Posted by: peribadirasulullah | Januari 27, 2018

4 Perkara menjernihkan hati

Foto

CARA MENJERNIHKAN HATI

Syeikh Ibnu Atha’illah dalam kitab Taj al-‘Arus mengatakan: “Terdapat empat perkara yang dapat membantu menjernihkan hati:

1) Banyak berdzikir.
2) Banyak diam.
3) Banyak khalwat.
4) Mengurangi makan dan minum.”

Menurut Dr. Muhammad Najdat, sebenarnya Syeikh Ibnu Atha’illah mengenalkan kita bagaimana membersihkan dan membeningkan hati.

Pertama, dzikir kepada Allah akan membersihkan hati dari kesesatan dari kebergantungan kepada selain Dia.

Hati yang biasa dan mudah berdzikir adalah hati yang mengenali iman, mengenal nikmat ibadah, merasakan manisnya ketaatan, dan memiliki rasa takut kepada Allah.

Hati yang selalu mengingat Allah akan bergetar ketika mendengar nama-Nya disebut, hati pun semakin lembut dan bersih dari kotoran.

للَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَٰبًا مُّتَشَٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

Allah SWT berfirman,:

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (QS. Az-Zumar (39): 23)

Orang yang berdzikir mengingat Allah dengan lisannya tidak disebut berdzikir jika hatinya tidak ikut berdzikir. Hati harus menjadi sumber dzikir untuk lisan dan bagian tubuh lainnya.

Kedua, memperbanyak diam. Tergelincirnya lisan akibat terlalu banyak berbicara dapat berakibat buruk bagi dirinya dan orang lain. Diam adalah emas. Di dalamnya terkandung hikmah yang sangat dalam.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah mengatakan yang baik atau diam.”

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan:
Mereka bertanya, “Mengapa kau diam saja saat kau dicaci.”

Maka ku katakan padanya:
“Menjawab adalah kunci pintu keburukan. Sedangkan diam di depan orang bodoh adalah kemuliaan. Di dalamnya juga terdapat upaya menjaga kehormatan. Bukankah singa ditakuti meskipun dalam keadaan diam. Sedangkan anjing tak diendahkan, meskipun terus menyalak.”

Ketiga, memperbanyak khalwat atau menyendiri. Dalam khalwat kita merenung dan terus berhubungan dengan realiti yang lebih tinggi dan membersihkan hati dari kotoran dunia. Merasa lemah dan tak berdaya, serta merasa hanya Allah-lah satu-satunya tempat bergantung. Hatinya hanya dipenuhi tasbih, takbir, tahlil, serta shalawat Nabi.

Keempat, mengurangi makan dan minum atau dengan memperbanyak puasa sunnah. Dengan begitu kita mematahkan hasrat hawa nafsu, dan melunakkan hati yang keras. Dengan mengurangi makan dan minum sebenarnya kita belajar mengendalikan nafsu badani, mengawal emosi, belajar qana’ah dan zuhud.

Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan bahwa rasa lapar akan membersihkan hati, membangkitkan tekad, dan menajamkan mata hati. Sebaliknya, rasa kenyang dapat melahirkan ketumpulan dan membutakan hati, dan mengganggu fikiran.

Menurut beliau, rasa lapar juga dapat menghaluskan hati dan menjernihkannya, sebab hanya dengan hati yang dapat meraih nikmatnya ketaatan, merasakan manfaat dzikir dan nikmatnya bermunajat kepada Allah SWT.

*Disarikan dari Kitab Taj Al-‘Arus karya Syeikh Ibnu Atha’illah, dengan syarah Dr. Muhammad Najdat.

*fb Ustaz Iqbal Zain

https://plus.google.com/+NurulHikmah21

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rayuan Sumbangan Ikhlas  Untuk  Umat Islam Di Selatan, Kemboja.

Dengan Segala Hormatnya Dan Dengan Penuh Takzim Kami Ingin Mengucapkan Jutaan Terima Kasih Dan Setinggi-tinggi Penghargaan Kepada Yang Dihormati Tan Sri / Dato’ Sri  / Datuk Seri / Datuk / Dato’ / Tuan / Puan/ Muslimin / Muslimat, Saudara / Saudari Yang Dirahmati Allah SWT  Sekalian Diatas Sokongan Dan Kepercayaan Yang Tidak Berbelah Bagi Kepada Pihak Kami Ihya Assunnah Solution

Markaz Umar Al-Khattab Di Kampung Som, Selatan Kemboja Dibawah seliaan Asian Faundation For Education And Developman memohon jasa baik semua pihak untuk membantu kami meningkatkan ekonomi anak-anak yatim  melalui melalui aktiviti pertanian dan penternakkan dengan menghulurkan sumbangan ke akaun bank Acleda Bank Plc No 0700 02129439 1 3 atau  Akaun Maybank Ihya Assunnah Solution 553131011505.

Sila hantar sms atau slip bank in ke talian 0199576237 Ustaz Amin AJK  Asian Faundation For Education And Developman ( wakil di Malaysia ) atau email kepada ihyaassunnah68@gmail.com atau Dr. Zahry (Pengurus Markaz Umar Al-Khattab-Kemboja) +855 88580 8813. Sila kunjungi kami di Kemboja dalam Program Melancung Sambil Beribadat Bersama Abu Muhsin (+855 88 6615107-Berbahasa Melayu). Banyak tempat menarik dan berbagai kemudahan di Kampung Som, Sihanoukville,Selatan Kemboja.

Sila kunjungi kami

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

Ucapan setinggi-tinggi penghargaan kepada Jabatan Mufti Terengganu dan Majlis Perbandaran Kota Bharu-Bandar Raya Islam – MPKB-BRI ( Kelantan Malaysia ) serta semua para sahabat yang berhati mulia kerana telah banyak membantu meringankan beban umat Islam di Selatan Kemboja, melalui Ihya Assunnah Solution.

نسأل الله العظيم ان يتقبل الله منا ومنكم صالح الآعمال وان يجعل فى ميزان حسناته .

 


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: