Posted by: peribadirasulullah | Oktober 18, 2013

Apabila Hidayah datang Menyapa.

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/217911_478447715508324_2090301050_n.jpg

Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi

(Arrahmah.com) – Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

“Barangsiapa yang melakukan kejahatan (maksiat dan dosa), niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah”. (QS An Nisa’ 123)

Para shahabat menyatakan bahwa inilah ayat Al Qur’an yang paling berat bagi mereka, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Aisyah mengatakan kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bahwa inilah ayat Al Qur’an yang terasa paling berat bagi dirinya. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal 558)

Balasan Allah yang secepat kilat itu dikarenakan Allah tidak rela hamba-Nya yang beriman larut dalam kemaksiatan.

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِىَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ

“Sesungguhnya Allah Maha Pencemburu, dan cemburunya Allah adalah di saat seorang mukmin melanggar yang diharamkan-Nya” (HR Bukhari)

NASEHAT IBNU ABBAS TENTANG MAKSIAT

Shahabat Abdullah Bin Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma berkata :

“Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dari dosa dan maksiat itu sendiri”.

“Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atas kamu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dosanya dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain, sedangkan engkau tidak pernah merasa takut dengan Pandangan dan Pengawasan Allah, adalah jauh lebih besar dosanya dari aib dan maksiat itu”.

“Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayyub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya ? Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang didzalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayyub tidak membantunya”.

(Suwar min Hayatis Shohabah jilid 3 hal 60 – 61)

**********

LALU BAGAIMANA JIKA MAKSIAT ITU TELAH KITA KETAHUI, KITA SADARI DAN KITA YAKINI BAHWA ITU ADALAH MAKSIAT NAMUN KITA TERUS MELAKUKANNYA ?

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS Al A’raf 23)

“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus alaihis salaam), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru (berdoa’) dalam keadaan yang sangat gelap (di dalam perut ikan Paus) :

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Ilaah (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman”.

(samirmusa/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/balasan-maksiat-datang-secepat-kilat.html#sthash.3xjxvmGp.dpuf

Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi

(Arrahmah.com) – Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

“Barangsiapa yang melakukan kejahatan (maksiat dan dosa), niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah”. (QS An Nisa’ 123)

Para shahabat menyatakan bahwa inilah ayat Al Qur’an yang paling berat bagi mereka, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Aisyah mengatakan kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bahwa inilah ayat Al Qur’an yang terasa paling berat bagi dirinya. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal 558)

Balasan Allah yang secepat kilat itu dikarenakan Allah tidak rela hamba-Nya yang beriman larut dalam kemaksiatan.

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِىَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ

“Sesungguhnya Allah Maha Pencemburu, dan cemburunya Allah adalah di saat seorang mukmin melanggar yang diharamkan-Nya” (HR Bukhari)

NASEHAT IBNU ABBAS TENTANG MAKSIAT

Shahabat Abdullah Bin Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma berkata :

“Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dari dosa dan maksiat itu sendiri”.

“Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atas kamu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dosanya dosanya dari dosa dan maksiat itu”.

“Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain, sedangkan engkau tidak pernah merasa takut dengan Pandangan dan Pengawasan Allah, adalah jauh lebih besar dosanya dari aib dan maksiat itu”.

“Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayyub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya ? Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang didzalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayyub tidak membantunya”.

(Suwar min Hayatis Shohabah jilid 3 hal 60 – 61)

**********

LALU BAGAIMANA JIKA MAKSIAT ITU TELAH KITA KETAHUI, KITA SADARI DAN KITA YAKINI BAHWA ITU ADALAH MAKSIAT NAMUN KITA TERUS MELAKUKANNYA ?

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS Al A’raf 23)

“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus alaihis salaam), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru (berdoa’) dalam keadaan yang sangat gelap (di dalam perut ikan Paus) :

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Ilaah (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman”.

(samirmusa/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/balasan-maksiat-datang-secepat-kilat.html#sthash.3xjxvmGp.dpuf

Bismillahirrahmanirrahim..
 
Pernahkah hidayah Allah menyapa hatimu wahai teman? Mesti pernah kan? Walau pun hanya sekali. Ada sahabat pernah cakap padaku, ” Hidayah ni mungkin hanya akan datang sekali je dalam hidup kita. Jadi bila kita rasa hidayah tu hadir, peluklah erat-erat dan genggam lah kemas-kemas. Jangan biarkan ia terlepas pergi. Andainya terlepas, mungkin hidayah itu takkan datang lagi.”
 
Alangkah ruginya jika kita tak ambil peluang yang Allah bagi kat diri kita. Allah dah bagi peluang untuk kita berubah untuk jadi better person, tapi kita buat tak peduli. Rugi sangat-sangat.
https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/10/85501-heavenvshell.jpg
Which one will you chose? Choose wisely.
Hidayah itu umpama satu papan tanda. Ia akan menunjukkan kita ke arah destinasi yang kita tuju. Apabila kita mengikuti papan tanda yang pertama, kita akan jumpa papan tanda yang seterusnya. Tapi pastikan kita mengikut papan tanda yang betul. Barulah  sampai ke  destinasi yang kita tuju.
Tapi sekiranya kita berpaling daripada papan tanda yang pertama itu dan mengikut papan tanda yang lain, kita akan semakin menjauh dari destinasi yang dituju. Dan akhirnya kita akan tersesat.
Allah ada berfirman dalam Al-Quran:
https://i1.wp.com/www.surah.my/assets/s019/a076-4d3313cd8bd16bb499a16a9b2c617c25.png

 ” Dan Allah akan menambahi hidayah bagi orang-orang yang menurut jalan hidayah.”  (Surah Maryam 19:76)

“And Allah doth advance in guidance those who seek guidance: and the things that endure, Good Deeds, are best in the sight of thy Lord, as rewards, and best in respect of (their) eventual return.”

Tengok tu, Allah akan menambahkan hidayah sekiranya dia menurut jalan-jalan yang betul. Dan demikianlah orang yang menerima hidayah Allah ni.
Sebenarnya, kadang-kadang kita sedar Allah bagi hidayah kat kita. Allah nak kita tinggalkan benda yang salah yang sedang kita lakukan sekarang. Tapi, kita sangat sayang nak tinggalkan benda yang sedang kita buat. Ye lah. Benda mungkar ni memang seronok nak buat. Lebih-lebih lagi bila dah jadi habit. Dosa ni boleh lah dianggapkan sebagai kurap. Semakin kita garu, semakin best pulak rasa. Kalau tak dirawat, bila dah tinggal parut memang sukar nak dihilangkan.
 
Haa, sebab tu lah bila dah buat dosa. Akan rasa nak buat lagi dan nak buat lagi. Sebabnya dah sebati dalam jiwa. Apa yang Allah suruh buat, tak pulak kita buat.
 
Allah suruh solat. Kita cakap, alah dah tua-tua nanti aku solat la.
Allah suruh tutup aurat. Kita cakap, nanti aku dah tak vogue kalau pakai tudung ni.
Allah cakap jaga pandangan mata. Kita cakap, eye contact kan penting, buat pe tunduk-tunduk ni?
Allah cakap couple tu haram. Kita cakap, mana ada, tengok ramai je couple tu haa.
 
Macam-macam lagi yang Allah suruh kita buat dan tinggalkan. Tapi pasti ada sahaja alasan yang kita berikan. Benda yang haram pasti akan kita cuba sedaya upaya nak halalkan. Sedangkan dalam Al-Quran sudah terang-terang cakap tak boleh.
 
Jangan teman, jangan jadikan syaitan sebagai raja dalam hatimu. Jangan jadikan dia sebagai kawan. 
 
Allah ada berfirman dalam Al-Quran:
https://i1.wp.com/www.surah.my/assets/s035/a006-bde21cbd619ded2e0156688012ca16fe.png

” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, kerana sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Surah Fatir 35:6)

Verily Satan is an enemy to you: so treat him as an enemy. He only invites his adherents, that they may become Companions of the Blazing Fire.

Begitu juga nafsu. Didiklah nafsumu. Didiklah ia agar bekerja untukmu bukannya dirimu yang bekerja untuknya.
 
Sungguh, hidayah itu milik Allah. Hanya Dia yang berhak anugerahkan hidayah itu kepada orang-orang yang Dia nak. Tak semua orang bertuah. Kalau tak, mesti semua orang kat dunia ni jadi baik sangat. Dan tiadalah sengketa dan permusuhan kat dunia ni. Jadi jangan bersedih bila kita dah pernah berusaha untuk ajak kawan-kawan or family kita berubah ke arah lebih baik tapi mereka tak nak ikut. 
 
Sebab Allah dah berfirman dalam Al-Quran yang bermaksud:
https://i0.wp.com/www.surah.my/assets/s028/a056-7358ff6aa4c6b61afd8008e123a95246.png
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qasas :56)
It is true thou wilt not be able to guide every one, whom thou lovest; but Allah guides those whom He will and He knows best those who receive guidance.
Even Rasulullah saw pun tak mampu bagi hidayah kepada orang yang baginda sayangi. Ini menunjukkan hidayah itu hak mutlak Allah. Cuma tugas kita ialah berusaha menyampaikan hidayah yang terkandung dalam Al-Quran. Sama ada mereka terima atau tidak, semua itu kerja Allah.
 
Jadi tersangatlah beruntung orang yang hatinya pernah disapa hidayah Allah. Gunakanlah peluang yang Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Dan hidupmu bakal berubah. Better than before. Insya Allah.
 
Hidayah ni tak kan datang bergolek. Hidayah Allah ibarat kunci yang hadir daripadaNya. Kunci kepada sebuah pintu kebaikan. Pintu tersebut hanya akan terbuka apabila orang tersebut berusaha untuk membukanya. Sekiranya tidak, maka pintu tersebut akan tertutup selama-lamanya walaupun kunci itu pernah berada di tangan kita.
https://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/10/e145b-key.jpg
Am I capable to open it? Insya Allah, I will.
Dan Allah ada berpesan dalam Al-Quran:
https://i2.wp.com/www.surah.my/assets/s010/a025-2d788f927299328bed1a448073d8c9e6.png

” Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (syurga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).” (Surah Yunus 10: 25)

But Allah doth call to the Home of Peace: He doth guide whom He pleaseth to a way that is straight.

Agaknya sudah berapa kali kita dipilih untuk diberikan hidayah tapi entah sudah berapa kali kita sudah menolaknya. Dan agaknya berapa kali lagi kita akan dipilih dan terus menolaknya? Itupun sekiranya Allah masih memberikan kita peluang untuk merasai nikmat hidayah-Nya. Bagaimana sekiranya hidayah itu tidak pernah kunjung tiba lagi?
Andainya ini hidayah terakhir.. T_T
Thabbit Qalbi Ya Rabb.
Mari beramal dengan doa ni.
https://i2.wp.com/www.surah.my/assets/s003/a008-aec7f801165571ae3a77a1b301e5230a.png

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Surah Ali ‘Imran 3: 8)

“Our Lord!” (they say), “Let not our hearts deviate now after Thou hast guided us, but grant us mercy from Thine own Presence; for Thou art the Grantor of bounties without measure.

sumber : Bernafas Dalam Jiwa Hamba 

http://islampelitahidup.blogspot.com/2013/05/bila-hidayah-itu-menyapa.html


Responses

  1. Reblogged this on Istighfaar.


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: