Posted by: peribadirasulullah | Mac 8, 2017

ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH SWT

*ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH*

عن أبي عمرو وقيل : أبي عمرة سفيان بن عبدالله الثقفي رضي الله عنه – قال : يا رسول الله , قل لي في الإسلام قولاً لا أسأل عنه أحداً غيرك, قال ” قل آمنت بالله ثم استقم ” رواه مسلم .
Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdullah RA, ia berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu’. Rasulullah Bersabda: ‘Katakanlah : Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu. [HR Muslim] Hadits Arbain Ke 21

Catatan Alvers

Kata Istiqamah merupakan derivasi (turunan kata; musytaq) dari akar kata “qama” yang berarti berdiri. Maka istiqamah diartikan tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Menurut Al-Wasithi: istiqamah adalah etika yang menjadikan sempurnanya berbagai kewajiban. Orang disebut istiqamah jika ia mempertahankan keimanan dan akidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. Ia bak batu karang yang tegar menghadapi gempuran ombak-ombak yang datang silih berganti. tidak mudah kendor dalam perjalanan amalnya. Hal yang terpenting dalam meraih istiqamah adalah urusan hati. Rasul saw bersabda :
لَايَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ.
“Tidaklah bisa istiqamah Iman seorang hamba sampai istiqamah hatinya” (HR Ahmad)
Maka beliau mengajarkan doa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”

Istiqamah dalam kebaikan dibutuhkan keteguhan hati dari ucapan-ucapan yang mengganggu dan berpaling darinya, tetap mengikuti jalan petunjukNya. Alvers, dalam kisah yang populer dikisahkan, bahwa pada suatu hari Luqman al-Hakim telah memasuki pasar dengan menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikutinya dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, orang-orang berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak berbelas kasih, anaknya dibiarkan berjalan kaki.” Setelah mendengarkan perkataan dari orang-orang tersebut maka Luqman pun turun dari himarnya lalu didudukkanlah anaknya di atas himar itu. Melihat keduanya, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tua itu tidak mendidik tatakrama kepada anaknya dengan benar, sungguh kurang ajar anaknya itu.” Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun naik ke punggung himar itu bersama anaknya. Kemudian orang-orang berkata lagi, “Lihat itu dua orang itu keduanya menaiki seekor himar, mereka sungguh menyiksa himar itu.” Merespon percakapan orang tersebut Luqman dan anaknya turun dan berjalan kaki dibelakang dari himarnya, kemudian terdengar lagi orang berkata, “Sungguh aneh, Dua orang berjalan kaki sementara mereka memiliki himar yang tidak dikendarai.” Dalam perjalanan pulang, Luqman al-Hakim menasihati anaknya mengenai sikap manusia dan ucapan-ucapan mereka. Ia berkata,
بنيّ العزيز هل نظرت الى ان إرضاء الناس لا يدرك ؟ فلا تلتفت اليهم واشتغل برضى الله جل جلاله
“Wahai Anakku, Engkau telah melihat sendiri bahwa mencari ridlo manusia adalah hal yang tidak mungkin tercapai, maka janganlah perdulikan ucapan mereka. Sibukkan dirimu dengan mencari ridlo Allah swt.

Simaklah Janji Allah : “Dan seandainya mereka itu bersikap istiqamah di atas jalan kebenaran, maka pastilah Kami siramkan kepada mereka air yang melimpah.” (QS. Al-Jinn [72]:16). Mungkin inilah yang terjadi kepada Bapak Sadi, seorang kakek yang renta namun masih memiliki ghirah (semangat) yang tinggi dalam beribadah sejak masa mudanya. Shalat 5 waktu dikerjakannya di awal waktu ketika adzan terdengar berkumandang. Beliau juga senantiasa melaksanakan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an di setiap pagi dan sore hari. Ketika musim kemarau yang berkepanjangan, sumur-sumur warga desa menjadi kering. Tidak ada sumber air untuk keperluan sehari-hari, tetapi tidak jauh di belakang rumah Bapak Sadi tetap mengalir sumber mata air yang mencukupi semua warga yang membutuhkannya. Alvers, Dikisahkan oleh cucu menantunya sendiri, Ust.Samson Rahman, penterjemah buku Best Seller La Tahzan bahawa ini adalah wujud keberkahan dari Allah swt. Wallahu A’lam. Semoga anda yang membaca postingan ini dan semua anggota grup ini dijadikan orang-orang yang istiqamah di jalanNya…

Renungan Bersama Ihya Assunnah Solution

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

 

Marilah kita membuktikan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW melalui tindakan kita membantu umat Islam yang tertindas  seperti di Syria, Myanmar, Palestin, Iraq dan lain-lain negara Islam  yang diuji oleh Allah SWT. Kita yang hidup dengan penuh kenikmatan dan keamanan patutlah bersyukur diatas nikmat kurniaan Allah SWT. Marilah kita zahirkan kesyukuran kita dengan  membantu golongan pelajar yang menuntut ilmu agama.

 

Bantulah kami untuk meringankan bebanan yuran pengajian mahasiswa dan mahasiswi Kemboja (88 Orang University Fatoni,Thailand) yang amat miskin. Mereka berusaha meneruskan pengajian walaupun terpaksa menjadi buruh binaan atau nelayan semasa cuti pengajian. Melalui  Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank  553131011505 * Kami telah berusaha membantu mereka sedaya upaya dan amanah yang kami dipertanggungjawabkan telah kami laksanakan dengan izin Allah SWT. Sebarang cadangan kirimkan melalui gmail : ihyaassunnah68@gmail.com Tel No:0199576237.

 

 

Posted by: peribadirasulullah | Mac 8, 2017

PANDUAN RUHANI KETIKA SAKARATUL MAUT-IMAM AL-GHAZA

Image may contain: text

PANDUAN RUHANI KETIKA SAKARATUL-MAUT

Abu Hurairah meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Suatu ketika Malaikat Maut mendatangi orang yang sedang sekarat. Setelah melihat ke dalam hatinya dan tidak menemukan apa pun di situ, Malaikat lalu membuka janggut orang itu dan mendapati ujung lidahnya melekat pada langit-langit mulutnya selagi di mengucapkan, ‘Laa ilaha illa Allah’. Dosa-dosanya diampuni karena kalimat ikhlas yang telah diucapkannya.” (HR At-Tirmidzi)

Imam Al-Ghazali menjelaskan, seharusnya orang yang memberikan bantuan untuk menuntun kalimat syahadat orang yang sedang mendekati sakartul-maut tidak memaksa-maksa. Dia harus menggunakan cara yang lemah lembut, karena boleh jadi lidah orang sekarat itu tak mampu mengucapkan kalimat syahadat.

Sebaliknya, rasa tertekan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan lidahnya itu membuat dia merasakan dorongan tersebut sebagai beban berat dan menimbulkan rasa benci terhadap kalimat syahadat. Dikhawatirkan itu dapat mengakibatkan su’ul khatimah.

Sesungguhnya, maksud kalimat ini untuk memastikan bahwa seseorang yang akan meninggal dunia telah berhasil mengosongkan hatinya dari segala sesuatu selain Allah.

Dengan demikian, jika tidak ada lagi yang dituju kecuali Allah Yang Mahaesa, Al-Haqq, maka melalui kematian, kedatanganya menghadap Sang Kekasih akan merupakan kebahagiaan tertinggi.

Tetapi, jika hatinya masih dilihat perasaan cinta kepada dunia, condong kepadanya dan menyesali hilangnya nikmat duniawi, maka meskipun kalimat tauhid itu berada di lidahnya, sedang hatinya tidak memperkuat ucapan itu. Tentu, nasib seseorang tergantung kepada Allah yang berisi segala kemungkinan. Ini terjadi karena gerak lidah saja tidak banyak membawa faedah, kecuali jika Allah SWT melalui rahmat-Nya berkenan menerimanya.

Dan, berbaik sangka kepada Allah sangat dianjurkan pada saat sakaratul maut.

—Imam Al-Ghazali dalam kitab Dzikr al-Maut, Ihya Ulumuddin

Renungan Bersama Ihya assunnah Solution

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

 

Marilah kita membuktikan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW melalui tindakan kita membantu umat Islam yang tertindas  seperti di Syria, Myanmar, Palestin, Iraq dan lain-lain negara Islam  yang diuji oleh Allah SWT. Kita yang hidup dengan penuh kenikmatan dan keamanan patutlah bersyukur diatas nikmat kurniaan Allah SWT. Marilah kita zahirkan kesyukuran kita dengan  membantu golongan pelajar yang menuntut ilmu agama.

 

Bantulah kami untuk meringankan bebanan yuran pengajian mahasiswa dan mahasiswi Kemboja (88 Orang University Fatoni,Thailand) yang amat miskin. Mereka berusaha meneruskan pengajian walaupun terpaksa menjadi buruh binaan atau nelayan semasa cuti pengajian. Melalui  Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank  553131011505 * Kami telah berusaha membantu mereka sedaya upaya dan amanah yang kami dipertanggungjawabkan telah kami laksanakan dengan izin Allah SWT. Sebarang cadangan kirimkan melalui gmail : ihyaassunnah68@gmail.com Tel No:0199576237.

 

 

 

Posted by: peribadirasulullah | Mac 8, 2017

Jalan-Jalan Ke Syurga

Image may contain: text

Pada setiap Jumaat, selepas selesai menunaikan solat Jumaat, seorang Imam dan anaknya yang berumur 7 tahun akan berjalan menyusuri jalan di kota itu dan menyebarkan risalah bertajuk “Jalan-jalan Syurga” dan beberapa karya Islamik yang lain.

Pada satu Jumaat yang indah, pada ketika Imam dan anaknya itu hendak keluar seperti biasa meghulurkan risalah-risalah Islam itu, hari itu menjadi amat dingin dan hujan mulai turun.

Anak kecil itu mula membetulkan jubahnya yang masih kering dan panas dan seraya berkata “Ayah! Saya dah bersedia”

Ayahnya terkejut dan berkata “Bersedia untuk apa?”. “Ayah bukankah ini masanya kita akan keluar menyampaikan risalah Allah”

“Anakku! Bukankah sejuk keadaan di luar tu dan hujan juga agak lebat”

“Ayah bukankah masih ada manusia yang akan masuk neraka walaupun ketika hujan turun”

Ayahnya menambah “Ayah tidak bersedia hendak keluar dalam keadaan cuaca sebegini”

Dengan merintih anaknya merayu “Benarkan saya pergi ayah?”

Ayahnya berasa agak ragu-ragu namun menyerahkan risalah-risalah itu kepada anaknya “Pergilah nak dan berhati-hatilah. Allah bersama-sama kamu!”

“Terima kasih Ayah” Dengan wajah bersinar-sinar anaknya itu pergi meredah hujan dan susuk tubuh kecil itu hilang dalam kelebatan hujan itu.

Anak kecil itu pun menyerahkan risalah-risalah tersebut kepada sesiapa pun yang dijumpainya. Begitu juga dia akan mengetuk setiap rumah dan memberikan risalah itu kepada penghuninya.

Setelah dua jam, hanya tinggal satu saja risalah “Jalan-jalan Syurga” ada pada tangannya. DIa berasakan tanggungjawabnya tidak akan selesai jika masih ada risalah di tangannya. Dia berpusing pusing ke sana dan ke mari mencari siapa yang akan diserahkan risalah terakhirnya itu namun gagal.

Akhirnya dia ternampak satu rumah yang agak terperosok di jalan itu dan mula mengatur langkah menghampiri rumah itu. Apabila sampai sahaja anak itu di rumah itu, lantas ditekannya loceng rumah itu sekali. Ditunggunya sebentar dan ditekan sekali lagi namun tiada jawapan. Diketuk pula pintu itu namun sekali lagi tiada jawapan. Ada sesuatu yang memegangnya daripada pergi, mungkin rumah inilah harapannya agar risalah ini diserahkan. Dia mengambil keputusan menekan loceng sekali lagi. Akhirnya pintu rumah itu dibuka.

Berdiri di depan pintu adalah seorang perempuan dalam lingkungan 50an. Mukanya suram dan sedih. “Nak, apa yang makcik boleh bantu?”

Wajahnya bersinar-sinar seolah-olah malaikat yang turun dari langit. “Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik. Saya datang ini hanya hendak menyerahkan risalah akhir ini dan makcik adalah orang yang paling bertuah”. Dia senyum dan tunduk hormat sebelum melangkah pergi.

“Terima kasih nak dan Tuhan akan melindungi kamu” dalam nada yang lembut

Minggu berikutnya sebelum waktu solat Jumaat bermula, seperti biasa Imam memberikan ceramahnya. Sebelum selesai dia bertanya ” Ada sesiapa nak menyatakan sesuatu”

Tiba-tiba sekujur tubuh bangun dengan perlahan dan berdiri. Dia adalah perempuan separuh umur itu. “Saya rasa tiada sesiapa dalam perhimpunan ini yang kenal saya. Saya tak pernah hadir ke majlis ini walaupun sekali. Untuk pengetahuan anda, sebelum Jumaat minggu lepas saya bukan seorang Muslim.
Suami saya meninggal beberapa tahun lepas dan meninggalkan saya keseorangan dalam dunia ini” Air mata mulai bergenang di kelopak matanya.

“Pada Jumaat minggu lepas saya mengambil keputusan untuk membunuh diri. Jadi saya ambil kerusi dan tali. Saya letakkan kerusi di atas tangga menghadap anak tangga menuruni. Saya ikat hujung tali di galang atas dan hujung satu lagi diketatkan di leher. Apabila tiba saat saya untuk terjun, tiba-tiba
loceng rumah saya berbunyi. Saya tunggu sebentar, pada anggapan saya, siapa pun yang menekan itu akan pergi jika tidak dijawab. Kemudian ia berbunyi lagi. Kemudian saya mendengar ketukan dan loceng ditekan sekali lagi”.

“Saya bertanya sekali lagi. Belum pernah pun ada orang yang tekan loceng ini setelah sekian lama. Lantas saya melonggarkan tali di leher dan terus pergi ke pintu”

“Seumur hidup saya belum pernah saya melihat anak yang comel itu. Senyumannya benar-benar ikhlas dan suaranya seperti malaikat”. “Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik” itulah kata-kata yang paling indah yang saya dengar”.

“Saya melihatnya pergi kembali menyusuri hujan. Saya kemudian menutup pintu dan terus baca risalah itu setiap muka surat . Akhirnya kerusi dan tali yang hampir-hampir menyentap nyawa saya diletakkan semula ditempat asal mereka. Aku tak perlukan itu lagi”.

“Lihatlah, sekarang saya sudah menjadi seorang yang bahagia, yang menjadi hamba kepada Tuhan yang satu ALLAH. Di belakang risalah terdapat alamat ini dan itulah sebabnya saya di sini hari ini. Jika tidak disebabkan malaikat kecil yang datang pada hari itu tentunya roh saya ini akan berada selama-lamanya di dalam neraka”

Tiada satu pun anak mata di masjid itu yang masih kering. Ramai pula yang berteriak dan bertakbir ALLAHUAKBAR!

Imam lantas turun dengan pantas dari mimbar lantas terus memeluk anaknya yang berada di kaki mimbar dan menangis sesungguh-sungguh hatinya.

Jumaat ini dikira Jumaat yang paling indah dalam hidupnya. Tiada anugerah yang amat besar dari apa yang dia ada pada hari ini. Iaitu anugerah yang sekarang berada di dalam pelukannya. Seorang anak yang seumpama malaikat.

Biarkanlah air mata itu menitis. Air mata itu anugerah ALLAH kepada makhlukNya yang penyayang

Renungan bersama Ihya Assunnah Solution ….

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

 

Marilah kita membuktikan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW melalui tindakan kita membantu umat Islam yang tertindas  seperti di Syria, Myanmar, Palestin, Iraq dan lain-lain negara Islam  yang diuji oleh Allah SWT. Kita yang hidup dengan penuh kenikmatan dan keamanan patutlah bersyukur diatas nikmat kurniaan Allah SWT. Marilah kita zahirkan kesyukuran kita dengan  membantu golongan pelajar yang menuntut ilmu agama.

 

Bantulah kami untuk meringankan bebanan yuran pengajian mahasiswa dan mahasiswi Kemboja (88 Orang University Fatoni,Thailand) yang amat miskin. Mereka berusaha meneruskan pengajian walaupun terpaksa menjadi buruh binaan atau nelayan semasa cuti pengajian. Melalui  Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank  553131011505 * Kami telah berusaha membantu mereka sedaya upaya dan amanah yang kami dipertanggungjawabkan telah kami laksanakan dengan izin Allah SWT. Sebarang cadangan kirimkan melalui gmail : ihyaassunnah68@gmail.com Tel No:0199576237.

 

Image may contain: 5 people, people sitting and indoor

Image may contain: 3 people, child and outdoor

Image may contain: 7 people, outdoor

Image may contain: 4 people, people sitting

Image may contain: 5 people, people standing and outdoor

Image may contain: 4 people, people standing and outdoor

Image may contain: 5 people

Alhamdulillah dengan Izin Allah SWT dan dengan pertolongan Abu Muhsin sebagai wakil rasmi Ihya Assunnah Solution Di Koh Kong Selatan, Kemboja. Amanah Insan-insan Mulia Dari Malaysia dapat dilaksanakan.

Program Waqaf Al-Quran Terjemahan Dalam Bahasa Khmer Kepada Para Muallaf Dan Fakir Miskin Di Bumi Kemboja Dan Sumbangan Keperluan Makanan Asasi Kepada Fakir Miskin Melalui Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank 553131011505 dapat dilaksanakan dengan jayanya.

Jutaan Terima Kasih buat Insan-insan Mulia Kamiliah Bt Mahmood, Aida Binti Yussof, Bibi Kamariah, Mohd Asyraf Bin Othman, Asiah Bt Tapa, Musa Bin Mohd Yusof, Amir Bin Mohd Hilmi, Ismadi Bin Zakaria, Roslan Mohamed, Nor Sa’adah Bt Abdul Aziz, Siti Rohani Bt Mohammad, Abd Jamil Bin Abdullah, Mahathir Bin Mahali, Mohamad Afifi, Mohamad Supar, Norman Hamdzah, Nadhirah Bt Omar, Ratno Idrus, Rosliza Bt Arifin, Mazlan Bin Abdul Hamid, Mohd Imran Bin Rahim, Jamaliah Bt Rahim, Hamiyah Bt Mohd, Nor Saddiah, Nik Hasizwan dan lain-lain sahabat yang ikhlas membantu Umat Islam Di Kemboja.

Semoga Allah SWT menerima amalan yang kita semua telah lakukan  dan semoga Allah mengurniakan  rezeki yang melimpah ruah kepada para penderma dan juga kepada semua pihak turut menyumbangkan tenaga dan mengorbankan masa sehingga terlaksananya segala amanah yang telah diamanahkan kepada Ihya Assunnah Solution .

الاية : ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه ان الله بلغ امره قد جعل الله لكل شيء قدرا-
صدق الله العظيم
In Sya Allah Hutaala.

Dengan sumbangan ikhlas RM 400.00  Ihya Assunnah Solution mampu menunaikan amanah anda membeli barang keperluan makanan asas bagi 5 buah keluarga.

Dengan RM 100.00 anda mampu mewaqafkan senaskah Al-Quran Terjemahan bahasa Khmer.

Jika ada pihak yang ingin menghulurkan sumbangan berbuka puasa bagi tahun 2017 ini, amatamat dialu-alukan.

https://www.facebook.com/muslimkemboja.melayuchampa

 

 

Posted by: peribadirasulullah | Mac 4, 2017

Kita akan malu dihadapan Allah SWT

Rezeki Bertambah Disebabkan Sedekah

1) Rezeki pendapatan- smga yg halal; diridhoi Allah; nikmat dari Allah; ada yg dikurnia kaya raya; ada yg fakir miskin; yg senang bantu yg susah; yg susah mendoakn yg senang (apabila diberi bantuan).

2) Lain2 nikmat Allah- anugerah kesihatan; kemudahan pancaindera; kelengkapan udara dan lain2 yg x terhitung banyaknya; semuanya amanah Allah.

3) Islam amat menggalakn amalan sedekah spt firman Allah surah Al-baqarah/261 bermaksud: “Bandingan (derma) orng yg membelanjakn hartanya pd jalan Allah ialah sama spt biji benih yg tumbuh menerbitkn tujuh tangkai, tiap2 tangkai itu pula mengandungi seratus biji…….”

4) Sabda Rasul SAW bermaksud: “tidak berkurang harta dgn sebab bersedekah maka bersedekahlah” -HR: Ahmad

5) Bersedekah- sesuatu yg dibuat pd jalan Allah utk mendapat keridhoanNya; selain harta dn wang ringgit, sedekah termasuk ucapan tasbih, takbir, tahmid, tahlil, amar makruf, nahi munkar dll.

6) Firman Allah surah Al-baqarah/264 bermaksud: “Wahai orng yg beriman! jgn rosakkn (pahla amal) sedekah kamu dgn perkataan membangkit2 dan (melalui kelakuan) yg menyakiti spt orng yg membelanjakn hartanya kerana hendak menunjuk2 kpd manusia (riak)………”.

7) Firman Allah surah Ad-dhuha/10 bermaksud: “Adapun orng yg meminta (bantuan) maka janganlah engkau tengking herdik”.

8) Sabda Rasul SAW bermaksud: “Sesiapa yg menafkahkan sepasang hartanya di jln Allah, ia kelak akn diseru dari pintu2Nya (syurga)…dari pintu solat…pintu jihad…pintu sedekah…pintu puasa…tiada sebarang halangan keatas orang2 yg diseru dari pintu2 tsbt ( utk masuk melalui kesemuanya)”- HR: Al-bukhari.

9) Firman Allah surah Al-baqarah/268 bermaksud: “Syaitan itu menjanjikan (menakutkan) kamu dgn kemiskinan dan kepapaan (jika kamu bersedekah atau berderma) dan ia menyuruh kamu melakukn perbuatan keji dan (bersikap bakhil kedekut) sedang Allah menjanjikan kamu dgn keampunan dpdNya serta kelebihan kurniaNya …………”

Buktikan Cinta Anda Kepada Saudara Seagama Melalui Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank 553131011505 … Bantulah Kami Umat Islam Di Kemboja

باراك الله لي ولكم …

Posted by: peribadirasulullah | Mac 4, 2017

Apabila Allah SWT Dekat Dengan Kita

Image may contain: aeroplane, sky, cloud and text

Kisah yang mungkin boleh memberi pengajaran kepada kita semua..

Rahmat Allah. Pagi-pagi ini Allah takdirkan kereta saya, semasa di lorong kanan terlanggar ada besi tengah jalan di plus nkve. Mungkin besi dari mana-mana kenderaan besar agaknya.. Tangki minyak kereta saya pecah. Saya terus berhenti. Kuat bau minyak. Berhenti tepi jalan. Syukur nampak minyak keluar lepas tu dah habis. Niat nak hantar mak ayah mertua ke klia. Terima kaseh Al Faqir Azri Aziz sanggup secara mengejut datang pagi-pagi ini hantarkan mak ayah mertua ke klia. Syukur pada Allah. Terima kaseh Allah.

Sedang duduk seorang diri di bawah jambatan pukul 5 pagi dah. Seorang abang naik motor berhenti. Dia tanya kenapa. Saya jawab Allah sayang. Dia beri rahmat tangki minyak dah pecah.

Katanya, tadi saya laju juga di kanan. Tak perasan pula. Jawab saya, alhamdulillah saya yang langgar. Saya senyum dan kata padanya. Baik Allah. Sayang Allah. Saya tengah tunggu apa rahmat Allah nak beri. Yang pasti dosa diampunkan dengan musibah begini. Tapi saya dah baca doa keluar rumah. Dan solat 2 rakaat. Dia beri musibah kecil asbab elakkan kita dari musibah yang lagi besar.

Abang tadi tiba-tiba sebak. Saya tanya kenapa. Jawabnya aku dah lama hilang percaya pada tuhan. Kau duduk tepi jalan kereta rosak tapi kau kata Allah baik. Kau puji dia. Aku dah lama tak solat. Aku tak percaya dia..

Kenapa tak puji dia. Siang malam dia jaga saya. Saya bukan seorang diri di sini. Allah bersama saya. Macam mak ayah melihat anak dia belajar berjalan walau jatuh. Mak ayah bahagia lihat anaknya jatuh kerana anaknya sedang berusaha kuat. Sambil senyum dia tengok anak kecilnya. Allah Maha Penyayang. Sayang kita jauh lebih dari ibuayah sayang pada anaknya.

Abang tahu tak bila tengok abang datang tadi saya kata inilah jawapan kepada musibah saya hari ini. Allah sayang abang. Abang nampak orang tepi jalan abang sanggup berhenti dan duduk sini. Sedangkan abang dah nak pergi kerja. Allah takdirkan kereta saya rosak supaya dapat jumpa abang. Sebab Dia sayang abang. Dia nak suruh kita puji dia tepi highway nie.

Sejak saya belajar kenal Allah saya bahagia. Rasa tenang..jaga solat awal waktu dekat diri pada Allah. Tak lama kita akan balik pada dia..di mana pun kita. Siapa pun kita, tak lama kita akan balik pada Dia..

Dia menangis. Ya Allah dah lama saya tak solat. Semenjak isteri saya lari dengan orang lain. Ya Allah..Sebut Allah pun saya dah tak nak. Saya sebut tuhan jer.

Takper abang. Allah sayang abang. Dia maha pengampun. Dia Maha Baik. Dia tengah tengok kita sekarang.

Ya Allah jadikanlah kesusahan sikit-sikit ini jadi asbab hidayah buat peserta keluargasunnah sabtu ini. Ramai yang datang dengan harapan ingin bahagia dalam rumahtangga. Pasti ilmu Al-Quran dan Hadis dan kehidupan para sahabah rhum memberi kesan bahagia yang hakiki. Ketenangan dan penyejuk mata.. Jika konsert lalai pun buat ramai orang terpengaruh. InsyaAllah saya yakin keluarga bawa sunnah pasti bahagia. Bercinta semula. Ya Allah yang ada masalah rumahtangga bantulah selesaikan dan berilah mereka bahagia sampai syurga.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 28, 2017

17 Kelebbihan Mempelajari Al-Quran

No automatic alt text available.

Kelebihan penuntut ilmu khasnya ilmu al- quran:-

1) Sebaik-baik manusia ialah yang *belajar* dan *mengajar* Al-Quran.

2) Ahli Al-Quran adalah insan yang harus diperlumbai amalannya
kerena tiada amalan  yg lebih *mulia* dari  *membaca* Al-Quran.

3) Yang *mahir*dengan  Al-Quran akan bersama dengan para malaikat
yang termulia dan para nabi ‘alaihimussalaam.

4) Pembaca Al-Quran diibaratkan seperti limau yang manis yang
mempunyai *bau*  & *rasa yang enak* iaitu disukai ramai.

5) Darjat dan tingkatan syurga untuk ahli Al- Quran ialah sebanyak
*mana ayat yang* *dbaca sewaktu* *di dunia*

6) Pembaca Al-Quran yang terbaik ialah bacaannya menandakan yang ianya
*takutkan Allah.*

7) Pendamping Al-Quran akan dipakaikan  mahkota dan pakaian
serta mndpt kemuliaan dan akan mndpt  *keredoan* Allah Ta’ala.

8) Sebanyak mana seseorang itu menghafal Al-Quran sebanyak itulah
ia telah menerima wahyu cuma bezanya ianya bukan nabi.

9) Hafiz Al-Quran dapat memberi *syafa’at* untuk masuk syurga kpd *10*
orang dari ahli keluarganya yang telah *wajib masuk neraka.*

10) Barangsiapa yang beramal dengan  al-Quran maka akan *terselamat dari*
kesesatan di dunia dan kesusahan di akhirat.

11) Pendengar kepada bacaan Al-Quran ialah orang yang paling cepat
*mndapt rahmat*dari Allah.

12) Pembacanya *tidak* *digolongkan dalam* *kalangan orang-orang*
*yang lalai.*

13) Pembaca yang bertajwid sempurna dapat *70* *pahala*bagi setiap
*huruf* (70×340 740= 23851800) berbanding yang baca secara biasa.

14) Pembaca yang ikut hukum tajwid dapat *pahala syahid.*

15) Allah *berbual* dengan pembaca Al-Quran.

16) Manusia yang paling *dicintai Allah* ialah mereka yang paling pandai dalam ilmu Al-Quran.

17) Pembaca yang tahu makna Al-Quran adalah *lebih mulia* dari  yg tidak memahami isi
kandungannya.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 28, 2017

TUJUH KEBAHAGIAAN DI DUNIA

TUJUH KEBAHAGIAAN DUNIA

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu katanya : Ada tujuh petanda kebahagiaan dunia, iaitu :

Pertama ; Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur

Kedua ; Al azwaju shalihah, iaitu pasangan hidup yang soleh

Ketiga ; Al auladun abrar, iaitu anak yang soleh

Keempat ; Albiatu sholihah, iaitu suasana yang kondusif (baik) untuk iman kita

Kelima ; Al malul halal, atau harta yang halal

Keenam ; Tafakur fi dien, atau semangat untuk memahami agama

Ketujuh ; Umur yang barakah – ertinya umur yang semakin tua semakin soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 28, 2017

PERTARUNGAN MAUT PADA USIA 60

Image may contain: flower

*PERTARUNGAN MAUT ITU BERADA DI ANTARA USIA 60 TAHUN HINGGA 70 TAHUN*

Tidak banyak orang yg hidup hingga mencapai usia 60 tahun. Jika kita mencapainya maka waspadalah, kerana inilah saat yang menentukan akhir perjalanan seorang manusia. Akhir yg baik (husnul khatimah) atau akhir yg buruk (su’ul khatimah).

Allah Swt telah mengingatkan manusia yg telah berumur 40 tahun (dalam Surat Al-Ahqaaf 15). Allah juga mengingatkan hamba-Nya yg mencapai usia 60 tahun sebagaimana tersirat dalam firman-Nya berikut ini :
“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, nescaya kami akan mengerjakan amal yg sholih berlainan dengan yg telah kami kerjakan’. *Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yg cukup untuk berfikir bagi orang yg mahu berfikir, dan (apakah tidak ) datang kepada kamu pemberi peringatan?* Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yg zhalim seorang penolong pun.”. (QS Fathir 35:37).

Sahabat Ali, Ibnu Abbas dan Abu Hurairah menjelaskan firman Allah di atas:

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yg cukup untuk berfikir bagi orang yg mahu berfikir “, bhw ertinya sampai mencapai usia enam puluh tahun.

Sedangkan yg dimaksud ‘pemberi peringatan’ dalam ayat di atas menurut para ulama adalah adanya uban di rambut kepala dan ‘Sang Pemberi Peringatan’ iaitu Nabi Muhammad Saw.
Adakah di antara kita yg sudah beruban? Itulah salah satu peringatan dari Allah atas usia menjelang 60 tahun !

Rasulullah Saw juga bersabda menguatkan ayat di atas:

*”Allah memberi udzur kepada seseorang yg Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun”. (HR Bukhari no. 6419).*

Ibnu Hajar mengatakan : “Makna hadits bahwa udzur dan alasan sdh tidak ada, misalnya ada orang yg mengatakan, ‘Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yg diperintahkan kepadaku’.
Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, dan sangat mungkin baginya utk melakukannya, dgn usia yg dia miliki, maka tidak ada yg layak utk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan dan konsentrasi penuh utk akhirat.”

Sebenarnya berapakah usia rata-rata manusia itu? Rasulullah Saw menjelaskan bahwa usia umatnya adalah berkisar di antara 60-70 tahun !
Beliau bersabda : *”Pertarungan maut itu berada di antara usia enam puluh tahun hingga usia tujuh puluh tahun.”. (HR Bukhari).*

Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah Saw:
“Usia umatku berkisar antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun.
Sedikit yang berhasil melewatinya.”
(HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Inilah yg patut direnungkan : Rasulullah Saw bersabda :

*”Sesungguhnya amal perbuatan dinilai sesuai dengan bahagian akhirnya.” (HR Bukhari).*

Imam Fudhail bin Iyadh (Ulama Besar zaman Tabi’ Tabiin) bertemu dgn seorang tua.

“Berapa usia Anda?”, tanya Fudhail.
“60 tahun,” jawab orang itu.

“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan Anda, dan sebentar lagi Anda akan sampai,” komen Fudhail.
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un”.

Orang itu keheranan.
“Anda faham makna kalimat itu? Anda faham tafsirnya?” tanya Fudhail.

“Tolong jelaskan tafsirnya?” orang itu balik bertanya.

“Ertinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah SWT.
Siapa yang yakin bhw dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, dia harus menyedari bahawa dirinya akan berdiri di hadapan Allah SWT.
Dan siapa yg meyakini ini, dia harus sedar bhw dia akan ditanya. Dan siapa yg yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya,” jelas Fudhail.

“Lalu bgmana jalan keluarnya?”
“Caranya mudah.”
Lalu Imam Fudhail menjelaskan teori bertaubat;

*”Berbuat baiklah di sisa usiamu, nescaya akan diampuni dosa2-mu yg telah lalu dan yg akan datang.”*

Semoga kita direzekikan dapat mengisi sisa usia yang Allah SWT kurniakan dengan penuh ketakwaan dan mengakhiri dengan husnul khatimah.

 

Posted by: peribadirasulullah | Februari 28, 2017

12 CIRI SAHABAT SEJATI MENURUT IMAM AL GHAZALI

Image may contain: text

12 CIRI SAHABAT SEJATI MENURUT IMAM AL GHAZALI

1. Jika kau berbuat baik kepadany a, maka ia juga akan melindungimu.

2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.

3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.

4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.

5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.

6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.

7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.

8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.

9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.

10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.

11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.

12. Jika kamu berdua sedang berbeza pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

 

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori