Posted by: peribadirasulullah | Oktober 30, 2015

Berita Gembira Untuk Golongan GLBT

inilah Pompeii,Kota Kuno Yang Diluluhlantakkan Allah SWT
Kota Pompeii,dahulu daerah ini makmur dan maju dibawah kekuasaan kekaisaran Romawi.
Sehingga sebagian besar penduduknya hidup dalam kemakmuran lantaran kondisi tanah dan iklim sangat baik untuk melakukan kegiatan pertanian.
Kota Pompeii sendiri memiliki permukaan tanah yang tidak datar, hal itu dikarenakan Pompeii terletak di kaki gunung Vesuvius. Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia,khususnya kota Naples.Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran.Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi.Perilaku kebiadaban masyarakat kota pompeii merupakan sebuah simbol dari degradasi akhlak yang dialami oleh kekaisaran bangsa romawi.Dimana perilaku masyarakat kota pompeii mirip dengan perilaku kaum sodom.
Kota pompeii adalah pusat perzinaan dan homoseks masa lalu. Catatan sejarah telah memperlihatkan bahwa kota pompei ternyata merupakan pusat kemaksiatan terbesar.Kota pompeii dipenuhi oleh lokasi-lokasi perzinahan.Begitu banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui.
Menurut kepercayaan mithraic yang dianut oleh masyarakat pompei ini hendaknya perilaku seksual itu dipertontonkan secara terbuka.Namun seiring berjalan waktu,kota Pompeii diibaratkan seperti kaum sodom yang hidup di zaman nabi Luth.Pada tahun 24 Agustus 79 Masehi,gunung Vesuvius meletus diiringi hujan debu, awan panas serta lava pijar.Hanya sebagian orang yang segera menyelamatkan diri saat letusan pertama,berhasil selamat.
Awan panas yang muncul setelah kubah lava runtuh memanggang Pompeii,dan hujan abu vulkanik mengubur penduduk hidup-hidup. Keterkejutan terlihat jelas dalam ekspresi mayat-mayat membatu yang ditemukan di Pompeii
Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata (QS 19:74).
Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka.Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?(QS 19:98)
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan,yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka,kecuali sebahagian kecil.Dan Kami adalah Pewaris(nya) (QS 28:58)
Na’udzubillahi min Dzaalik

Azab Pedih Bagi Kaum Gay dan Lesbi di Kota Sodom
. . .
Berabad-abad sebelum Masehi, hidup sekelompok manusia yang gemar melakukan perbuatan nista. Para prianya merupakan gay yang selalu melakukan homoseksual. Para wanitanya pun melakukan hal sama, lesbian. Padahal, tak pernah ada sebelumnya umat manusia yang melakukan perbuatan keji tersebut. Mereka merupakan bangsa Sodom yang dihancurkan Allah dan tak lagi tertinggal satu pun keturunannya.

Begitu banyak kisah para pengingkar agama yang berakhir dengan azab Allah. Tapi, sebelum azab itu dijatuhkan tentu umat bandel tersebut menjalani kehidupan yang nyaman versi mereka. Tak ada seorang pun yang menyangka esok hari mereka akan binasa. Tentu saja, Allah selalu mengutus nabi kepada orang-orang yang melampaui batas tersebut untuk memberi peringatan bahwa azab Allah sangat dekat bagi setiap pengingkar. Jika mereka menurut, azab akan ditangguhkan.

Seorang putra Haran dari wilayah Ur, Luth As, mengikuti jejak pamannya, Nabi Ibrahim As, ke negeri Kanaan. Setiba di sana, Luth As ditugaskan Allah berdakwah ke Kota Sodom dan Gamora (Gomorrah) yang berlokasi di sepanjang timur laut Laut Mati atau saat ini dari Palestina hingga Yordania. Adapun ibu kota Sodom terletak di utara Laut Mati. Kedatangan Luth bukanlah hari spesial bagi Bangsa Sodom.

Tapi, seluruh negeri kemudian dikejutkan dengan pengakuan Luth As sebagai utusan Tuhan. “Mengapa kalian tidak bertakwa? Sungguh, aku ini seorang rasul yang diutus kepadamu. Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan, aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu. Upahku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,” ujar Luth.

Bangsa Sodom pun dibuat murka karena sang utusan terang-terangan melawan kebiasaan warga melakukan homoseksual. Menanggapi kedatangan Luth, mereka pun tak acuh. Ucapan Luth As bagai angin lalu. Luth As dianggap tak waras karena mengusik kehidupan mereka. Meski demikian, Nabiyullah tak putus asa. Ia terus mengajak mereka kembali pada agama Allah.

Apa jawaban kaum Sodom? Tentu saja mereka menolaknya mentah-mentah. Hawa nafsu telah menguasai setiap jiwa mereka. Bukan menerima pelajaran Luth, mereka justru mengancam utusan Allah tersebut. “Hai Luth! Jika kau tidak berhenti, kau akan termasuk orang-orang yang terusir,” ancam warga Sodom. Dengan sabar, Luth hanya menimpali, “Sungguh aku benci pada perbuatan kalian.”

Semakin Luth As menyampaikan dakwah, semakin enggan mereka bertaubat dari kemungkaran. Mereka begitu enggan meninggalkan kegiatan homoseksual. Mereka tak mau menghentikan kekerasan perkosaan. Mereka masih akan terus melakukan perampokan dan penganiayaan pada para musafir. Tak ada penghormatan sedikit pun pada Luth As. Mereka justru menantang azab yang diancam pada mereka. “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar,” ujar mereka menyombongkan diri.

Suatu hari, Allah mengutus tiga malaikat untuk menyamar menjadi pria yang sangat tampan nan mempesona. Mereka menuju sungai, tempat putri Luth tengah mengambil air. “Wahai nona, adakah tempat istirahat di sini?” ujar salah seorang malaikat yang menyamar sebagai musafir, bertanya kepada putri Luth. Melihat wajah yang sangat luar biasa, putri Luth ketakutan mereka akan dilukai warga jika memasuki negeri Sodom.

“Tunggulah di sini sampai aku memberi tahu kalian kepada ayahku dan kembali,” ujar putri Luth lantas segera berlari pulang ke rumah meninggalkan bejana air. Setibanya di rumah, ia pun melaporkannya pada sang ayah dengan menangis.

Mereka pun menjadi tamu misterius di tempat tinggal Luth As. Melihat ketampanan tamunya, Luth pun merasa ketakutan jikalau warganya mengetahui maka akan terjadi hal buruk pada tamu tersebut. Ia sangat gelisah karena merasa tak akan mampu melindungi tamunya.

“Janganlah kamu takut, jangan pula susah. Sesungguhnya, kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu kecuali isterimu. Dia adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan,” ujar utusan tersebut. Mendengarnya, tahulah Luth As bahwa tamunya merupakan jelmaan dari malaikat Allah.
Dengan diam-diam, istri Luth mengabarkan tamu misterius tersebut kepada warga Sodom. Padahal, LuthAs telah berpesan pada istri dan dua putrinya untuk merahasiakan kehadiran tamu tersebut. Tapi, istri dari nabi bukan jaminan bagi seorang wanita menjadi beriman dan bertakwa. Maka berkumpullah para gay di negeri tersebut di rumah Luth. Mereka ingin menyaksikan dan menikmati ketampanan tamu tersebut.

“Sesungguhnya, mereka adalah tamuku. Jangan kalian membuatku malu, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina,” seru Luth As melihat warga mengepung rumahnya.

“Dan bukankah kami telah melarangmu dari melindungi manusia?” ujar salah seorang dari mereka.

“Inilah putri-putriku, kawinlah dengan mereka, jika kamu hendak berbuat secara halal,” kata Luth.

Tapi, warga tetap keras kepala, mereka menerobos masuk rumah Luth As karena hawa nafsu. Tapi, dengan kekuasaan Allah, mereka tak mampu melihat para malaikat berwujud manusia tampan tersebut. Tiba-tiba saja mereka tak mampu melihat. Luth pun tak peduli lagi pada warga terlaknat tersebut.

Ia segera bergegas meninggalkan negeri Sodom bersama keluarganya. Malaikat berpesan, “Pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu,” kata malaikat utusan tersebut terakhir kali sebelum pergi.
Maka, keluarlah Luth As dari negeri Sodom bersama istri dan dua putrinya di tengah malam. Mereka bergegas dan tak menoleh sedikit pun ke negeri yang dimurkai Allah tersebut. Tapi, diperjalanan, sang istri berjalan lambat dan terus saja menoleh karena penasaran benarkah adzab akan menimpa negeri Sodom. Saat menjelang matahari terbit, Luth As dan dua putrinya sampai di sebuah bukit jauh dari Sodom.

Saat itulah terdengar suara bumi dan langit sekan melampiaskan kemarahan. Suara keras mengguntur dari langit dan menurunkan hujan batu. Bumi pun bergoncang dan membalikkan Kota Sodom. Adzab Allah begitu mengerikan hingga membinasakan seluruh warga Sodom, tak terkecuali istri Luth yang membangkang. Hancur sudah kota para pelaku maksiat dengan kekuasaan Allah yang Agung.

Kisah tentang bangsa Sodom tersebut sangat terkenal tak hanya dikalangan Muslim, tapi juga Kristini dan Yahudi. Di dalam Alquran, kisah tersebut banyak disebut dalam dibeberapa surah, yakni al-Ankabuut ayat 28-35, Asy-Syuara ayat 160-168, al-A’raaf ayat 80-82, serta al-Hijr ayat 59-77. Kisah secara rinci juga terdapat dalam banyak tafsir Alquran.

Sumber: Kisahmuslim.com


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: