Posted by: peribadirasulullah | April 20, 2015

Ayat Suci Al-Quran dan Hadis Nabawi Berkaitan Negara Yaman

https://i1.wp.com/mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2014/06/gerbang-pasar-yaman1.jpg

Oleh : Ali Farkhan Tsani*

Al-Qur`an telah mengabadikan kisah penerimaan penduduk Yaman terhadap ajaran Islam. Sekaligus menandai hubungan akidah antara Yaman dengan Palestina. Kisah ini bermula dari laporan burung Hud-Hud, atas perintah tuannya Nabi Sulaiman, ketika terbang hingga negeri Saba (Yaman).

Di dalam Al-Quran disebutkan,

 فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيدٍ۬ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ وَجِئۡتُكَ مِن سَبَإِۭ بِنَبَإٍ۬ يَقِينٍ * إِنِّى وَجَدتُّ ٱمۡرَأَةً۬ تَمۡلِڪُهُمۡ وَأُوتِيَتۡ مِن ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ وَلَهَا عَرۡشٌ عَظِيمٌ۬ * وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ أَعۡمَـٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُونَ*

Artinya : “Maka tidak lama kemudian , lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba  suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita  yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan , sehingga mereka tidak dapat petunjuk.“ (Q.S. An-Naml [27] : 22-24).

Berita yang dibawa burung Hud-Hud menggerakkan Nabi Sulaiman untuk menyerukan Ratu Saba’ (sebagian sejarawan menyebut bernama Bilqisatau Balqis) dan kaumnya agar masuk Islam. Hal ini membuktikan kedekatan kedua negeri tesebut walaupun terpisah jarak geografis ribuan kilometer.

Nabi Sulaiman menyeru Balqis untuk menerima ajaran Islam, menyembah Allah Yang Esa. Perintah Nabi Sulaiman,

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ

Artinya : “Pergilah dengan  suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”. (Q.S. An-Naml [27] : 26).

Sampai kemudian Balqis sendiri beserta rombongannya datang ke negeri Sulaiman, di kawasan Al-Aqsha, Palestina. Hingga akhirnya Sang Ratu Bilqis menerima ajaran Islam yang ditawarkan Nabi Sulaiman.

رَبِّ إِنِّى ظَلَمۡتُ نَفۡسِى وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Artinya : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. (Q.S. An-Naml [27] : 44).

Dengan terjalinnya hubungan Sulaiman-Balqis, Palestina-Yaman, yang diikat tali iman, maka bersatulah dua wilayah tersebut di bawah naungan Islam dan di bawah naungan Kerajaan Nabi Sulaiman ‘Alaihi Salam.

Al-Quran menyebut sepanjang kawasan dua negeri tersebut Allah berikan keberkahan bagi penduduk dan alam sekitarnya.

وَجَعَلۡنَا بَيۡنَہُمۡ وَبَيۡنَ ٱلۡقُرَى ٱلَّتِى بَـٰرَڪۡنَا فِيہَا قُرً۬ى ظَـٰهِرَةً۬ وَقَدَّرۡنَا فِيہَا ٱلسَّيۡرَۖ سِيرُواْ فِيہَا لَيَالِىَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ 

Artinya : “Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan aman.” (Q.S. Saba [34] : 18).

Pada Surat Quraisy, Al-Quran mengabadikan kawasan Yaman sebagai daerah yang sering dikunjungi para pedagang kafilah Jazirah Arab Quraisy.

*لِإِيلَـٰفِ قُرَيۡشٍ * إِیلَـٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيۡفِ 

Artinya : “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.” (Q.S. Quraisy [106] : 1-2).

Para mufassir menyebut, perjalanan dagang pada musim dingin adalah ke kawasan Yaman, dan pada musim panas ke wilayah Syam (termasuk di dalamnya Palestina).

Sebagai konsekwensi dari perjalanan dagang tersebut maka penduduk Yaman bertanggungjawab atas keselamatan para kafilah Arab demi kesinambungan perjalanan dagang tersebut. Demikian juga halnya dengan penduduk Syam melakukan hal yang sama demi menjaga kepentingan mereka di Jazirah Arab.

Itulah yang memberikan suasana aman dan keamanan yang memadai, penuh persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Suasana luar biasa dibandingkan kafilah-kafilah lain di Jazirah Arab saat itu yang diwarnai dengan perampokan, permusuhan dan bahkan peperangan antarsuku/kabilah masa jahiliyyah, yang kunjung usai.

Dr. Musthafa Luthfi dan N. Hasanah Mustofa,Lc dalam buku Perjuangan Palestina Masa Kini, Longmarch Lintas Bangsa : Indonesia, Yaman, Al-Quds (AWG Press, 2009), mennguraikan, Kedudukan ini menjadikan bangsa Quraisy sebagai rujukan bangsa Arab bila menghadapi persoalan-persoalan penting. Hal ini terlihat pula saat diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul dan Nabi penutup, dimana bangsa Arab meresponnya dan secara berbondong-bondong masuk agama Allah.

Dengan demikian tidaklah heran, bila kemudian Allah mengistimewakan kedua wilayah ini pada saat menjelaskan peran ekonomis dan logistis bagi kemudahan kedatangan Risalah Muhammad SAW. Tidaklah aneh pula ketika Rasulullah SAW juga mengkhususkan doa bagi penduduk Syam (Palestina) dan Yaman agar mendapatkan berkah karena hubungan erat antara dua tempat berkah tersebut dengan kota Mekkah dan Madinah.

Doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk keberkahan negeri-negeri di kawasan Syam dan Yaman dalam doanya,

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

Artinya : “Ya Allah, berkahilah kami di negeri Syam kami, Ya Allah, berkahilah kami di negeri Yaman kami.” (H.R. At-Tirmidzi).

Sahabat Zaid bin Tsabit juga pernah menyampaikan, bahwasanya Nabi SAW suatu ketika mengarahkan pandangannya ke arah negeri Yaman. Kemudian beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah di hati mereka kelapangan dalam menerima Islam”.  (H.R. At-Tirmidzi).

Doa Nabi ini mengiringi banyaknya penduduk Yaman yang saat itu berbondong-bondong memasuki agama Allah, Islam.

Ini seperti dikemukakan sahabat Abi Hurairah, bahwa  tatkala diturunkan ayat :

إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ * وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجً۬ا * فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُ‌ۚ إِنَّهُ ۥ ڪَانَ تَوَّابَۢا

Artinya : ”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong”. (Q.S. An-Nashr [110] : 1-2). 

Menjelaskan ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengemukakan, bahwa penduduk negeri Yaman telah datang, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya (H.R. Ahmad).

Berkata Imam Al-Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah ketika menerangkan hadits di atas, bahwa  yang demikian itu merupakan pujian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada penduduk Yaman, dikarenakan mereka adalah kaum yang bersegera dalam beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan baiknya keimanan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Utus Sahabat

Memperhatikan kesungguhan penduduk Yaman yang secara berbondong-bondong memeluk Islam. Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutus beberapa sahabat untuk berdakwah di sana. Di antaranya adalah ‘Ali bin Abi Thalib ke Shana’a (ibu kota Yaman), Mu’adz bin Jabbal ke Taiz (Yaman Selatan) dan Abu Musa Al-Asy’ari ra ke Zabid.

Sesampainya di sana, mereka bersama penduduk setempat kemudian mendirikan masjid sebagai tempat ibadah dan tempat belajar Islam. Peninggalan bersejarah masjid-masjid itu hingga kini masih berdiri dengan kokoh, yaitu Jami’ Khabir yang didirikan oleh Ali, Masjid Janad oleh Mu’adz, serta Masjid Asya’ir oleh Abu Musa.

Khusus kepada Mu’adz bin Jabbal, yang masuk Islam pada usia 28 tahun, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkenan memberikan petuahnya, melalui pertanyaan-pertanyaan beliau, “Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau bertanya, ‘Bagaimana kamu menetapkan hukum jika ada suatu perkara yang kamu hadapi?’ Mu’adz menjawab, ‘Aku akan menetapkan hukum berdasarkan Kitabullah. ‘Jika tidak ada dalam Kitabullah?’ Lanjut Mu’adz, “Maka aku akan menetapkan dengan hadits Rasulullah’. Rasulullah SAW bertanya lagi, ‘Bagaimana jika tidak ada dalam Sunnah Rasulullah?’ Mu’adz menjawab, ‘Aku akan berijtihad dengan pendapatku dan tidak berlebihan’. Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menepuk dadanya dan bersabda, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelaraskan utusan Rasulullah dengannya, sebagaimana yang diridhai oleh Rasulullah’.”*(Ali Farkhan Tsani. Alumni Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Shana’a, Yaman. Redaktur Mi’raj Islamic News Agency-MINA/EO2).

http://mirajnews.com/id/artikel/mujizat-alqur-an/yaman-dalam-al-quran-dan-al-hadits/

Seiyun, Yaman, 2 Rajab 1436/20 April 2015 (MINA) – Komandan Yaman dari distrik militer yang mengontrol setengah perbatasan dengan Arab Saudi, menjanjikan dukungannya untuk Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, Ahad (19/4), kata para pejabat setempat.

Setidaknya 15.000 tentara di daerah perbatasan gurun dan gunung di wilayah yang sama dengan Arab Saudi menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Hadi, Arab News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Brig. Jenderal Abdulrahman Al-Halily Distrik Militer Pertama mengumumkan dukungannya terhadap legitimasi konstitusional yang diwakili oleh Presiden Hadi,” kata salah seorang pejabat kepada Reuters.

Deklarasi tersebut juga disiarkan di radio resmi di Seiyun, kota utama wilayah lembah Hadramaut di mana basis utama militer distrik berada.

Sebagian besar militer Yaman setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang pasukannya berjuang bersama milisi pemberontak Houthi dalam pertempuran yang membentang di selatan hingga timur Yaman.

Namun pembelotan pasukan di timur laut membawa sekitar 10 divisi yang mendukung Hadi.

Sementara itu, Satuan Angkatan Darat Yaman dibantu oleh pasukan Perlawanan Rakyat di kota Maarib berhasil merebut kendali di beberapa pos yang dikuasai milisi Houthi dan pasukan Saleh, saksi mata mengatakan kepada Al Arabiya News Channel.

Di beberapa daerah lainnya, pasukan suku dan militer loyalis Presiden Hadi merebut beberapa wilayah dari kontrol pemberontak.

Dalam perkembangan lain, partai pimpinan Saleh mengatakan, mereka menyambut resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata di negara itu dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mengamati hal itu. (T/P001/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Seiyun, Yaman, 2 Rajab 1436/20 April 2015 (MINA) – Komandan Yaman dari distrik militer yang mengontrol setengah perbatasan dengan Arab Saudi, menjanjikan dukungannya untuk Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, Ahad (19/4), kata para pejabat setempat.

Setidaknya 15.000 tentara di daerah perbatasan gurun dan gunung di wilayah yang sama dengan Arab Saudi menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Hadi, Arab News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Brig. Jenderal Abdulrahman Al-Halily Distrik Militer Pertama mengumumkan dukungannya terhadap legitimasi konstitusional yang diwakili oleh Presiden Hadi,” kata salah seorang pejabat kepada Reuters.

Deklarasi tersebut juga disiarkan di radio resmi di Seiyun, kota utama wilayah lembah Hadramaut di mana basis utama militer distrik berada.

Sebagian besar militer Yaman setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang pasukannya berjuang bersama milisi pemberontak Houthi dalam pertempuran yang membentang di selatan hingga timur Yaman.

Namun pembelotan pasukan di timur laut membawa sekitar 10 divisi yang mendukung Hadi.

Sementara itu, Satuan Angkatan Darat Yaman dibantu oleh pasukan Perlawanan Rakyat di kota Maarib berhasil merebut kendali di beberapa pos yang dikuasai milisi Houthi dan pasukan Saleh, saksi mata mengatakan kepada Al Arabiya News Channel.

Di beberapa daerah lainnya, pasukan suku dan militer loyalis Presiden Hadi merebut beberapa wilayah dari kontrol pemberontak.

Dalam perkembangan lain, partai pimpinan Saleh mengatakan, mereka menyambut resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata di negara itu dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mengamati hal itu. (T/P001/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Posted by: peribadirasulullah | April 20, 2015

Doa Penghafiz Al-Quran Menyembuh Koma 7 tahun

MuslimahZone.com – Bahagianya memiliki anak shalihah yang menyejukkan mata dan membawa kedamaian dalam hati. Bagaimana tidak, mereka adalah investasi para orangtua demi mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat insyaAllah.

Berikut adalah sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana anak shalihah dapat mendatangkan ‘keajaiban’ bagi orang tuanya, jika memang Allah ta’ala menghendaki. Semoga dari kisah ini dapat diambil pelajaran dan hikmah yang berharga.

—–

Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, aku selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu saat nanti akan kembali. Tapi, kini Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, mobil Abu Salmaa terbalik saat pulang dari tempat kerja di Timur Saudi menuju Riyadh. Kecelakaan itu begitu hebat hingga membuatnya langsung koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter spesialis yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.

Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri. Sebagian orang menyarankan aku menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh. “Tidak,” jawabku saat itu. “Selama suamiku belum dikubur, aku akan tetap menjadi istrinya.”

Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz hingga jadilah ia hafal Qur’an.

Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendo’akan dan meruqyah ayahnya, ia juga bersedekah untuk ayahnya.

Hingga suatu hari pada tahun 1410 H, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak bisa mencegah.

Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di dekat ayahnya yang masih koma. Tak berapa lama kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. Lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.

Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada suara yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga. “Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”

Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kami beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”

Sebelum Subuh, rasa kantuk datang lagi. Dan Asmaa pun tertidur.

“Siapa engkau, mengapa kau ada di sini?” suara itu membangunkan Asmaa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa bahagia dirinya, ternyata suara itu adalah suara ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.

“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah.
“Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa,” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan mengatakan apa yang terjadi.

Para dokter yang piket pada pagi itu hanya bisa mengucapkan “Masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan peristiwa menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati kini kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.

Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah. “Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.

Demikianlah, aku sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku.

Sumber: Kisahikmah.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Posted by: peribadirasulullah | April 20, 2015

3 Bulan Penuh Tarbiah Rohani

MuslimahZone.com – Ramadhan sudah dekat. Alhamdulillah. Musim semi orang-orang beriman itu dinanti karena kebaikan dan kenikmatannya.

Tentu hanya orang beriman yang menantinya. Karena jika tidak beriman, Ramadhan hanya beban yang memberatkan dan menghilangkan kenikmatan.

Setiap keluarga mukmin ingin Ramadhannya bertenaga dan berkesan serta meningkat lebih baik. Hanya saja, sering kali kita baru merasakan bahwa Ramadhan kita dan keluarga kurang maksimal setelah berada di penghujungnya.

Salah satu penyebabnya adalah persiapan yang tidak baik. Perjalanan Ramadhan menempuh taman hijau yang menanjak. Indah bagi yang tidak mempedulikan bentuk jalannya. Bagi yang sibuk menilai jalan yang melelahkan itu, maka taman hijau di kanan kirinya hampir tak berarti. Keindahannya. Tak hanya sehari atau dua hari. Juga tidak sekali-kali. Tetapi satu bulan penuh.

Perjalanan seperti itu, bagaimana tidak disiapkan sebaik mungkin perbekalannya.

Pasti. Perjalanan panjang itu memerlukan persiapan yang baik. Gagal pada persiapan, bisa menimbulkan masalah pada perjalanan.

Persiapan itu bukan sibuk mencari tiket jauh-jauh hari. Juga bukan sibuk menghitung budget sepanjang Ramadhan dan pulang kampung. Sehingga sibuk mencari tambahan untuk itu. Persiapan juga bukan memikirkan jenis menu sepanjang Ramadhan.

Kalau demikian, persiapan apa yang diperlukan?

Persiapan itu telah diajarkan Rasulullah pada dua bulan sebelumnya; Rajab dan Sya’ban. Sebagaimana dalam sabda beliau,

عن أسامة بن زيد قال قلت : يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

Dari Usamah bin Zaid berkata: aku bertanya: Ya Rasulullah aku belum pernah melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain, seperti puasamu di bulan Sya’ban.

Rasul menjawab: itu ada bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul ‘alamin. Maka aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa. (HR. Nasa’i, dihasankan oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini, Rasulullah mengingatkan kita tentang bulan yang dilupakan yaitu Sya’ban yang ada di antara Rajab dan Ramadhan. Itu artinya, Rajab dan Ramadhan merupakan bulan yang sangat diperhatikan oleh masyarakat Nabi Arab saat itu. Maka mari kita lihat apa yang ada di bulan Rajab, Sya’ban kemudian Ramadhan.

Rajab

Setelah dikaji oleh para ulama, seluruh riwayat hadits tentang keutamaan bulan Rajab, maka inilah dua kesimpulan dua ulama besar di bidang hadits,

Ibnu Qoyyim, “Setiap hadits tentang puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah dusta.” (Al-Manarul Munif hal 96)

Ibnu Hajar, “Tidak ada dalil yang shahih tentang keutamaan Bulan Rajab baik keutamaan untuk puasa atau qiyam.” (Tabyinul ‘Ajab hal 11)

Dengan demikian, tidak amal khusus di bulan Rajab. Sama sekali. Karena beribadah harus berlandaskan dalil yang shahih. Jika tidak, maka kita termasuk orang-orang yang beramal dengan tanpa ilmu. Sebagaimana yang disifati dalam Al Fatihah dengan kata (الضالين/sesat).

Tetapi Bulan Rajab mempunyai keistimewaan seperti yang disampaikan oleh Al Quran. Allah berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. (Qs. at-Taubah: 36)

Dari Abu Bakrah  radhiallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam saat khutbah Haji Wada’ bersabda, “Sesungguhnya waktu berputar sebagaimana hari penciptaan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan berturut-turut: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab mudhar yang ada di antara bulan Jumadi dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1741 dan Muslim no 1679)

Secara bahasa Rajab berarti keagungan, hal ini karena orang-orang Arab dahulu mengagungkan bulan ini sebagaimana syariat juga menjadikannya sebagai bulan haram (mulia). (Ibnu Faris dalam mu’jam maqayis lughahhal. 445)

Kini kita berada di Bulan Rajab. Salah satu bulan haram (mulia). Apa yang harus kita lakukan pada bulan seperti ini?

Ada dua hal yang harus diperhatikan,

1. Jangan berbuat dosa padanya, karena akan dilipatgandakan

Allah berfirman:

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

maka janganlah kamu menganiaya diri.” (Qs. At Taubah: 36)

2. Jangan menumpahkan darah padanya

Allah berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.” (Qs. Al Baqarah: 217)

Poin pertama adalah melakukan kesalahan dan dosa pada diri kita sendiri. Sedangkan poin kedua adalah melakukan kesalahan dan dosa pada orang lain. Keduanya, harus sangat dihindari di bulan mulia ini.

Berarti semangat Rajab adalah: menjaga diri dari dosa.

Sya’ban

Bulan ini disebut Nabi sebagai:

a. Bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan

b. Bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul ‘alamin

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan tentang amal di waktu lalainya manusia,

Ibadah di waktu-waktu lalai mempunyai keutamaan di bandingkan waktu yang lain.”

Jadi, Bulan Sya’ban ini mempunyai dua keistimewaan: bulan dilalaikan dan bulan diangkatnya amal. Pada kedua hal tersebut, beramal mempunyai nilai baik. Nabi juga menyampaikan bahwa beliau ingin dicatat seorang yang berpuasa saat pengangkatan amal.

Adapun tindakan Rasulullah dan shahabat di bulan ini adalah:

a. Banyak Puasa

Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha berkata,

وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Dan aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan kecuali Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau puasa paling banyak dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu banyaknya hari-hari di Sya’ban yang dipuasai Nabi dengan puasa-puasa sunnah, hingga dalam riwayat lain Aisyah mengatakan bahwa Nabi puasa satu bulan penuh. Yang dimaksud oleh Aisyah adalah puasa hampir satu bulan penuh.

b. Jika tidak, jangan lewatkan puasa pertengahan Sya’ban (Al Ayyam Al Bidh)

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَوْ لِآخَرَ أَصُمْتَ مِنْ سُرَرِ شَعْبَانَ قَالَ لَا قَالَ فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ

Dari Imron bin Hushain radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya atau kepada yang lainnya: Apakah kamu puasa Surar Sya’ban? Dia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Jika kamu berbuka, maka puasalah dua hari. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kata Surar/Sarar Sya’ban, para ulama berbeda pendapat apakah awal, pertengahan atau akhir bulan tersebut. An Nawawi menjelaskan hal ini dalam Al Minhaj.

Pendapat yang kuat adalah: pertengahan dan akhir bulan.

Jika maksudnya adalah pertengahan, maka yang dimaksud adalah puasa al ayyam al bidh. Dan jika yang dimaksud adalah akhir bulan, maka yang dimaksud adalah bagi mereka yang biasa berpuasa sunnah, diizinkan untuk puasa di akhir Sya’ban.

Sya’ban adalah bulan dimana Nabi menganjurkan untuk kita isi dengan banyak berpuasa. Jika tidak mampu berpuasa banyak, maka puasalah pada pertengahannya (13, 14, 15) Sya’ban.

c. Bersihkan kemusyrikan & saling memaafkan

عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

Dari Abu Musa, dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
Sesungguhnya Allah memeriksa (hamba) di malam pertengahan Sya’ban. Dia mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang yang musyrik atau bertikai.” (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Albani)

Ini satu-satunya hadits yang bisa dijadikan landasan untuk keutamaan malam nisfu Sya’ban.

Allah menurunkan ampunan bagi seluruh orang hamba beriman. Tidak ada amal tertentu yang diperintahkan untuk dilakukan pada malam tersebut. Ini adalah ampunan yang diturunkan Allah begitu saja, sebagai bukti Maha Pengampunnya Allah.

Hanya saja, kita harus membersihkan dari dua hal:Kemusyrikan dan Pertengkaran. Jika salah satunya atau keduanya masih ada dalam diri kita, maka ampunan itu akan terlewatkan.

Jadi, budaya meminta maaf menjelang Ramadhan, lebih bagus jika dilaksanakan sebelum pertengahan Sya’ban.

d. Batas akhir membayar hutang Ramadhan yang lalu

Bagi yang mempunyai hutang di Ramadhan sebelumnya, diberi keluangan waktu untuk membayarnya hingga bulan Sya’ban tahun berikutnya. Hal ini dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha

عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ الشُّغْلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Aisyah radhiallahu anha berkata,
Saya mempunyai hutang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu menggantinya kecuali pada Bulan Sya’ban dikarenakan kesibukanku (melayani) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, semboyan orang beriman di Bulan Sya’ban:Berlatih dan Memperbanyak amal.

Jika dua bulan; Rajab dan Sya’ban kita siapkan sebaik mungkin, maka Ramadhan akan menjadi sangat istimewa. Karena Ramadhan adalah gabungan antara meninggalkan dosa dan hal-hal yang membatalkan Ramadhan dan melakukan amal sebanyak-banyaknya.

Rajab mengajarkan separo yang pertama, sementara Sya’ban mengajarkan separo yang kedua.

Kesimpulan: Apa yang harus dilakukan bagi kita dan keluarga kita untuk menyiapkan diri menghadapi Ramadhan?

1. Persiapkan ilmu

2. Rajab: Bulan menahan diri dari dosa

3. Sya’ban: Bulan melatih diri untuk beramal sebanyak mungkin

4. Banyak berpuasa di Bulan Sya’ban

5. Jika tidak mampu berpuasa banyak di Sya’ban, maka puasalah pada al ayyam al bidh (13, 14, 15) Bulan Sya’ban

6. Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan kemusyrikan telah bersih

7. Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan telah terlerai pertengkaran

8. Segera bayar hutang Ramadhan

Ya Allah bimbing kami…

Oleh: Budi Ashari

(fauziya/muslimahzone.com)

Posted by: peribadirasulullah | April 20, 2015

Hadiah Daripada Allah SWT Untuk Rakyat Palestin

https://i1.wp.com/cdn.ar.com/images/stories/2015/04/ikanhiugaza.png

GAZA (Arrahmah.com) – Maasyaa Allah, setelah “Israel” menutup perairan Palestina, Allah kirimkan seratus ikan hiu ke Gaza. Fuad Amudi seorang nelayan di Gaza melihat gelombang putih tinggi dari pantai Kota Khan Younis. Ia yakin bahwa gerombolan ikan hiu telah melewatinya. Demikian dilaporkan Spyghana, Sabtu (18/4/2015).

“Saya cepat-cepat memanggil beberapa teman saya dan bergegas untuk menangkap hewan hidup yang berharga yang dikirim oleh Allah, tidak mudah untuk menangkap demikian banyak ikan hiu,” kata Amudi dengan senyum menghiasi wajahnya.

Amudi dan lima temannya berlayar dua kilometer ke laut dan menangkap ikan hiu sebanyak mungkin dengan penangkap ikan dan jaring tradisional untuk menangkap ikan.

“Walaupun kami tak mempunyai kapal besar penangkap ikan dan sangat kekurangan alat penangkap ikan, kami benar-benar berhasil menangkap ikan hiu sebanyak ini,” kata Amudi. Ia menambahkan, “Israel menutup laut, tapi Allah mengirim kami kehidupan buat anak-anak kami.” (adibahasan/arc1/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2015/04/20/allahu-akbar-100-ikan-hiu-hampiri-gaza.html#sthash.9L5P7ZNz.dpuf

Posted by: peribadirasulullah | April 17, 2015

Wanita yang paling diCintai oleh Rasulullah SAW

MuslimahZone.com – Siapa yang tak kenal tokoh agung ini dan siapa yang tak pernah mendengar keharuman namanya? Dugaan terkuat, sebagian besar kita, jika tidak bisa dikatakan semuanya, telah mengenal dengan baik nama besar yang disandangkan kekasih Rasulullah ﷺ yang paling beliau sayangi, wanita tercerdas dalam islam dan dibersihkan namanya dari atas langit ke tujuh. Di rumah kejujuran dan keimanan ia lahir.

Di dalam dekapan kedua orang tua mulia yang merupakan sahabat terbaik Rasulullah ﷺ ia tumbuh; dan di atas keutamaan-keutamaan agama yang agung dan ajaran-ajarannya yang lapang ia berkembang. Dialah ‘Aisyah Ash-Shiddiqah putri Ash-Shiddiq. Statusnya sebagai putri Abu Bakar Ash-Shiddiq saja sudah cukup menempatkan pada tempat yang termulia di dalam hati dan rumah Rasulullah ﷺ.

Belum lagi ditambah dengan kecerdasannya, keluasan ilmunya, kepakarannya, dan keluhuran budinya yang memicu decak kagum generasi salaf maupun khalaf, sehingga mereka akhirnya mengetahui dengan seyakin-yakinnya mengapa ia menempati posisi yang teramat besar di sisi Rasulullah ﷺ tersebut. Dari sini, kita tentu tidak merasa aneh dan kaget dengan banyaknya refleksi pendidikan dan manfaat-manfaat dakwah yang bisa kita reguk dari kehidupan Ummul mukminin Ash-Shiddiqah Al-Habibah ‘Aisyah.

Dialah ‘Aisyah, isteri Rasulullah ﷺ dan kekasih hati yang paling beliau cintai. Ayahandanya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat dan pendamping setia Rasullah ﷺ di dalam gua. Sementara ibunya adalah Ummu Ruman binti ‘Amir yang menampilkan diri sebagai sosok isteri yang mulia, ibu yang bijak, dan wanita yang bijak. ‘Abdurrahman ibnu Abu Bakar adalah saudara laki-lakinya, sementara saudara perempuannya adalah Asma’ yang berjulukan “Dzaatun Nithaqain” (wanita pemilik dua sabuk) dan setia mendampingi dan mendukung putranya, Abdullah ibn Az-Zubair melawan kesewenang-wenangan Al-Hajjaj.

Aisyah lahir di Makkah Al-Mukarramah yang merupakan kawasan yang sarat berkah di bumi Allah. Ayahnya termasuk saudagar besar di Makkah yang meraup keuntungan besar dari aktivitas perdagangannya dan hidup sejahtera. Namun ia terkenal sebagai orang yang dermawan, baik terhadap anak-anak dan keluarganya, ia banyak memiliki sifat-sifat mulia yang disandang oleh Rasulullah ﷺ.

Setelah disunting Rasulullah ﷺ dan diboyong ke rumah kenabian, Aisyah menjadi isteri terkasih Rasulullah ﷺ yang paling dekat dengan beliau. Beliau tidak meninggalkannya selama beberapa lama, kecuali akan kembali dalam dekapannya dengan luapan kerinduan dan kasih sayang yang membara di dalam hati.

Ummu mukminin Aisyah juga merupakan salah satu pengibar bendera ilmu pengetahuan yang menjadi pengamat tentang segala peristiwa yang terjadi pada zamannya dan menjadi pakar ahli yang mengetahui seluk-beluk urusan rumah tangganya dan kewajiban yang harus ia laksanakan.

Bagaimana tidak? Sejak dini ia tumbuh di lingkungan rumah di mana sang ayah merupakan pakar ahlil nasab dan sejarah Arab. Ia mendalami masalah-masalah agamanya dan mempelajari ajaran-ajaran Islam di bawah asuhan Rasulullah ﷺ, ia belajar dasar-dasar etika dan moral di tangan orang yang langsung diajar oleh Tuhan-Nya.

Ia hidup di lingkungan rumah kenabian yang menjadi tempat turunnya wahyu dan dibacanya Al-Qur’an siang dan malam. Karena itu, wajar saja jika Aisyah memiliki pengetahuan yang banyak tentang Islam dan prinsip-prinsipnya dan pemahaman yang mendalam tentang berbagai bidang pengetahuan. Ia adalah sosok cendekiawan ahli hikmah (hakiimah) yang mengadopsi hikmahnya dari kitab Allah. Ia adalah ahli balaghah yang mengadopsi balaghahnya dari sastra Rasul.

Ia adalah wanita yang fasih berbicara bahasa Arab, karena ia merupakan wanita etnis Arab yang tumbuh di antara kerikil-kerikil Makkah. Ia juga berpengaruh mereguk pengetahuan dari sumber-sumber Islam dan banyak belajar etika-etika sang Maha Pengasih.

Aisyah memiliki sejumlah saudara yang masuk Islam semuanya dan konsisten menjalankan Islam dengan baik. Mereka turut berhijrah dan berjihad bersama Rasulullah ﷺ, dan inilah gambaran keluarga Sayyidah Aisyah, sebuah keluarga mukmin pelaku hijrah (yang berhijrah) yang rela berkorban demi Islam, berjuang gigih di jalan dakwah, dan menyuguhkan layanan terbesar kepada Rasulullah ﷺ demi mempermudah perjalanan hijrah beliau dan penyebaran dakwah beliau.

Di tengah keluarga inilah yang mulia Aisyah lahir untuk kemudian tumbuh berkembang dalam naungan Islam. Dalam sebuah riwayat yang dilansir dirinya, ia berkata, “Aku tidak mengenali kedua orang tuaku, kecuali mereka memeluk agama Islam”.

Artinya, sejak dini ia telah tumbuh dalam naungan ajaran-ajaran agama Islam yang lurus dan saat kecil ia telah menyaksikan fase terberat dalam perjuangan dakwah Islam di mana Muslimin mendapat tekanan dan siksaan yang bertubi-tubi.

Sumber: Aisyah yang Cerdas yang Dicinta, Karya: Ahmada Ibnu Salim Baduwilan, Penerbit: Irsyad Baitus Salam

(fauziya/islampos/muslimahzone.com)

https://www.muslimahzone.com/wanita-terkasih-rasulullah-%EF%B7%BA-siapa-dia/

Posted by: peribadirasulullah | April 17, 2015

Marilah Bersama Menghidupkan Hati Kita Kepada Allah SWT

Saudaraku yang baik, saat ini kita mencoba memohon pertolongan Allah agar kita lebih mengenal siapa Allah , bagaimana cara mendekat kepada Allah dan tahu apa yang akan menghijab dari Allah.

“Bagaimana akan dapat terang hati seorang yang gambar dunia ini terlukis dalam lensa cermin hatinya, atau bagaimana akan pergi menuju kepada Allah  padahal ia masih terikat dan terbelenggu oleh syahwat hawa nafsunya, atau bagaimana akan dapat masuk ke hadirat Allah padahal ia belum bersih suci dari kelalaiannya atau bagiannya yang di sini diumpamakan dengan janabatnya mengharap akan mengerti rahasia yang halus padahal ia belum bertobat dari kekeliruan-kekeliruannya”

Saudaraku yang baik, bagaimana mungkin seseorang hatinya akan terang benderang kalau di hatinya ini selalu duniawi saja yang terlukis, bagaimana mungkin seseorang akan dapat mendekat bergerak kepada Allah kalau dia masih diikat dan dibelenggu oleh syahwat nafsunya, dan bagaimana bisa membuka pintu gerbang kedekatan dengan Allah kalau dia masih melumuri dirinya dengan aib dosa dan belum mensucikan dirinya.

Kurang lebih kita ibaratkan sebuah wadah. Bagaimana bisa diisi makanan yang nikmat andaikata wadah ini penuh dengan kotoran , penuh dengan belatung. Tentu senikmat apapun makanan tidak akan pernah dinikmati , karena tidak bisa bercampur kotoran dan kesucian.

Suatu saat Nabi Muhammad saw pernah berjalan melalui pasar yang diikuti sahabat dan orang-orang lain. Kebetulan beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang putus telinganya. Ditunjukkannya kambing tersebut sambil bersabda: “Siapa diantara kalian yang mau menerima kambing ini dengan harga satu dirham?” Orang-orang menjawab: “Kami tidak ingin memilikinya”. Nabi bersabda: “Apakah kalian mau memilikinya tanpa bayaran?” Salah seorang menjawab: “Demi Allah, sekiranya dia hidup pun kami tidak menyukainya, karena telinganya putus, apalagi sudah menjadi bangkai begini, buat apa?”.

Nabi saw. bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya dunia ini menurut pandangan Allah, lebih hina dari pandanganmu terhadap bangkai anak kambing ini”.(H.R. Muslim yang bersumber dari Jabir)

Dunia yang mana ; harta ? kedudukan ?  jabatan ?, ternyata Rasulullah berharta , Rasulullah memiliki kedudukan dan populer , Rasulullah memiliki kekuasaan .Yang disebut dunia adalah semua yang disebutkan tadi yang membuat lalai kepada Allah, contoh ; mencari harta dan membuat lalai kepada Allah itulah dunia ; membabi buta mencari nafkah sedangkan shalat diabaikan , kejujuran diabaikan. Itulah pecinta dunia.

Sedangkan pecinta Allah sama sibuknya dengan gigih mencari harta tetapi selalu Allah yang dipikirkan, karena yakin Allah yang membagikan rejeki ; dia berdagang tapi dia yakin Allah yang menggerakan pembeli, dia tidak mau mengurangi timbangan 1 mg pun , dan dia tidak mau ada ketidak-jujuran yang dia inginkan hanya untuk memudahkan jual beli karena jual beli yang mudah diberkahi oleh Allah.

Dia tidak akan tamak dengan keuntungan karena dia tahu menguntungkan orang lain adalah disukai oleh Allah , dia bisnis , dia sibuk dengan harta tetapi kesibukannya membuat dia semakin taat kepada Allah ,yang seperti itu bukan bukan dunia yang menghinakan.

Pebisnis atau pedagang yang jujur termasuk orang yang berkedudukan di sisi Allah, dan kelak kalau sudah wafat bisa setara kekasih-kekasih Allah, mengapa ? karena hiruk pikuk dunianya justru membuat dia dekat dengan Allah, ini perlu kita pahami.

Lalu kekuasaan ; ada orang yang berkuasa kemudian jadi dzalim dan sibuk mempertahankan kekuasaannya, sepanjang hari yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana berkuasa, itu adalah duniawi. Tapi bagi orang yang tidak tamak dengan kekuasaan justru yang dia pikirkan adalah bagaimana dengan kekuasaannya kebenaran bisa menjadi milik ummat, bagaimana dengan kekuasaannnya keadilan dapat ditegakkan dan memudahkan orang lain untuk dekat dengan Allah, nah kekuasaan yang seperti ini tidak diartikan sebagai duniawi.

Selanjutnya bagaimana orang bisa melesat berjalan ke arah Allah kalau dirinya masih terbelenggu ,bukankah kalau kita terbelenggu sulit untuk melangkah ? bukankah kita kalau diikat sulit untuk mendekat ? maka Allah menciptakan nafsu bagi kita bukan untuk membelenggu kita untuk mendekat kepada Allah tapi orang-orang yang diperbudak nafsu memang akan terikat.

Kita ambil contoh dengan nafsu perut ; seseorang yang nafsu perutnya telah membelenggu maka yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana untuk mencari makanan yang enak yang dapat memuaskan perutnya.Dia rela untuk pergi jauh dan membayar dengan harga yang mahal untuk memuaskan perutnya.

Tapi bagi orang yang lapar dan laparnya digunakan untuk mendekat kepada Allah, maka dia akan taklukan nafsu perutnya itu dengan shaum . Tidak boleh diperbudak makanan, dia hanya mau makan kalau sudah lapar, dia berhenti makan ketika sebelum kenyang, setiap dia makan yang dia lihat bukan makanannnya tapi siapa yang memberi makannya, walaupun hanya dengan garam dia tahu semua ini karunia Allah. Makan penuh dengan rasa syukur karena lidahnya masih berasa, makan dengan rasa syukur karena masih berjumpa dengan nasi dan garam, makan dengan rasa syukur karena kita masih bisa menikmati makanan dibanding saudara kita yang lapar, maka dia makan tapi bukan nafsu yang berjalan tapi makrifat dia menemukan butir-butir nasi. Allahu Akbar !

Padahal dirinya jauh dari ladang tetapi dia dimudahkan ; ada bagian yang mengetam, menumbuk , ada bagian yang memasak, dan sekarang dia terpilih pada sebagai orang yang menikmati makanan yang dihidangkan oleh Allah nun jauh dari sana.Garam dari laut ada yang mengambil, mengeringkan sampai di piring ,Allahu Akbar ! .

Maka ,lapar yang seperti itu Insya Allah akan menjadi pendekat kepada Allah.Inilah kenikmatan dan orang yang menjalankan makan penuh dengan ingatan kepada Allah sepanjang makan Insya Allah jadi ibadah , sambil makan ingat kepada saudaranya yang lapar dan makin bertambah rasa syukurnya. Jauh berbeda dengan pecinta nafsu hari demi hari diperbudak dengan makanan saja , belum lagi yang diperbudak oleh amarah sehari-hari hanya dipikirkan bagaimana memuntahkan ketidaksukaannya

Jadi bagaimana kita akan mendekat kepada Allah kalau kita belum membersihkan diri kita , Allah Maha Suci sedangkan kita amat nista “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri.” (QS. 2 : 222).

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membuat hati kita menjadi tempat kasih sayang Allah ? kalau pada diri ini kita kumpulkan kebencian , maka sulit orang-orang yang tidak punya waktu untuk membersihkan hati  untuk meraup kedekatan dengan Allah , “Qad aflaha man zakkaahaa, Wa qad khaaba man dassaahaa” (Q.S: Asy Syams: 9-10) Artinya : Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan dirinya, Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.

Maka kegigihan kita untuk sekuat tenaga bertobat, ketika berbuat dosa hapus kembali dengan tobat ; 1 noktah tinta bersihkan , jangan biarkan tinta-tinta ini berkumpul menebal karena akan sangat sulit membersihkannya, perbanyaklah istighfar karena kalau cermin sudah berkilau Insya Allah kita akan tahu siapa diri kita dan orang lain pun dapat memanfaatkan cermin ini.

Kita rindu sekali agar dibimbing oleh Allah, Allah lah yang Maha Tahu semua ilmu yang bisa membuat kita sampai kepadanya Allah-lah Yang Maha Tahu bagaimana kita bisa mengenalnya. Maka kuncinya adalah berusahalah sekuat tenaga untuk menjadi orang yang mendekat dengan cara mengamalkan ilmu karena barang siapa yang mengamalkan ilmu yang diketahuinya niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahui oleh kita. Wallahu a’lam

(Tausiyah K.H. Abdullah Gymnastiar, disarikan dari kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atho’illah)

https://www.facebook.com/notes/rahasia-ketajaman-mata-hati/menghidupkan-hati/10150342899247182

Posted by: peribadirasulullah | April 17, 2015

10 Alasan untuk tidak menutup aurat

Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab

Oleh : Dr. Huwayda Ismaeel (Diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris)

ALASAN I :   

Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab

Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini;

Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam?

Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah!

Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah!

Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya.

Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam?

Apabila saudari ini jujur dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAW yang suci.

Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?

 

ALASAN II :  

Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.

Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana;

Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.”

(Ahmad) Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak .. . “ (QS. An-Nisa:36).

Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “ dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)

Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.

Nota:

Syurga dibawah telapak kaki ibu yang solehah, Neraka dibawak tapak kaki ibu jahiliah.

 

ALASAN III :    

Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.

Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang penipu yang mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya?

Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43).

Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.

Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman;

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. .”(QS. AtTalaq :2-3).

Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13) .Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.

ALASAN IV :    

Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.

Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81)

Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam?

Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat talli besar untuk menarikmud ari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini.

Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat;

mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah”(QS. AN-NABA 78:24-25).

Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.

ALASAN V :    

Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.

Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu.

Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka tekut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunjuk bagimu?

Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAW bersabda;

“Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.”

Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya?

Allah SWT sesungguhnya telah berfirman;

maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”(QS. AL BAQARAH 2:66)

Kesimpulannya, apabila kau memegang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.

ALASAN VI :     

Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.

Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula.

Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT.

Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti.

Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”(QS. TAHA 20:124)

Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?

Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanm u kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula.

Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.

ALASAN VII :    

Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”(QS. Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?

Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya.

Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya”(QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT:  katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..(QS Al-Ahzab 33:59).

Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?

ALASAN VIII :   

Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.

Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan?

Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu.

Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya.

Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus”  serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab?

Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.

 

ALASAN IX :  

Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.

Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak.

Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda;

tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34]

saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21)

saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya.

Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya.. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri” (QS Al-Hashr 59: 19)

saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya , berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.

ALASAN X : 

Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!

     Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah.

Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka.

Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT.

Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata  disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT.

Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.

KESIMPULAN

 

Tubuhmu, dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian.tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan”(QS Ali ‘Imran 3:185).

Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat

https://www.facebook.com/notes/rahasia-ketajaman-mata-hati/sepuluh-alasan-untuk-tidak-memakai-jilbab/10150278894332182

Nota:

Marilah kita sama-sama beribadat kerana Cintkan Allah SWT Yang Maha Khaliq bukan sekadar tuntutan agama tetapi sebagai membalas Jutaan Nikmat yang Allah SWT telah Kurniakan kepada kita semua secara percuma.

Awas.. kini ramai manusia menjadikan bala dan penyakit sebagai barang dagangan, mereka mempertuhankan insuran kerana mereka tidak yakin dengan Janji Allah SWT, maka mereka membeli insuran kesihatan dan sebagainya agar mereka selamat dan terjamin masa depan mereka , apa jua penyakit dan bala mereka akan ditanggung oleh syarikat insuran.

Syarikat insuran dimasa kini telah mempergunakan alim-ulamak sebagai penal penasihat mereka dan dijadikan syarikat insuran mereka adalah termasuk salah satu cara bertawakkal kepada Allah SWT, inilah satu usaha sulit kapitalis untuk terus kekal dan berjaya dalam menipu umat Islam di negara-negara sekular dan demokrasi-Nauzubillahhi Min Hum.

Umat Islam telah menjadikan hidup dan mati mereka bukan lagi di tangan Allah SWT, inilah fahaman kapitalis yang tidak ada unsur Amal Jariah dan Kebajikan serta Keberkatan daripada Allah SWT.

Posted by: peribadirasulullah | April 17, 2015

Islam bukan agama tetapi sekadar satu fahaman sahaja ?

ilustrasi - (http://dijitalhayat.tv)

Islamic News Agency – Virginia – Kelompok advokasi Muslim Houston menuntut pihak sekolah mendisiplinkan seorang guru SMA Richmond di Virginia yang diduga mendistribusikan materi kebencian terhadap Islam.

Mustafaa Carroll, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations, mengatakan materi didistribusikan di kelas ekonomi di SMA Richmond. Carroll mengatakan dalam delapan halaman handout yang diberikan sang guru, kesemuanya berisi materi dari situs anti-Muslim.

“Yang semua diambil secara keseluruhan dari Internet,” kata dia dilansir Chron, Kamis (9/4).

Handout berisi berbagai fakta yang diklaim tentang Muslim dan keyakinan dalam Islam. Salah satunya menegaskan bahwa Yesus dan Rasul Paulus memperingatkan bahwa “Setelah mereka pergi banyak nabi-nabi palsu akan datang. Muhammad hanyalah salah satu dari mereka”.

“Juga tertulis bahwa Islam tak lebih dari sebuah ideologi, bukan agama,” tulis handout tersebut.

Handout juga berpendapat bahwa Muslim percaya semua pemerintah kecuali Negara Islam, harus digulingkan dan menegaskan bahwa jadilah seorang Muslim atau Anda akan mati.

Carroll mengatakan agar pejabat sekolah responsif terhadap keluhan organisasinya. “Kami berterima kasih kepada pejabat sekolah untuk mengambil masalah ini dengan serius dan menunggu tindakan disipliner yang sesuai bagi guru,” kata Mustafaa. (ROL/sbb/dakwatuna)
(dakwatuna)

https://islamicagency.wordpress.com/2015/04/10/guru-ini-sebarkan-tulisan-yang-sebut-muhammad-saw-nabi-palsu/#more-409

Posted by: peribadirasulullah | April 16, 2015

KARATE HOBI BARU MUSLIMAH DI JALUR GAZA,PALESTIN

https://i2.wp.com/mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2015/04/muslimah-gaza-beladiri-karate-raihaneh-300x177.jpg

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Ada hobi baru kaum Muslimah di Jalur Gaza, Palestina, baik gadis maupun setelah mereka memasuki jenjang rumah tangga, yaitu mengikuti pelatihan beladiri karate.

Hal ini antara lain terlihat dari banyaknya Muslimah dari berbagai usia, pekerjaan, latar belakang dan kelas sosial, yang mengikuti latihan karate di dojo Gaza Karate Sports Club.

Seragam khas putih-putih dengan berbagai warna sabuk yang melingkar di pinggang, dengan aba-aba berbahasa Jepang, mengiringi tiap gerakan ke gerakan berikutnya.

“Yoi…, kidambare,…. Huch…..!”.

Dr. Emad Hammad, adalah instruktur (simpae) karate Gaza yang mengambil master saat tinggal di Mesir.

“Saya mulai mengajar karate di Jalur Gaza ini lebih 12 tahun lalu. Saya mendapat kepercayaan melatih anak-anak, termasuk pelajar Muslimah di sini, dan mereka belajar bela diri, percaya diri dan belajar disiplin,” kata Hammad, pada laman al-Mar’ah Rihanah.

Ia berbagi pengalaman, awalnya sangat sulit mengajak gadis-gadis Muslimah di sini belajar beladiri. Namun dalam beberapa tahun terakhir sudah mudah dan dapat terbentuk kelas-kelas, terdiri dari 25 Muslimah tiap kelasnya.

“Saya sering mendapatkan kunjungan dan pertanyaan dari para orang tua pelajar, dan mereka sering bertanya kepada saya tentang karate, apakah tidak mengajarkan kekerasan? Atau apakah tidak mempengaruhi feminitas Muslimah? Apakah itu berbahaya?” ujar Hammad.

Ia pun menjelaskan bahwa semua sudah disesuaikan dengan kondisi dan fisik Muslimah, dan mereka pun akhirnya memahami, katanya, yang berlatih karate sejak usia 18 tahun itu.

“Saya memang bertekad mendedikasikan hidup saya untuk melatih anak-anak pelajar di sini berlatih karate,” tambah Hammad, pemegang sabuk hitam, yang beberapa kali memenangkan berbagai penghargaan internasional dan Arab.

Murid-muridnya pun kini mulai merasakan hasilnya belajar beladiri karate dari Hammad.

“Hidup saya selama ini hanya berkecimpung dengan sekolah dan Internet. Kini ada tambahan beladiri karate. Saya ingin melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda,” kata Diana al-Kolek (17).

Awalnya, ia mendapat informasi tentang karate dari temannya, lalu ia pun memutuskan untuk mencobanya.

“Ini amat sempurna, sangat bermanfaat, dan tidak mengganggu apapun. Justru ini membantu saya tetap bugar. Latihan membuat pikiran saya segar dan senang bekerja, dan mengajarkan saya membela diri sehingga saya bisa menendang,” ujar Diana.

Lainnya, Nour Saleh, gadis muda yang kini mengenakan sabuk biru, telah mengikuti latihan karate sejak sekitar dua tahun lalu.

Dia terus berlatih melewati sabuk putih, kuning dan oranye dengan sempurna, dan sekarang berkesempatan mengikuti ujian sabuk coklat dan hitam.

Namun, ia belum sempat mengikuti ujian sabuk coklat dan hitam, karena tertunda sebab ia berumah tangga.

“Tapi saya akan terus mencoba, setelah begitu lama berlatih,” ujarnya.

Awalnya, sama dengan teman-temannya sesama Muslimah, ia kurang mendapat restu dari orang tuanya, walaupun mereka semua hidup di daerah rawan perang.

Keluarga menganggap itu olahraga laki-laki.

Namun, itu semua kini berubah, setelah orang tuanya mengetahui hasilnya cukup baik.

Ibunya juga mengatakan bahwa perasaan orang tuanya kini telah berubah tentang karate, bahwa ini merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup menyehatkan.

“Saya kini selalu mendukung penuh seratus persen anak-anak berlatih karate. Kini saya senang melihatnya, dan saya hanya khawatir saja memar atau cedar,” ujar ibunya, Umi Mohammed Saleh.

karate muslimah gaza


Jadwal Fleksibel

Pelatih karate, Emad Hammad mengatakan jadwal karatenya dibuat sefleksibel mungkin, sesuai kegiatan di sana, Jerusalem Post menyebutkan.

Ia membuat jadwal setiap pekan, terutama pada libur sekolah, supaya anak-anak pelajar dapat mengikutinya.

“Sungguh menyenangkan, melihat anak-anak Muslimah di sini terus dan berlatih karate, bahkan setelah menikah,” ujarnya.

Ia pun manargetkan anak-anak didiknya terus berlatih, dan mengikuti pertandingan di luar wilayah.

Ia berpandangan bahwa karate di samping merupakan olahraga beladiri, juga termasuk olahraga yang mempromosikan perdamaian dan menciptakan ikatan yang kuat antar komunitas manusia, yang dibangun atas dasar kepercayaan dan dedikasi. (T/P4/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

http://mirajnews.com/id/artikel/feature/karate-hobi-baru-muslimah-di-gaza/

Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,631 other followers