Posted by: peribadirasulullah | Januari 6, 2017

Hukum Kencing Berdiri

Kesimpulan tentang kencing berdiri dari pembahasan ahli ilmu:
——
[v] Kencing berdiri bukanlah sebuah keharaman. Tidak ada dalil larangan kencing berdiri.

[v] Boleh kencing berdiri jika memang aman dari percikan air kencing. Apalagi kondisi celana dan toilet yang tidak memungkinkan untuk duduk.

[v] Ungkapan ‘Aisyah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu kencing dengan duduk memang didasari oleh apa yang diketahui Aisyah selama di rumahnya.
Hudzaifah pun mengetahui dan melihat langsung bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kencing berdiri yaitu saat beliau shallallahu alaihi wasallam bersama para sahabat.
Ungkapan Hudzaifah menjadi hujjah/argumentasi bagi ungkapan ‘Aisyah karena memang ungkapan ‘Aisyah bukanlah sebuah teks larangan namun hanya mengandung ‘nafyun (peniadaan)’.
Dari sini, para ulama membolehkan kencing berdiri jika memang aman dari percikan airnya.

[v] Tidak ada nash yang melaknat orang yang kencing berdiri. Tidak mungkin Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sesuatu yang dilaknat.

[v] Hadits-hadits siksa kubur yang berhubungan dengan kencing bukanlah karena kencing berdiri namun ditengarai ketiadaan bersuci dari kencing.
Syaikh Abdullah Ibn Abdirrahman al-Bassammengungkapkan:
“Penyebab terbanyak yang mengakibatkan adzab kubur adalah tidak bersuci dari kencing berdasarkan hadits yang diriwayatkan al-Hakim (di atas).. .”

[v] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebagian sahabat kencing dalam keadaan berdiri. Dan ini tidak bisa dikatakan tasyabbuh kepada orang kafir walaupun orang kafir sendiri kencing dalam keadaan berdiri atau duduk sekalipun.
Adapun hadits:
يا عمر لا تبل قائما
“Wahai umar, jangan engkau kencing berdiri.”
termasuk hadits dha’if yang diriwayatkan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya.Sisi ke-dha’if-an hadits ini diungkapkan oleh syaikh al-Albani dalam adh-Dha’ifah no. 934

[v] Di balik kebolehan kencing berdiri, para ulama mengungkapkan bahwa kencing dengan cara duduk lebih utama.

Subhanaka allahumma wabihamdika astaghfiruka wa atubu ilaik.

___

Yani Fahrianyah (171)

————————–
Toko Buku Pustaka Sunnah

www.pustaka-sunnah.com

SMS/WhatsApp : 0831-8421-7705
BBM : D0180CA7
Line :@pustakasunnah
Instagram : @tokobukupustakasunnah

 


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: