Posted by: peribadirasulullah | Oktober 17, 2012

Amalan Sunnah di Bulan Zulhijjah

Photo: Banyak sekali amalan sunnah yang bisa kita lakukan, baik amalan harian, mingguan sampai tahunan, diantaranya ketika datang bulan Zulhijjah.<br /><br />
Tidak perlu sedih meski ada yang belum dipanggil Allah untuk datang memenuhi panggilan Allah yang indah menawan. Ada amalan yang baik dilakukan diantaranya:</p><br />
<p>Memperbanyak Puasa Sunnah<br /><br />
Dianjurkan memperbanyak puasa di sembilan hari bulan Dzulhijjah. Terutama puasa hari arafah, tanggal 9 Dzulhijjah. Abu Qatadah ra  meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p><br />
<p> “…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa,) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Ahmad dan Muslim).</p><br />
<p>Demikian juga keumuman hadis yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Disamping itu, terdapat keterangan khusus dari Ummul Mukminin, Hafshah ra  bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan tiga hari tiap bulan. (HR. Nasa’i, Abu Daud, Ahmad, dan disahihkan Al-Albani).</p><br />
<p>Memperbanyak Amal Soleh.</p><br />
<p> “Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh).” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Turmudzi).</p><br />
<p>Berkurban.</p><br />
<p> “Laksanakanlah salat untuk Rab-mu dan sembelihlah kurban.” (QS. Al-Kautsar: 2).</p><br />
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p><br />
<p> “Siapa yang memililki kelapangan namun dia tidak berkurban maka jangan mendekat ke masjid kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Dihasankan Al-Albani).</p><br />
<p>Catatan: Bagi orang yang hendak berkurban, dilarang memotong kuku dan juga rambutnya (bukan kuku dan bulu hewannya) ketika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia memotong hewan kurbannya.</p><br />
<p>Melaksanakan Haji (dan ini yang paling Utama)</p><br />
<p>Allah  Swt berfirman,<br /><br />
“Kewajiban bagi manusia kepada Allah, berhaji ke Baitullah, bagi siapa saja yang telah mampu, untuk melakukannya.” (QS. Ali Imran: 97).</p><br />
<p>Ust. Ackmanz Lc” src=”<a href=http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/c0.0.403.403/p403x403/62003_432289503495161_501376691_n.jpg&#8221; height=”403″ width=”403″ />

Banyak sekali amalan sunnah yang bisa kita lakukan, baik amalan harian, mingguan sampai tahunan, diantaranya ketika datang bulan Zulhijjah.
Tidak perlu sedih meski ada yang belum dipanggil Allah untuk datang memenuhi panggilan Allah yang in

dah menawan. Ada amalan yang baik dilakukan diantaranya:Memperbanyak Puasa Sunnah
Dianjurkan memperbanyak puasa di sembilan hari bulan Dzulhijjah. Terutama puasa hari arafah, tanggal 9 Dzulhijjah. Abu Qatadah ra meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa,) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Ahmad dan Muslim).

Demikian juga keumuman hadis yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Disamping itu, terdapat keterangan khusus dari Ummul Mukminin, Hafshah ra bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan tiga hari tiap bulan. (HR. Nasa’i, Abu Daud, Ahmad, dan disahihkan Al-Albani).

Memperbanyak Amal Soleh.

“Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh).” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Turmudzi).

Berkurban.

“Laksanakanlah salat untuk Rab-mu dan sembelihlah kurban.” (QS. Al-Kautsar: 2).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang memililki kelapangan namun dia tidak berkurban maka jangan mendekat ke masjid kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Dihasankan Al-Albani).

Catatan: Bagi orang yang hendak berkurban, dilarang memotong kuku dan juga rambutnya (bukan kuku dan bulu hewannya) ketika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia memotong hewan kurbannya.

Melaksanakan Haji (dan ini yang paling Utama)

Allah Swt berfirman,
“Kewajiban bagi manusia kepada Allah, berhaji ke Baitullah, bagi siapa saja yang telah mampu, untuk melakukannya.” (QS. Ali Imran: 97).

Ust. Ackmanz Lc


Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,566 other followers

%d bloggers like this: