Posted by: peribadirasulullah | Disember 11, 2009

Teladan Daripada Rasulullah SAW

Bukanlah  para ulama, dan bukan pula para kyai. Bukan para presiden apalagi para artis. Bukan kamu, mereka apalagi saya. Akan tetapi Beliau, kekasih Allah ta’ala, hambaNya, UtusanNya, nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam. Makhluk – Nya yang paling sempurna, saya ulangi , paling Sempurna!

Berbicara soal kesempurnaan, al imam Ibnul Qayyim berkata:
“kesempurnaan manusia terdiri dari dua pokok landasan, yaitu mengetahui kebenaran dari kebatilan (yaitu kekuatan ilmu, pent) dan mengutamakan kebenaran dari yang batil (kekuatan amal). Kedudukan manusia di sisi Allah baik di dunia maupun di akhirat sesuai kedudukan mereka dalam dua landasan ini. Allah memuji para nabi dan rasul karena memiliki dua landasan ini”.

Sehingga dapat disimpulkan, dalam berkemauan seseorang harus memiliki 2 kekuatan:

  • Kekuatan ilmu
  • Kekuatan amal

Dari penjelasan tersebut, maka manusia terbagi kepada 4 kelompok, yaitu:

  1. Kelompok pertama, yang telah kita sebutkan dan mereka adalah semulia-mulia kelompok di sisi makhluk, sebagaimana mereka adalah yang termulia di sisi Allah.
  2. Kelompok kedua, kebalkan dari kelompok pertama, orang yang tidak punya ketajaman dalam agama dan tidak pula mempunyai kekuatan dalam melaksanakan kebenaran. Mereka mayoritas manusia, memandang mereka akan menyakitkan mata, membuat demam badan, dan menyakitkan hati. Bilangan mereka membuat sempit negeri, dan membikin mahal harga serta persahabatan dengan mereka hanya mendatangkan kerugian dan kebinasaan.
  3. Kelompok ketiga, mereka yang mempunyai ketajaman dalam kebenaran dan pengetahuan. Akan tetapi ia lemah dan tidak mempunyai kekuatan dalam melaksanakan kebenaran dan mengajak orang kepadanya. Inilah keadaan mukmin yang lemah, sedangkan mukmin yang kuat di sisi Allah lebih baik dari mukmin yang lemah.
  4. Kelompok keempat, mereka yang mempunyai kekuatan dan kemauan serta motivasi, akan tetapi lemah dalam pengetahuan agama, tidak dapat membedakan antara wali Allah dengan wali syaithan. Seringkali salah menilai, ia menyangka bahwa setiap yang hitam adalah kurma, dan setiap yang kuning mengkilap itu emas dan setiap obat yang berkhasiat itu racun.

Untuk memperoleh predikat imamah (pemimpin) dalam agama tidak ada yang pantas kecuali kelompok yang pertama, Allah berfirman:

“Dan Kami jadikan dari kalangan mereka itu pemimpin pemimpin dengan perintah Kami karena mereka bersabar, dan mereka telah sangat yakin dengan ayat-ayat Kami “. [QS. As-Sajadah: 24]

Siapa lagi contoh terbaik dalam hal ini selain Nabi Muhammad, karena beliau adalah manusia yang paling sempurna dan paling mulia di dunia ini.

Berikut ini sepenggal kisah nan penuh hikmah dari perjalanan hidup Rasulillah…

Beliau adalah manusia yang paling sempurna tingkat ubudiahnya (penghambaan) kepada Allah ta’ala. Ketika Allah telah mentakdirkan sesuatu yang berat dalam dakwah beliau, yaitu dua orang yang selama ini sebagai pembela dan penopang dakwah beliau, Khadija istri beliau dan Abu Thalib paman beliau, telah meninggal dunia. Membuat kaum Quraisy meningkatkan permusuhan mereka kepada beliau dan memberi ultimatum untuk menghentikan dakwah beliau, bahkan telah berani pula mengusir beliau dari Mekkah.

Maka berangkatlah beliau ke Thaif, berharap pembelaan dan bantuan. Kiranya bukan pembelaan yang beliau dapat dan bukan bantuan yang beliau peroleh, tapi malah cacian dan cemoohan, bahkan usiran oleh anak-anak dan wanita-wanita di sana, sedangkan beliau seorang utusan Allah, Allah yang memiliki langit dan bumi.

Mereka telah melukai, melempar, beliau dengan batu hingga luka kaki beliau, sebagaimana sebelumnya mereka telah melukai hati dan perasaannya. Belum sampai di situ malaikat gunung Akhsyabain meminta izin kepadanya untuk menimpakan gunung tersebut kepada mereka, sebagai tanda bahwa beliau bukan sendirian.

Bertambah sedih beliau, karena yang beliau ingingkan bukanlah balas dendam atau kepuasan diri, yang beliau inginkan hanya menampakkan bukti penghambaan diri kepadaNya, hal itu tampak betul dari do’a yang beliau panjatkan kepadaNya,

“Ya Allah , kepadaMulah daku keluhkan lemahnya kekuatanku, sedikitnya hilafku, hinanya diriku dimata manusia. Wahai Zat yang paling Pemurah ! Engkau-lah Rabb orang-orang yang lemah, dan Engkaulah Rabbku! Kepada siapa Engkau hendak titipkan diriku?! Apakah kepada orang yang jauh yang tidak peduli dengan diriku atau engkau hendak serahkan perkara diriku kepada musuh?!
Meskipun begitu, selagi Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli!! Akan tetapi pengampunan-Mu lebih luas bagiku, aku berlindung dengan cahaya wajahMu -yang telah menerangi semua kegelapan, dengannya berjalan perkara dunia dan akhirat- dari turunnya murkaMu kepadaku atau jatuh kepadaku kebencianMu, hanya kepadaMu pengaduanku sampai Engkau ridho, dan tidak ada daya dan upaya kecuali denganMu “.

(dikutip dari buku karangan ustadz Armen Halim Naro, rahimahullah, yang berjudul “untukmu yang berjiwa hanif”, dengan beberapa penambahan)


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: