Posted by: peribadirasulullah | Disember 7, 2015

Jangan suka mengeluh

 

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya pada hari ini kita telah dilimpahkan ni’mat kesehatan dan kesempatan sehingga bisa melaksanakan aktifitas sehari-hari. Shalawat serta salam senantiasa tetap tercurahkan kepada Rasul junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, Insya Allah dengan seringnya kita bershalawat, kita akan mendapatkan safa’at Beliau di yaumil akhir nanti, amin. Dengan seizin Allah, perkenankanlah saya untuk menyampaikan materi Wisata Rohani ini dengan judul : “ Jangan Suka Mengeluh “ Mengeluh adalah salah satu sifat yang telah melekat dalam diri manusia. Dalam Al-qur ‘an surat Al-Ma’arij ayat 19-21, telah disebutkan : ” Innal insaana khuliqa ha luu ‘aa izaa massahusy yarru ja zuu’an wa izaa massahul khairu manuu’aa ” artinya : sesunguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Dalam kehidupan sehari-hari apa yang telah dikemukakan dari ayat tersebut, memang sering ditemui, sewaktu hidup serba kekurangan orang mulai mengeluh, sering terdengar pernyataan, bahwa di zaman sekarang jangankan mau mencari yang halal, yang haram juga sudah sangat sulit, tetapi ketika dicoba hidup berkecukupan mulailah sifat angkuh, kikir dan sombongnya muncul. Lebih dari itu sifat tamaknya juga muncul, seperti kalau sudah dapat satu, mau dua, begitu seterusnya. Dengan kata lain walaupun sudah terpenuhi kebutuhannya, tetapi masih saja merasa kurang, seperti yang dikemukakan dalam hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Anas R.A.: ” Wa lau kana libni aadama waadiyaani min malin lab tagha wadiyan syalisyan ” artinya : andaikata manusia itu telah mempunyai harta benda sebanyak dua lembah, mereka ingin mendapatkan satu lembah lagi. Hidup penuh dengan kekurangan dan hidup sudah berkecukupan sebenarnya adalah cobaan Allah kepada kita, sebagaimana dalam surat Al-Baqarah ayat 155, Allah berfirman : ” Wa lanabluwannakum bi syai’im minal khaufi waljuu’i wanaqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat, wabassyris saabirin “, artinya : dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa walaupun kita sedang ditimpa berbagai cobaan, kita tidak boleh mengeluh dan kita juga jangan sekali-kali meninggalkan kewajiban untuk tetap beribadah. Saya katakan demikian karena cukup banyak orang yang dengan ringannya meninggalkan ibadah dengan alasan karena awalnya sudah sering beribadah, sudah sering shalat, tapi usahanya tidak kunjung membuahkan hasil. Dan ada juga yang mengatakan bahwa si Pulan itu diketahui tidak pernah beribadah, kerjanya hanya bergelimangan dengan kemaksiatan, tapi rejekinya melimpah ruah. Dan ada juga sementara orang yang minta cepat do’anya dikabulkan supaya terlepas dari himpitan ekonomi. Untuk diketahui Allah sangat murka dengan sikap seperti ini dan Allah juga tidak akan mengabulkan do’a orang yang mau cepat-cepat minta dikabulkan keinginannya, sebagaimana yang dikatakan Nabi Muhammad dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah R.A : ” La ya zalu yustajabu lil ‘abdi ma lam yasta’jil “, artinya : Allah senantiasa memperkenankan do’a seorang hamba selama tidak minta cepat-cepat diperkenankan. Bagi kita yang bisa bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan, tentunya Allah juga akan bersama kita, sebagaimana dalam surat Al Anfal ayat 46 Allah SWT berfirman : ” Innallaaha ma ‘assabiriin “, artinya : sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar. Kalau kita sabar dan kalau kita yakin bahwa segala apa yang ada dimuka bumi ini semuanya telah diatur Allah, Insya Allah setelah kita mendapatkan cobaan kesulitan dan kita telah lulus dengan dibuktikan oleh kesabaran, maka Allahpun akan memberikan ganjaran kemudahan-kemudahan hidup. Dalam surat Alam Nasyrah ayat 6 : ” Innama’al ‘usriyusraa “, artinya : sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Ma’asiral muslimina wazumratul mu’minina rahima kumullah………………. Urusan balak, jodoh rejeki, maut tidak ada yang tahu kapan akan datang, dan itu adalah urusan Allah, kalau kita sadar hal itu adalah ketentuan Allah, tentunya kita harus patuh kepada-nya, kita harus taat, kepadanya dan kita harus bertaqwa kepadanya. Mungkin ada pernah diantara kita mengalami, suatu peristiwa dimana ketika kita sedang ditimpa kesulitan ekonomi, tanpa disangka-sangka ada orang yang memaksa kita untuk menitipkan sejumlah uang karena ia belum butuh dalam kurun waktu yang cukup lama dan ia pun mengizinkan kita manakala membutuhkan untuk dipakai silakan dipergunakan, bukankah itu awalnya kita tidak mengetahui, itulah namanya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan itu juga sebenarnya juga cobaan Allah, apakah kita bisa menjalankan amanah atau tidak. Dalam surat Ath – Thalaq : ayat 2 dan 3 Allah SWT. Berfirman : ” Wamayyattaqillaha yaj ‘allahu mukh rajaa wayarzuqhu min haysyu laa yah tasib “. Artinya : Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Berdasarkan uraian di atas bahwa kita tentunya tidak usah gusar akan pemenuhan kebutuhan hidup, Allah Maha Kaya dan Allah tidak akan menyia-nyiakan mahluk ciptaannya. Selagi kita bertaqwa Insya Allah walaupun sebegitu rumitnya persoalan hidup kita akan dicarikan jalan keluarnya oleh Allah SAWT, amin. Demikianlah sekelumit materi wisata rohani yang dapat saya sampaikan, semoga Allah swt memberkahi kita semua sehingga kita dapat saling ingat mengingatkan dalam tatanan ajaran agama kita yaitu Agama Islam, amien ya rabbal alamin. Barakallahu lii walakum fil qur aanil ‘adziiim, wanafa ‘anii waiyyaakum bimaa fiihi minal aayaa ti wazzikrilhaakiim, wataqabballa minni waminkum tilaa watahu innahu huwwassamii ‘ul ‘aliim. Walhamdulillahirabbil ‘alamin.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Kenapa harus aku yang menanggung musibah ini? Kenapa hidupku sesuram ini? Berat sekali beban hidupku. Aku tak bisa melakukan ini, Aku tak sanggup lagi. Semua orang pasti mempunyai masalah masing-masing. Ada masalah mengenai pekerjaan, perkuliahan, keluarga, pertemanan bahkan juga percintaan. Masalah tersebut kerap kali menimbulkan penderitaan. Kita pernah merasakan sakit hati, kecewa, sedih, dan dikhianati. Itu hanya luka hati. Bagaimana dengan luka fisik? Mungkin terjadi akibat kecelakaan atau juga akibat sakit yang berat. Masalah tersebut bisa hadir di waktu yang bersamaan. Di kala masalah menumpuk dan kesehatan sedang menurun. Terkadang kita merasa sangat lelah dengan semuanya. Lalu apa yang kamu lakukan saat kamu sedang tertekan dan menderita? Kamu terbiasa mengeluh? Menyalahkan keadaan? Atau malah menyalahkan orang lain yang kamu anggap punya andil dalam menyebabkan masalah tersebut? Manusia memang suka sekali mengeluh. Apalagi seorang wanita, sering sekali. Siapa yang tak kenal hati wanita? Wanita mempunyai hati selembut kapas, penuh simpati, mudah terbawa suasana, dan mudah pula rapuh hatinya. Kita tahu bahwa selembut-lembutnya hati seorang laki-laki masih lembut hati seorang wanita yang paling tegar sekalipun. Kita tak bisa menyangkalnya, hati kita sangatlah rapuh. Ketika merasa tertekan, kita merasa penderitaan yang sangat menyakitkan. Namun perlukah kita mengeluh? Sesungguhnya kesulitan dan cobaan adalah bagian dari hidup. Kita mungkin bertanya-tanya kenapa masalah itu ada? Kenapa masalah itu menimpa kita? Sesungguhnya itu adalah ujian dari Allah SWT. Lalu mengapa Allah menguji kita? “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut [29]: 2-3) Kita sering mengeluh akibat kita tidak bersyukur, kita tidak melihat orang-orang yang ada di sekeliling kita, ada orang yang mendapatkan masalah yang jauh lebih berat dari yang kita hadapi. Ingatlah mereka yang kurang beruntung. Kita akan sadar bahwa masalah yang kita punya hanyalah sebagian kecil dari seluruh permasalahan yang ada di bumi ini. Kita sering mengeluh saat kenyataan yang terjadi ternyata tidak sesuai dengan harapan kita. Mengapa hal tersebut terjadi? Ingat hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kita, dialah Sang Perencana Terbaik yang pernah ada. Berbaik sangka lah kepada Allah. Jangan mengeluh ukhti! Bisa saja hal yang tidak kita inginkan tersebut memang kita perlukan nantinya. Syukuri apa yang kita miliki saat ini dan manfaatkan sebaik-baiknya. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al Baqarah [2] :216) Semua ujian yang diberikan oleh Allah pasti bisa kita hadapi jika kita yakin dan terus berusaha. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah malah hanya akan memperparah keadaan. Mengeluh tidak akan memperbaiki semuanya. Bahkan mengeluh hanya akan menciptakan energi negatif, seperti rasa marah dan putus asa. Kita pasti bisa menyelesaikannya. Jangan mengeluh ukhti! “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah [2] :286) Dan janganlah merasa putus asa dan bersedih ketika mendapatkan masalah. Jangan pernah menyerah, kegagalan itu boleh saja terjadi, seperti pepatah mengatakan badai pasti berlalu. Benar. Semuanya akan kembali normal. Masih ada masa depan yang perlu dijalani. Bersabar ukhti, Rasulullah saja begitu sabarnya menghadapi kaum Quraish yang menyakiti beliau saat menyebarkan agama Islam. Bersyukur ukhti, jangan mengeluh! “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Al- Imran [3]:139) “….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.” (QS. Yusuf []:12) Bukankah sudah jelas? Allah sudah menjawab semua pertanyaan kita di dalam Al Qur’an, jauh sebelum masalah itu datang menghampiri kita. Apabila sudah merasa tidak sanggup lagi, mintalah pertolongan kepada Allah SWT. Kita tidak pernah sendirian. Jangan mengurung diri dan lantas bersedih hati. Kita bisa bercerita kepada teman atau sanak saudara, namun dengan tujuan untuk menemukan solusi permasalahan tersebut bukannya untuk melebih-lebihkan masalah atau bahkan menyalahkan keadaan. “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.” (QS. Al Baqarah [2]:45) Marilah kita berdoa ukhti agar kita bukan termasuk orang-orang yang suka mengeluh. Berserah dirilah kepada Allah dan yakin bahwa Allah itu sangatlah menyayangi kita dan mencoba membuat kita kuat dengan masalah-masalah tersebut. InsyaAllah semua masalah pasti ada jalan keluarnya, terus berdoa, luruskan niat dan berusaha. Jangan pikirkan bagaimana datangnya pertolongan Allah, karena jika Allah berkehendak, Dia akan mengaturnya yang cara yang tidak terlintas di akal manusia. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Jangan mengeluh ukhti!

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Manusia terlahir mudah mengeluh. Mengeluh karena penghasilan kurang, mengeluh karena banyaknya masalah yang dihadapi, mengeluh karena sikap orang lain menyinggung dirinya, dan mengeluh karena apa-apa yang dihadirkan di hadapannya tidak sesuai dengan keinginan. Sikap mengeluh menunjukkan kekerdilan jiwa dan mencari pembenaran diri. Seorang yang mengeluh senantiasa mencari penyebab permasalahan adalah sesuatu di luar dirinya sehingga kurang melakukan instropeksi. Padahal seringkali yang menjadi permasalahan utama seseorang adalah dirinya sendiri, bukan orang lain atau sesuatu di luar diri. Agama mengajarkan untuk tidak mengeluh. Mengapa demikian? Dalam kehidupan tentu akan selalu ada suka-duka, sedih-senang, panas-dingin, hitam-putih, terang-gelap dan semua hukum alam lainnya. Karenanya kenapa harus mengeluhkan perputaran roda kehidupan yang pasti akan terjadi? Kehadiran segala sesuatu pada dasarnya harus diterima secara lapang dada karena Allah izinkan terjadi pada diri kita, betapapun menyakitkannya, tidak mengenakkan, menakutkan, atau menjijikkan. Sikap penerimaan inilah yang akan melapangkan dada dan membuatnya kuat untuk menjalani suka duka kehidupan. Tanpa sikap menerima, yang muncul hanyalah keluhan seolah-olah diri ini adalah orang termalang di dunia, Tuhan bersikap tidak adil, dan seolah-olah segala macam kesulitan hidup hanya ditimpakan kepada diri kita seorang. Mengapa manusia dilarang mengeluh? Mengeluh adalah sikap kekanak-kanakan yang pada hakikatnya menunjukkan kita tidak menerima apa yang Allah hadirkan. Kita merasa ada yang salah pada pengaturan Allah. Padahal semua yang diizinkan tiba di hadapan telah diukur kadarnya dengan tepat dan tidak akan salah sasaran. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengatur dan sangat paham akan apa-apa yang Dia izinkan untuk terjadi atau tidak terjadi pada diri kita. Karenanya, patutkah kita menyalahkan Dia, bersangka buruk pada-Nya dengan keluhan? Pernahkah menyadari apa-apa yang dianggap tidak enak atau tidak nyaman bagi ego dan syahwat kita adalah sesuatu yang sengaja Allah hadirkan untuk melindungi dan mendidik kita? Karena itu duhai sahabatku, jauhilah sikap mengeluh. Jadilah seorang dewasa yang menerima apapun yang dihadirkan oleh-Nya pada diri kita. Ingat, mengeluh adalah sebuah penentangan, sebuah sikap penolakan dan menghindari kenyataan. Bukankah setiap yang hadir adalah tamu-Nya? Bagaimanakah sikap seharusnya yang ditunjukkan seorang hamba yang baik ketika hadir tamu-tamu istimewa? Jika kita pernah mengeluh atas kehidupan dan menyadarinya, segeralah beristighfar dan memohon ampun. Semoga Allah memaafkan kesombongan kita karena berani menentang-Nya dengan keluhan. Semoga Allah membantu menguatkan diri kita untuk menjalani kehidupan dengan tegar, penuh keberanian, layaknya seorang kesatria. Sehingga apapun yang hadir, susah atau senang, nikmat atau menyakitkan, semua akan diterima dengan hati yang lapang dan senyuman. Karena diri ini menyadari bahwa semuanya sama, tamu-tamu istimewa yang dihadirkan oleh-Nya. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (Al-Qur’an Surah Al-Ma’aarij 70: 19-21) Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Al-Qur’an Surat Al-Hadid 57: 22-23)

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Kenapa harus aku yang menanggung musibah ini? Kenapa hidupku sesuram ini? Berat sekali beban hidupku. Aku tak bisa melakukan ini, Aku tak kuat. Itulah pertanyaan dan pernyataan yang sering dikeluhkan oleh manusia selama hidup di dunia ini. Memang itulah sifat manusia yaitu suka “mengeluh”. Hal ini terdapat dalam QS Al Ma’aarij Ayat 19 إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (١٩ Artinya : Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.(QS. Al Ma’aarij 19) Ia berkeluh kesah ketika mendapatkan musibah seperti kemiskinan, sakit, hilangnya yang dicintai baik harta, istri maupun anak karena tidak menyikapinya dengan sikap sabar dan ridha kepada taqdir Allah. Nah, Kenapa kita mengeluh? Dan Hal apa yang membuat kita mengeluh? Jawabanya adalah karena kita kurang dalam bersyukur. Bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita saat ini. ITU yang kita tidak fikirkan. Kita hanya memikirkan sesuatu yang belum kita dapatkan. Selain itu, sebenarnya Allah sudah menjawab setiap keluhan kita. Dibawah ini, jawaban Allah agar kita menghindari sifat mengeluh dan selalu termotivasi untuk bekerja keras. Ketika kita mengeluh : “ Ah mana mungkin…” ALLAH menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup KU berkata”Jadi, maka jadilah”” (QS.Yasin 82) Ketika kita mengeluh : “ Haduh, Capeeekkk banget “ ALLAH menjawab : “…….dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat” (QS.An Naba 9) Ketika kita mengeluh : “Berat banget yaahh, rasanya udah nggak sanggup” ALLAH menjawab : “siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji Zahra pun, niscaya ia akan melihat balasanya” (QS.Al Zalzalah 7) Ketika kita mengeluh : “Gila aja ku kerjakan sendirian, emang gak ada yang mau bantuin?“ ALLAH menjawab : “berdo’alah (mintalah) kepada KU, niscaya akan kukabulkan untukmu” (QS. Al Mukmin 60) Ketika kita mengeluh : ”sedih banget yaaa TT” ALLAH menjawab : “La Tahzan,Innallaha Ma’ana. Janganlah kau berduka cita, sesungguhnya ALLAH beserta kita” (QS. At Taubah 40) dan keluhan yang lainnya. Nah, Daripada dikeluhkan kepada teman kita, lebih baik bercurhatlah kepada ALLAH “Sesungguhnya hanya kepada ALLAH aku mengadukan kesusahan dan kesedihan” (QS. Yusuf 86) Nah itulah postingan pada kali ini.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Nota:

السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته

Sabda Nabi SAW…

Daripada Abu Said al-Khudri r.a, dari Nabi S.A.W,
Baginda telah bersabda yang maksudnya:

”Mana-mana orang mukmin yang memberi makan kepada seorang mukmin semasa ia lapar, nescaya Allah memberi makan kepadanya pada hari kiamat dari buah-buahan Syurga dan mana-mana orang mukmin yang memberi minum kepada seorang mukmin semasa ia dahaga, nescaya Allah memberi minum kepadanya pada hari kiamat dari minuman syurga yang tersimpan dengan sebaik-baiknya dan mana-mana orang mukmin yang memberi pakai kepada seorang mukmin semasa ia memerlukan pakaian, nescaya Allah memberi pakaian kepadanya dari pakaian syurga.”
(At-Tirmidzi)

Kami sebagai sahabat kepada ustaz Mohd Amin bin Ismail, Mudir Pondok An-Nuur amat bersimpati dengan nasib para pelajar Pondok An-Nur Kampot Kemboja yang amat dhaif sehingga ustaz Mohd Amin bin Ismail merayu dan memohon bantuan beras untuk saraan hidup para hafiz. Namun disebabkan saya juga insan biasa tidak mampu menunaikan permintaan ustaz Mohd Amin keseorangan. Kepada mereka yang baik hati dan berhajat untuk membantu ustaz Amin bin Ismail boleh hubungi +855 87638 544 atau salurkan bantuan anda ke dalam akaun 160 02 002534 (Kemboja).

Pihak Pentadbir Pondok An-Nuur Kampot, Kemboja amat memerlukan sumbangan dan derma bagi menyiapkan pembinaan masjid dan keperluan pelajar terutama sumbangan beras sebanyak USD250 untuk membeli 500 kg. beras setiap bulan. Kini pihak pentadbir terpaksa berhutang dengan pihak pembekal kerana tiada sumbangan daripada mana-mana pihak. Saya sebagai seorang sahabat sedia membantu menyampaikan amanah anda melalui Pertubuhan Ihya Assunnah

( Akaun Maybank 553131011505 – Malaysia ) atau hubungi 019-9576237 untuk keterangan lanjut.

Semoga Allah SWT mempermudahkan urusan Ustaz Mohd Amin dalam mentadbir Pondok An-Nuur ,Kampot , Cawangan Kemboja,

Amin Ya Rabbal Alamin.

Setiap sumbangan anda terlebih dahulu kami ucapkan jutaan terima kasih dan bagi memudahkan niat ikhlas anda semasa menghulurkan sumbangan, sila emailkan kepada kami maklumat sumbangan anda atau sebarang cadangan serta komen.

email kami :

ihyaassunnah68@gmail.com

Jutaan terima kasih kepada insan-insan mulia yang telah menyumbang kepada Pertubuhan Ihya Assunnah. Kami akan tunaikan amanah anda secepat yang mungkin. Semoga sumbangan kalian mampu membahagiakan para hafiz Al-Quran di bumi Kemboja, Amin Ya Rabbal Alamin.

In Sya Allah, Kami tidak akan lupa berdoa kepada Allah SWT segala kebaikan untuk para penderma, kepada umat Islam Syria,Iraq dan Mesir serta lain-lain negara umat Islam yang dizalimi. Kami di bumi Kemboja tidak mustahil menerima nasib yang sama di suatu hari nanti (nauzubillah min zalik), oleh itu kami mengambil kesempatan di atas nikmat keamanan yang ada untuk cuba bangun membina syiar Allah SWT dengan cara yang berhikmah agar tidak menyentuh budaya tempatan sehingga terhalang sinar cahaya Ilahi di bumi Kemboja.

Salam Persaudaraan Islam dari kami untuk semua dengan lafaz suci

السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته

و جزاكم الله خير الجزاء فى الدنيا والآخرة على مساهتكم  لرفع كلمة الله فى كمبوديا خاصة وفى كل مام عامة

… أمين يا رب العالمين.


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: