Posted by: peribadirasulullah | Mac 8, 2017

PANDUAN RUHANI KETIKA SAKARATUL MAUT-IMAM AL-GHAZA

Image may contain: text

PANDUAN RUHANI KETIKA SAKARATUL-MAUT

Abu Hurairah meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Suatu ketika Malaikat Maut mendatangi orang yang sedang sekarat. Setelah melihat ke dalam hatinya dan tidak menemukan apa pun di situ, Malaikat lalu membuka janggut orang itu dan mendapati ujung lidahnya melekat pada langit-langit mulutnya selagi di mengucapkan, ‘Laa ilaha illa Allah’. Dosa-dosanya diampuni karena kalimat ikhlas yang telah diucapkannya.” (HR At-Tirmidzi)

Imam Al-Ghazali menjelaskan, seharusnya orang yang memberikan bantuan untuk menuntun kalimat syahadat orang yang sedang mendekati sakartul-maut tidak memaksa-maksa. Dia harus menggunakan cara yang lemah lembut, karena boleh jadi lidah orang sekarat itu tak mampu mengucapkan kalimat syahadat.

Sebaliknya, rasa tertekan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan lidahnya itu membuat dia merasakan dorongan tersebut sebagai beban berat dan menimbulkan rasa benci terhadap kalimat syahadat. Dikhawatirkan itu dapat mengakibatkan su’ul khatimah.

Sesungguhnya, maksud kalimat ini untuk memastikan bahwa seseorang yang akan meninggal dunia telah berhasil mengosongkan hatinya dari segala sesuatu selain Allah.

Dengan demikian, jika tidak ada lagi yang dituju kecuali Allah Yang Mahaesa, Al-Haqq, maka melalui kematian, kedatanganya menghadap Sang Kekasih akan merupakan kebahagiaan tertinggi.

Tetapi, jika hatinya masih dilihat perasaan cinta kepada dunia, condong kepadanya dan menyesali hilangnya nikmat duniawi, maka meskipun kalimat tauhid itu berada di lidahnya, sedang hatinya tidak memperkuat ucapan itu. Tentu, nasib seseorang tergantung kepada Allah yang berisi segala kemungkinan. Ini terjadi karena gerak lidah saja tidak banyak membawa faedah, kecuali jika Allah SWT melalui rahmat-Nya berkenan menerimanya.

Dan, berbaik sangka kepada Allah sangat dianjurkan pada saat sakaratul maut.

—Imam Al-Ghazali dalam kitab Dzikr al-Maut, Ihya Ulumuddin

Renungan Bersama Ihya assunnah Solution

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

 

Marilah kita membuktikan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW melalui tindakan kita membantu umat Islam yang tertindas  seperti di Syria, Myanmar, Palestin, Iraq dan lain-lain negara Islam  yang diuji oleh Allah SWT. Kita yang hidup dengan penuh kenikmatan dan keamanan patutlah bersyukur diatas nikmat kurniaan Allah SWT. Marilah kita zahirkan kesyukuran kita dengan  membantu golongan pelajar yang menuntut ilmu agama.

 

Bantulah kami untuk meringankan bebanan yuran pengajian mahasiswa dan mahasiswi Kemboja (88 Orang University Fatoni,Thailand) yang amat miskin. Mereka berusaha meneruskan pengajian walaupun terpaksa menjadi buruh binaan atau nelayan semasa cuti pengajian. Melalui  Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank  553131011505 * Kami telah berusaha membantu mereka sedaya upaya dan amanah yang kami dipertanggungjawabkan telah kami laksanakan dengan izin Allah SWT. Sebarang cadangan kirimkan melalui gmail : ihyaassunnah68@gmail.com Tel No:0199576237.

 

 

 


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: