Posted by: peribadirasulullah | Februari 15, 2015

5 Punca Malas Beribadat

Pertama : Bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat.

Sebab pertama dari beberapa sebab yang menjadikan seorang malas dalam beribadah adalah bergelimang dalam dosa dan maksiat

Kedua : Tidak Faham Tentang Urgensi Ibadah

Sebab kedua yang membuat seseorang malas mengerjakan ketaatan dan ibadah adalah melupakan urgensi ibadah. Diantara bentuk kelalaian seseorang adalah melupakan dirinya bahwa ia adalah mahluk yang lemah, hanya karena kehendak dan kekuatan Alloh sajalh ia menjadi kuat dalam menjaga dan mengerjakan ketaatan dan ibadah.

Seorang muslim harus mengetahui dan memahami bahwa beribadah dan beramal shalih adalah sebab dan inti mendapatkan bantuan dan pertolongan Alloh, sesungguhnya tekun mengerjakan amal shalih adalah cara meraih pertolongan Alloh subhanahu Wata’ala

Ketiga : Melupakan Kematian

Diantara sebab malas dalam beribadah adalah melupakan kematian dan kejadian-kejadian setelahnya. Wahai saudaraku, sungguh melupakan kematian dan kesulitan-kesulitan setelahnya adalah penyebab seseorang malas untuk beribadah, taat dan malas beramal shaleh.

Sungguh seorang yang melupakan kematian dapat dipastikan ia akan malas beribadah, maka dari itu bagi setiap muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak mengingat penghancur (pemutus) segala kenikmatan. Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.”(QS. Ali Imran : 185)

Keempat : Tidak Tahu Besarnya Pahala Suatu Ibadah

Wahai saudaraku….

Diantara sebab malas beribadah dan malas mengerjakan ketaatan adalah tidak tahu besarnya pahala suatu ibadah. Sungguh tidak mengetahuinya adalah sebab malas melakukan ibadah dan ketaatan, jika seseorang mengetahui besarnya suatu ibadah, niscaya ia akan rajin mengerjakannya.

Kelima : Berlebih-lebihan Dalam Hal Yang Mubah

Diantara sebab malas mengerjakan ibadah dan ketaatan adalah berlebih-lebihan dalam perkara mubah. Yaitu dalam hal makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan serta yang lainnya. Seluruhnya adalah penyebab malas beribadah, karena berlebih-lebihan dalam hal tersebut dapat menyebabkan lesu, ingin mudah istirahat dan tidur.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 15, 2015

Kenapa Hidup Kita Susah ?

[BEST] Ceramah Yusuf Mansur. Kadang kita ngerasa hidup kita gelap, jalan ke kanan ke kiri mentok, segala-gala susah, sepertinya selalu saja ada hambatannya, Kenapa? mudah-mudahan video ini bisa menjadi asbab hidayah dari Allah SWT bagi kita semua

Dengarkan Ceramah Ustad Yusuf Mansur yang lainnya di channel ini.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 15, 2015

3 Janji Allah SWT buat mereka yang bersedekah

Memberikan sedekah bagi siapapun, entah kaya atau miskin sangat dianjurkan dalam Islam. Dan Allah SWT benar-benar memuliakan orang-orang yang gemar bersedekah. Allah SWT menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang rajin bersedekah.

Ada 3 janji Allah yang diberikan kepada mereka yang bersedekah.

Janji Allah SWT tersebut telah disampaikan melalui Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW.

Berikut 3 Keutamaan Sedekah

1. Bisa Menghapus Dosa Sedekah bisa menghapuskan dosa-dosa orang yang bersedekah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda,

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi).

Tentu saja penghapusan dosa ini harus disertai dengan doa dan taubat nasuha dari perbuatan- perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Taubat ini juga berarti harus berhenti dari dosa yang pernah diperbuatnya. Dan sedekah itu juga bukan berasal dari perbuatan yang melanggar syariat, seperti Korupsi, riba, Mencuri, Berbuat curang, Mengambil harta anak yatim dan sebagainya.

Mereka sengaja merencanakan hal-hal diatas kemudian bersedekah agar impas, tidak ada dosa. Perilkau seperti itu tentu saja tidak dibenarkan dalam agama Islam. Hal itu ibarat membersihkan kotoran (dosa) dengan kotoran (korupsi dll) yang lain.

2. Mendapat Naungan Di Hari Kiamat Rasulullah SAW menceritakan tentang tujuh jenis manusia yang akan mendapat naungan di suatu hari, yang ketika itu tidak ada naungan selain dari Allah SWT.

Salah satu jenis manusia yang mendapatkan naungan itu adalah orang yang gemar bersedekah.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421).

3. Harta Tidak Akan Berkurang Janji Allah SWT yang sangat hebat lainnya adalah bahwa harta tidak akan berkurang neski kita sedekahkan semuanya, hanya sedikit yang tersisa buat kebutuhan sehari- hari.

Rasulullah SAW bersabda, “Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).

Lalu apa maksud sebenarnya bahwa hartanya tidak akan berkurang?

Dalam Syarh Shahih Muslim, An- Nawai menjelaskan, para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud di sini mencakup dua hal.

Pertama Yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari mara bahaya. Maka pengurangan harta menjadi impas tertutupi oleh berkah yang abstrak. Hal ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Meski banyak juga yang terlihat oleh mata bahwa mereka yang rajin sedekah lalu justru bertambah kaya dan sejahtera.

Kedua Jika secara zatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut impas tertutupi pahala yang didapat dan pahal ini akan dilipatgandakan sampai berlipat- lipat banyaknya.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 15, 2015

Perangkap Iblis di Sekeliling Kita

Khazanah Islam terbaru 26 Mei 2014 | Khazanah Trans7 terbaru | Khazanah Islam Trans7 hari ini | Khazanah 2014 | Perangkap Iblis di Sekitar Kita | Talbis Iblis Terhadap Adam | Qarin dari Malaikat dan Jin | Perangkap Panjang Angan Angan | Talbis Iblis karena Miskin Ilmu | Doa Sebelum Wudhu

https://lh6.googleusercontent.com/-CDPYOVy5cYQ/VN6Z0KeXyEI/AAAAAAADz7I/FgN_3UTCtOQ/w726-h408/cbdd3a84-74ce-949d-e998-183251c0a728.mp4

Posted by: peribadirasulullah | Februari 14, 2015

Tangisan Sebatang Tamar Sandaran Rasulullah SAW

Tangis Sebatang Tamar merupakan single terbaru daripada Daqmie yang dipetik daripada album terbaru beliau yang berjudul Maulaya. Dapatkan album ini di pasaran atau beli secara online di http://www.inteammobile.com.
Muat turun di iTunes: https://itunes.apple.com/my/album/mau…

Sedu sedan
Itu bak ratapan si kecil
Yang rindu belaian dan perhatian
Yang mendambakan kasih dan sayang
Dari seorang insan yang penyayang

Tangisan itu dari sebatang tamar
Yang sebelumnya menjadi mimbar
Sandaran Rasul tika menyampai khutbah
Diganti mimbar baru kerna keuzurannya

Kisah tangisan sebatang tamar
Menyentuh hati, mengocak perasaan
Benarkah aku cinta, benarkah aku rindu
Sedangkan tak pernah gugur air mata ku mengenangkan mu

Tangisan itu dari sebatang tamar
Yang sebelumnya menjadi mimbar
Sandaran Rasul tika menyampai khutbah
Diganti mimbar baru kerna keuzurannya

Betapa kerasnya hatiku ini
Untuk menghayati perjuangan mu
Betapa angkuhnya diri ku ini
Untuk menghargai perjuangan mu

Ya Rasulallah
Ingin aku menjadi sebatang tamar
Yang menangis rindu kepada mu

Ya Rasulallah
Biarlah aku hanya sebatang tamar
Namun dapat bersama mu di dalam syurga

Tangisan itu dari sebatang tamar
Yang sebelumnya menjadi mimbar
Sandaran Rasul tika menyampai khutbah
Diganti mimbar baru kerna keuzurannya

Lagu: Daqmie (Nasyeed Edutainment Publishing)
Lirik: ITO Lara (Wahyu Suci Productions)
Susunan muzik: Alfa Booty
Programming: Alfa Booty
Drum: Ujang
Perkusi: Rumie Booty
Bass: Kelly
Gitar: Aznan Alias

Posted by: peribadirasulullah | Februari 14, 2015

Remaja Muslim Zaman Kini

Firman Allah S.W.T dalam Surah Ar-Ra’du:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka mungubah keadaan mereka sendiri”

Musuh Islam menyerang Islam dari setiap sudut dan penjuru. Malangnya remaja Muslim hari ini khususnya orang Melayu masih lagi tidak menyedari serangan itu bahkan tenggelam dalam rancangan-rancangan musuh mereka. Sedangkan remaja Muslim pada hari ini adalah penentu masa depan Islam dan negara. Apakah nasib Islam pada masa depan jika gejala maksiat remaja Muslim hari tidak dibendung. Sesungguhnya Islam sahaja yang mampu menyelamat mereka daripa terjerumus ke lembah maksiat.

Filem pendek arahan Ibrahim Azran. Terbitan Brainpower Production.

Posted by: peribadirasulullah | Februari 14, 2015

Kelebihan dan KehebatanSolat Dhuha

Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu, kecantikanny adalah kecantikanMu,
keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu,
kekuasaan itu kekuasaanMu dan perlindungan itu perlindunganMu.
Ya Allah, jika rezekiku masih di langit, turunkanlah, dan jika di dalam bumi, keluarkanlah,
jika sukar, permudahkanlah, jika haram, sucikanlah dan jika jauh, dekatkanlah.
Berkat waktu dhuha, kecantikan. keindahan, kekuatan, kekuasaanMu,
limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.

Saya mula tertarik untuk menyusuri kelebihan Solat Dhuha ini apabila membaca doa selepas solat Dhuha ini. Antara bait-bait doa yang menarik perhatian saya iaitu, Jika rezeki dilangit turunkanlah, jika rezeki dibumi minta dikeluarkan, jika rezeki jauh, dekatkanlah. Jika haram, sucikanlah…

Ya Rabbi, sungguh…Doa ini yang membuatkan saya terus mencari kehebatan solat Dhuha ini. Saya tidak hairan mengapa para sahabat Nabi yang hidup serba kekurangan, namun bagi mereka, keperluan mereka sudah mencukupi untuk mereka meneruskan kehidupan yang sementara ini. Jika anda masih merasakan diri andai berkehendak kepada keperluan-keperluan dunia yang amat menakutkan seperti iphone,galaxy note,imac,tv LCD HD 3D 50 inci, kereta mewah BMW, rumah banglo 3 tingkat yang ada kolam didalamnya, saya sarankan jadikan amalan solat Dhuha ini sebagai satu doa kepada Allah, supaya menurunkan ‘rasa cukup’ terhadap keinginan keperluan dunia kita yang menggila ini.

Nota:

Jika tidak berkeberatan tunaikan  satu rakaat solat witir agar ada penutup setiap solat, sesungguhnya Allah SWT amat menyukai solat witir.

http://www.notasyurga.blogspot.com

Posted by: peribadirasulullah | Februari 14, 2015

Umat Islam tetap bersyair dan lawak walaupun jutaan saudara mereka dibunuh

“Islam diancam, kita perlu agresif”

1. Ustaz Muhammad Fauzi Asmuni, Naib Presiden ISMA
2. Ustaz Mohd Firdaus Salleh Hudin, Pengarang ISMAweb.net

Sejak akhir-akhir ini, Islam semakin diancam, hak Melayu dan perlembagaan sering dicabar. ISMA mengambil pendirian tegas dengan memberi amaran kepada pihak tertentu seperti pelampau Kristian dan kumpulan liberal agar tidak meneruskan provokasi. ISMA melihat peristiwa-peristiwa yang berlaku sebagai usaha terancang dan memang disengajakan.

Bagaimanapun terdapat sesetengah pihak yang tidak bersetuju dengan pendirian ISMA. Ada yang mengatakan ISMA hanya mengeruhkan keadaan dan suka mencari kesalahan pihak lain. Hakikatnya, umat Islam hari ini belum menyedari pertembungan yang sedang berlaku iaitu pertembungan antara Islam dan bukan Islam (ideologi selain Islam). Oleh itu, mereka lebih selesa untuk berlapang dada meskipun Islam dihina dan dipersalahkan.

Wartawan ISMAweb Mohd Firdaus Salleh Hudin mendapatkan pandangan Naib Presiden I ISMA, Ustaz Muhammad Fauzi Asmuni.

Transkrip penuh di ismaweb.net : http://www.ismaweb.net/v4/2014/02/isl…

12 Februari 2014
Dewan Seminar, Pejabat ISMA Pusat, Bandar Baru Bangi.

Transkrip “Islam diancam, kita perlu agresif”
(dengan sedikit olahan)

Soalan: Ada juga orang yang jenis yang tidak suka bergaduh / nampak orang yang bergaduh ketika memberikan komen. Mungkin jiwa dia terlalu lembut …

Jawapan:
Jiwa yang terlalu lembut ini mungkin berpunca daripada silap faham terhadap sirah. Inilah antara masalah yang berlaku pada sebahagian daripada umat Islam, apabila mereka membaca sirah, mereka membaca kisah yang lembut-lembut. Mereka membaca kisah nabi memaafkan orang, mengampunkan orang, lemah lembutnya nabi dan sebagainya.

Tapi cuba kita gabungkan sirah secara keseluruhan. Nabi mengampunkan orang, memaafkan orang, namun ada juga orang yang sepatutnya dibunuh dalam peristiwa pembukaan Mekah. Nabi kata, bunuhlah walaupun dia bergantung di dinding kaabah Tetapi sebahagian mereka juga ada yang dimaafkan.

Tetapi di masa yang sama cuba kita tengok bagaimana nabi melancarkan Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandak. Tamat Perang Khandaq, Nabi isytiharkan, alaan naghzuhum, wa laa yaghzuuna (sekarang kita pula yang menyerang, bukan mereka lagi yang menyerang).

Jadi maknanya nabi buat suatu tindakan agresif selepas Perang Khandaq. Nabi sudah tidak diserang, Nabi pulak menyerang. Nabi menyerang Quraisy, jajahan Rom, jauh sampai ke sempadan negara Arab semuanya. Dan perkara ini difahami oleh sahabat sebegitu juga.

Kaab b Asyraf, sebagai contoh, merupakan seorang pemuka Yahudi yang sentiasa menyakitkan hati orang Islam dan melakukan tipu daya untuk jatuhkan orang islam. Dia merupakan orang Yahudi; terikat dengan Piagam Madinah. Sepatutnya dia mempertahankan Madinah, tetapi dia mengkhianati Madinah.

Apa yang Nabi buat? Nabi menghantar utusan membunuh dia. Apabila bila kita membaca semua sirah itu akhirnya kita akan dapat lihat gambaran sebenar terhadap Islam, iaitulah apabila berhadapan dengan sesuatu isu, Islam akan menggunakan wasilah yang bersesuaian untuk menangani isu tersebut.

Kalau sekiranya orang menjatuhkan Islam dengan menggunakan syair, Islam akan membalas dengan bersyair. Kalau sekiranya orang cuba menjatuhkan Islam dengan pedang, Islam tidak akan bersyair dah, tetapi Islam akan menggunakan pedang. Kalau sekiranya orang menggunakan suatu komplot yang besar untuk menjatuhkan Islam, Islam akan kumpulkan tenaga yang besar juga untuk melawan.

Jadi wasilah yang bersesuaian diperlukan untuk menangkis segala serangan. Jadi kita tak boleh tafsirkan serangan golongan-golongan liberal untuk menjatuhkan Islam, sebagai contohnya kumpulan Comango sebagai suatu serangan yang boleh dijatuhkan dengan khutbah Jumaat ataupun dengan sedikit artikel dalam Utusan, Berita Harian, web, internet, blog. Tak boleh begitu.

Bahkan pada pandangan saya, kita sepatutnya lebih agersif daripada sekarang. Sebab wasilah yang kita gunakan pada hari ini sepatutnya mesti bersesuaian.

Comango dapat bantuan daripada mana? Dananya banyak. Kemudian mereka pergi ke Geneva, ke sana sini melobi. Kita pula, kalau sekiranya kita berusaha kecil-kecilan memang tak boleh.

Sikap sebahagian umat Islam yang tidak mahu bertembung ini sebenarnya mungkin berpunca daripada salah fahamnya terhadap agama sendiri.

Ada sesetengah orang kata, kalau sekiranya kita pandai bertoleransi, nscaya kita tidak akan bertembung. Nabi merupakan manusia yang paling bertoleransi, tetapi nabi bertembung juga. Sebab pertembungan ini memang akan tetap berlaku. Dalam alQuran disebut

وكذلك جعلنا في كل قرية أكابر مجرميها ليمكروا فيها
[alAnaam, 6:123]

Demikianlah kami jadikan pada setiap negeri, akan ada sahaja akabira mujrimin (penjenayah-penjenayah besar / pemuka jahat yang memusuhi Islam) yang liyamkuru fiha (sentiasa berusaha untuk menjatuhkan Islam). Jadi memang itu tabiatnya.

Bahkan sekiranya kita melihat sejarah nabi pun, adakah dalam kalangan nabi yang tiada musuh? Tiada nabi yang tiada musuh. Semua nabi akan ada musuhnya. Adakah kerana nabi-nabi ini tidak toleransi?

Nabi Muhammad, ketika lahirnya sahaja, seluruh kaum Quraisy bergembira. Abu Lahab sendiri membebaskan hamba dan seumpamanya. Maknanya, kelahiran itu disambut. Tetapi akhirnya apabila baginda isytiharkan selepas 40 tahun bahawa baginda merupakan seorang nabi yang diutuskan, apa yang berlaku? Orang Quraisy tiba-tiba menolak Rasulullah saw.

Ini yang kita perlu faham, hal ini berlaku bukannya kerana baginda tidak faham toleransi, tapi baginda ditolak kerana tabiat agama ini memang akan ada satu kumpulan manusia yang menentang.

Jadi, perkara ini mesti difahami oleh orang Islam. Kita mesti bersedia. Bukan maksudnya kita nak menghasut orang untuk bertindak ganas, tetapi kita mesti bersedia, kerana itu memang tabiat yang dah ditunjukkan sejak sejarah Nabi Adam sehinggalah Nabi Muhammad dan generasi Islam yang seterusnya.

Kalau sekiranya kita melihat waqi’ atau realiti di Malaysia sebenarnya, kalau sekiranya umat Islam bertoleransi dengan toleransi yang cukup baikpun, tetap akan ada manusia yang akan merosakkan Islam.

http://faqihaqili.tumblr.com/post/76532317849/transkrip-islam-diancam-kita-perlu-agresif

Posted by: peribadirasulullah | Februari 14, 2015

Apakah Kita telah Lulus Ujian Allah?

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2015/02/8689c-ujian2bbersabar.jpg?w=500

Masalah sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita untuk mengukur sejauh mana tahap keimanan dan ketakwaan kita terhadap-Nya.

Sebab sebagai manusia kita sering terlupa serta lalai dengan tanggungjawab kita sebagai hamba Allah apabila hidup kita sentiasa dilimpahi kesenangan dan kemewahan.

Lebih-lebih lagi ketika usia remaja, hidup penuh dengan keseronokan dan sentiasa ingin mencuba sesuatu yang baru walaupun perkara itu jelas haram di sisi agama dan menyalahi undang-undang dunia.

Contohnya mengambil dadah dan hanyut dengan maksiat, dengan adanya ujian seperti ini, ia akan kembali mengingati apakah hidup kita selama ini mengikuti peraturan atau landasan yang telah ditetapkan oleh Allah ataupun telah jauh menyimpang.

Setiap masalah, kesukaran, kesakitan dan apa jua yang menyeksa jiwa adalah merupakan ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana iman kita. Iman perlu kepada ujian. Ini jelas sebagaimana maksud firman Allah :

“Adakah manusia itu menyangka bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” ( al-Ankabut: 2 – 3)

DARJAT DI SISI ALLAH

Ujian atau dugaan yang datang adalah dari Allah, sama ada ujian itu sebagai ‘kifarah’ dosa yang telah kita lakukan atau untuk mengangkat darjat kita di sisi-Nya.

Allah juga tidak menduga hamba-hamba-Nya tanpa mengambil kira kesanggupannya atau keupayaan mereka untuk menghadapinya, ujian dan dugaan yang diturunkan Allah kepada hambanya adalah seiring dengan keupayaan individu itu untuk menyelesaikan masalahnya.

Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah al-Baqarah:286 yang bermaksud“ Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”.

Oleh itu sekiranya kita berhadapan dengan masalah, cubalah bawa bertenang, bersabar dan setkan dalam minda bahawa kita sedang diuji oleh Allah, orang yang melepasi ujian itu adalah orang yang berjaya dan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka.” ( at-Taubah: 111)

CARA MENGATASI MASALAH

1. Sandarkan Harapan Pada Allah

Setiap ujian yang datang sebenarnya mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Yakinlah bahawa setiap kesusahan yang kita tempuhi pasti akan diganti dengan kesenangan. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah al-Nasyrah ayat 1hingga 8 yang antara lain maksudnya “…Sesungguhnya selepas kesulitan itu pasti ada kemudahan….”

“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.”( At-Taubah: 129)

2. Minta Pertolongan Dari Allah

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan yang sabar dan dengan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” ( al-Baqarah: 45)

3. Jangan Sedih dan Kecewa

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” ( al-Imran:139)

Yakinlah dengan janji Allah itu dan jangan cepat putus asa dengan masalah yang dihadapi sebaliknya tingkatkan usaha dan kuatkan semangat untuk mengatasinya, lihat maksud firman Allah di bawah:

“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir”( Yusuf : 12)

4. Luahkan masalah tersebut pada teman-teman yang dipercayai, walaupun dia mungkin tidak dapat membantu, tetapi sekurang-kurangnya ia dapat meringankan beban yang kamu tanggung.

5. Bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain, mungkin masalah orang lebih besar dari masalah kita, perkara ini juga boleh membuatkan kita lebih tenang ketika menyelesaikan masalah.

Penutup

Ujian yang datang juga tandanya Allah sayangkan kita. Jadi ambillah masa untuk menilai diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dalam apa jua yang kita lakukan. Lakukanlah untuk mencari redha Allah. Fikir dengan positif bahawa setiap dugaan datang dari Allah dan pasti ada hikmah yang tersendiri.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” – (al-Baqarah: 216)

BACA INI JUGA: Otak Tidak Lagi Berkembang Pada Usia 40 Tahun

Sumber:
http://www.islam.gov.my/en/hadapi-masalah-dengan-bijak-cahaya-oktober

http://www.sentiasapanas.com/2015/02/adakah-kita-lulus-ujian-allah.html#axzz3RgIjyJkB

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori