Posted by: peribadirasulullah | Ogos 14, 2018

CARA PUASA SEPULUH HARI AWAL BULAN DZULHIJJAH

Photo

CARA PUASA SEPULUH HARI AWAL BULAN DZULHIJJAH
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

📫SOAL :

Bismillah, Ustadz mau bertanya, menjelang memasuki 10 hari awal Dzulhijjah kita disarankan untuk memperbanyak amal shalih, salah satu diantaranya adalah ibadah shaum sunnah, dari penjelasan penjelasan yang ada hanya menyebutkan berpuasa dari tanggal 1-9 Dzulhijjah, maksudnya apakah di Sembilan hari tersebut kita puasa dawud atau puasa senin kamis ?

📬JAWAB :

Benar bahwa sepuluh hari pertama memiliki keistimewaan, dimana amalan sekecil apapun lebih utama daripada berperang di jalan Allah, maka dianjurkan untuk memperbanyak amalan terutama, shalat, puasa, dzikir, membaca al Quran, sedekah dll.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidaklah ada hari hari yang amal shalaih pada hari hari tersebut lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama dibulan dzulhijjah. Maka para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah apakah (amal shalih tersebut) lebih Allah cintai dari pada jihad fi sabilillah ?”. beliau menjawab, “iya walupun dengan jihad fi sabilillah, kecuali sesorang yang keluar (berjihad) dengan diri dan hartanya lalu tidak kembali setelah itu selamanya (syahid)” (HR Bukhari : 926, Abu Dawud : 2438, Ahmad : 1968)

Dalam lafadz yang lain :

مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الْأَضْحَى

“tidak ada amalan yang paling utama disisi Allah ‘Azza wajalla, tidak juga lebih agung pahalanya daripada amalan yang dilakukan pada sepuluh hari (pertama) bulan dzulhijjah” (HR Ad-Darimi, Irwaul Ghalil 3/398)

Dalam riwayat Imam Ahmad ada tambahan :

فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Maka perbanyaklah padanya tahlil (mengucapkan laa ilaaha illallah), Takbir (mengucapkan Allahu Akbar), dan tahmid (mengucapkan Al Hamdulillah)” (HR Ahmad : 6154).

Diantara amalan yang dianjurkan pada hari hari yang mulia ini adalah puasa, karena ibadah puasa adalah ibadah yang agung yang tiada bandingannya.

🔺Dari Abu umamah Al Bahili radhiyallahu anhu ia berkata :

أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ مُرْنِي بِأَمْرٍ آخُذُهُ عَنْكَ، قَالَ: «عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ»

“Aku mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lalu aku mengatakan, “wahai Rasulullah tunjukan kepadaku perkara yang aku ambil (pegang teguh) darimu”. Lalu Beliau shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Berpuasalah karena (puasa) itu tidak ada bandingannya”. (HR An-Nasa’i : 2220, As-Shahihah : 1973).

Dalam lafadz lain Abu umamah berkata kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :

فَمُرْنِي بِعَمَلٍ أَدْخُلُ بِهِ الْجنَّة قَالَ: “عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ” قَالَ فَكَانَ أَبُو أُمَامَةَ لَا يُرَى فِي بَيْتِهِ الدُّخَانُ نَهَارًا إِلا إِذَا نَزَلَ بِهِمْ ضَيْفٌ.

Wahai Rasulullah tunjukanlah kepadaku amalan yang dengannya aku masuk surga”. Maka Beliau bersabda, ”berpuasalah engkau karena puasa itu (ibadah) yang tidak ada bandingannya”. Ia (Raja’ bin Haiwah , perowi hadits) mengatkan : “Bahwasanya Abu Umamah tidak nampak pada siang hari adanya asap di (dapur) rumahnya, kecuali kalau kedatangan tamu. Apabila mereka melihat ada asap pada siang hari pertanda dirumahnya sedang ada tamu”. (HR Ibnu Hibban : 2425, Thabrani : 4763. Dishahihkan oleh syaikh al-Albani, Shahih at-Targhib wat Tarhib 1/580).

🎓Terjadi perbedaan pendapat para ulama dalam menetapkan cara puasa sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah :

💫[1] Pendapat Pertama :

Puasa yang dimaksud adalah puasa mutlak dari tanggal 1-9 Dzulhijjah , adapun pada tanggal 10 (idul adha) atau hari hari Tasyriq (11 -13 dzulhijjah) dilarang untuk berpuasa karena ia adalah hari raya, hari yang dianjurkan bergembira, sebagai hari makan dan minum . Hal ini didasarkan pada riwayat dari Hunaidah bin Kholid, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ»

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud : 2437 dan An-Nasa’i : 2374)

Yang dimaksud 9 (tis’ah) dalam hadits diatas adalah 9 hari bukan Taasi’ (hari ke-9), sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama di Lajnah Daaimah (majlis fatwa Saudi Arabia) ketika ditanya dalam masalah ini, mereka menukil perkataan Imam As Syaukani rahimahullah di kitab Nailul Authar :

وَقَدْ تَقَدَّمَ فِيْ كِتَابِ الْعِيْدَيْنِ أَحَادِيْثُ تَدُلُّ عَلَى فَضِيْلَةِ الْعَمَلِ فِيْ عَشْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ عَلَى الْعُمُوْمِ، وَالصَّوْمُ مُنْدَرِجُ تَحْتَهَا، وَقَوْلُ بَعْضِهِمْ: إن المراد بتسع ذي الحجة اليوم التاسع: تأويل مردود، وخطأ ظاهر للفرق بين التسع والتاسع.

Telah berlalu didalam kitab (pembahsan masalah) dua hari raya hadits hadits yang menunjukan keutamaan beramal ibadah di sepuluh awal bulan dzulhijjah sementara ibadah puasa adalah bagian dari ibadah yang mulia, adapun sebagian (ulama) mengatakan bahwa yang dimaksud Sembilan dzulhijjah itu adalah tanggal Sembilan, maka ini adalah penafsiran yang batil lagi tertolak, dan Nampak sekali kesalahannya karena beda antara Sembilan hari (tis’ah) dengan hari ke Sembilan (at Taasi’)” (lihat Fatwa Lajnah Ad Daaimah 9/308 no Fatwa : 20247).

👥Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 459).

Dari mantan budak Ibnu Azhar ia berkata, Aku pernah menghadiri shalat ied bersama Umar bin Al Khattab radhiyallahu anhu, lalu beliau berkata :

هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا: يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ، وَاليَوْمُ الآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ

“Dua hari ini adalah hari raya yang Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melarang untuk berpuasa didalamnya, hari dimana kalian berbuka dari puasa kalian (Idul Fitri), begitu pula beliau melarang puasa pada hari lainnya yaitu idul adha dimana kalian memakan sesembeliahan kalian (kurban)” (HR Bukhari : 1990, Muslim : 1137).

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

«أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ، يَوْمِ الْفِطْرِ، وَيَوْمِ النَّحْرِ»

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.” (HR. Muslim : 1138)

Dari Nubaisyah Al Hudzali radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

«أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ»

“Hari hari Tasyriq (tanggal 11,12 dan 13) adalah hari makan dan minum” (HR Muslim : 1141)

💫[2] Pendapat Kedua :

Puasa yang dimaksud adalah puasa yang disyari’atkan dari puasa puasa sunnah seperti senin kamis, puasa dawud atau puasa arafah yang dilakukan pada sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah. Mereka beralasan tidak ada dalil khususnya kecuali hanya keutamaan amalan ibadah secara umum pada sepuluh hari awal dzulhijjah. Bahkan ada dalil yang melarangnya sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha ia berkata :

«مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ»

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijah sama sekali.” (HR. Muslim : 1176).

🌷Pendapat yang kuat :

✔pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah bahwa puasa di sepuluh awal dzulhijjah yang dimaksud adalah berpuasa dari mulai tanggal satu sampai hari arafah (tanggal 9 dzulhijjah). Sedangkan hadits Aisyah radhiyallahu anha tidak lah menafikan berpuasa pada hari hari sepuluh di awal bulan dzulhijjah, karena bisa jadi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak melakukan itu karena sebab seperti sakit, atau karena memberatkan kepada umatnya karena khawatir di wajibkan.

🔸Imam As Syaukani rahimahullah berkata :

وَأَمَّا مَا أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ ” وَفِي رِوَايَةٍ: ” لَمْ يَصُمْ الْعَشْرَ قَطُّ ” فَقَالَ الْعُلَمَاءُ: الْمُرَادُ أَنَّهُ لَمْ يَصُمْهَا لِعَارِضِ مَرَضٍ أَوْ سَفَرٍ أَوْ غَيْرِهِمَا، أَوْ أَنَّ عَدَمَ رُؤْيَتِهَا لَهُ صَائِمًا لَا يَسْتَلْزِمُ الْعَدَمَ، عَلَى أَنَّهُ قَدْ ثَبَتَ مِنْ قَوْلِهِ مَا يَدُلُّ عَلَى مَشْرُوعِيَّةِ صَوْمِهَا كَمَا فِي حَدِيثِ الْبَابِ فَلَا يَقْدَحُ فِي ذَلِكَ عَدَمُ الْفِعْلُ.

Adapun yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijah sama sekali.”. Dalam riwayat lain, Tidak pernah beliau berpuasa pada hari yang sepuluh (awal dzulhijjah). Para Ulama rahimahumullah berkata, yang dimaksud adalah beliau tidak berpuasa karena ada halangan sakit atau safar atau yang lainnya, atau tidak kelihatannya beliau berpuasa pada sepuluh hari awal dzulhijjah bukan berarti tidak boleh berpuasa karena telah tetap adanya pensyari’atan puasa pada hari hari tersebut sebagaimana didalam pembahasan hadits kita, maka tidak tercela pula bagi orang yang tidak melakukannya” (Nailul Authar 4/283). Demikian semoga bermanfaat, Wallahu waliyyut Taufiq

_______________________
✍🏻Abu Ghozie As Sundawie
🍃🌼Repost MTA Assoolihah (+96650 829 3088)

Nota Penting :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

JOM QURBAN DI SELATAN KEMBOJA 2018M/1439H BERSAMA IHYA ASSUNNAH SOLUTION

RAYUAN TERAKHIR UNTUK MELENGKAPKAN 4 BAHAGIAN LEMBU YANG BELUM MENERIMA TEMPAHAN.

Dengan Penuh Takzim dan Rendah Diri, Kami  Ihya Assunnah Solution Memohon Tuan,Puan, Saudara Dan Saudari  yang dikasihi sekalian, melengkap 5 bahagain Qurban yang belum lengkap untuk dilaksanakan Qurban di daerah terpencil di selatan Kemboja yang amat berhajat.

Fadhilat dan Kelebihan Berqurban

  1. Keampunan.-
    Titisan darah qurban yang pertama adalah merupakan pengampunan bagi dosa-dosa yang telah lalu iaitu sebagai penebus dosa yang telah dilakukan.
    ‘Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhushallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidatuna Fatimah radhiallahu ‘anha: meriwayatkan bahawa Rasulullah
    Maksudnya: “Wahai Fatimah! Pergilah ke tempat (penyembelihan) qurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu adalah merupakan pengampunan bagimu di atas dosa-dosamu yang telah lalu.”
    (Hadis riwayat al-Hakim)
  2. Kebajikan (hasanah) yang dikurniakan kepada orang yang berqurban adalah sebanyak bulu binatang yang diqurbankan.
    Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu meriwayatkan:
    Maksudnya: “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah yang ada pada qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Ia adalah sunnah bapa kamu Ibrahim” Mereka berkata: “Apa yang akan kami perolehi darinya wahai Rasulullah?”Rasulullah menjawab: “Bagi setiap helai rambut satu kebajikan” Mereka berkata: “Bagaimana pula dengan bulu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi setiap helai bulu satu kebajikan.”
    (Hadis riwayat Ibnu Majah)
  3. Darah qurban yang tumpah ke bumi akan mengambil tempat yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta‘ala.
    ‘A’isyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    Maksudnya: “Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada Hari Raya Qurban yang lebih disukai Allah melainkan menumpahkan darah (menyembelih binatang qurban). Sesungguhnya binatang qurban itu akan datang pada Hari Kiamat bersama tanduk, kuku dan bulunya dan Allah memberi pahala ibadah qurban itu sebelum darah binatang qurban itu jatuh ke bumi. Oleh itu, elokkanlah qurban kamu.”
    (Hadis riwayat at-Tirmidzi,Ibnu Majah dan Hakim)
  4. Akan memperolehi kenderaan atau tunggangan ketika meniti titian al-Sirat al-Mustaqim di akhirat kelak.

Sabda Nabi Muhammad SAW (maksudnya): “Muliakanlah qurban kamu kerana ia menjadi tunggangan kamu di titian pada Hari Qiamat”.

“Tidak akan sampai kepada Allah daging-dagingnya dan tidak pula darah-darahnya. Tetapi akan sampai kepada Allah ialah ketaqwaan dari kamu. Demikianlah dipermudahkannya korban-korban kepada kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan hendaklah kamu gembirakan orang-orang yang berbuat kebajikan.” (al-Hajj : 36-37)

Ancaman terhadap orang yang mampu melakukan qurban tetapi tidak melaksanakannya.

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu katanya, sabda Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:
Maksudnya: “Barangsiapa yang ada kemampuan untuk berqurban tetapi tidak melakukannya, janganlah dia hadir bersama kami di tempat sembahyang kami”.(HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Bantulah kami umat Islam Melayu Champa di Selatan Kemboja yang kurang mendapat perhatian masyarakat Islam antarabangsa, melalui Ihya Assunnah Solution umat Islam Melayus Champa di Selatan Kemboja dapat berteduh dan menikmati sedikit nikmat kurniaan Allah SWT dikongsi bersama pada hari raya Aidil Adha nanti, sumbangan dan penyertaan anda lambang kekuatan pertalian Ukhuwah Islamiah Seaqidah Dan lambang ketinggian Iman Anugerah Allah SWT yang tidak boleh dinilai oleh makhluk ciptaan Allah SWT. Hanya Allah SWT sahaja yang mampu membalas Setiap Sen yang anda sumbangankan di Jalan Allah SWT.

Untuk makluman muslimin dan muslimat yang dihormati sekalian,

Lembu pertama akan diruskan oleh Al-Fadhil Akhi Mohd Zain di Wilayah Kg. Som :

1.1- Bahagian Pertama : Norehan Kamaruddin.

1.2-Bahagian Kedua : Mohd Sufian Hashim.

1.3-Bahagian Ketiga : Salina Binti Mohamad.

1.4-Bahagian Keempat : Kamaliah Bt Mahmood.

1.5-Bahagian Kelima : Belum ada tempahan.

1.6-Bahagian Keenam : Belum ada tempahan.

1.7-Bahagian Ketujuh : Belum ada tempahan.

Cara melaksanakan ibadah Qurban :

1-Hantarkan nama lengkap kepada email atau whatsapp.

2- Bank in RM370/ 1 Bahgian lembu ke akaun Maybak 553131011505 Ihya Assunnah Solution.

3-Emailkan ke ihyaassunnah68@gmail.com atau whatsappkan ke talian                                     +6 0199576237( En. Amin)  slip bank in tersebut kepada kami.

4-Nama para peserta akan kami kemaskini dalam blog peribadirasulullah.wordpress.com dari masa ke semasa.

Lafaz niat Qurban

” Saya …………… bin/binti ……………… dengan ini bersetuju membeli dan mewakilkan kepada Ihya Assunnah Solution satu bahagian lembu untuk ibadah Qurban / Aqiqah di Kemboja pada tahun ini kerana Allah Taala.

Sila kunjungi kami melalui laman  dibawah  untuk maklumat lengkap berkaitan program Qurban dan bantulah kami:

Jom Qurban Di Selatan Kemboja

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/08/03/jom-qurban-di-selatan-kemboja-3/

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/02/03/melayu-champa-cambodia/

https://wordpress.com/post/peribadirasulullah.wordpress.com/46725

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/03/03/ihya-assunnah-solution-menunaikan-amanah-warga-malaysia-di-sihanoukville-selatan-kemboja/

Pengenalan Ihya Assunnah Solution

https://www.youtube.com/watch?v=13Gi0MilEa0

Misi Menyampaikan Bantuan Ke Selatan Kemboja 2017

https://www.youtube.com/watch?v=64UO1RimxQI

Salleh Faiz

https://web.facebook.com/salleh.faiz.5

IHYA Assunnah

https://web.facebook.com/IHYA-Assunnah-1184250164973202/

DR ZAHRY

https://web.facebook.com/kohkong.zahry/photos_albums

 Tarikh Tutup 15/8/2018 (RABU)

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: