Posted by: peribadirasulullah | Mac 8, 2017

ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH SWT

*ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH*

عن أبي عمرو وقيل : أبي عمرة سفيان بن عبدالله الثقفي رضي الله عنه – قال : يا رسول الله , قل لي في الإسلام قولاً لا أسأل عنه أحداً غيرك, قال ” قل آمنت بالله ثم استقم ” رواه مسلم .
Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdullah RA, ia berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu’. Rasulullah Bersabda: ‘Katakanlah : Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu. [HR Muslim] Hadits Arbain Ke 21

Catatan Alvers

Kata Istiqamah merupakan derivasi (turunan kata; musytaq) dari akar kata “qama” yang berarti berdiri. Maka istiqamah diartikan tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Menurut Al-Wasithi: istiqamah adalah etika yang menjadikan sempurnanya berbagai kewajiban. Orang disebut istiqamah jika ia mempertahankan keimanan dan akidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. Ia bak batu karang yang tegar menghadapi gempuran ombak-ombak yang datang silih berganti. tidak mudah kendor dalam perjalanan amalnya. Hal yang terpenting dalam meraih istiqamah adalah urusan hati. Rasul saw bersabda :
لَايَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ.
“Tidaklah bisa istiqamah Iman seorang hamba sampai istiqamah hatinya” (HR Ahmad)
Maka beliau mengajarkan doa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”

Istiqamah dalam kebaikan dibutuhkan keteguhan hati dari ucapan-ucapan yang mengganggu dan berpaling darinya, tetap mengikuti jalan petunjukNya. Alvers, dalam kisah yang populer dikisahkan, bahwa pada suatu hari Luqman al-Hakim telah memasuki pasar dengan menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikutinya dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, orang-orang berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak berbelas kasih, anaknya dibiarkan berjalan kaki.” Setelah mendengarkan perkataan dari orang-orang tersebut maka Luqman pun turun dari himarnya lalu didudukkanlah anaknya di atas himar itu. Melihat keduanya, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tua itu tidak mendidik tatakrama kepada anaknya dengan benar, sungguh kurang ajar anaknya itu.” Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun naik ke punggung himar itu bersama anaknya. Kemudian orang-orang berkata lagi, “Lihat itu dua orang itu keduanya menaiki seekor himar, mereka sungguh menyiksa himar itu.” Merespon percakapan orang tersebut Luqman dan anaknya turun dan berjalan kaki dibelakang dari himarnya, kemudian terdengar lagi orang berkata, “Sungguh aneh, Dua orang berjalan kaki sementara mereka memiliki himar yang tidak dikendarai.” Dalam perjalanan pulang, Luqman al-Hakim menasihati anaknya mengenai sikap manusia dan ucapan-ucapan mereka. Ia berkata,
بنيّ العزيز هل نظرت الى ان إرضاء الناس لا يدرك ؟ فلا تلتفت اليهم واشتغل برضى الله جل جلاله
“Wahai Anakku, Engkau telah melihat sendiri bahwa mencari ridlo manusia adalah hal yang tidak mungkin tercapai, maka janganlah perdulikan ucapan mereka. Sibukkan dirimu dengan mencari ridlo Allah swt.

Simaklah Janji Allah : “Dan seandainya mereka itu bersikap istiqamah di atas jalan kebenaran, maka pastilah Kami siramkan kepada mereka air yang melimpah.” (QS. Al-Jinn [72]:16). Mungkin inilah yang terjadi kepada Bapak Sadi, seorang kakek yang renta namun masih memiliki ghirah (semangat) yang tinggi dalam beribadah sejak masa mudanya. Shalat 5 waktu dikerjakannya di awal waktu ketika adzan terdengar berkumandang. Beliau juga senantiasa melaksanakan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an di setiap pagi dan sore hari. Ketika musim kemarau yang berkepanjangan, sumur-sumur warga desa menjadi kering. Tidak ada sumber air untuk keperluan sehari-hari, tetapi tidak jauh di belakang rumah Bapak Sadi tetap mengalir sumber mata air yang mencukupi semua warga yang membutuhkannya. Alvers, Dikisahkan oleh cucu menantunya sendiri, Ust.Samson Rahman, penterjemah buku Best Seller La Tahzan bahawa ini adalah wujud keberkahan dari Allah swt. Wallahu A’lam. Semoga anda yang membaca postingan ini dan semua anggota grup ini dijadikan orang-orang yang istiqamah di jalanNya…

Renungan Bersama Ihya Assunnah Solution

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

 

Marilah kita membuktikan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW melalui tindakan kita membantu umat Islam yang tertindas  seperti di Syria, Myanmar, Palestin, Iraq dan lain-lain negara Islam  yang diuji oleh Allah SWT. Kita yang hidup dengan penuh kenikmatan dan keamanan patutlah bersyukur diatas nikmat kurniaan Allah SWT. Marilah kita zahirkan kesyukuran kita dengan  membantu golongan pelajar yang menuntut ilmu agama.

 

Bantulah kami untuk meringankan bebanan yuran pengajian mahasiswa dan mahasiswi Kemboja (88 Orang University Fatoni,Thailand) yang amat miskin. Mereka berusaha meneruskan pengajian walaupun terpaksa menjadi buruh binaan atau nelayan semasa cuti pengajian. Melalui  Tabung Ihya Assunnah Solution Maybank  553131011505 * Kami telah berusaha membantu mereka sedaya upaya dan amanah yang kami dipertanggungjawabkan telah kami laksanakan dengan izin Allah SWT. Sebarang cadangan kirimkan melalui gmail : ihyaassunnah68@gmail.com Tel No:0199576237.

 

 


Responses

  1. Assalamu’alaikum..kalau boleh tau ini daerah mana ya kak??

    Info Seputar Ikan


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: