Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Pintu-pintu Syurga Ilahi

Oleh : Rendy Setiawan, Wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency)

Allah Ta’ala telah menyiapkan balasan yang sangat agung bagi hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya dengan Surga sebagai sebaik-baiknya tempat kembali yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan.

Surga tersebut memiliki pintu-pintu yang akan dimasuki oleh hamba-hamba Allah yang berhak menempatinya.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 73:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Artinya:“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam Surga secara berombonggan. Sehingga apabila mereka sampai ke Surga dibukakanlah pintu-pintu itu dan dikatakanlah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan atas kalian. Berbahagialah kalian! maka masukilah Surga ini, sedang kalian kekal di dalamnya.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 73)

Ayat yang mulia ini menunjukan bahwa Surga memiliki pintu-pintu yang akan dimasuki oleh hamba-hamba Allah penghuni Surga.

Imam al-Qurthubi Rahimahullah berkata, “Sekelompok ulama mengatakan bahwa huruf “Wawu” pada ayat ini artinya delapan. Yakni bahwa Surga itu memiliki delapan pintu.”

Ibnu Katsir Rahimahullah menguatkan pendapat ini, bahwa landasan argumen Surga itu memiliki delapan pintu justru adalah dari hadits shahih, sekalipun huruf “Wawu” dalam firman Allah (وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا) dianggap oleh sebagian dengan (وَاوُ الثَّمَانِيَةِ) yaitu huruf wawu yang menunjukan jumlah delapan.

Di antara dalil shahih yang menetapkan bahwa Surga memiliki delapan pintu adalah riwayat dalam shahih al-Bukhari dan Muslim:

فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ»

Artinya: “Di dalamSurga terdapat delapan pintu. Diantara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu al-Rayyan yang tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa” (H.R. Bukhari)

Dan juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

«مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ»

Artinya: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Serta Isa adalah hamba Allah, anak salah satu hamba-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah. (Ia juga bersaksi) bahwa Surga adalah benar adanya, Neraka juga benar adanya; niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki.”  (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dua hadits shahih ini menunjukan bahwa Surga memiliki delapan pintu masuk. Kategori pintu tersebut ditentukan dengan jenis amal shalih yang dikerjakan oleh seorang hamba sewaktu di dunia. Beberapa nama pintu tersebut dijelaskan dalam kitab hadits shahihain.

«مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ فِى الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا خَيْرٌ. فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ». قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عَلَى أَحَدٍ يُدْعَى مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَعَمْ وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »

Artinya: “Barang siapa yang menginfakkan dua pasang hartanya di jalan Allah maka dia akan dipanggil di surga, ‘Wahai hamba Allah, ini adalah yang baik.’ Barang siapa yang tergolong ahli shalat maka dia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang tergolong ahli jihad maka dia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang tergolong ahli puasa, maka dia akan dipanggil dari pintu al-Royyan. Barang siapa yang tergolong ahli sedekah, maka dia akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Abu Bakar Radhiallahu anhu berkata, “Bahaya apalagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?” Maka Nabi menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk di dalamnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan, hadits tersebut juga menjelaskan tentang siapa saja yang termasuk ahli sholat, maka ia akan dipanggil dari pintu sholat. Barang siapa yang termasuk ahli jihad, maka ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang termasuk ahli sedekah, maka ia akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan barang siapa yang termasuk ahli puasa, maka ia akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Pintu Ar-Royyan khusus untuk orang-orang yang berpuasa.

Kata Ar-Royyan artinya tidak dahaga. Karena orang-orang yang berpuasa merasa dahaga ketika melaksanakan ibadah puasa. Terutama pada musim panas ketika siang harinya lebih panjang daripada malam harinya. Sehingga mereka diberi balasan dengan melewati pintu khusus untuk orang-orang yang berpuasa, yaitu pintu Ar-Royyan.

Dengan demikian, hadits shahih ini menyebutkan beberapa nama pintu-pintu Surga, yaitu: باب الصلاة yaitu pintu shalat bagi ahli shalat, باب الجهاد yaitu pintu jihad bagi ahli jihad, (باب الصيام (الريان pintu puasa yang disebut dengan pintu al-Royyan, باب الصدقة yaitu pintu sedekah bagi ahli sedekah.

Al-Qadhi Iyadh Rahimahullah menambahkan sisanya sehingga genap menjadi delapan, yaitu: pintu taubat, pintu orang-orang yang menahan amarah,pintu orang-orang yang ridha, dan pintu kanan yang dimasuki orang-orang yang masuk surga tanpa hisab.”

Ibn Hajar al-Asqalani Rahimahullah menjelaskan tambahan pintu-pintu Surga selain empat pintu Surga dalam hadits yaitu: باب الحج yaitu pintu haji karena itu termasuk rukun Islam, باب الكاظمين الغيظ والعافين عن الناس yaitu pintu orang-orang yang menahan amarah lagi memaafkan manusia, الباب الأيمن yaitu pintu kanan yang dimasuki orang-orang yang masuk surga tanpa hisab, باب الذكر atau باب العلم yaitu pintu dzikir sebagai dalam riwayat al-Tirmidzi yang menunjukan hal itu, ada kemungkinan juga pintu ilmu.

Imam Tirmidzi mengatakan bahwa pintu Surga itu lebih dari delapan pintu, yakni sekitar 11 pintu tambahan, yaitu: pintu haji, pintu umrah, dan pintu silahturahim. Sedangkan beliau Imam Syamsudin al-Qurthubi sendiri lebih cenderung berpendapat ada 13 pintu, salah satunya adalah pintu untuk umat Rasulallah yang tersisa, yakni mereka yang tidak mempunyai amal tertentu yang menonjol, yang membuatnya dipanggil dengan amal tersebut dan maka mereka masuk berdesakan.

Ditinjau dari kekuatan dalil maka pendapat bahwa Surga memiliki depalan pintu jauh kebih kuat karena terdapat kitab shahih Bukhari dan shahih Muslim sedangkan beberapa hadits yang dijadikan argumen bahwa pintu surga sekitar 11 atau 13 pintu adalah lemah.

Berkaitan dengan penjelasan hadits dimasukannya ahli shalat, jihad, puasa dan sedekah melalui pintu-pintu khusus pintu amal tersebut, maksudnya adalah bahwa seseorang akan dipanggil melalui pintu itu berdasarkan dominasi amal tersebut yang dilakukan oleh seorang hamba.

Al-Nawawi Rahimahullah menjelaskan pendapat para ulama dalam kitab syarh shahih Muslim bahwa maknanya adalah bagi seseorang yang didominasi dengan amalnya dan ketaatan kepada Allah dengan amal tersebut.

Menurut Ibn Hajar al-Asqalani bahwa maksud amal yang menyebabkan seseorang akan dipanggil dari pintu amal itu adalah amal-amal tathawu’ dari amal-amal yang telah disebutkan dalam hadits bukan amal-amal wajib karena jika amal wajib akan akan banyak yang bisa memasuki semua delapan pintu tersebut sedangkan dalam teks hadits menunjukan sedikitnya orang yang mampu menggabungkan semua amal sehingga dipanggil dari semua delapan pintu sebagaimana dalam hadits tersebut:

فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا

Artinya:“Apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?.”

Hadits Abu Hurairah perihal pintu-pintu Surga juga menunjukan keutamaan Abu Bakr al-Shidiq Radhiallahu Anhu yang diharapkan oleh Rasulallah Shallallahu Alaihi Wasallam akan memasuki delapan pintu tersebut yang dikehendaki.

Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah menjelaskan, “Para ulama berkata bahwa pengharapan yang berasal dari Allah dan dari Nabi-Nya pasti akan terjadi,  oleh karena penetapan ini maka hadits tersebut dicantumkan pada bab keutamaan Abu Bakr.”

Selain Abu Bakr al-Shidiq Radhiallahu Anhu yang akan memasuki delapan pintu Surga mana saja yang dikehendaki, ada juga ummat Rasulallah Shallallahu Alaihi Wasallam yang bisa memasukinya, diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits-hadits berikut ini:

«مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ »

Artinya: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Serta Isa adalah hamba Allah, anak salah satu hamba-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah. (Ia juga bersaksi) bahwa Surga adalah benar adanya, Neraka juga benar adanya; niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Bukhari berbunyi,

وَفِي صَحِيحِ أَبِي حَاتِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « إذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ »

Artinya “Jika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya maka dia akan masuk Surga dari pintu-pintu mana saja yang dia kehendaki.”(H.R. Bukhari)

عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ السُّلَمِي قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنَ اْلوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا اْلحِنْثَ إِلاَّ تَلَقَّوْهُ مِنْ أَبْوَابِ اْلجَنَّةِ الثَّمَانِيَّةِ مِن أَيِّهَا شَاءَ دَخَلَ »

Artinya: “Dari ‘Utbah ibn Abdullah al-Sulami bahwa ia berkata: Saya telah mendengar Rasulallah shallallahu alaihi wasallambersabda, “Tidaklah seorang muslim ditinggal mati tiga orang anaknya yang belum baligh melainkan mereka akan menjemputnya di delapan pintu Surga, ia masuk melalui pintu manapun yang ia suka.” (H.R. Ibn Majah)

Hadits lain yang menjelaskan pahala bisa masuk ke semua delapan pintu surga adalah sabda Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ »

Artinya:“Tidaklah ada seorangpun di antara kalian yang berwudhu, lalu ia sempurnakan wudhu’nya kemudian mengucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

Yaitu: aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya, kecuali akan dibukakan baginya delapan pintu-pintu surga.” (HR. Muslim)

Orang Yang Pertama Masuk Syurga

Adapun yang pertama kali mengetuk atau membuka pintu Surga adalah Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan ini menunjukan keutamaan beliau atas seluruh ummat Manusia dari awal sampai akhir zaman.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

« أَنَا أَكْثَرُ الأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ »

Artinya: “Saya adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat nanti diantara para Nabi, dan aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu surga.” (HR Muslim)

Dalam riwayat Imam Ahmad juga disebutkan,

«آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ قَالَ: يَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ أَنْ لَا أَفْتَحَ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ»

Artinya: “Aku akan mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, lalu aku minta agar dibukakan. Penjaga pintu bertanya: ‘Siapakah engkau?’. Aku menjawab: ‘Aku adalah Muhammad’. Ia berkata: ‘Hanya denganmu aku diperintahkan (agar) aku tidak membukanya untuk siapapun sebelummu” (HR. Ahmad)

Banyaknya pintu-pintu surga sesuai dengan amalan seorang hamba harus  dijadikan sebagai motivasi bagi seseorang yang benar-benar mengharapkan Surga Allah melalui amal shalih yang sangat mungkin bisa dilakukan sewaktu di dunia. Berlomba-lomba mengerjakan berbagai amal kebaikan.

Bagi yang mengharapkan dimasukan ke semua pintu yang dikehendaki, maka hadits-hadits di atas cukup kiranya untuk dijadikan titik awal landasan iman mengerjakan amalan tersebut. (P011/P4)

http://www.mirajnews.com

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Mencari Jalan Ke Syurga

https://i1.wp.com/mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2015/01/unduhan-3.jpg

Oleh: Rendy Setiawan, Jurnalis Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Istiqomah adalah sebuah komitmen dalam menjalankan satu program untuk menuju satu tujuan. Istiqomah itu mengandung beberapa arti, diantaranya; Pertama, konsisten, sehingga secara terus menerus apa yang dianggap baik itu dijalankan. Kedua, tahan uji kepada godaan-godaan yang mungkin menjadi penghambat, menjadi halangan kita sampai pada tujuan yang cita-citakan.

Istiqomah itu juga menyertai keimanan. Iman naik dan turun sebagaimana ucapan para ulama, ujian datang dan pergi. Lalu bisa juga disebut bahwa istiqomah itu salah satu ciri keimanan kita teruji atau tidak.

Ketika kita tidak istiqomah, bisa dikatakan memang bahwa keimanan kita tidak teruji dengan baik. Memang, istiqomah menjadi suatu kondisi, untuk menunjukkan ketundukan kita kepada Allah. Indikator keberagamaan kita atau ketakwaan itu memang ada pada sikap istiqomah.

Empat belas abad yang lalu, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyampaikan kepada para shahabatnya untuk tetap istiqamah menjaga keimanannya. Karena pada hakikatnya, dengan istiqamah itu, ia akan bisa menggapai surga sebagaimana janji Allah, kemudian risalah tersebut diteruskan oleh para ulama hingga sampailah kepada umat Islam di zaman ini.

Hal ini bisa dibuktikan dengan firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ, أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”,  kemudian mereka tetap istiqamah  maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”(Q.S. Al Ahqaf: 13-14)

Hal ini diperkuat dengan riwayat dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah, beliau berkata,

Rasulullah bersabda,

عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَقِيلَ: أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ – رضي الله عنه – قَالَ: )قُلْت: يَا رَسُولَ اللَّهِ! قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَك؛ قَالَ: قُلْ: آمَنْت بِاَللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ 

Artinya: Dari Abu ‘Amr dan dikatakan Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah z, ,ia mengatakan, “Aku berkata ,’Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu ucapan yang aku tidak bertanya lagi tentangnya kepada seorang pun selainmu.’ Beliau bersabda, Katakanlah, Aku beriman kepada Allah , kemudian beristiqmahlah.” (HR. Muslim)

Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah mengatakan, yang dimaksud dengan istiqomah adalah penempuhan jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus tanpa adanya pembengkokan ke kanan maupun ke kiri. Dan hal itu mencakup ketaatan secara keseluruhan, baik lahir maupun bathin, serta meninggalkan segala bentuk larangan.

Ada yang berpendapat bahwa istiqamah itu hanyalah bisa dijalankan oleh orang-orang besar, karena istiqamah adalah menyimpang dari kebiasaan, menyalahi adat dan kebiasaan sehari-hari, teguh di hadapan Allah dengan kesungguhan dan kejujuran.

Akan tetapi, problematika yang sering kita rasakan adalah terkadang kita tergelincir dan tidak bisa istiqomah secara utuh. Lantas, apa yang seharusnya kita lakukan ketika menghadapi hal semacam ini?

Maka perhatikan firman Allah Ta’ala,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

Artinya:”Katakanlah: Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa,  maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada- Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (Q.S. Fushilat: 6)

Ayat ini memerintahkan untuk istiqomah sekaligus beristigfar kepada Allah.

Ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah menjelaskan bahwa ayat di atas memerintahkan untuk istiqomah dan meminta ampun kepada Allah sebagai isyarat bahwa seringkali ada kekurangan dalam istiqomah yang diperintahkan. Adapun yang menutupi kekurangan ini adalah istighfar.  Istighfar itu sendiri mengandung unsur taubat dan istiqomah.

(Gambar: dainusantara)

Kiat Tetap Istiqomah

Allah Jalla Jalaaluh memberikan kabar gembira bagi orang yang mengatakan, “Rabb kami ialah Allah” dengan balasan Syurga, maka perlu seseorang mengetahui langkah yang harus ditempuh untuk tetap istiqamah. Ada beberapa kiat pilihan agar seseorang senantiasa tetap istiqamah dengan jalannya antara lain;

Pertama, Memahami kalimat syahadatain.

Selain sebagai dasar pondasi yang amat kokoh sebuah keimanan, memahami kalimat tersebut juga merupakan kiat dasar seorang muslim untuk tetap istiqamah dalam menjaga agamnya.

Allah Ta’ala berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Artinya:”Allah meneguhkan (iman) orang- orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Q.S. Ibrahim [14]: 27)

Sebagian ulama menyebutkan bahwa ayat tersebut dijelaskan dalam hadits berikut,

(الْمُسْلِمُ إِذَا سُئِلَ فِى الْقَبْرِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ ( يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ

Artinya:”Jika seorang muslim ditanya di dalam kubur, lalu ia berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka inilah tafsir ayat: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan  yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (H.R. Muslim)

Qatadah As Sadusi Rahimahullah mengatakan bahwa Allah akan meneguhkan orang beriman di dunia adalah dengan meneguhkan mereka dalam kebaikan dan amalan shalih sedangkan di akhirat, mereka akan diteguhkan di kubur. Mengapa Allah bisa teguhkan orang beriman di dunia dengan terus beramal shalih dan di akhirat (alam kubur) dengan dimudahkan menjawab pertanyaan malaikat, “Siapa Rabbmu, siapa nabimu dan apa agamamu?

Tentu jawabannya adalah karena pemahaman dan pengamalannya yang baik dan benar terhadap dua kalimat  syahadat. Dia tentu memahami makna dua kalimat syahadat dengan benar. Memenuhi rukun dan syaratnya serta dia pula tidak menerjang larangan Allah berupa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, yaitu berbuat syirik.

Oleh karena itu, kiat pertama ini menuntunkan seseorang agar bisa beragama dengan baik yaitu mengikuti jalan hidup generasi salafus shalih yaitu jalan hidup para sahabat yang merupakan generasi terbaik dari umat ini.

Dengan menempuh jalan tersebut, ia akan sibuk belajar agama untuk memperbaiki aqidahnya,  mendalami tauhid dan juga menguasai kesyirikan yang sangat keras Allah larang sehingga harus dijauhi. Oleh karena itu, jalan yang ia tempuh adalah jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam beragama yang merupakan golongan yang selamat yang akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah.

Kedua, Mengkaji Al Qur’an dan merenungkannya.

Allah Rabbul Ka’bah telah banyak menceritakan berbagai macam kemukjizatan Al Qur’an, salah satunya adalah bahwa Al-Qur’an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Artinya:”Katakanlah: Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar,  untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman , dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Q.S. An Nahl: 102)

Oleh karena itu, Al Qur’an itu diturunkan secara beangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana terdapat dalam ayat,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلا

Artinya:”Berkatalah orang-orang yang kafir: Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikianlah supaya  Kami perkuat hatimu dengannya  dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).” (Q.S. Al Furqon: 32)

Al Qur’an adalah jalan utama agar seseorang bisa terus kokoh dalam agamanya. Alasannya, karena Al Qur’an adalah petunjuk dan obat bagi hati yang sedang ragu.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Artinya:”Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.”(Q.S. Fushilat: 44).

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan, “Katakanlah wahai Muhammad, Al-Qur’an adalah petunjuk bagi hati orang beriman dan obat penawar bagi hati dari berbagai keraguan.”

Oleh karena itu, kita akan saksikan keadaan yang sangat berbeda antara orang yang gemar mengkaji Al-Qur’an dan merenungkannya dengan orang yang hanya menyibukkan diri dengan perkataan filosof dan manusia lainnya.

Orang yang giat merenungkan Al-Qur’an dan memahaminya, tentu akan lebih kokoh dan teguh dalam agama ini. Inilah kiat yang mesti dijalani agar bisa terus istiqomah.

Ketiga, Konsekuen dalam menjalankan syari’at Allah

Maksudnya di sini adalah seseorang dituntunkan untuk konsekuen dalam menjalankan syari’at atau dalam beramal dan tidak putus di tengah jalan. Karena konsekuen dalam beramal lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang sesekali saja dilakukan.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya:”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ‘Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk  merutinkannya.”(H.R. Muslim)

Imam An-Nawawi Rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun konsekuen dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan.

Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Allah Ta’ala. Amalan sedikit namun konsekuen dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar  dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.”

Hal ini ditegaskan dengan adanya hadits dari jalur ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata padanya,

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

Artinya:”Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat  malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.”(H.R. Bukhari)

Selain amalan yang terus-menerus dicintai oleh Allah, amalan tersebut juga dapat mencegah masuknya virus ‘futur’ (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh.

Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun ajeg (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting terus menerus walaupun jumlahnya sedikit. (P011/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Seorang General Tentera Arab Saudi ditembak

Perwira Komandan Petugas Penjaga Perbatasan Saudi Tewas Dalam Sebuah Penembakan

AUDI ARABIA (voa-islam.com) – Senin (05/01/15) Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia mengatakan bahwa para pelaku penyerangan menewaskan dua penjaga perbatasan Saudi dengan Irak dalam sebuah penembakan dan peledakan yang terjadi pada waktu dini hari.

Kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan singkat yang dikutip oleh Saudi Press Agency, menambahkan, “Salah satu patroli petugas penjaga perbatasan di Markaz Sweif, Arar perbatasan utara, akibat tembakan oleh personel teroris” tuturnya.

Pernyataan resmi itu tidak menyebutkan identitas korban yang tewas dari petugas keamanan. Akantetapi harian Saudi Al-Watan mengatakan pada akun resmi di jejaring sosial twitter, serangan tersebut menewaskan Kolonel Audah Balwi (komandan penjaga perbatasan utara), Thariq Hulwani (tentara) dan melukai Mayor Salim al-‘Anazy.[usamah/dbs]

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-news/2015/01/06/34905/perwira-komandan-petugas-penjaga-perbatasan-saudi-tewas-dalam-penembakan/#sthash.JRMT1C1A.dpuf

ARAR, ARAB SAUDI (voa-islam.com) – Setidaknya dua penjaga perbatasan Saudi, termasuk seorang perwira senior berpangkat Jenderal, tewas dan yang ketiga terluka dalam penembakan dan serangan bom di perbatasan kerajaan itu dengan Irak.

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin (5/1/2014) bahwa serangan itu terjadi di persimpangan Suweif di wilayah Arar ketika penyerang tak dikenal menembaki patroli perbatasan.

Salah satu penyerang ditangkap dan meledakkan sabuk bahan peledak yang dia kenakan, pernyataan singkat itu menambahkan.

Salah satu dari mereka tewas dalam serangan itu adalah seorang perwira senior, juru bicara kementerian Mayor Jenderal Mansour Turki mengatakan tanpa memberikan namanya. Perwira itu disebut oleh media lokal sebagai Jenderal Audah al-Belawi.

Perbatasan Arab Saudi dengan Irak, dipertahankan oleh hambatan bumi dan pagar dan dipantau oleh kamera dan radar, telah diserang di masa lalu oleh tembakan bom mortir ditembakkan dari jarak jauh, namun serangan dengan target tertentu jarang terjadi.

Tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, yang terjadi di sebuah daerah gurun terpencil di sebelah provinsi Anbar Irak di mana baik mujahidin Daulah Islam (IS) dan milisi Syi’ah yang dekat dengan Iran beroperasi.

Meski demikian, seorang analis keamanan Irak memiliki hubungan dekat dengan kementerian dalam negeri Arab Saudi, Mustafa Alani mengatakan bahwa penggunaan seorang pembom jibaku menunjukkan jejak IS.

“Ini adalah serangan pertama oleh IS melawan Arab Saudi dan merupakan pesan yang jelas setelah Arab Saudi memasuki koalisi internasional terhadap mereka,” katanya.

Pasukan Saudi sendiri telah bergabung serangan udara pimpinan AS terhadap posisi IS di Suriah bersama beberapa negara Teluk lainnya.

Arab Saudi telah meningkatkan keamanan di perbatasan pada bulan Juli, menambah ribuan tentara untuk mendukung kekuatan penjaga perbatasan, setelah IS merebut sejumlah bagian wilayah di Irak termasuk di provinsi Anbar.

Perbatasan tetap menjadi penghalang tangguh untuk mujahidin, meskipun serangan dini hari tersebut, klaim Alani.

“Berapa kali Anda bisa melakukan serangan ini? Perbatasan itu sendiri masih sangat kuat. Satu-satunya ketakutan mereka masuk ke Arab Saudi adalah melalui salah satu perbatasan kerajaan lainnya, “katanya.

Pos perbatasan Suweif, yang dikunjungi Reuters pada bulan Juli dan hanya terbuka untuk lalu lintas selama ibadah haji tahunan, terletak sekitar 40 km dari kota Arab Saudi Arar dan 80 km dari kota Irak Al-Nukhayb, yang dikuasai oleh pemerintah Syi’ah Irak. (st/ptv,aa) – See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-news/2015/01/06/34885/jenderal-saudi-tewas-dalam-serangan-orang-bersenjata-di-perbatasan-dengan-irak/#sthash.scKbwT0K.dpuf

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Pelukis kartun menghina Islam ditembak

Kartunis dan Bos Mingguan Charle Hebdo Penghina Nabi Muhammad Tewas Ditembak

Kartunis dan Bos Mingguan Charle Hebdo Penghina Nabi Muhammad Tewas Ditembak

PARIS (voa-islam.com) – Tokoh-tokoh media di Perancis yang benci terhadap Islam menghina Nabi Muhammad tewas ditembak bersama 11 orang lainnya oleh kelompok yang bersimpati kepada ISIS.

Mereka yang menghina Nabi Muhammad  mendapat ganjaran yang setimpal. Mereka semua mati ditembak.

Diantaranya yang tewas itu, Direktur penerbitan majalah mingguanCharlie Hebdo, Charb, serta kartunis terkenal Prancis, yakni Cabu, Tignous, dan Wolinski, tewas ditembak dua pria tak dikenal, Rabu, 7 Januari 2015.

Dua pria menggunakan topeng dan senjata otomatis itu menembaki kantor majalah mingguan yang terkenal memuat karikatur satire tersebut.

Penembakan terjadi setelah Charlie Hebdo mencuit tentang karikatur pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi.

Charb merupakan sosok yang dicari Al-Qaidah pada 2013 setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Kantor majalah ini kemudian dihajar bom pada November 2011, setelah karikatur Nabi Muhammad diterbitkan.

Dari rekaman foto di sekitar lokasi penembakan hari ini, seorang pelaku tampak melarikan diri ke arah atap gedung dan berteriak “Allahu Akbar” seraya terdengar suara tembakan.

Kantor Charlie Hebdo kerap mendapat penjagaan ketat dari polisi karena publikasi-publikasinya yang kontraversial dan satire. Mereka dengan kebencian yang terus-menerus mereka sebarkan dengan kemarahan itu, akhirnya mendapatkan ganjaran, tewas ditembak mati. [afgh/dbs/voa-islam.com]

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-news/2015/01/07/34931/kartunis-dan-bos-mingguan-charle-hebdo-penghina-nabi-muhammad-tewas-ditembak/#sthash.uoi50ALt.dpuf

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Hospital Milik Tentera IS Raqqa Iraq

Shoutussalam – Kali ini kami menampilkan sebuah video yang dirilis oleh media Khilafah wilayah Raqqah. Video ini berisi tentang keadaan Rumah Sakit Bersalin yang ada di kota Tabaqah, wilayah Raqqah.

Rumah Sakit Bersalin Umum ini segala puji bagi Allah telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang memadai. Disamping itu setiap pasien yang ingin berobat tidak perlu memikirkan biaya yang mahal, sebagaimana yang terjadi di sekitar kita, khususnya Indonesia.

Semua kalangan masyarakat diterima dengan baik. Semua lapisan masyarakat baik yang berkemampuan maupun para faqir miskin, semuanya mendapatkan pelayanan kesehatan. Segala puji bagi Allah.

http://shoutussalam.com/2015/01/video-inilah-rumah-sakit-bersalin-umum-milik-khilafah-daulah-islamiyah-di-kota-tabaqah/

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

LIPUTAN DARI DALAM KOTA M0SUL IRAQ

http://shoutussalam.com/2015/01/video-terjemah-indonesia-liputan-dari-dalam-kota-mosul-oleh-jhon-cantlie/

Shoutussalam Islamic Media
http://www.shoutussalam.com

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Pulau yang di diami oleh dajjal

إكتشاف جزيره الاعور الدجال-والله أعلم

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Hadis-hadis Rasulullah SAW berkaitan dengan peperangan di Syria

عمر الرئيس

عمر الرئيس

ما سيحدث في سوريا كما أخبر النبي صلى الله عليه وسلم

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

IS menembak jatuh jet tentera udara Jordan

اشترك في قناة اورينت : http://goo.gl/oYUIq7
تنظيمُ الدولةِ من حرب المطارات والأرض الوعرة إلى العودةِ لحرب ِالطائرات، فالتنظيمُ اليوم لم يفجر مبنىً ولم يخطِفْ طائرةً بل أسقط طائرةً حربية في عمل عسكري، وأسرَ طيارَها الأردني ..الأردن الذي يقاتلُ التنظيمَ في إطار التحالفِ الدولي أصبحَ اليومَ أمام مَالَمْ يتوقعْهُ.. فالأردن وإن رأى استمرارَ الحرب على التنظيم خيرا فهو بلاشك وقعَ أسيرَ إنقاذِ طيارِه.. لكن هل سيُفاوضُ التنظيمَ من

Posted by: peribadirasulullah | Januari 9, 2015

Gaya hidup golongan kapitalis yang jauh daripada keberkatan Allah SWT

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,844 other followers