Posted by: peribadirasulullah | Mei 22, 2015

Video dan Gambar 3 Hakim Yang Menghukum Mursi Ditembak Mati

http://tranungkite.net/v12/modules.php?name=News&file=article&sid=23809

Sekumpulan lelaki bersenjata tak dikenali menembak mati tiga hakim Mesir pada Sabtu (16/5/2015) di wilayah Semenanjung Sinai yang bergolak di mana pasukan junta Mesir memerangi pejuang Islam. Tembakan tersebut menyebabkan tiga hakim lainnya cedera parah di ibukota wilayah El-Arish dan terjadi beberapa jam setelah penghakiman di Kaherah menjatuhkan hukuman mati terhadap presiden yang diguling Muhammad Mursi, lapor AFP. Polis Mesir menyatakan tiga hakim berkenaan diserang ketika mereka menaiki dengan kereta dari kota Ismailiya menuju El Arish untuk menghadiri satu sidang penghakiman. Setelah serangan, kementerian dalam negeri Mesir menempatkan polis di seluruh negeri di dalam keadaan bersiap sedia. Tidak jelas apakah serangan tersebut berkaitan dengan kemarahan atas hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Muhammad Mursi dan sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Parti pendukung Mursi, Ikhwanul Muslimin, telah dilarang oleh pihak berkuasa tentera Mesir dan dinyatakan sebagai organisasi “pengganas”. Ratusan anggota dan para pendukungnya ditangkap dan dipenjara sejak pertengahan tahun 2013 di mana kudeta tentera dilancarkan dan menggulingkan Mursi dari kekuasaan
Sumber daripada:
 
LIHAT VIDEO DI SINI

– See more at: http://mamak-online.blogspot.com/2015/05/video-gambar-3-hakim-ditambak-mati.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+MamakOnline+%28Mamak+Online%29#sthash.EspWXPkM.dpuf

Posted by: peribadirasulullah | Mei 22, 2015

Kematian Adalah Sebesar-besar Nikmat Untuk Orang Mukmin

Image result for WAJAH PARA SYUHADA'

https://i0.wp.com/hasnulhadiahmad.com/wp-content/uploads/2011/11/Tingginya-Nilai-Mati-Syahid-Di-sisi-Allah.jpg

INILAHCOM, Jakarta- Rasulullah Saw, ketika bersabda: “Tasbih bagi para lelaki, dan tepukan tangan bagi perempuan.” (Hr. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzy dan Nasay).

HADITS mulia ini mengandung motivasi beramal dengan maksimal, dan meleburkan gerak dan diam pada Allah Taala.

Engkau telah banyak melihat dari komunitas kaum arifin, membuat isyarat mengenai kondisi ruhani, dan ketika hadir dihadapanNya, mereka menempelkan telapak tangannya. Jangan sampai anda menyangka bahwa isyarat mereka itu termasuk bertepuk tangan. Anda salah. Namun isyarat itu adalah bentuk kesirnaan gerakannya hanya bagi Allah, dan pada gerakan lain, hanya bagi Allah, karena mereka mati bersama Allah ketika mereka masih hidup. Karena itu Allah menghidupkan mereka, ketika mereka sedang mati.

Ketahuilah bahwa Allah Swt mempunyai para hamba yang hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah Swt, yang merindukan maut karena rindu kepada Kekasihnya, disamping ia sudah sangat tidak suka dengan kehidupan yang lama di dunia. Tak ada keindahan bagi mereka karena belum keluar dari dunia. Mereka tergelisahkankan oleh lamanya di dunia, dan rindunya untuk cepat keluar dari dunia, lebih dahsyat dibanding orang yang kehausan air.

Jika ajalnya tiba, malaikat maut dengan tujuh puluh ribu malaikat datang diutus Allah dengan penghormatan dan salam, sebagaimana firman Allah Taala:

“Orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat yang menyambut dengan penuh kebajikan sembari mereka berkata, “Salam kepadamu, masuklah kamu sekalian ke syurga, dengan amal-amal yang kamu sekalian lakukan.”

Begitu pula malaikat mendatangi orang beriman dengan aroma paling harum dan wajah paling tampan, lalu sang mukmin berkata: “Selamat datang, untuk apa kedatanganmu?”

“Untuk mengambil ruhmu, dengan cara mengambil ruh yang bagaimanakah yang paling kau senangi?” Tanya balik malaikat.

“Apabila aku sedang sujud,” jawabnya.

Lalu malaikat itu melakukan sesuai permintaannya, lalu kedua penjaganya datang dalam salah satu mengatakan pada yang lain: “Kita punya sahabat dan saudara, telah tiba waktunya berpisah.”

Lantas keduanya berkata bersamaan, “Semoga Allah membalas kebajikan padamu, dan mengampunimu. Engkaulah sebaik-baik saudara, dan engkau benar-benar orang beriman paling mudah, dan sebaik-baik langkah bagi dirimu.”

“Wahai nafsu yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh kerelaan dan mendapatkan ridho,” dengan penuh riang dan santai gembira.

Lalu ruhnya bicara pada jasadnya, “Semoga Allah membalas padamu kebaikan dariku,engkau mencintai kebaikan dan orang yang berbuat baik. Dan engkau membeci keburukan dan mereka yang bebruat buruk, aku menitipkan dirimu pada Allah.”

Sosok jenazah sedang lewat bertemu Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah ra, lalu beliau berkata, “Orang yang sedang istirahat, atau sedang menjadi beban.”

“Siapa yang disebut orang yang istirahat?” beliau ditanya seseorang.

“Orang beriman bila mati istirahat dari beban dunia, dan kesengsaraan penghuninya, lalu ia berjumpa dengan rahmat Allah Taala. Sedangkan orang yang menjadi beban adalah orang yang menentang Allah Taala, dan apabila ia mati, para hamba dan Negara bisa istirahat.”

Mamun as-Sulami ra, menegaskan, “Ketika Abdullah bin Muqatil ra, wafat kami turut memandikan, mengkafani, dan menguburnya. Tiba-tiba ada suara lembut dari langit, “Segala puji bagi Allah yang telah menyinambungkan pecinta dengan Kekasihnya, dengan hati rela dan mendapatkan kerelaanNya.”

Santri dari Abu Abdullah mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Abu Abdullah setelah wafatnya, dimana ia sedang membakar dupa di syurga. Lalu aku bertanya, “Hai Abu Abdullah, bukankah ini dilarang bagi kita?”

“Inilah perjalanan pelayan di Darussalam, di hadapan Yang Diraja Semesta..”

Dzun Nuun Al-Mishry ra, dimimpikan setelah beliau wafat, lalu ditanyakan padanya,”Bagaimana kondisimu?”

“Aku mohon pada Allah empat masalah, lalu Allah Swt memberikan dua saja, dan aku sedang menunggu yang dua itu.”

“Apa semua itu?”

“Kukatakan: Ilahi, bila Engkau mengambil ruhku jangan Engkau pasrahkan pada Malaikat maut. Bila Engkau bertanya padaku, jangan engkau serahkan pada malaikat Mungkar dan Nakir. Dan jika Engkau merendahkan aku jangan Engkau serahkan pada Malaikat Malik. Dan bila Engkau memuliakan aku janganlah Engkau serahkan pada Malaikat Ridhwan.”

Hikayat Orang Sholeh PascaMaut

Dikisahkan bahwa Dawud al-Ujly ra, ketika mati ia dibawa ke kuburnya. Tiba-tiba ia menyemburkan aroma wangi. Lalu tukang kuburnya mengambilnya sebagai minyak aroma wewangian. Sedangkan orang-orang sangat takjub melihatnya. Selama tujuh puluh hari, tetap saja bau wangi. Lalu penguasa wilayah itu berusaha mengambilnya dari orang tersebut, tiba-tiba hilang begitu saja entah kemana sirnanya.

Ammar bin IBrahim ra mengatakan, “Aku bermimpi melihat perempuan miskin setelah kematiannya. Wanita ini sangat senang dengan majlis dzikir, kusapa ia. “Selamat datang wahai wanita miskin”

“Jauh sekali wahai Ammar. Wanita miskin sudah pergi, dan datanglah si kaya raya,” jawabnya.

“Kemarilah” kataku.

“Apa yang kau minta pada orang yang diberi kewenangan syurga dan segala isinya?” katanya.

“Dengan apa?” tanyaku.

“Dengan majlis-majlis dzikir.”

“Lalu apa yang dianugerahkan Allah Taala pada Ali bin Zadan?”

Ia malah tertawa, dan berujar, “Allah memberinya pakaian yang sangat kharismatik, dan dikatakan padanya, “Hai qori, bacalah, dan naiklah!”.

Ibnu Abil Hiwary ra, mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Al-Washily, seakan ia berdiri di angkasa, padahal seluruh langit penuh dengan cahayanya, lalu aku bertanya, “Apa yang diberikan Allah Taala padamu?”

“Sebaik-sebaik Tuhan adalah Tuhan kami. Dia mengampuni kami dan memuliakan kami, dan kami dijadikan sebagai keluargaNya.”

“Kalau begitu beri aku wasiat,” kataku.

“Hendaknya engkau tetap di majlis orang-orang yang berdzikir, sebab mereka menurut kami berada di derajat yang luhur.”

Saat Muadz ra, mendekati maut, ia pingsan, lalu sadar, kemudian berkata, “Temukan aku dengan orang-orang yang telah diberi nikmat Allah Taala dari kalangan Nabi, Shiddiqin dan syuhada,” Lalu ia tersenyum dan berucap Laailaaha Illalloh Muhammadurrosulullah. Alhamdulillah.” Lalu beliau wafat.

Jafar adh-Dhobby ra mengatakan, “Aku menghadiri ziarah kubur Malik bin Dinar ra, lalu aku berkata dalam benakku, “Apa ya, yang dianugerahkan Allah pada Malik?”

Lalu kudengar suara dari atas Malik, “Malik selamat dari kehancuran, selamat dari buruknya penempuhan Jalan, dan ia telah berada di rumah kebahagiaan, bertetangga dengan Tuhan Maha Pengampun..”

“Alhamdulillah” kataku.

Ibnu Bikar mengisahkan, “Suatu hari aku sedang sholat di Mashishoh (nama sebuah kota). Ketika imam salam, seseorang tiba-tiba berdiri dan berkata, “Wahai manusia, aku adalah seorang ahli syurga, dan aku telah mati hari ini. Kalau ada yang butuh, datanglah kemari..”

Ketika kami sholat ashar, orang tersebut meninggal.

Harits bin Umar ath-Thai ra sedang sakit di Arminia. Suatu hari ia menghadap kiblat dan sholat dua rekaat, lalu ia berkata di akhir sujudnya, “Ya Allah! Aku memohon dengan NamaMu yang dengannya menjadi pengokoh agama, dan dengan NamaMu yang dengannya alam semesta mendapatkan rizki, dan dengan namaMu Engkau hidupkan tulang-tulang yang remuk. Bila ada kebaikan padaku di sisiMu, segerakan matiku.”

Lalu ia terdiam, dan orang-orang menggerak-gerakkannya, ternyata ia sudah mati.

Seseorang pernah melihat Malik bin Dinar ra, seakan-akan ia ada di istana di cakrawala, yang tidak bias digambarkan keindahannya. “Apa yang dianugerahkan Allah Taala padamu hai Malik?” tanya seseorang.

Ia menjawab, “Tuhanku menempatkan aku di istana ini seperti kau lihat dan Dia memperkenankan diriku untuk memandangNya manakala aku rindu padaNya, tanpa bagaimana atau tanpa padanan. Walhamdulillaahi robbil alamin.”

Ketika guruku Syeikh Manshur ra, hendak wafat, kami menangis di dekatnya. Lalu beliau siuman dari pingsannya, dan berkata: “Kematian pecinta adalah kehidupan tiada putus-putusnya.

Suatu kaum mati, namun mereka hidup di tengah manusia.”

Lalu beliau berucap, “Asyhadu al-Laailaaha Illalloh, wa-Asyhadu Anna Muhammadar-Rasulullah, Shollallaahu alaihi wa-Alihi wasallam. Lalu takdir menjemputnya dan ruhnya yang suci membubung ke hadirat Ilahi Sang Pencipta.

Semoga Allah memberkahi Al-Qutub Agung Sayyid Ahmad Rifay dan keluarga tercintanya dan seluruh muslimin. Salam semoga kepada para Rasul. Walhamdulillahi Rabbilalamin. [ ]

nikmat#sthash.zwuw1YSo.dpuf
Posted by: peribadirasulullah | Mei 22, 2015

Amanat Disia-siakan, Zina Merebak-Tanda Kiamat Semakin Hampir

Image result for akademi fantasia

INILAHCOM, Jakarta- Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.”

Ibnu Hajar melanjutkan, “Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Jabir r.a. berkata, “Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, (Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian. Beliau melanjutkan, Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini. Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, “Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)

3. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, “Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun alaihi)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

“Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

ATAU LEBIH DIKENALI DENGAN GOLONGAN SYIAH.

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman

“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia. Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

12. Merebaknya perzinahan

13. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)

14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasai dan Ibnu Hibban)

15. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Tanda-Tanda Kiamat Besar

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Yajuj dan Majuj.

Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya:

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Yajuj dan Majuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Yajuj Majuj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Masud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :

-Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.

-Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.

-Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.

-Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.

-Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat. Wallahu alam. [ ]

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2206018/amanat-disia-siakan-zina-merebakkiamat-mendekat#sthash.ADKLkZxm.dpuf

Posted by: peribadirasulullah | Mei 22, 2015

Ayat Suci Al-Quran dijadikan lirik lagu-Tanda Hampirnya Kiamat

INILAHCOM, Jakarta– Sehubungan dengan tampilan tilawah Al Quran yang sangat asing bagi kaum Muslimin dunia maka pertanyaan terus bermunculan tentang status hukum membaca Al Quran dengan lagu atau menjadikan Al Quran sebagai lagu atau musik.

Membaca Al Quran dengan lagu tertentu dikarenakan logat kedaerahan tidaklah dipermasalahkan, tetapi menyengaja menonjolkan lagu dan memperdengarkannya lagunya kepada sekelompok orang adalah hal yang dicela. Yang diutamakan dalam membaca Al Quran adalah pemahaman pendengarnya.

Menurut Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry, membaca Al Quran dengan menjadikannya seperti musik adalah di antara tanda-tanda kiamat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terlah mewanti-wanti. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Bersegeralah untuk beramal sebelum datangnya 6 kejadian. Salah satunya: Sebuah golongan yang menjadikan Al-Quran seperti musik. Mereka memajukan seseorang agar dia memperdengarkan kepada mereka langgam irama lagunya padahal dia adalah orang yang paling sedikit ilmunya diantara mereka” (HR. Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani)

Dalam riwayat lain salah seorang sahabat berkata:

:

“Sesungguhnya aku ingin segera wafat sebelum datangnya kejadian-kejadian yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang mana kejadian itu terjadi pada akhir zaman dan beliau takut ketika kejadian itu terjadi pada ummatnya, salah satu kejadian yang disebutkan oleh nabi adalah sebuah golongan yang menjadikan Al-Quran seperti musik. Mereka memajukan seseorang yang bukan orang paling faqih diantara mereka dalam masalah agama dan bukan pula orang yang paling berilmu. Padahal diantara mereka ada orang yang lebih faqih dan lebih berilmu. Mereka memajukan orang tersebut agar dia memperdengarkan langgam irama lagunya.” (HR. Thabrani)

Hadits-hadits yang semisal juga diriwayatkan oleh Ahmad, Hakim, Baihaqi, dan lain-lain.

Syaikh Al-Albani rahimahullah mengomentari hadits tersebut:

“Maka telah ada nash yang menyatakan bahwa diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya sebuah golongan yang menjadikan Al-Quran seperti musik” (As-Silsilah Ash-Shaihah 5/583). [ ]

Sumber Fimadani – See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2206623/tanda-kiamat-menjadikan-alquran-seperti-musik#sthash.ffPAPGxK.dpuf

Posted by: peribadirasulullah | Mei 22, 2015

Manhaj Salaf Dalam Surah Al-Fatihah

Dalil Manhaj Salaf Dalam Surat Al Fatihah

INILAHCOM, Jakarta– Manhaj Salaf adalah metode beragama Islam yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan generasi terbaik sesudah beliau berada di atasnya.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam kabarkan dalam sebuah hadits, dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah kurunku (Sahabat), kemudian orang-orang yang setelahnya (Tabiin), lalu orang-orang yang sesudahnya (Tabiut Tabiin)” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Manhaj Salaf ini telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan tetap tetap ada sampai datangnya ketentuan Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang mereka tetap di atas kebenaran lagi ditolong sampai datang ketentuan Allah (dekat hari Kiamat)” (Hadits Shahih,dikeluarkan oleh Ibnu Majah).

Manhaj Salaf adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman dan pengamalan para Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Tabiin, dan TabiutTabiin sebagai hasil dari didikan guru besar yang paling mulia mereka, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam lah yang langsung mendidik para Sahabatnya bagaimana memahami dan mengamalkan Islam dengan benar, kemudian para Sahabat radhiyallahu anhum mendidik murid-murid mereka, yaitu Tabiin (pengikut Sahabat) dengan baik, sedangkan Tabiin melanjutkan perjuangan dakwah dengan mendidik para Tabiut Tabiin (Pengikut Tabiin) dengan baik pula. Mereka lah tiga generasi terbaik setelah para Rasul dan Nabi alaihimush shalatu was salam.

Dalil Manhaj Salaf dari surat Al- Faatihah

Suatu perkara yang tidak diperselisihkan oleh kaum muslimin semenjak dulu sampai sekarang bahwa satu-satunya jalan lurus (Ash-Shiraath Al-Mustaqiim) yang diridhai oleh Allah adalah jalan Al-Quran dan As-Sunnah. Hal itu dikarenakan Allah menjamin bagi setiap hamba-Nya yang berpegang teguh dengan Al-Quran akan mendapatkan anugerah istiqamah, lurus meniti jalan menuju Rabb-nya. inilah jaminan tersebut,

Allah Taala berfirman:
“Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya lagi menunjukkan kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus” (Al-Ahqaaf: 30).

Dalam ayat di atas, Allah Taala mengabarkan bahwa Al-Quran menunjukkan kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus, maka tentunya ini mengandung maksud bahwa Allah Taala menjamin setiap orang yang yang berpegang teguh dengan Al-Quran akan mendapatkan anugerah istiqamah, lurus meniti jalan menuju kepada Rabb nya. Sebagaimana Allah juga menjamin bagi hamba-Nya yang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan istiqomah, lurus di atas kebenaran.

Allah Taala berfirman tentang Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam adalah sosok utusan Allah yang menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus,

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (Asy-Syuuraa: 52).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, maka barangsiapa yang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, niscaya Allah Taala menjaminnya akan mampu istiqomah, lurus di atas kebenaran.

Lantas, apakah yang diperselisihkan oleh sebagian kaum muslimin?

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa kaum muslimin semenjak dulu sampai sekarang tidak pernah berselisih bahwa jalan yang lurus (Ash-Shiraath Al-Mustaqiim) yang diridhoi oleh Allah adalah jalan Al-Quran dan As-Sunnah. Namun perkara yang membuat banyak di antara mereka berselisih adalah dengan metode apa mereka memahami Al-Quran dan As-Sunnah dan mengamalkan keduanya.

Inilah yang menyebabkan banyak dari kelompok dan aliran-aliran dalam barisan kaum muslimin melenceng dari jalan lurus (Ash-Shiraath Al-Mustaqiim). Jadi, tidak cukup seorang muslim mengatakan, “Mari kembali kepada Al-Quran dan As- Sunnah!”, walaupun ini kalimat yang benar, namun karena pemahaman kita terhadap keduanya bisa benar dan bisa pula salah, demikian juga dalam mengamalkan keduanya, bisa jadi amal kita keliru, maka adanya standarisasi pemahaman dan pengamalan agama Islam yang benar -yang direkomendasikan oleh Allah Taala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam- adalah sebuah keniscayaan.

Adapun standar pemahaman dan pengamalan agama Islam yang benar itu adalah pemahaman dan pengamalan Salafush Shaleh -tiga generasi terbaik dari seluruh umat para Rasul alaihimush shalatu was salam, dan generasi Salafush Shaleh yang paling mulia adalah para Sahabat radhiyallahu anhum. Mereka langsung mendapatkan tarbiyyah dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam .

Jalan siapakah yang disebut sebagai jalan yang lurus (Ash-Shiraath Al-Mustaqiim)?

Sobat, coba renungkanlah sejenak ayat-ayat dalam surat Al-Faatihah! Bukankah Allah tidak mencukupkan dalam surat Al-Faatihah hanya sampai ayat:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

Barangkali kaum muslimin-ketika membaca surat Al-Fatihah dalam shalatnya, tidak ada satupun dari mereka yang berani dengan sengaja berhenti hanya sampai ayat di atas. Ketahuilah, bahwa makna ayat di atas tidaklah bisa dipisahkan dengan makna ayat berikutnya, karena kedua ayat tersebut hakikatnya merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan erat dalam menunjukkan “Jalan yang lurus dan Orang-orang yang menitinya.”

Sebagaimana jika ada orang yang menyangka bahwa ia telah meniti jalan yang lurus, padahal jalan tersebut tidak pernah dilalui oleh para pendahulunya yang lurus, maka itu adalah sebuah kesalahan. Demikian juga, jika ada orang yang menyangka bahwa dirinya adalah orang yang lurus, padahal jalan yang dilaluinya sebenarnya telah menyimpang dari jalan yang lurus, itupun hakikatnya juga sebuah kesalahan.

Ketahuilah wahai saudaraku, ayat di atas menunjukkan kepada jalan Al-Quran dan As-Sunnah, karena dalam ayat tersebut isinya adalah permohonan seorang hamba kepada Rabbnya agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sedangkan di dalam surat Al-Ahqaaf: 30, Allah Taala menjelaskan bahwa Al-Quran adalah jalan yang lurus, dan dalam surat Asy-Syuuraa: 52, Allah Taala menjelaskan bahwa As-Sunnah adalah jalan yang lurus, sebagaimana telah dijelaskan di dalam artikel bagian pertama.

Namun wahai saudaraku, Allah tidak membiarkan kita kebingungan mencari tahu tentang jalan siapakah yang disebut sebagai jalan yang lurus tersebut, sehingga Allah tidak berhenti berfirman hanya sampai ayat,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

akan tetapi melanjutkan firman-Nya,

“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.

Hal ini menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah jalan orang-orang yang mendapatkan anugerah nikmat yang besar dari Allah Taala, berupa:

Nikmat amal shalih, sebagaimana terkandung dalam firman-Nya:

“bukan (jalan) mereka yang dimurkai”, maksudnya orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya.

Syaikh Abdur Rahman As-Sadi rahimahullah berkata,

“adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran, namun meninggalkannya (tidak mengamalkannya), seperti yahudi dan semisal mereka.” (Tafsir As-Sadi, hal. 28).
Nikmat Ilmu yang bermanfaat, sebagaimana terkandung dalam firman-Nya:
“dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.
maksudnya adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang bermanfaat. Syaikh Abdur Rahman As-Sadi rahimahullah berkata,
“adalah orang-orang yang meninggalkan kebenaran dalam keadaan tidak berilmu dan sesat, seperti nashara dan semisal mereka”. (Tafsir As-Sadi, hal. 28).
Dengan demikian firman-Nya,
“Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka”, hakikatnya menunjukkan kepada jalan orang-orang yang mendapatkan anugerah nikmat dari Rabb mereka, berupa “Ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh”.
Berkata Ibnul Qoyyim rahimhullah,
“Perhatikanlah rahasia yang indah dalam penyebutan sebab dan balasan bagi tiga golongan (yang terkandung dalam surat Al-Faatihah, pent) dengan lafadz yang paling ringkas dan singkat, maka sesungguhnya pemberian nikmat kepada mereka mengandung pemberian nikmat hidayah oleh-Nya, yang hidayah itu sendiri adalah ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh”. (Madarijus Salikin 1/36).
Beliau juga berkata,
“Maka setiap orang yang lebih mengetahui kebenaran dan lebih mengikutinya, ia lah yang lebih berhak (disifati mendapatkan) jalan yang lurus” (Madarijus Salikin 1/94).
Bagaimana Ahli Tafsir menafsirkan ” Jalan lurus (Ash-Shiraath Al-Mustaqiim) dan orang-orang yang menitinya”?
Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya, menjelaskan makna dari firman Allah Taala,
“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka”
“Mereka adalah orang yang mendapatkan hidayah (baca: berilmu), keistiqomahan dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya (baca: beramal).”
Dengan demikian, profil orang-orang yang berada di atas Ash-Shiraath Al-Mustaqiim adalah tipe orang-orang yang menggabungkan ilmu yang bermanfaat dan amal salih dalam diri mereka. Oleh karena itu, pantas jika di antara salafus salih ada yang menafsirkan ” Jalan lurus (Ash-Shiraath Al-Mustaqiim) dan orang-orang yang menitinya” dengan “Abu Bakar, Umar, dan para Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam”, karena merekalah orang-orang yang paling besar -setelah para Rasul dan Nabi alaihimush shalatu was salam dalam mendapatkan anugerah Allah berupa ilmu yang bermanfaat dan amal salih, sehingga mereka menjadi generasi terbaik setelah para Rasul dan Nabi alaihimush shalatu was salam.
Al-Baghawi rahimahullah dalam menafsirkan firman Allah Taala :
menukilkan perkataan salafus salih,
: “”
“Abdur Rahman bin Zaid rahimahullah berkata, Mereka adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan orang-orang yang bersamanya (para Sahabatnya).”
: “”.
“Abul Aliyah rahimahullah berkata, Mereka adalah para pengikut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar radhiyallahu anhuma dan Ahli Bait beliau.”
: “”.
“Syahr bin Hausyab rahimahullah, mereka adalah para Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan Ahli Bait beliau” (Tafsir Al-Baghawi 1/7).[ ]

Sumber muslimorid

Referensi

Madarijus Salikin, Ibnul Qoyyim.

Sittu Durar, Syaikh Ramadhani.

Tafsir Al-Baghawi.

Tafsir As-Sadi. – See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2206792/dalil-manhaj-salaf-dalam-surat-al-fatihah#sthash.qHjsrXV5.dpuf

http://mozaik.inilah.com/read/detail/2206792/dalil-manhaj-salaf-dalam-surat-al-fatihah

Posted by: peribadirasulullah | Mei 21, 2015

INSAN MULIA-MAHASISWA STAI AL-FATAH GELAR AKSI PEDULI MUSLIM ROHINGYA

Mahasiswa Alfatah Galang Dana Peduli Muslim Rohingya, Cileungsi, Bogor, (20/5). (MINA)

Bogor, 2 Sya’ban 1436/20 Mei 2015 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat berkerjasama dengan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Bogor mengadakan aksi penggalangan dana peduli Muslim Rohingya.

Menurut Koordinator Penggalangan Dana, Hudzaifah, aksi solidaritas bagi Muslim Rohingya itu mulai digelar pada Rabu (20/5) hingga Selasa (26/5) mendatang.

Dia menjelaskan kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), pada hari pertama penggalangan dana akan disebar pada tujuh tempat di sekitar wilayah Kecamatan, Cileungsi Bogor.

“Penggalangan dana kali ini, para relawan mahasiswa akan dibagi tujuh kelompok, dalam satu kelompok terdiri dari lima sampai tujuh orang yang akan disebar di beberapa tempat sekitar Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor,” kata Hudzaifah.

Penggalangan dana satu pekan itu dilakukan atas anjuran Pembina Utama Al-Fatah, K.H. Yakhsyallah Mansur,MA. tentang perlunya menggalang kepedulian dan solidaritas terhadap nasib sesama Muslim, khususnya Muslim Rohingya, yang terdampar di Aceh.

“Dengan penggalangan dana ini diharapkan tumbuhnya kepedulian muslim Indonesia terhadap Muslim Rohingya,” kata Hudzaifah.

Pada penggalangan dana untuk muslim Rohingya kali ini, panitia menargetkan tahap awal Rp50 juta. Dana yang terkumpul disalurkan melalui Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) untuk disalurkan langsung kepada muslim Rohingya. Tim pelaksana UAR saat ini sudah berada di kamp pengungsian Muslim Rohingya di Aceh untuk menyalurkan bantuan tahap awal.

Pondok Pesantren Al-Fatah juga menyiapkan beasiswa bagi anak-anak Muslim Rohingya untuk belajar di pesantren Al-Fatah yang tersebar di beberapa daerah, antara lain: Medan, Lampung, Palembang, Jambi, Bogor, Bandung, dan lainnya.

Hari pertama penggalangan dana terkumpul infaq dana masyarakat Rp4.810.000, dari tujuh kelompok penggalang dana.

“Kami berharap, semoga dengan galang dana untuk Rohingya kami kali ini, dapat menggerakan kepedulian Muslim di seluruh dunia”, ucap Koordinator Penggalangan Dana, Hudzaifah.  (L/nda/P4)

http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/mahasiswa-stai-alfatah-peduli-muslim-rohingya/

Posted by: peribadirasulullah | Mei 21, 2015

tentera basar berpesta membunuh umat Islam Syria

سوريا: معطيات جديدة قد تعجّل في نهاية الأسد
Deutsche Welle‏ – قبل ١١ ساعة
دلالات متزايدة بدأت تطفو على السطح في سوريا، تفيد بان نظام الأسد يقترب من نهايته عسكريا …
سوريا.. تقدم للمعارضة في إدلب وسيطرة للجيش في ريف السويداء
روسيا اليوم‏ – قبل ١٧ ساعة
سوريا.. ضباط النظام ينهبون تدمر.. وداعش يتحضر لتدميرها
العربية نت‏ – قبل يوم واحد
المزيد من الأخبار عن سوريا
سوريا – ويكيبيديا، الموسوعة الحرة
ar.wikipedia.org/wiki/سوريا
سُورِيَة أو سوريا، واسمها الرسمي الجمهورية العربية السورية منذ 1961، هي جمهورية مركزية، مؤلفة من 14 محافظة، عاصمتها مدينة دمشق، تقع ضمن منطقة الشرق الأوسط في غرب …
‏سكان سوريا – ‏محافظات سوريا – ‏جغرافيا سوريا – ‏تاريخ سوريا
سوريون – ويكيبيديا، الموسوعة الحرة
ar.wikipedia.org/wiki/سوريون
صدرت مراسيم تقسيم سوريا إلى ثمانية كيانات، غير أنها لعبت دورًا في تثبيت الهوية السورية بدلاً من طمسها. وقد كتب المفوض الفرنسي اللاحق الجنرال كاترو: “تفكيك …
صور سورياإرسال تقرير للإبلاغ عن صور

Posted by: peribadirasulullah | Mei 21, 2015

Mujahiden Rohingya

Dengan Izin Allah SWT Rohingya Akan Bangkit Menentang Kezaliman.

Suatu hari nanti Mereka “Buddha Laknatullah” myanmar yang membantai saudara kami akan tercabik-cabik dan akan disembelih oleh para Mujahidin Rohingya yang sedang mempersiapkan diri untuk berjihad In Syaa Allah di bulan Ramadhan ini.

Posted by: peribadirasulullah | Mei 21, 2015

Kini Mursi dengan Izin Allah SWT Selamat Bersama Erdogan

Presiden Morsi dibuang negara ke Turki

Beberapa sumber berita antarabangsa menyatakan bahawa Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki telah menggunakan Arab Saudi sebagai orang tengah untuk membawa Presiden Morsi ke Turki.

Hukuman bunuh kepada Morsi dijabgkakan akan menyebabkan huruhara dan ketidakstabilan Mesir disebabkan orang ramai yang tidak berpuas hati dengan regim Gen Fattah As Sisi.

Semoga usaha ini berjaya….

Dr Zainur Rashid Zainuddin

Posted by: peribadirasulullah | Mei 21, 2015

Khasiat Ketaatan dan Maksiat terhadap Allah SWT

Ketaatan kepada Allah SWT memberi Cahaya kepada Hati, memberi Cahaya kepada Wajah,Memberi Kesihatan kepada badan, Melapangkan Rezeki dan memnimbulkan kasih sayang kepada semua kejadian Allah SWT.

Maksiat memberi kegelapan pada hati, menghitamkan wajah,melemahkan badan, menyempitkan rezeki dan menimbulkan kemarahan kepada semua kejadian Allah SWT.

Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,676 other followers