Posted by: peribadirasulullah | Februari 8, 2014

Berhijab Lambang Cintakan Allah SWT dari Lubuk Hati yang Ikhlas

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/02/bde8c-hijabblog.png

Penyusun: Abu Sa’id Satria Buana (Alumni Ma’had Ilmi)

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam atas Nabi dan Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarganya sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik.

Sesungguhnya seorang wanita muslimah akan menemukan bahwa di dalam hukum islam ada perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya agar dapat menjaga kesuciannya, agar dapat menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri) dan menjaga dirinya dari gangguan orang-orang. Syariat Ini pun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sasaran sorotan mata dan pusat perhatian.

KEUTAMAAN HIJAB

Pertama, Hijab merupakan tanda ketaatan seorang muslimah kepada Allah dan Rasul-Nya.

Allah telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firmanNya:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36)

Allah juga telah memerintahkan para wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (QS. An Nuur: 31)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah.” (QS. Al Ahzab: 33)

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri- istri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Kedua, Hijab itu Iffah (Menjaga diri).

Allah menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindar dan menahan diri dari perbuatan dosa, karena itulah Allah menjelaskan manfaat dari hijab ini, “karena itu mereka tidak diganggu.” Ketika seorang muslimah memakai hijabnya dengan benar maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa godaan dan timbulnya minat untuk melakukan kejahatan bagi mereka.

Ketiga, Hijab itu kesucian.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri- istri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)

Allah subhanahu wa ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mukmin, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hati pun tidak akan bernafsu. Pada keadaan ini maka hati yang tidak melihat maka akan lebih suci. Keadaan fitnah (cobaan) bagi orang yang banyak melihat keindahan tubuh wanita lebih jelas dan lebih nampak. Hijab merupakan pelindung yang dapat menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah berfirman:

إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

“Jika kalian adalah wanita yang bertakwa maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32)

Keempat, Hijab adalah pelindung.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Kelima, Hijab itu adalah ketakwaan.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26)

Keenam, Hijab menunjukkan keimanan.

Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berfirman tentang hijab kecuali bagi wanita-wanita yang beriman, sebagaimana firmannya, “Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman.” (QS. An-Nuur: 31), juga firman-Nya: “Dan istri-istri orang beriman.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Dalam ayat-ayat di atas Allah menghimbau kepada wanita beriman untuk memakai hijab yang menutupi tubuhnya. Ketika seorang wanita yang benar imannya mendengar ayat ini maka tentu ia akan melaksanakan perintah Tuhannya dengan senang hati. Maka bagaimanakah iman seorang wanita yang mengetahui ada perintah dari Rabbnya kemudian ia tidak melaksanakannya, bahkan ia melanggarnya dengan terang-terangan di hadapan umum !!! (contohnya mengumbar aurat di muka umum).

Ketujuh, Hijab adalah rasa malu.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الْأُوْلىَ : إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

“Sesungguhnya yang didapatkan manusia pada ucapan nubuwwah yang pertama kali: Jika kalian tidak malu maka lakukanlah perbuatan sesuka kalian.” (HR. Bukhari)

Wanita yang mengumbar auratnya tidak disangsikan lagi bahwa tidak ada rasa malu darinya, ia mengumbar auratnya di mana-mana tanpa ada perasaan risih darinya, ia menampilkan perhiasan yang tidak selayaknya dibuka, ia memamerkan barang berharganya yang pantasnya hanya layak untuk ia berikan kepada suaminya, ia membuka sesuatu yang Allah perintahkan untuk menutupnya!

Kedelapan, Hijab adalah ghirah (rasa cemburu).

Hijab berbanding dengan perasaan cemburu yang menghinggapi seorang wanita sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju pada istri dan anak wanitanya. Betapa banyak pertikaian yang terjadi karena wanita, betapa banyak tindakan buruk yang terjadi kepada wanita serta betapa banyak seorang lelaki gagah yang menjadi rusak karena wanita. Wahai para wanita jagalah aurat kalian supaya kalian menjadi wanita-wanita yang terhormat! Wahai para lelaki perintahkanlah kepada keluargamu untuk menutup auratnya dan cemburulah kepada orang-orang dekatmu yang membuka auratnya di hadapan orang lain karena tidak ada kebaikan bagi seseorang yang tidak mempunyai perasaan cemburu!.

HIKMAH DARI FIRMAN ALLAH:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera.” (QS. An Nuur: 2)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan seorang pezina perempuan terlebih dahulu daripada pezina laki-laki, karena dalam perzinaan seorang wanitalah yang menentukan akan terjadi atau tidaknya perzinaan, ketika seorang wanita membuka hijabnya dan membuka dirinya untuk berdua-duaan dengan seorang pria maka wanita ini telah membuka pintu selebar-lebarnya untuk terjadinya perzinaan! Wallahul musta’an.

-bersambung insya Allah-

***

Artikel http://www.muslimah.or.id

Bismillah, saudariku, berhijablah, itu perintah Rabbmu. Perintah Allah ‘Azza wa Jalla, perintah Rabb semesta alam. Yang Menciptakan kita dan seluruh bumi dan isinya. Yang Maha Melihat dan Mengetahui. Yang Maha Mengetahui segala isi hati kita. Yuk simak.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Ayat yang disebut dgn ayat hijab ini memuat perintah Allah kepada Nabi-Nya agar menyuruh kaum perempuan secara umum dgn mendahulukan istri & anak-anak perempuan beliau karena mereka menempati posisi yang lebih penting daripada perempuan yang lainnya, & juga karena sudah semestinya orang yang menyuruh orang lain utk mengerjakan suatu (kebaikan) mengawalinya dgn keluarganya sendiri sebelum menyuruh orang lain. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian & keluarga kalian dari api neraka.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 272)
Abu Malik berkata: “Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa para ulama telah sepakat wajibnya kaum perempuan menutup seluruh bagian tubuhnya, & sesungguhnya terjadinya perbedaan pendapat –yang teranggap- hanyalah dlm hal menutup wajah & dua telapak tangan.” (Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382)
Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa hijab (jilbab) adalah dikhususkan utk para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab Allah berfirman (yang artinya): “Wahai para isteri Nabi, kalian tidaklah seperti perempuan lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian melembutkan suara karena akan membangkitkan syahwat orang yang di dlm hatinya tersimpan penyakit. Katakanlah perkataan yang baik-baik saja.” (QS. Al-Ahzab: 32)
Maka jawabannya adalah: Sesungguhnya kaum perempuan dari umat ini diharuskan utk mengikuti isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam kecuali dalam perkara yang dikhususkan oleh dalil. 
Syaikh Asy-Syinqithi mengatakan di dalam Adhwa’ul Bayan (6/584) tatkala menjelaskan firman Allah: “Apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (isteri Nabi) maka mintalah dari balik hijab, yang demikian itu akan lebih membersihkan hati kalian & hati mereka…” (QS. Al-Ahzab: 53)
Alasan hukum yang disebutkan Allah dlm menetapkan ketentuan ini yaitu mewajibkan penggunaan hijab karena hal itu lebih membersihkan hati kaum lelaki dan perempuan dari godaan nafsu di dalam firman-Nya, “yang demikian itu lebih membersihkan hati mereka dan hati kalian.” merupakan suatu indikasi yang sangat jelas yang menunjukkan maksud keumuman hukum.
Dengan begitu tak akan ada seorangpun diantara seluruh umat Islam ini yang berani mengatakan bahwa selain isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam tak membutuhkan kebersihan hati kaum perempuan dan kaum lelaki dari godaan nafsu dari lawan jenisnya…”

“Beliau berkata: “Dengan keterangan yang sudah kami sebutkan ini maka anda mengetahui bahwa ayat yang mulia ini menjadi dalil yang sangat jelas yang menunjukkan bahwa wajibnya berhijab adalah hukum umum yang berlaku bagi seluruh kaum perempuan, tak khusus berlaku bagi para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam saja, meskipun lafal asalnya memang khusus utk mereka, karena keumuman sebab penetapan hukumnya menjadi dalil atas keumuman hukum yang terkandung di dalamnya. Dengan itu maka anda mengetahui bahwa ayat hijab itu berlaku umum karena keumuman sebabnya. Dan apabila hukum yang tersimpan dalam ayat ini bersifat umum dengan adanya indikasi ayat Al-Qur’an maka ketahuilah bahwa hijab itu wajib bagi seluruh perempuan berdasarkan penunjukan Al Qur’an.” (Nasihati li Nisaa’, hal. 94-95)

http://al-uyeah.blogspot.com/2013/08/berhijablah-saudariku.html

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/02/4d403-panduanukhti.jpg

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/02/7cfd6-456268_10151100569179822_1434622061_o.jpg

Assalamu’alaikum w.b.t.
Sukacita dimaklumkan bahawa pihak Sahabat Islah (dahulunya dikenali sebagai MADSPahang) akan menganjurkan Kempen Tutup Aurat Dengan Sempurna siri II sempena Hari Gerakan Menutup Aurat Antarabangsa pada 14 Februari 2014, di taman-taman rekreasi sekitar Kuantan. Sehubungan dengan itu, pihak kami mengalu-alukan sebarang sumbangan stoking atau handsock. Kami mensasarkan pengagihan 100 pasang set stoking+handsock kepada orang awam. Kempen ini akan disusuli dengan Forum “Mencari Kekuatan Dalam Hijrah” pada 23 Feb 2014, di Masjid Besar Negeri Pahang. Panel forum ialah Ustaz Ahmad Dusuki, Sham Kamikaze dan Waheeda Wassini. Program ini adalah kolaborasi pihak team Sahabat Islah bersama Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP) dan Pejabat Agama Islam Daerah (PAID). Sebarang sumbangan bolehlah diserahkan kepada JK team kami; Azlinda Mahari 0199849752 (pengerusi), Azwa Sofia 0179178803 (timbalan), Syafiqah Aisyah 0179600704 EyQa Mazlan 0145174095 Ismi Najwaa 0199201606 (setiausaha) atau Siti Nur Nabilah Ishak 01139168539 (bendahari).
#kempentutupauratantarabangsa #sahabatislah #madspahang #labuhitusempurna #kempenmenutupauratdengansempurna

https://www.facebook.com/azlinda.mahari

Posted by: peribadirasulullah | Februari 8, 2014

Sanggup berkorban demi mendapat kedudukan dalam Neraka

https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1/1743720_644294818968703_924084966_n.jpg

Dewan Ulamak PAS Pusat’s Photos

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

Awas ajaran mirip Islam 100%

https://fbcdn-photos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/1601080_658579714183931_1728191227_n.jpg

https://fbcdn-photos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/t1/265083_214857445222829_6035607_n.jpg

https://fbcdn-photos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/t1/260238_214857148556192_1569688_n.jpg

https://fbcdn-photos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1/267818_214859268555980_6515325_n.jpg

https://fbcdn-photos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/267633_214858248556082_1152506_n.jpg

https://fbcdn-photos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/267743_214861331889107_5572227_n.jpg

https://fbcdn-photos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1/268716_214863695222204_822942_n.jpg

Photo

https://fbcdn-photos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1/263012_214867465221827_6270768_n.jpg

https://m.facebook.com/note.php?comment_id=4356102&offset=0&total_comments=139&note_id=214855905222983

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

4 Punca badan mewarisi penyakit

1-Banyak bercakap.

2-Banyak tidur.

3-Banyak makan.

4-Banyak bersetubuh.


قال ابن القيم رحمه اللهأربعة أشياء تمرض الجسم :

1) الكلام الكثير .
2) النوم الكثير .
3) الأكل الكثير .
4) الجماع الكثير .

وأربعة أشياء تهدم البدن :
… 1) الهم .
2) الحزن .
3) الجوع .
4) السهر .

وأربعة تيبِّس الوجه وتذهب ماءه وبهجته :
1) الكذب .
2) الوقاحة .
3) كثرة السؤال عن غير علم .
4) كثرة الفجور .

وأربعة تزيد في ماء الوجه وبهجته :
1) التقوى .
2) الوفاء .
3) الكرم .
4) المروءة .

وأربعة تجلب الرزق :
1) قيام الليل .
2) كثرة الاستغفار بالأسحار.
3) تعاهد الصدقة .
4) الذكر أول النهار وآخره.

وأربعة تمنع الرزق :
1) نوم الصبحة .
2) قلة الصلاة .
3) الكسل .
4) الخيانة

قال صل الله عليه وسلم ” من دل على خير فله مثل أجر فاعله

Ibn Al-qayyim said four things sick body: 1) speak a lot.
2) sleep a lot.
3) eating a lot.
4) coitus.
Four things destroyed body: … 1) inspired.
2) grief.
3) hunger.
4) ensure.

And four stiff face and its water and joys: 1) lying.
2) rudeness.
3) frequent question unknowingly.
4) frequent debauchery.

And four more face and joys: 1).
2) meet.
3).
4) virility.

Four bring a living: 1) a night.
2) frequently seek forgiveness, also.
3) pledge to the charity.
4) mentioned the first day and so on.

Four deny livelihood: 1) bedroom alsabha.
2) lack of prayer.
3) laziness.
4) treason said Cobra and blessings “of the good, such as paid actors (Translated by Bing)

‎الصــــــــــــــــدقة الجـــــــــــــارية‎’s Photos

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

12 Kunci Kesenangan Di Dunia dan Akhirat

https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1/1908395_886985384651306_371809967_n.jpg

1-Kunci Kemuliaan adalah Taat Perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW>

2-Kunci Rezeki berusaha berserta Istighfar da Taqwa.

3-Kunci Syurga adalah Kalimah Tauhid.

4-Kunci Iman adalah Tadabbur Ayat Al-Quran dan kepada ciptaan  Allah SWT.

5-Kunci Kebaikan adalah bersikap benar.

6-Kunci Menghidupkan Iman adalah Tadabbur Al-Quran dan Menghidupkan Malam Hari dengan ibadat.

7-Kunci Ilmu adalah bertanya perkara yang baik dan hanya mendengar perkara yang baik.

8-Kunci Kemenangan dan Kekuasaan adalah Kesabaran.

9-Kunci Kejayaan adalah Taqwa.

10-Kunci Bertambah Rezeki adalah Bersyukur.

11-Kunci Cintakan Akhirat adalah Zuhud di dunia.

12-Kunci Segala Permintaan adalah Doa.

‎القـــرآن نـــور الهـــدى‎’s Photos

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

Pemenang MTV Europe Music Awards 2006 memeluk Islam

https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/02/20954-diam2527s2b-2bmelanie2bgeorgiades2b-2bmasuk2bislam2bberjilbab.jpg

Lahir di Nikosia, Siprus, 30 Juli 1980 lalu, Diam’s memiliki nama asli Mélanie Georgiades. Menjelang dewasa, Diam’s menjadi rapper Perancis yang terkenal.

Album pertamanya “Premier Mandat” terbit pada tahun 1999, saat usianya menginjak 19 tahun. Sepuluh tahun kemudian lima album telah dihasilkannya.

Sedikitnya, delapan penghargaan musik diterimanya sejak tahun 2004 hingga 2007. yang paling fenomenal adalah saat Diam’s meraih MTV Europe Music Awards pada tahun 2006.

Namun, di puncak karirnya itu, Diam’s malah mengalami depresi. “Di puncak kesuksesan karir, saya menderita depresi berat. Saya telah mengunjungi banyak psikolog, tapi tidak satu pun dari mereka yang bisa membantu saya,” kenang pemilik nama asli Mélanie Georgiades itu.

Diam’s mengaku mulai menemukan jawaban atas segala kegalauan jiwanya ketika melihat seorang rekan Muslim-nya menunaikan shalat. Sejak saat itu, ia mulai mempelajari Islam dengan membaca terjemah kitab suci Al-Qur’an.

“Memeluk Islam adalah hasil perenungan pribadi saya setelah mempelajari agama ini dan membaca Al-Qur’an,” kata Diam’s yang memeluk Islam pada 2008 silam.

Setelah masuk Islam, kini Diam’s mengenakan jilbab dan lebih fokus pada kegiatan-kegiatan sosial. Diantaranya, membantu anak-anak yatim. [IK/Wkp/Rpb/Mua]

http://www.bersamadakwah.com/2012/10/masuk-islam-kini-peraih-mtv-europe.html

http://www.bersamadakwah.com/2012/12/kumpulan-kisah-nyata.html

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

2 Rakaat yang menyamai Pahala Haji dan Umrah

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/s403x403/1560602_886403118042866_1378178020_n.jpg

Ketika Fajar Menyingsing

Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan fajar yang mulai merekah, saat kewajiban shalat shubuh selesai ditunaikan, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita:
Biasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu duduk di tempat shalat seusai menunaikan shalat subuh sampai matahari benar-benar meninggi.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menganjurkan umatnya agar meng-amalkan sunnah yang agung tersebut. Beliau menyebutkan pahala dan balasan yang besar bagi orang yang meng-amalkannya.

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
“Barang siapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. At-Tirmidzi)

http://sabdaislam.wordpress.com/2010/09/14/sehari-di-kediaman-rasulullah-14/

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

Keberanian dan Ketabahan Rasulullah SAW

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTgnwQBa2INFHX2Q0tK8sdsc-5zg_dYvB8yDYWUPMJ5Rfk-jrMK

Keberanian dan Ketabahan Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada tandingannya dalam membela agama dan menegakkan kalimatullah Ta’ala. Beliau mempergunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang dicurahkan atas beliau pada tempat yang semestinya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah mengungkapkan hal itu dalam sebuah hadits:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita.” (HR. Muslim)

Di antara bukti keberanian beliau adalah kegigihan beliau dalam mendakwahkan agama Islam seorang diri menghadapi kaum kafir Quraisy dan pemuka-pemuka-nya. Demikian juga keteguhan beliau di atas keyakinan tersebut hingga Allah menurunkan pertolongan-Nya. Beliau tidak pernah mengeluh atau berkata: “Tidak ada yang sudi menyertaiku, sedangkan orang-orang semuanya memusuhiku.” Akan tetapi beliau bersandar serta bertawakkal kepada Allah dan tetap meneruskan perjuangan dakwah beliau.

Beliau adalah seorang pemberani dan sangat teguh dalam memegang dan melaksanakan pendirian. Ketika orang-orang lari bercerai berai, beliau tetap teguh bagaikan karang.

Beliau mengasingkan diri untuk beribadah di gua Hira’ selama beberapa tahun. Kala itu beliau belum merasakan gangguan dan orang-orang Quraisy pun belum memerangi beliau. Kaum kafir itu tidak menembakkan sebatang anak panah pun dari busurnya kecuali setelah beliau menyebarkan aqidah tauhid dan memerintahkan untuk memurnikan ibadah mereka kepada Allah semata. Beliau sangat mengherankan ucapan kaum kafir sebagaimana yang difirmankan Allah :
“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab:”Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Yunus: 31)

Sementara itu mereka menjadikan berhala-berhala sebagai perantara antara mereka dengan Allah . Sebagaimana yang Allah firmankan:
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (Az-Zumar: 3)

Padahal mereka juga meyakini tauhid Rububiyah, sebagaimana yang diungkapkan Allah , artinya:
“Katakanlah: “Siapakah yang memberikan rizki kepada kalian dari langit dan bumi?” mereka akan menjawab: “Allah”.

Wahai saudaraku, lihatlah praktek-praktek syirik yang bertebaran di seantero negeri-negeri kaum muslimin, seperti memohon kepada orang yang sudah mati, bertawassul dengan perantaraan mereka, bernadzar karena mereka, takut serta mengharap kepada mereka. Sampai-sampai terputus hubungan antara mereka dengan Allah Ta’ala disebabkan kemusyrikan yang mereka lakukan. Mereka telah menempatkan orang-orang yang sudah mati setara dengan kedudukan Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (se-suatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah: 72)

Sekarang kita beranjak dari rumah beliau menuju gunung yang berada di sebelah utara. Itulah gunung Uhud, disitulah terjadi peristiwa besar yang menunjukkan keperkasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keteguhan serta kesabaran beliau atas luka yang diderita pada peperangan tersebut. Pada waktu itu wajah beliau yang mulia terluka dan beberapa gigi beliau patah serta kepala beliau terkoyak.

Sahal bin Sa’ad t menceritakan kepada kita tentang luka yang diderita beliau . Ia berkata: “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui siapakah yang mencuci luka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, siapakah yang menyiramkan airnya dan dengan apa luka itu diobati.” Ia melanjutkan: “Fathimah radhiyallahu ‘anha putri beliaulah yang mencuci luka tersebut, sementara Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu menyiramkan airnya dengan perisai. Namun ketika Fathimah radhiyallahu ‘anha melihat siraman air tersebut hanya menambah deras darah yang mengucur dari luka beliau, ia segera mengambil secarik tikar lalu membakarnya kemudian membungkus luka tersebut hingga darah berhenti mengucur. Pada peristiwa itu gigi beliau patah, wajah beliau terluka dan kepala beliau terkoyak lebar.” (HR. Al-Bukhari)

Al-Abbas bin Abdul Muththalib radhiallaahu anhu menceritakan kepahlawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peperangan Hunain. Ia berkata: “Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam justru memacu bighalnya ke arah pasukan kaum kafir, sementara aku terus memegang tali kekang bighal tersebut supaya tidak melaju dengan cepat. Saat itu beliau berkata:
“Aku adalah seorang nabi bukanlah pendusta. Aku adalah cucu Abdul Muththalib.” (HR. Muslim)

Sementara itu, penunggang kuda yang gagah berani, yang sudah masyhur dan terkenal dengan kisah-kisah kepahlawanannya, yaitu Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu menceritakan keberanian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: “Apabila dua pasukan sudah saling bertemu dan peperangan sudah demikian sengit, kamipun berlindung di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak ada seorangpun yang paling dekat kepada musuh daripada beliau.” (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah , silakan lihat di dalam Shahih Muslim III / no.1401)

Kesabaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e dalam menyebarkan dakwah pantas dijadikan contoh dan teladan yang baik. Hingga akhirnya Allah Ta’ala menegakkan pilar-pilar Islam dan melebarkan sayapnya di segenap pelosok jazirah Arab, negeri Syam dan negeri-negeri di seberang sungai Tigris. Hingga tidak tersisa satu rumahpun kecuali telah dimasuki cahaya Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku telah mendapat berbagai teror dan ancaman karena membela agama Allah . Dan tidak ada seorangpun yang mendapat teror seperti itu. aku telah mendapat berbagai macam gangguan karena menegakkan agama Allah . Dan tidak seorangpun yang mendapat gangguan seperti itu. Sehingga pernah kualami selama 30 hari 30 malam, aku dan Bilal tidak mempunyai sepotong makanan pun yang layak untuk dimakan manusia kecuali sedikit makanan yang hanya dapat dipergunakan untuk menutupi ketiak Bilal.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Walaupun harta dan ghanimah serta perbenda-haraan dunia dari kemenangan yang diberikan Allah kepada beliau terus mengalir, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewariskan sesuatupun kepada umatnya, tidak dinar maupun dirham, beliau hanya mewariskan ilmu. Itulah warisan nubuwat, barangsiapa yang ingin mengambilnya, maka silakan maju untuk mengambilnya dan selamat berbahagia menerima warisan yang agung itu.

‘Aisyahradhiyallahu ‘anha menuturkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak meninggalkan dinar, tidak pula dirham, tidak meninggalkan kambing, tidak pula unta. Beliau tidak mewasiatkan harta apapun.” (HR. Muslim)

Wassalam: Ki Semar

Sehari Di Kediaman Rasulullah

abdaislam.wordpress.com/2010/09/14/sehari-di-kediaman-rasulullah-29/

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

Bekas sujud anak Adam diharamkan api neraka menjilatnya

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/1901946_687052121343524_485976804_n.jpg

YANG DIHARAP HANYA SYAFA’AT DARI RASULULLAH SAW.( 1/6)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Orang-orang berkata : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiyamat ?” Beliau bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari yang tidak berawan ?”. Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda . “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat bulan pada malam purnama yang tidak berawan ?”. Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda : “Maka sesungguhnya demikian itulah kamu melihat Tuhan pada hari Qiamat. Allah mengumpulkan manusia, lalu Tuhan berfirman : “Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ikutilah” Orang vang menyembah matahari, ia mengikutinva (matahari itu) dan orang yang menyembah berhala-berhala ia mengikuti berhala-berhala itu, yang masih tinggal adalah umat ini dan didalamnya ada orang-orang munafik. Lalu Allah mendatangi mereka dalam bentuk yang tidak mereka kenal, Allah berfirman : “Akulah Tuhanmu”, maka mereka berkata : “Aku berlindung kepada Allah dari kamu, inilah tempat kami, sehingga Tuhan kami datang kepada kami, apabila Tuhan kami mendatangi kami niscaya kami akan mengetahui Nya”. Maka Allah mendatangi mereka dalam bentuk yang mereka kenal, lalu Allah berfirman : “Akulah Tuhanmu”. Mereka berkata: “Engkau Tuhan kami.” Kemudian mereka mengikuti Nya, dan dipasanglah jembatan Jahannam. Rasulullah saw. bersabda : “Aku adalah orang yang pertama melewati, dan do’a-do’a para Rasul saat itu adalah : “Wahai Allah selamatkanlah, selamatkanlah”. Padanya ada penyambar seperti duri pohon Sa’dan, tidakkah kamu melihat duri-duri pohon Sa’dan ?” Mereka menjawab : “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda : ‘Duri-duri itu seperti duri-duri pohon Sa’dan, hanya saja kadar besarnya yang mengetahui hanya Allah. Neraka itu menyambar manusia karena perbuatan mereka, diantara mereka ada yang dihancurkan karena perbuatannva, dan diantara mereka ada vang dicincang, kemudian selamat, sehingga apabila Allah telah selesai dalam memutusi hamba-hambaNya dan berkehendak untuk mengeluarkan mereka dari neraka, maka Dia mengeluarkan, yaitu orang­orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maka Allah memerintahkan Malaikat untuk mengeluarkan mereka, para Malaikat mengetahui mereka dengan tanda bekas sujud, karena Allah mengharamkan neraka memakan bekas-bekas sujud dari anak Adam. Para Malaikat mengeluarkan mereka dalarn keadaan telah hangus, lalu ditumpahkan air pada mereka yang disebut air hidup, maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian pada tanah yang dibawa oleh banjir, dan tinggallah seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka, sambil berkata : “Wahai Tuhan, bau neraka telah menghancurkan saya dan nyalanva telah membakar saya, maka palingkanlah muka saya dari neraka”. Dia senantiasa berdo’a kepada Allah, kemudian Allah berfirman : “Jika saya memberi barangkali kamu akan minta padaku akan yang lain”, maka dia menjawab : “Tidak, demi kemuliaanMu, saya tidak minta yang lain”, lalu Tuhan memalingkan mukanya dari neraka, kemudian sesudah itu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya ke pintu sorga” Maka Tuhan berfirman : “Bukankah kamu telah yakin, bahwa kamu tidak akan minta kepadaKu akan selainnya?, celaka kamu wahai anak Adam, alangkah khianatnya kamu”, namun dia senantiasa berdo’a, lalu Tuhan berfirman : “Jika Aku memberimu, barangkali kami minta kepadaKu akan yang lain.” Maka dia berkata : “Tidak,” demi kemuliaan Mu saya tidak minta yang lain kepadaMu”, dia memberikan janji-janji kepada Allah untuk tidak minta vang lain lagi, maka Allah mendekatkannva ke pintu sorga. Ketika ia melihat apa yang ada didalamnya, ia diam sesuai yang dikehendaki Allah untuk diam, kemudian dia berkata : “Tuhan, masukkanlah saya ke sorga”. Lalu Allah berfirman : “Bukankah kamu telah yakin bahwa kamu tidak minta kepadaku akan vang kamu telah yakin bahwa kamu tidak minta kepadaku akan yang lain ? Celaka kamu wahai anak Adam, alangkah khianatnya kamu”, maka dia berkata : “Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan saya hamba Mu yang paling celaka”. Ia senantiasa berdo’a sehingga Allah tertawa, maka ketika Allah tertawa karenanya, Allah memberikan izin kepadanya untuk masuk sorga. Ketika ia masuk sorga, dikatakan kepadanya : “Bercita-citalah demikian “, maka iapun bercita-cita, kemudian dikatakan kepadanya : “Bercita-citalah demikian, maka dia bercita-cita sehingga cita-citanya habis, lalu dikatakan kepadanya. : “Ini untukmu dan bersama itu kamu mendapat lagi sesuatu yang sama”. Abu Hurairah ra. berkata : “Orang lelaki itulah yang paling akhir masuk sorga”. Abu Said Al Khudri duduk bersama Abu Hurairah ra, tidak merubah haditsnya sedikitpun sehingga sampai kepada perkataannya : “Ini untukmu dan bersama itu kamu mendapat lagi sesuatu yang sama”. Abu Said berkata : “Sava mendengar Rasulullah saw bersabda : “Ini untukmu dan sepuluh kali hal yang seperti itu”. Abu Hurairah berkata : “Saya hafal : “Bersama itu kamu mendapat lagi sesuatu yang sama”. (HR. Bukhari).

Dari Anas Ibnu Malik ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Pada hari Qiamat Allah mengumpulkan orang-orang mu’min demikian, lalu mereka berkata : “Seandainya kita mohon syafa’at kepada Tuhan kita, sehingga Dia memberi kelonggaran kepada kita ditempat kita ini”, maka mereka datang kepada Adam, kemudian berkata : “Wahai Adam, tidakkah engkau melihat manusia ? Allah telah menjadikan Engkau dengan tangan-Nya, dan menyuruh para malaikatNya untuk sujud kepada Engkau, Allah telah menganjurkan nama-nama segala sesuatu kepada Engkau, maka mohonkanlah syafa’at bagi kami kepada Tuhan kita, sehingga Tuhan memberi kelonggaran terhadap kami di tempat kami ini”. Maka Adam menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu,” ia menyebutkan kepada mereka kesalahan yang dilakukannya, akan tetapi datanglah kepada Nuh, karena dia Rasul pertama iang diutus Allah kepada penduduk bumi,” lalu mereka datang kepada Nuh, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu, ia menyebutkan kesalahan yang telah dilakukannya. Akan tetapi datanglah kepada Ibrahim, kekasih Allah !” Lalu mereka datang kepada Ibrahim, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu, ia menyebutkan kesalahan­kesalahan yang dilakukannva – akan tetapi datanglah kepada Musa, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu”, ia menyebutkan pada mereka kesalahan yang telah dilakukannya, akan tetapi datanglah kepada Isa, hamba dan Rasul Allah, kalimah dan ruhnya!”, lalu mereka datang kepada Isa, maka ia menjawab : “Saya tidak menempati tempat itu”. Akan tetapi datanglah kepada Muhammad saw. hamba vang telah diampuni dosa-dosanya yang telah terdahulu dan yang terkemudian”. Lalu mereka datang kepadaku, maka aku pergi, lalu minta izin kepada Tuhanku, maka Dia mengizinkannva padaku. Ketika aku melihat Tuhanku, aku sujud, kemudian Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Nya dalam meninggalkan aku, kemudian dikatakan padaku : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mintalah perantara akan diberi, dan mohonlah syafa’at akan diberi syafa’at”. Maka aku memuji Tuhanku dengan pujian-pujiau yang telah diajarkan kepadaku, kemudian aku mohon syafa’at, dan Tuhan membatasinya kepadaku, maka aku memasukkan mereka ke sorga, kemudian aku kembali, dan ketika aku melihat tuhanku, aku sujud. Lalu Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Allah untuk meninggalkan aku, kemudian dikatakan : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mintalah perantara akan diberi, dan mohonkan syafa’at akan diberi syafa’at !”. Maka aku memuji Tuhan dengan puji-pujian vang telah diajarkan oleh Tuhan kepadaku, lalu aku mohon syafa’at dan Tuhan membatasinva kepadaku, maka aku memasukkan mereka ke sorga, lalu aku kembali, dan ketika aku melihat Tuhan, aku sujud, kemudian Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendakNya dalam meninggalkan aku, kemudian dikatakan : “Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mintalah perantara akan diberi dan mohonkan syafa’at akan diberi syafa’at !”, lalu aku memuji Tuhanku dengan pujian yang telah diajarkan Nya kepadaku, kemudian aku memohon syafa’at dan Dia membatasinya kepadaku, lalu aku kembali dan berkata : “Wahai Tuhan, yang masih di neraka hanyalah orang-orang yang telah dicegah oleh Al Qur’an, dan wajiblah kekal atasnya”.Nabi saw: bersabda : “Keluarlah dari neraka orang-orang yang mengucapkan : “Laailaaha illallaah (tidak ada Tuhan selain Allah) dan dihatinya ada kebaikan seberat gandum ( ± 6 butir biji) kemudian keluar lagi dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah, dan di hatinya ada kebaikan sebutir biji gandum, lalu keluar lagi dari neraka orang yang mengucapkan: Laa ilaaha illallaah, dan dihatinya ada kebaikan seberat semut kecil. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

http://sabdaislam.wordpress.com/2009/12/12/46-yang-diharap-hanya-syafaat-dari-rasulullah-saw-16/

Kumpulan Hadits Qudsi

Posted by: peribadirasulullah | Februari 7, 2014

3 Orang yang amat diCintai oleh Allah SWT

https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/1896904_687154794666590_781518243_n.jpg

TIGA ORANG YANG DICINTAI OLEH ALLAH AZZA WA JALLA

Dari Abu Dzar ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : Tiga orang yang dicintai oleh Allah Maha Muliia dan Maha Besar, yaitu :

Seseorang yang mendatangi suatu kaum, ia minta kepada mereka dengan nama Allah, dan ia tidak minta karena kekerabatan antara dia dan mereka, namun mereka mencegahnya, lalu ada seseorang yang mengiringinya; dia memberinya secara rahsia, yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar dan orang yang diberinya.

Dan suatu kaum vang berjalan di malam hari sehingga ketika ia lebih senang tidur dari pada apa yang sedang mereka jalankan, mereka singgah dan meletakkan kepala mereka, lalu di antara mereka ada seorang yang bangun untuk merendahkan diri kepada-Ku dan membaca ayat-ayatKu.

Dan seseorang yang berada di dalam pasukan, mereka bertemu musuh lalu mereka berbalik ke belakang namun ia maju lagi sehingga ia terbunuh atau mendapat kemenangan”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).

http://sabdaislam.wordpress.com/2009/12/12/42-tiga-orang-yang-dicintai-oleh-allah-azza-wa-jalla/

Kumpulan Hadits Qudsi

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,693 other followers