Posted by: peribadirasulullah | Ogos 20, 2018

Nafsu Makan Yang Rakus-Imam Al-Ghazali

2 Qurban 2018

Menurut Imâm al-Ghazâlî nafsu makan merupakan sumber penyebab dari segala kerakusan. Sebab lambung merupakan sumber syahwat, yang kemudian melahirkan nafsu birahi. Dan bila nasfu makan dan kelamin mencapai klimaksnya, timbullah nafsu baru, yaitu kerakuasan terhadap harta-benda. Sebab, mustahil dua nafsu itu (makan dan kelamin) dapat terpenuhi, kecuali dengan harta-benda ini menggelora dalam diri, muncullah gila kekuasaan. Sebab, dalam realitasnya tidak mungkin harta-benda didapatkan tanpa jabatan dan kekuasaan.

Ternyata setelah harta dan kedudukan berhasil direngkuh, berbagai bencana mulai bermuculan. Mulailah timbul rasa takabur, dengki, riya’, dendam kesumat, persaingan yang tidak sehat dan lain sebagainya. Semua itu hanya bersumber dari perut. Karena itu, tidak mengherankan bila Rasulullah Saw. sangat menghargai budaya lapar dan menganjurkannya.

Dalam Hadis yang diriwayatkan dari Ibn Mâjah dari Miqdâm, Rasulullah bersabda:

عَنْ مِقْدَامَ بْنَ مَعْدِ يكَرِبَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الْآدَمِيِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتْ الْآدَمِيَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ.

”Dari Miqdâm bin ma’dan Yakarib berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada bejana yang diisi oleh anak adam yang lebih buruk dari pada perutnya. Cukuplah bagi anak adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga dari perutnya hendaknya diisi untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafasnya.” (H.R. Ibn Mâjah)

Budaya menahan lapar mempunyai beberapa manfaat bagi seorang muslim dalam beribadah. Imâm al-Ghazâlî menyebutkan ada tujuh macam manfaat, yaitu :

  1. Dengan lapar, menjernihkan pikiran sehingga menjadi cemerlang. Sebab, rasa kenyang dapat mengakibatkan pikiran dan hari menjadi tumpul.
  2. Dengan lapar, hati halus, sehingga dapat merasakan lezatnya munajat dan mudah tersentuh oleh aktivitas dzikir dan ibadat. Al-Junaid berkata,“Ada tempat kosong antara seseorang dengan perutnya, dan ia ingin menemukan manisnya munajat.”
  3. Dengan lapar, jiwa serasa menjadi rendah dan dengan demikian perasaan semena-mena dan egoisme akan sirna dengan sendirinya.
  4. Dengan lapar, seseorang merasakan adanya ujian, sebagai salah satu macam pintu surga. Dengan lapar itu ia merasakan siksaan. Dan dengan demikian ia merasa takut akan siksa akhirat.
  5. Lapar dapat mengikis semua bentuk nafsu yang merupakan sumber kemaksiatan, begitupun nafsu amarah.
  6. Dengan lapar, badan akan terasa ringan untuk melakukan tahajjud dan ibadah lainnya, menghindarkan rasa kantuk yang dapat menghambat semangat ibadah. Modal pokok kebahagiaan adalah umur. Banyak tidur dapat mengurangi umur, karena dapat mencegah diri dari ibadah. Pankalnya tiada lain, karena banyak makan. Abu Sulaiman Al-Darânîberkata,“Barangsiapa berkenyang-kenyang, maka akan tertimpa enam bencana: a) Kehilangan manisnya ibadah, b) Tidak dapat menjaga hikmah, c) Tidak mempunyai tenggang rasa terhadap sesama makhluk, karena beranggapan bahwa makhluk pun telah kenyang sebagaimana dirinya, d) Merasa berat untuk melakukan ibadah, e) Tambah syahwat, dan f) Saat semua orang mukmin sibuk pergi ke masjid, ia disibukkan untuk segera ke tempat sampah.”
  7. Dengan terbiasa lapar, justru meringankan biaya hidup keseharian, dan akan merasa puas dengan sedikit harta. Kesadaran sosial jauh labih tinggi terhadap orang-orang fakir. Sebab, orang yang telah selamat dari kerakusan dirinya, maka dia tidak akan butuh pada harta banyak, dan dengan demikian akan hilang dari dirinya kesusahan terhadap kepentingan dunia. Dan bila ia bermaksud untuk memotong syahwatnya, maka ia telah memangkas keinginannya sendiri, dan meninggalkan syahwatnya.

Dan untuk menghilangkan nafsu makan yang rakus dan membiasakan lapar Imâm al-Ghazâlî memberikan metode yang mungkin sebagian besar manusia merasa sulit untuk berlatih membiasakan diri berlapar-lapar serta merasa kesulitan untuk meninggalkan kecenderungan berkenyang-kenyang lantaran sudah menjadi kebiasaan.

Menurut beliau itu mudah, bila betul-betul ada niatan untuk mengubah pola hidup secara bertahap. Mula-mula dengan cara mengurangi porsi menu makanan perhari satu suap atau sepotong (roti), dalam sebulan akan terasa pengaruhnya, sementara sedikit makan segera menjadi kebiasaan. Dan bila anda berkeinginan untuk membiasakan lapar dan sedikit makan, perlu melihat waktu, kadar dan jenisnya. Kadar makanan itu terbagi menjadi tiga tingkatan:

  1. a)Tingkatan Para Shidiqîn, yang makan sekedar untuk bisa berdiri, suatu kadar yang dikhawatirkan bisa mengurangi daya tahan (hidup) dan perkembangan akal.
  2. b)Tingkatan orang yang makan 1mud (3 ons) atau sekitar sepertiga isi perut (lambung) dalam sehari.
  3. c)Tingkat komsumsi lebih dari dari 1mud atau lebih setiap hari sebagaimana dilakukan oleh kebanyakan orang pada umumnya. Tentunya yang terakhir ini berbelok dari tradisi orang yang pergi menempuh jalan Allah Swt.

Sementar kadar yang memiliki pengaruh, berbeda-beda menurut pribadi masing-masing. Prinsipnya, seseorang menjulurkan tangannya pada makanan, apabila benar-benar lapar. Jika sudah cukup, dia tidak menoleh ke makanan. Tanda-tanda lapar, apabila seseorang sangat berselera makan walaupun tanpa ada lauknya. Sebaliknya, jika tidak berselera berarti masih tergolong kenyang. Adapun waktu atau lamanya lapar dapat dibagi dalam tiga tingkatan:

  1. a)Tingkatan tertinggi, mampu menahan lapar selama tiga hari atau lebih.
  2. b)Tingkatan pertengahan, yaitu menahan lapar dalam tempo dua hari.
  3. c)Tingkatan terendah, yaitu hanya makan sekali sehari. Sebab, barang siapa makan dua kali sehari, tidak mungkin merasakan lapar, berarti dia telah meninggalkan keutamaan lapar.

Sedangkan jenis makanan yang perlu diperhatikan dalam upaya melatih diri untuk mampu menahan lapar setiap saat adalah, jangan sampai mengonsumsi berlebihan jenis makanan yang berlauk dan berbumbu hukumnya makruh, dan dengan demikian seseorang tidak akan pernah merasakan lapar.

Umar bin Khattab r.a. selalu berpesan kepada putrannya sebagimana yang dikutip oleh Imâm al-Ghazâlî, bahwa:“Hendaklah engkau makan roti dan daging sesekali, dan sesekali makan roti yang diolesi minyak samin, pada kesempatan lain roti dan susu, dapat pula roti dengan garam, dan sekali waktu makan roti tawar!”

Nasihat tersebut mengingatkan makan yang terbaik bagi adat kebiasaan. Sedangkan para penempuh, telah meninggalkan lauk-pauk, bahkan mengekang nafsu syahwatnya. Bahkan ada yang mengekang selera makannya selama sepuluh hingga dua puluh tahun. Ia, senantiasa melawan selera nafsunya.

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Senarai Nama Peserta Program Qurban 2018 Di Sekatan Kemboja Anjuran Ihya Assunnah Solution 2018 yang akan diuruskan oleh Al-Fadhil Akhi Mohd Zain di Wilayah Kg. Som ( Presiden Mahasiswa Islam Selatan Kemboja , Universiti Fatoni Thailand ) :

 

1.1- Bahagian Pertama : Norehan Kamaruddin.

1.2-Bahagian Kedua : Mohd Sufian Hashim.

1.3-Bahagian Ketiga : Salina Binti Mohamad Adzhar.

1.4-Bahagian Keempat : Kamaliah Bt Mahmood.

1.5-Bahagian Kelima : Izam Bin Ismail.

1.6-Bahagian Keenam : Mohd Shahrin Hidhayat Bin Masrin.

1.7-Bahagian Ketujuh : Ahmad Daud Bin Abdullah.

Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT telah sempurna penyertaan untuk satu ekor lembu.

Terima Kasih , Ya Allah kerana menghadiahkan seekor lembu untuk umat Islam Selatan Kemboja melalui Ihya Assunnah Solution. Dengan hidayah dan pertolongan Allah SWT membuka hati insan-insan mulia bagi menyertai program yang dianjurkan.

Jutaan Terima Kasih buat insan-insan mulia yang sudi mengorbankan sebahagian harta kurniaan Allah SWT untuk berkongsi sedikit kebahagiaan dengan saudara seagama dan seaqidah di bumi Kemboja.

 

Sila kunjungi kami melalui laman  dibawah  untuk maklumat lengkap:

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/08/03/jom-qurban-di-selatan-kemboja-3/

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/02/03/melayu-champa-cambodia/

https://wordpress.com/post/peribadirasulullah.wordpress.com/46725

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/03/03/ihya-assunnah-solution-menunaikan-amanah-warga-malaysia-di-sihanoukville-selatan-kemboja/

Pengenalan Ihya Assunnah Solution

https://www.youtube.com/watch?v=13Gi0MilEa0

Misi Menyampaikan Bantuan Ke Selatan Kemboja 2017

https://www.youtube.com/watch?v=64UO1RimxQI

Salleh Faiz

https://web.facebook.com/salleh.faiz.5

IHYA Assunnah

https://web.facebook.com/IHYA-Assunnah-1184250164973202/


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: