuatan baik dan kau niatkan (perbuatan itu) untuk selain Allah maka janganlah mengharap pahala dari-Nya. Karena Allah swt Berfirman,

فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً

“Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.” (QS.al-Kahf:105)

3. Wahai Ibnu Mas’ud, jika manusia memujimu dengan perkataan, “Sungguh engkau telah terbiasa berpuasa disiang hari dan bangun ditengah malam.” sementara engkau tidak seperti pujian mereka maka janganlah berbangga diri karena Allah swt Berfirman,

لاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَواْ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُواْ بِمَا لَمْ يَفْعَلُواْ فَلاَ تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.” (QS.Ali Imran:188)

4. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah engkau meremehkan dan menganggap kecil sebuah dosa. Dan jauhilah dosa-dosa besar. Karena seorang hamba ketika melihat dosa-dosanya di Hati Kiamat, ia akan meneteskan air mata nanah dan darah. Allah swt Berfirman,

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَراً وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوَءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَداً بَعِيداً

“(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu.” (QS.Ali Imran:30)

5. Wahai Ibnu Mas’ud, jika dikatakan kepadamu “takutlah kepada Allah” maka janganlah engkau marah. Karena Allah swt Berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahannam, dan sungguh (Jahannam itu) tempat tinggal yang terburuk.” (QS.al-Baqarah:206)
6. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah menjadi orang yang keras ketika (menasehati) orang lain dan lemah terhadap dirinya sendiri. Karena Allah swt Berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (QS.as-Shaff:2)

7. Wahai Ibnu Mas’ud, jujurlah dan jangan keluar satu kebohongan pun darimu.  Layani orang lain dan berbuat baiklah kepada mereka. Ajaklah orang kepada kebaikan. Sambunglah silaturahmi. Janganlah kau menipu manusia. Dan tepatilah janjimu kepada mereka. Karena Allah swt Berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah Menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia Melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia Memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS.an-Nahl:90)

8. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah kau tampakkan kekhusyu’an dan sifat tawadhu’ kepada sesama manusia, sementara diantara engkau dan Tuhanmu penuh dengan kemaksiatan dan dosa-dosa. Karena Allah swt Berfirman,

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

“Dia Mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS.al-Ghafir:19)

9. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah kamu berkhianat kepada siapapun yang menitipkan hartanya atau menitipkan amanatnya kepadamu. Karena Allah swt Berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

“Sungguh, Allah Menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS.an-Nisa’:58)

10. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah engkau memilih sesuatu yang lain jika dibandingkan dengan dzikir kepada Allah swt. Karena Dia Berfirman,

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

“Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain).” (QS.Al-Ankabut:45)

11. Wahai Ibnu Mas’ud, duduklah bersama orang-orang yang baik dan jadikanlah saudaramu adalah orang-orang yang bertakwa dan zuhud. Karena Allah swt Berfirman,

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS.az-Zukhruf:67)

12. Wahai Ibnu Mas’ud, takutlah kepada Allah dan laksanakan kewajibanmu. Karena Allah swt Berfirman,

هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

“Dia-lah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.” (al-Muddatsir:56)

13. Wahai Ibnu Mas’ud, tinggalkan sesuatu yang tidak penting bagimu dan segera lakukan hal yang penting bagimu. Karena Allah swt Berfirman,

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

“Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.” (QS.Abasa:37)

14. Wahai Ibnu Mas’ud, jika kamu melakukan amal, lakukanlah dengan ikhlas hanya karena Allah swt. Karena Allah tidak akan menerima amal dari hamba-hamba-Nya kecuali dari mereka yang ikhlas. Sungguh Allah Berfirman,

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَى – إِلَّا ابْتِغَاء وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى – وَلَسَوْفَ يَرْضَى

“Dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,

tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhan-nya Yang Maha Tinggi. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).” (QS.al-Lail:19-20)

15. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah engkau mengatakan sesuatu kecuali yang telah kau dengar dan kau juga telah melihatnya. Karena Allah swt Berfirman,

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS.al-Isra’:36)

سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

“Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.” (QS.az-Zukhruf:19)

*Jangan mudah menyebarkan informasi kecuali kita telah mengetahui pasti tentang kejadiannya. Mendengar dari orang tidaklah cukup, jangan ikut bicara selama kita masih ragu dan belum melihat apa yang terjadi dengan mata kita sendiri.

16. Wahai Ibnu Mas’ud, cintailah orang-orang soleh. Karena seseorang (akan dibangkitkan) bersama yang ia cintai. Jika kau tak mampu melakukan kebaikan maka cintailah para ulama’. Karena Allah swt Berfirman,

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً

“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang Diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS.an-Nisa’:69)

17. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah kau menjadi orang yang membimbing dan menyuruh manusia untuk melakukan kebaikan sementara engkau sendiri lalai terhadapnya. Karena Allah swt Berfirman,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS.al-Baqarah:44)

18. Wahai Ibnu Mas’ud, jagalah lisanmu ! Karena Allah swt Berfirman,

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami Tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS.Yasiin:65)

19. Wahai Ibnu Mas’ud, perbaikilah niatmu. Karena Allah swt Berfirman,

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ – فَمَا لَهُ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ

“Pada hari ditampakkan segala rahasia, maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.” (QS.at-Thariq:9-10)

20. Wahai Ibnu Mas’ud, berhati-hatilah pada hari ketika catatan-catatan dibuka dan aib-aib ditampakkan. Karena Allah swt Berfirman,

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ

“Dan Kami akan Memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami Mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang Membuat perhitungan.” (QS.al-Anbiya’:47)

21. Wahai Ibnu Mas’ud, perbanyaklah berbuat kebaikan ! Karena orang yang berbuat baik dan yang berbuat buruk sama-sama akan menyesal.

Orang yang baik berkata : “Oh andai aku menambah kebaikanku !”

Sementara orang yang buruk berkata, “Oh, sungguh aku sangat kekurangan”

Dan buktinya terdapat pada Firman Allah swt,

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).” (QS.al-Qiyamah:2)

Semoga Bermanfaat !

http://www.khazanahalquran.com/wasiat-rasulullah-saw-kepada-ibnu-masud.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 13, 2018

7 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Salman Al-Farisi

Seorang sahabat bernama Salman Alfarisi pernah menceritakan,

“Kekasihku Rasulullah saw mewasiatkan kepadaku 7 perkara yaitu,

1. Aku diwasiatkan untuk melihat orang-orang dibawahku

2. Dan tidak melihat orang-orang yang berada diatasku.

3. Aku diwasiatkan untuk mencintai orang-orang faqir dan lebih dekat kepada mereka.

4. Aku diwasiatkan untuk mengatakan yang benar, walaupun itu pahit.

5. Aku diwasiatkan untuk menyambung silaturahmi walaupun mereka berpaling (dariku).

6. Aku diwasiatkan untuk tidak meminta apapun kepada manusia.

7. Aku diwasiatkan untuk memperbanyak mengucapkan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim” karena perkataan ini adalah simpanan dari harta karun surgawi.

 

Sungguh wasiat yang amat berharga dari lisan suci Rasulullah saw. Karena setiap sabda beliau adalah wahyu dari Allah swt.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS.An-Najm:3-4)

http://www.khazanahalquran.com/7-wasiat-rasulullah-saw-kepada-salman-alfarisi.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 12, 2018

6 Tips Kesihatan Dari Rasulullah SAW

Terkadang...

Khazanahalquran.com – Sampailah kita pada resep ke empat dari seri 6 Resep Hidup dari Rasulullah saw. Sebelumnya kita telah mendapat resep tentang

  1. Rahasia Agar Dicintai Allah
  2. Rahasia Agar Dicintai Manusia.
  3. Rahasia Agar Rezeki Bertambah.

Dan kali ini kita akan melanjutkan pada resep ke empat. Sahabat itu berkata kepada Rasulullah saw,

“Ajari aku sebuah amalan agar tubuhku sehat.”

Rasul pun memberi resepnya,

“Jika kau ingin badanmu sehat, perbanyaklah berpuasa !”

 

Mungkin kita bertanya, mengapa harus puasa? Kita akan mencari jawabannya melalui kisah berikut ini,

Di zaman Rasulullah saw, Raja dari Mesir yang ingin memberi hadiah kepada beliau. Ia mengirimkan 3 macam hadiah berupa kuda, wanita bernama Mariam Qibtiyah yang akhirnya menjadi istri Nabi dan seorang dokter.

Singkat cerita, dokter itu memulai prakteknya di Madinah. Sudah beberapa hari berlalu, tapi ia belum menemukan pasien yang sakit. Ia pun terheran karena di negerinya ia selalu sibuk mendapati orang-orang yang sakit. Akhirnya dokter ini mendatangi para sahabat (dalam riwayat lain mendatangi Rasul secara langsung) lalu bertanya, “Sudah beberapa hari aku disini namun sulit sekali mendapati orang yang sakit. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Kemudian Rasul pun menjawab,

“Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan kecuali ketika lapar dan ketika makan tidak sampai kenyang.”

 

Dalam riwayat yang lain, Rasul juga pernah bersabda,

“Perut adalah rumahnya penyakit”

 

Dari riwayat diatas akan kita temukan bahwa ribuan penyakit muncul akibat kekenyangan. Dan penelitian ilmiah mendukung hal ini.

Di waktu yang lain, ada seorang dokter non-muslim yang datang kepada Imam Ja’far Shodiq (Guru dari Imam Madzhab Hanafi dan Maliki). Dokter itu berkata, “Coba tunjukkan padaku, apakah Al-Qur’an yang turun kepada Nabimu itu juga membicarakan tentang kedokteran?”

Imam pun menjawab, “Ya, dan hanya tercantum dalam satu ayat yaitu,

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS.Al-A’raf:31)

 

Perut adalah sumber penyakit bila tidak dijaga. Jika kita ingin belajar kepada Rasulullah tentang cara hidup sehat, maka perhatikan cara serta makanan yang masuk ke perut kita. Imam Ali pun pernah berwasiat kepada putranya Hasan,

“Wahai Hasan, jika engkau tidak ingin bertemu dokter selama hidupmu maka tinggalkanlah makananmu ketika engkau masih membutuhkan (masih bernafsu).”

Karena itulah, jika perut adalah sumber penyakit maka obatnya adalah puasa ! Jika kau ingin sehat, perbanyaklah puasa, kata Rasulullah saw.

Tapi ingat, puasa yang dimaksud adalah puasa dengan menjaga tata cara yang sebenarnya. Bukan puasa menahan lapar di siang hari lalu balas dendam dengan makan berlebihan ketika berbuka.

Apa artinya puasa jika tetap berlebihan ketika berbuka? Tak sedikit orang yang berbuka hingga tak mampu bernapas karena kekenyangan.

Karena itulah, mari kita jaga cara makan kita. Jika kita bisa membayangkan perut ini terbagi menjadi tiga bagian. Isi 1/3 nya dengan makanan, lalu 1/3 nya dengan minuman dan sisakan 1/3 nya untuk bernafas.

Namun anjuran untuk tidak berlebihan dalam makan hanya berlaku di dunia saja. “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” Sementara di surga kelak, manusia dipersilahkan untuk menikmati kenikmatan tanpa batas. Karena itu bersabarlah sejenak !

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (QS.Al-Haqqah:24)

 

Jika kita yakin dengan resep dari Rasulullah ini, mari kita perbaiki cara makan kita sehari-hari dan mulai belajar untuk memperbanyak puasa. Dan semoga kita termasuk golongan ahli surga yang bisa menikmati kenikmatan tanpa batas.

http://www.khazanahalquran.com/6resephidupdarirasulullah-4-rahasia-agar-tubuh-sehat.html

Posted by: peribadirasulullah | Januari 12, 2018

6 Rahsia Untuk Bersama Rasulullah SAW Di Akhirat Nanti

Khazanahalquran.com – Sampailah kita pada resep terakhir dari seri 6 Resep Hidup dari Rasulullah saw. Sebelumnya kita telah mendapat resep tentang :

  1. Rahasia Agar Dicintai Allah
  2. Rahasia Agar Dicintai Manusia.
  3. Rahasia Agar Rezeki Bertambah.
  4. Rahasia Agar Tubuh Sehat.
  5. Rahasia Agar Umur Panjang

Dan kali ini kita akan melanjutkan pada resep terakhir. Sahabat itu berkata kepada Rasulullah saw,

“Ajari aku sebuah amalan agar dibangkitkan bersamamu.”

Rasul pun memberi resepnya,

“Jika kau ingin dibangkitkan bersamaku, perbanyaklah sujud dihadapan Allah swt !”

 

Sujud adalah posisi terdekat seorang hamba kepada Tuhannya. Karena sujud adalah meletakkan kepala ke atas tanah sebagai simbol kehinaan diri kita dihadapan Allah swt.

Ingatkah kita tentang kisah seorang yang berkhidmat mengambilkan air wudhu Rasulullah selama 7 tahun. Ketika ia meminta untuk dibangkitkan di surga bersama beliau, Rasul pun bersaba, “Maka bantulah aku dengan memperbanyak sujud” Baca Kisah selengkapnya : Kisah Seorang yang Mengambilkan Air Wudhu Rasulullah selama 7 Tahun.

Hidup memang tak pernah lepas dari masalah. Namun tenanglah, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan dengan sujud kepada Allah. Sebesar apapun masalah yang menimpa, ada jalan yang tak pernah tertutup untuk mendapat jalan keluarnya. Serumit apapun masalahnya, Allah memberi solusi untuk menyelesaikan semuanya. Solusi itu ada dalam satu ayat suci,

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (QS.Al-Alaq:19)

Sujud adalah posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika seorang hamba bersujud, Allah berfirman kepadanya,

“Duhai hamba-Ku, apa yang kau mohon akan Kuberikan”

Karena itulah, dosa yang amat besar jika seorang hamba bersujud kepada selain-Nya. Karena sujud hanya milik Allah semata.

Ketika sujud dihadapan-Nya, hilangkan semua harapan kepada siapapun selain kepada-Nya. Tunduklah, menangislah dan mohon semua yang kita perlukan karena disitulah waktu terdekat kita dengan Allah swt.

Karenanya, kita sering mengenal sujud syukur ataupun sujud yang lainnya untuk menghadirkan Allah disetiap waktu kita. Ada pula sujud yang dilakukan ketika dalam keadaan terjepit masalah. Saat tak tau lagi harus berbuat apa, sujudlah dan ucapkan Ya Arhamar rahimin 7 kali maka Allah akan mendengarnya dan berfirman,

“Ya, Akulah Arhamur Rahimin.. Apa yang kau butuhkan duhai hamba-Ku”

Jika ingin dibangkitkan bersama Rasulullah saw, resepnya adalah perbanyak sujud dihadapan-Nya. Sujud adalah jalan keluar bagi urusan dunia dan akhirat. Selesai sudah ke enam resep dari seri 6 resep hidup dari Rasulullah saw. Semoga dapat menjadi pegangan bagi kehidupan dunia maupun akhirat kita.

http://www.khazanahalquran.com/6resephidupdarirasulullah-6-rahasia-agar-dibangkitkan-bersama-rasulullah.html

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori