Posted by: peribadirasulullah | Disember 13, 2018

Perjalanan Menuju Ke Akhirat

R 6

Perjalanan Ke Akhirat

1. PENUH PENYESALAN BAGI ORANG YANG TIDAK MELAKUKAN AMAL SOLEH

Allah berfirman: “Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal soleh) untuk hidupku ini.” (QS Al-Fajr: 24)

2. KEDATANGAN HARI AKHIRAT SANGAT CEPAT SEIRING DENGAN CEPAT BERLALUNYA USIA MANUSIA

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18)

3. MUHASABAH DI ATAS DOSA DIRI

Umar bin Khattab RA yang telah mengingatkan hal ini dalam ucapannya yang terkenal: “HISABLAH DIRIMU SAAT INI, SEBELUM KAMU DIHISAB”.

Allah berfirman: “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Allah), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi-Nya)” (Al-Hâqqah:18)

4. AKHIRAT ADALAH SAAT PERHITUNGAN DAN BUKAN LAGI UNTUK BERAMAL

Ali bin Abi Thalib RA berkata: “Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat telah datang menghampiri kita, dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka JADILAH KAMU ORANG YANG MENGAGUMI/MENCINTAI AKHIRAT dan JANGANLAH KAMU MENJADI ORANG YANG MENGAGUMI DUNIA, karena sesungguhnya saat ini waktunya beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok di akhirat adalah saat perhitungan dan tidak ada waktu lagi untuk beramal.[4]

5. DUNIA ADALAH TEMPAT PERSINGGAHAN SEMENTARA, MAKA “JADILAH KAMU DI DUNIA SEPERTI ORANG ASING…”

Dunia adalah tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu. BARANGSIAPA YANG MENGUMPULKAN BEKAL YANG CUKUP, maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan BARANG SIAPA YANG BEKALNYA KURANG MAKA DITAKUTI DIA TIDAK AKAN SAMPAI KE TUJUAN.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan”[5]

Keadaan orang Mukmin di dunia yang HATINYA SELALU TERIKAT DAN RINDU KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN (SYURGA) yang sebenarnya, iaitu tempat tinggal pertama orang tua kita, Adam dan Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.

6. KEMBALILAH KEPADA RUMAH PERTAMA KITA (SYURGA), TETAPI PERLU HADAPI UJIAN MUSUH (SYAITAN)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam syairnya: Marilah kita menuju ke surga ‘adn (tempat menetap) karena SESUNGGUHNYA ITULAH TEMPAT TINGGAL KITA YANG PERTAMA, yang di dalamnya terdapat tempat (yang indah) AKAN TETAPI KITA (SEKARANG DALAM) TAWANAN MUSUH (SETAN). Apakah kamu melihat kita akan (bisa) kembali ke kampung halaman kita dengan selamat? [7]

7. AHLI SYURGA TIDAK CINTAKAN DUNIA TETAPI SIBUK MENYIAPKAN BEKAL UNTUK KE AKHIRAT

“Orang MUKMIN TIDAK PANJANG ANGAN-ANGAN DAN TERLALU SIBUK DALAM MENJALANI KEHIDUPAN DUNIA, karena “barangsiapa yang hidup di dunia seperti orang asing, maka dia tidak punya keinginan kecuali MEMPERSIAPKAN BEKAL YANG BERMANFAAT BAGINYA KETIKA KEMBALI KE AKHIRAT. Dia tidak berlumba bersama orang-orang yang mengejar kemewahan dunia, karena keadaannya seperti perantau, YAITU TIDAK MERASA RISAU DENGAN KEMISKINAN DAN RENDAHNYA KEDUDUKANNYA.” [8]

8. AHLI SYURGA TIDAK MEMBUANG MASA

Abdullâh bin Umar RA berkata: ”Jika kamu berada di waktu malam maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi; dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menunggu datangnya waktu malam. Gunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan MASA HIDUPMU SEBELUM KEMATIAN MENJEMPUTMU” [9]

Bahkan inilah makna zuhud di dunia yang sesungguhnya sebagaimana ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah:

“Maknanya adalah tidak panjang angan-angan, yaitu seseorang yang ketika berada di waktu pagi dia berkata: “AKU KHAWATIR TIDAK AKAN BOLEH MENCAPAI WAKTU MALAM LAGI” [10]

9. SEBAIK-BAIK BEKAL KE AKHIRAT ADALAH TAKWA (TAAT KEPADA PERINTAH DAN LARANGANNYA)

“…..Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (QS Al-Baqarah: 197)

SEBAIK-BAIK BEKAL UNTUK PERJALANAN KE AKHIRAT ADALAH TAKWA
“Menjadikan pelindung antara diri seorang hamba dengan siksaan dan kemurkaan Allah yang dikhawatirkan akan menimpanya, yaitu (dengan) melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya” [11]

Maka sesuai dengan keadaan seorang hamba di dunia dalam MELAKUKAN KETAATAN KEPADA ALLAH DAN MENINGGALKAN PERBUATAN MAKSIAT, begitu pula keadaannya di akhirat kelak. Semakin banyak dia berbuat baik di dunia akan semakin banyak pula kebaikan yang akan di raihnya di akhirat nanti, yang berarti semakin besar pula peluangnya meraih keselamatan menuju surga.

10. KEADAAN KETIKA BANGUN DI AKHIRAT SESUAI DENGAN AMALAN DI DUNIA

Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap orang akan dibangkitkan (pada hari kiamat) sesuai dengan keadaannya sewaktu dia meninggal dunia” [12].

Artinya dia akan mendapatkan balasan pada hari kebangkitan kelak sesuai dengan amal baik atau buruk yang dilakukannya sewaktu di dunia [13]

11. LANDASAN UTAMA TAKWA ADALAH DUA KALIMAT SYAHADAT

La ilaha illallah dan Muhammadur Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, sebaik-baik bekal yang perlu dipersiapkan untuk selamat dalam perjalanan besar ini adalah memurnikan tauhid (mengesakan Allah dalam BERIBADAH DAN MENJAUHI PERBUATAN SYIRIK) dan MENYEMPURNAKAN AL ITTIBÂ’ (MENJAUHI PERBUATAN BID’AH).

12. PENEGUHAN IMAN SEMASA DI DALAM KUBUR

Ujian keimanan dalam kubur merupakan peristiwa besar pertama yang akan dialami manusia setelah kematiannya. Mereka akan ditanya oleh dua malaikat yaitu Munkar dan Nakir [14] dengan tiga pertanyaan: “Siapa Tuhanmu?, apa agamamu? dan siapa nabimu?” [15].

Allah hanya menjanjikan kemudahan dan keteguhan iman ketika menghadapi ujian besar ini bagi orang-orang yang MEMAHAMI DAN MENGAMALKAN DUA LANDASAN ISLAM INI DENGAN BENAR, sehingga mereka akan menjawab: “Tuhanku adalah Allah agamaku adalah Islam dan Nabiku adalah Muhammad”

Allah berfirman: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” (QS Al-Ibrâhim:27)

Nabi ﷺ bersabda: “Seorang Muslim ketika ditanya di dalam kubur (oleh Malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah (Lâ Ilâha Illallâh) dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (Muhammadur Rasulullah), itulah makna firman-Nya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat” [17]

13. TELAGA HAUDH (KAUTSAR) MENGHILANGKAN DAHAGA SELAMANYA

Termasuk peristiwa besar pada hari kiamat adalah mendatangi telaga Rasulullah ﷺ yang penuh kemuliaan, warna airnya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu, dan baunya lebih harum daripada minyak wangi misk (kesturi), barangsiapa yang meminum darinya sekali saja maka dia tidak akan kehausan selamanya [18].

Dalam hadits yang shahîh [19] juga disebutkan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga Rasulullah ﷺ ini. Hal itu karena sewaktu di dunia mereka BERPALING DARI PETUNJUK DAN SUNNAH RASULULLAH ﷺ DALAM MASALAH BID’AH.

14. JAMBATAN ASH-SIRATH SEBELUM KE SYURGA

Termasuk peristiwa besar pada hari kiamat adalah MELINTASI ASH-SHIRÂTH (JEMBATAN) YANG DIBENTANGKAN DI ATAS PERMUKAAN NERAKA JAHANNAM, di antara surga dan neraka. Dalam hadits yang shahîh[22] disebutkan bahwa keadaan orang yang melintasi jembatan tersebut bermacam-macam; SESUAI DENGAN AMAL PERBUATAN MEREKA SEWAKTU DI DUNIA. “Ada yang melintasinya secepat kerdipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda pacuan yang kencang, ada yang secepat menunggang unta, ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang merangkak, dan ada yang disambar dengan pengait besi kemudian dilemparkan ke dalam neraka Jahannam”([23] ) – na’ûdzu billâhi min dâlik – .

15. AKHIRNYA: SYURGA ATAU NERAKA?

Akhirnya, perjalanan manusia akan sampai pada ujungnya; SURGA YANG PENUH KENIKMATAN, ATAU NERAKA YANG PENUH DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH. Di sinilah Allah akan memberikan balasan yang sempurna bagi manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia.

Allah berfirman: “Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih MENGUTAMAKAN KEHIDUPAN DUNIA, MAKA sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang TAKUT KEPADA KEBESARAN RABB-NYA DAN MENAHAN DIRI DARI KEINGINAN HAWA NAFSUNYA, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya” (QS An Nâzi’ât: 37-41)

Allah berfirman: “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang TIDAK INGIN MENYOMBONGKAN DIRI DAN BERBUAT KERUSAKAN (MAKSIAT) DI (MUKA) BUMI, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi ORANG-ORANG YANG BERTAKWA” (QS Al-Qashash:83)

KESIMPULAN

Sudahkah kita mempersiapkan bekal yang cukup agar selamat dalam perjalanan tersebut? Kalau jawabannya: belum, maka jangan berputus asa, masih ada waktu berbaki bagimm memperbaiki segala kekurangan kita – dengan izin Allah aranya, bersegeralah untuk kembali dan BERTAUBAT KEPADA ALLAH, SERTA MEMPERBANYAK MENUNTUT ILMU SUNNAH DAN MELAKUKAN AMAL SOLEH PADA SISA UMUR KITA YANG MASIH ADA.


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: