Posted by: peribadirasulullah | Januari 6, 2017

Semua perkara berlaku hanya kebetulan sahaja ?

 

Image result for hanya kebetulan atau ketentuan allah
Hanya dengan banyak merenunglah kesadaran kita akan tumbuh, bagaimana dan apa bekal yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi suatu hari yang pasti akan terjadi dan pasti mata kita akan terbelalak menyaksikan hari itu yang penuh dengan huru hara ; Maka pada hari itu tidak ada seorang bapakpun menanyakan keadaan anak dan istrinya, tidak ada seorang anakpun menanyakan bagaimana keadaan orang tuanya dan tidak ada seorang temanpun menanyakan bagaimana keadaan temannya. Setiap kita sibuk memikirkan bagaimana nasib kita pada saat itu, hilanglah persahabatan yang dulu pernah terjalin semasa hidup diatas dunia, hilanglah keluarga yang pernah merasakan ketentraman selama hidup diatas dunia. Maka siapa yang dipertemukan Allah kembali dengan sanak keluarganya mereka diakhirat nanti itulah golongan yang beruntung dan barang siapa yang keluarganya dicerai beraikan oleh Allah swt maka itulah golongan orang- orang yang merugi…..

Itulah yang disebut dengan kiamat, maka hilanglah semua apa yang pernah kita usahakan selama hidup diatas dunia. Harta, sawah ladang, pangkat dan jabatan semua akan kembali kepada Allah Swt ; ” Datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.Begitu juga halnya dengan diri kita…..

Maka pikirkanlah……!!! Renungkanlah….!!! Takutlah kepada suatu hari yang pada hari itu terjadi huru- hara yang sangat dahsyaat…… Maka bekal apakah yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi hari kiamat tersebut ????
Disadari atau tidak dengan berlalunya waktu maka setiap kita sedang berjalan menuju Allah swt. Apapun aktivitas yang kita kerjakan selama hidup ini maka cepat atau lambat kita semua akan sampai ke sisi Allah swt. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan dimana saja kita sekalian berada kematian akan mendapatkan kita, dan setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban kemanakah umur kita habiskan…???

Hidup didunia ini hanyalah menempuh perjalanan dari titik A ke titik B. Ketika datang atau lahir disebut dengan titik A dan ketika pergi atau Mati disebut dengan titik B.Setiap orang yang menempuh jarak dari titik A ke titik B tersebut dengan waktu yang berbeda- beda pula, demikianlah Allah telah menetapkan kapan seseorang akan lahir dan kapan seseorang akan meninggal dunia.Sesungguhnya kita datang dari Allah dan kembali ke Allah.Dahulu sebelum lahir kita semua tidak ada, kemudian setelah meninggal dunia kita akan kembali tidak ada. Tidak ada itu ada dimanakah kita ini ??? Sesungguhnya tidak ada itu kita sedang berada disisi Allah swt. Maka pada hari ini bisakah kita berada disisi Allah itu…??? Maka jawabnya adalah bisa ! Bagaimanakah caranya ??? Caranya adalah katakanlah bahwa sesungguhnya kita ini tidak ada, yang ada hanyalah Allah semata. Format dari Statement itu adalah ” Laa Illa Ha Illallah = Tidak ada Tuhan selain Allah atau selain Allah itu tidak ada “. Itulah sebabnya kenapa setiap kita diwajibkan untuk mengamalkan serta mengekalkan diri dalam mengamalkan kalimat Tauhid itu karena didalam kalimat itu adalah sebuah pernyataan persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, juga pernyataan menafikan diri atau meniadakan diri. Karena sesungguhnya kita ini sebetulnya memang tidak ada.INILAH JALAN YANG LURUS ATAU IH DINASSYIRATAHAL MUSTAQIM yang selalu kita mohon didalam shalat minimal 17 kali dalam sehari mengucapkannya.

Setiap kita diwajibkan untuk mencari jalan untuk mendekatkan diri pada Allah….

Marilah kita semua mengikuti jalan yang sudah ditempuh oleh Nabi Ibarahim beserta keturunannya yaitu menjadikan kalimat tauhid itu sebagai kalimat yang kekal pula. Bukankah beliau itu juga suri tauladan buat kita..???
Sungguh sangat banyak sekali keutamaannya mengamalkan kalimat tauhid itu maka marilah kita membiasakan diri mengamalkannya dan ajaklah keluarga serta karib kerabat kita kapada kalimat tauhid itu.
Penuhilah rongga hati ini dengan Asma- asma Allah, bukankah setiap manusia selalu mendambakan ketenangan, kedamaian, serta selalu mengharapkan pertolongan serta rahmat dari Allah…??? Maka mengapa kita tidak mau untuk melakukannya ??? Bukankah ketenangan dan kedamaian itu hanya ada didalam Bertaqqarrub pada Allah semata..?? Dalam surat arrar 28 : ” ‘alaa bidzikrullahi tadz mainnul quluub = Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram “
Apabila kita lupa kepada Allah maka Allah akan menjadikan kita lupa kepada diri kita sendiri. dan mereka itulah orang- orang fasiq. Jadi orang yang fasiq itu adalah orang yang tidak tahu diri dan orang yang tidak tahu diri itu adalah orang yang lupa kepada Allah. Cukup sederhana bukan !
Dan hanya Syaitanlah yang menyebabkan manusia itu lupa kepada Allah dan Barang siapa yang lupa kepada Allah maka sesungguhnya mereka itulah golongan Syaitan, Subhanallah…….

coba perhatikan ayat dibawah ini

Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau maka sesungguhnya apa saja yang berada dilangit maupun bumi maka semua dalam keadaaan Bertasbih kepada Allah. Dari pada kita bertasbih dalam keadaan tidak sadar dan tidak ada mendapatkan manfaatnya adlah lebih baik kita melakukan dalam keadaan sadar dan pasrah agar kita selalu mendapat Rahmat dari Allah swt.
Dimanakah Allah itu berada ?? Al Qur’an mengatakan Allah itu sangatlah dekat dengan kita. Kemana saja kita menghadap maka sesungguhnya kita sedang melihat wajah Allah dan Allah itu lebih dekat dari urat leher kita.Jadi jarak antara kita dengan Allah itu sangatlah dekat sekali, kalau diibaratkan seperti ikan dengan air. Kemana saja ikan itu berenang maka sesungguhnya ia sedang menghadap air.
Sungguh sangat banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari memahami ayat ini karena dengan demikian kita tentu akan bersungguh- sungguh dalam mengerjakan perintah- perintah Allah karena mengetahui keberadaan Allah itu sangat dekat sekali dengan kita. bahkan antara kita dengan Allah itu tidak ada jarak sama sekali. Subhanallah…..
Kejarlah kebahagiaan dikampung akhirat dan jangan lupakan bahagianmu kenikmatan duniawi.
Dimanakah Allah itu berada ?? Al Qur’an mengatakan Allah itu sangatlah dekat dengan kita. Kemana saja kita menghadap maka sesungguhnya kita sedang melihat wajah Allah dan Allah itu lebih dekat dari urat leher kita.Jadi jarak antara kita dengan Allah itu sangatlah dekat sekali, kalau diibaratkan seperti ikan dengan air. Kemana saja ikan itu berenang maka sesungguhnya ia sedang menghadap air.
Sungguh sangat banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari memahami ayat ini karena dengan demikian kita tentu akan bersungguh- sungguh dalam mengerjakan perintah- perintah Allah karena mengetahui keberadaan Allah itu sangat dekat sekali dengan kita. bahkan antara kita dengan Allah itu tidak ada jarak sama sekali. Subhanallah…..
Sesungguhnya dosa yang paling besar itu adalah dosa syirik. Dan syirik yang paling ditakuti itu adalah mempersekutukan Tuhan dengan Hawa Nafsu kita. Karena sangat sulit membedakan kapan kita memurnikan ketaatan kepada Allah dan kapan  kita bertuhan kepada hawa nafsu. Apabila kita mengikuti keinginan dari Hawa Nafsu maka sesungguhnya kita sedang bertuhan kepada Hawa Nafsu. Dan apabila kita bertuhan kepada Hawa Nafsu maka Allah akan membiarkan kita tersesat berdasarkan Ilmunya.
Subhanallah….maka untuk mengantisipasi terjadinya kekeliruan yang mendalam perihal Syirik / mempersekutukan Tuhan ini, disangka kita sudah beribadah sebanyak – banyaknya akan tetapi ternyata Allah swt mengelompokkan kita kepada golongan orang- orang yang mempersekutukan Tuhan maka perbanyaklah mengucapkan Istigfhar dan shalat sunat dengan niat shalat Taubatan Nashuha karena yang paling mengetahui bahwa kita tersesat dari jalan yang lurus hanyalah Allah swt. Mudah2an Allah akan mengampuni dosa- dosa serta selalu menuntun kita ke jalan yang sesuai dengan jalan yang diredhainya, Amin….
Sesungguhnya Allah menciptakan manusia hanyalah untuk tujuan mengabdi padanya maka barang siapa yang melakukannya atau mencari jalan untuk mendekatkan diri padanya maka bagi merekalah kebahagiaan itu baik didunia maupun diakhirat nanti. Mari kita bersama- sama mencari jalan untuk mengabdi atau mendekatkan diri pada Allah ini karena sudah fitrahnya bahwa setiap manusia itu selalu mendambakan Ketenangan, Ketentraman serta Kenyamanan. Akan tetapi tidak semua orang yang dapat menemukan jalan itu. Bagi mereka yang tidak mau beriman kepada Allah atau tidak mau mengikuti tuntunan Allah melalui Al Quran dan Sunnah maka tentulah mereka tidak akan mendapatkan jalan yang lurus itu.Sehingga kebahagiaan yang mereka cari itu tidak akan pernah didapatkan. Maka bersegeralah kepada ampunan Allah dan mohonlah pertolongan itu kepadaNya.
Berhati- hatilah dengan niat yang kita cetuskan didalam hati karena Allah itu akan menuntun kita kearah kemana yang pernah kita niatkan. Apabila didalam hati kita tidak pernah ada niat untuk menjadi orang yang baik atau menjadi Hamba Allah yang shaleh maka sudah dapat dipastikan bahwa mereka itu betul- betul tidak akan menjadi hamba Allah yang shaleh. Allah swt yang menciptakan manusia juga mengetahui apa yang dibisikkan oleh hati kita ini.dan Allah taa’ala akan memberi petunjuk kepada kita kalau dihati kita ini tidak ada kebaikan.
Maka mohonlah selalu ampunan Allah swt, perbanyaklah Istigfhar serta taubat nasyuha agar supaya Allah menuntun kita kejalan yang diredhainya. Mencari jalan yang diredhai  itu tidak dapat hanya dengan mengandalkan pemikiran saja. karena pemikiran yang tidak mendapat pencerahan dari Allah akan menjadikan seseorang akan berada sangat jauh dari KEBENARAN itu.
Allah swt menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya : ” Laqad khalaqnal insana fi ahsanil ta’win = kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik- baiknya “, kemudian kami kembalikan kepada tempat seburuk- buruk tempat, Na’uzubillah.Kenapa hal ini bisa sampai terjadi ?? maka jawabnya adalah karena mereka punya mata tetapi tidak digunakan untuk melihat Kebesaran Allah, mereka punya telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat- ayat Allah dan mereka punya telinga tetapi tidak digunakan untuk memahami apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Dan orang- orang yang berada pada posisi inilah Allah meletakkan pada tempat yang serendah- rendahnya bahkan Allah Taa’ala meletakkan mereka lebih hina dari binatang. Nau’uzubillah….

Ayat dibawah ini adalah sebagai bahan renungan kita bahwa sesungguhnya Allah taa’ala menciptakan kita dari Air dan air itu yang akan menjadi cikal bakal manusia yang kemudian manusia itu banyak membantah dan mengingkari perintah Allah selaku khaliqnya
Ketahuilah wahai manusia, bahwa sesungguhnya kita sebelum kedunia ini sudah terlebih dahulu diambil Allah Kesaksian atas jiwa kita.Inilah perjanjian antara kita dengan Khaliq maka kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban setiap kita akan perjanjian yang sudah kita ikrarkan dahulu sebelum kita lahir dan muncul diatas dunia ini.Maka berhati- hatilah dengan Sumpah yang sudah kita buat itu dan hendaklah kita bersegera untuk menghisab diri sebelum Allah menghisabnya.
Inilah amanah yang sudah kita ikrarkan kepada Allah sebelum kita kedunia ini bahwa kita akan menyanggupi untuk memikul amanah itu maka pikullah…..Barangsiapa yang mau bersungguh- sungguh untuk memikulnya maka Insyaallah Allah akan memudahkan urusannya diatas dunia ini, barangsiapa yang tidak mau memikulnya maka Allah akan menyiksa jiwa dan raganya diatas dunia dankelak mereka akan dilemparkan kedalam api neraka.
Ayat- ayat dibawah ini sangat baik diambil untuk meng introspeksi diri, apabila diri kita mendapat kezaliman maka sesungguhnya kezaliman itu adalah dari kesalahan diri kita maka bersegeralah untuk memperbaikinya dan carilah jalan untuk menghambakan diri kepada Allah dengan baik dan benar agar supaya Allah menganti kesusahan dengan kesenangan.
Dan hendaklah kita selalu memperbaiki niat didalam hati ini supaya Allah akan memberikan petunjuk kepada kita mana jalan yang lurus dan mana jalan yang bengkok.
Dibumi ini yang berlaku adalah Sunnah Allah atau ketetapan Allah dan tidak ada yang terjadi secara Kebetulan, sesungguhnya Allah telah merencanakan segala sesuatu jauh sebelum Allah menciptakan Langit dan Bumi ini maka tidakkah ini menjadi bahan untuk pemikiran kita….???
Seringnya terjadi bencana dinegri kita serta negri ini dikuasai oleh pemimpin- pemimpin yang punya moral dibawah garis normal menunjukkan bahwa kita selaku rakyatnya masih sangat jauh dari apa yang dikehendaki oleh Allah swt. Kalau sekiranya kita adalah hamba yang taat menurut Allah swt maka tentulah beliau akan menurunkan rahmat dari langit dan bumi untuk kita. Hendaknya kita semua berpikir bagaimana supaya tingkat keimanan kita ini bisa jauh lebih baik dari hari ini.
Janganlah kehidupan dunia menipu kita serta melalaikan kita dari mengingat Allah, ingatlah selalu bahwa tujuan hidup kita ini bukanlah mengumpulkan harta sebanyak- banyaknya semasa hidup ini melainkan adalah untuk mengabdi kepada Allah swt maka carilah jalannya, tuntutlah ilmu yang dapat mengantarkan kita kepada rahmat dan kasih sayang Allah swt sehingga Dia selalu memberikan pencerahan kepada kita setiap saat…….
Siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan maka syaitanlah yang akan selalu menjadi teman kita sehingga hati kita selalu terhijab dari memandang Kebenaran dan Siapa- siapa yang berpaling dari peringatan Allah maka baginya penghidupan yang sempit. Agaknya inilah yang menjadikan kenapa dada kita terasa sesak hidup dibumi yang demikian luas ini yaitu karena kita telah berpaling dari peringatan-peringatan Allah swt. Mungkin ayat ini dapat membuat kita selalu introspeksi diri apabila hidup sudah terasa sempit maka itu adalah pertanda kita sudah berpaling dari peringatan- peringatan Tuhan.
Ketahuilah bahwa ukuran dari sebuah kesuksesan itu tidaklah terletak dari banyaknya gelar yang kita sandang, bukan dari terhormatnya jabatan yang kita dapatkan, bukan dari berkembangnya usaha yang kita lakukan dan juga bukan dari banyaknya istri serta anak- anak kita melainkan adalah sejauh apa upaya yang sudah kita lakukan untuk mencegah diri serta keluarga kita dari api Neraka. Apakah kita tega melihat istri dan anak- anak kita serta keluarga kita dilemparkan Allah kedalam Api Neraka kelak…???
Patuhilah perintah Tuhan itu dan amalkanlah serta ajaklah diri, keluarga serta karib kerabat kepada mendekatkan diri  pada Allah swt. Sesungguhnya sebaik- baik umat itu adalah mengajak manusia kepada mengenal khaliqnya serta mentaati perintah serta larangannya. Inilah yang disebut dengan Islam yang rahmatan lil ‘Alamin itu yaitu menyebarkan Rahmat kepada sekalian alam.
Perniagaan yang tidak akan pernah rugi baik didunia maupun diakhirat yaitu berjihad dijalan Allah dengan Harta dan Jiwa….. maka bersegeralah kepada Rahmat Allah itu
Hanya kepada orang- orang yang bersungguh-sungguhlah Allah itu benar- benar akan menunjukkan kepada mereka jalan jalanNya. Maka berhati- hatilah kepada mereka yang belum bersungguh- sungguh jalan mana yang sedang kamu tempuh ???
Telah ada pada diri Nabi Ibrahim dan juga pada diri Rasulullah suri Tauladan yang baik untuk kita jadikan contoh dalam beribadat serta dalam mengarungi hidup didunia ini yang penuh dengan kesulitan, maka apabila tidak ada tauladan buat kita tentulah kita akan meraba- raba didalam gelap yang pasti akan membuat kita terjerumus didalamhidup ini.
Ka’bah itu adalah pusat peribadatan dan pusat urusan dunia, karena it hendaklah kita selalu menghadapkan wajah kita ke ka’bah itu dimana saja kita berada, karena apa saja urusan baik urusan dunia maupun urusan akhirat adalah disitu.
Allah swt memberi gambaran kepada manusia bahwa sesungguhnya Al Quran yang diturunkan itu adalah sesuatu yang sangat dahsyaat dan sangat luar biasa ; gunung saja tidak sanggup memikulnya atau dengan bacaan Al Quran bumi dapa terbelah, ini adalah perumpamaan yang patut untuk kita renungkan ! Kenapa kita mengabaikannya begitu saja …??? Kemudian benda yang sangat dahsyat itu diperuntukkan Allah untuk manusia. Hal ini menunjukkan bahwa didalam diri kita ini juga ada sesuatu rahasia yang juga dahsyat dan luar biasa yang telah dipersiapkan oleh Allah sebelum Dia menciptakan manusia. Coba bayangkan gunung- gunung yang besar dan kokoh itu tidak sanggup untuk memikul Al Qur’an sementara manusia sanggup untuk memikulnya, ini menandakan pada diri manusia itu ada Rahasia Allah yang perlu sekali untuk digali. Dengan bacaan Al Quran bumi dapat terbelah sementara manusia tidak hancur ketika ia mempelajari Ayat- ayat Allah itu.
Wahai Allah ajarkanlah kepada kami bagaimana untuk bisa tetap kosekuen didalam menjalani kehidupan ini bahwa hanya Engkau yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan artinya disini bahwa kami tidak akan minta pertolongan selain kepada Engkau dalam urusan sekecil apapun Yaa Allah…..Berikanlah selalu pencerahan kepada kami, Amin
Dijelaskan pada ayat dibawah ini bahwa ; Dialah yang awal, Dialah yang Akhir , Dialah yang Zahir dan Dialah yang bathin. Apa artinya ??? Bahwa setiap yang awal itu Allah, Setiap yang Akhir itu Allah, Setiap yang zahir itu Allah dan setiap yang bathin itu Allah. Mengantarkan kita kepada sebuah pemahaman bahwa apa yang dimaksud dengan ” Ih dinashsyirathal Mustaqim = Tunjukilah kami jalan yang lurus ” yang selalu kita panjatkan didalam shalat adalah sebuah pengakuan bahwa pada akhirnya puncak dari sebuah pemahaman Tauhidku adalah ternyata kita manusia ini adalah ” NOL  atau Tidak Ada ” maka yang ” ADA ” itu hanyalah Allah semata. Hari ini kita menyangka bahwa kita ini “ADA ” tapi dengan berlalunya waktu cepat atau lambat kita pasti akan MATI atau tidak ada, maka yang ada itu tetap Allah semata.
Aku hadapkan diriku ( jiwa ragaku ) pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi serta aku condong kepada Agama yang Benar serta masukkanlah kami kedalam Golongan orang- orang yang selalu bertaqqarrub kepadaMu Yaa Allah……………… Salam

http://www.goihsan.com/2012/05/spritual-only.html

Ya Allah… berilah hidayah kepada pemimpin kami untuk takut kepada Mu dan campakkanlah ke dalam hati para pemimpin kami untuk bercakap benar dan membantu rakyat tanpa memeras hak-hak rakyat.

Ya Allah… Engkau telah mengurniakan terlalau banyak nikmat kepada negara-negara milik umat Islam tetapi nikmat- nikmat tersebut telah disalah gunakan kearah maksiat dan nafsu sehingga Engkau telah menurunkan bala kepada negara kami tanpa kami sedari.. Oleh itu sedarkanlah kami dan keluarkan kami dari lubang Neraka Mu.. sebagaimana Engkau selamatkan Rasulullah SAW dari kegelapan zaman jahiliah kepada zaman Cahaya Islam bersama kekasih Mu.. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

 


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: