Posted by: peribadirasulullah | Mei 9, 2010

Misteri Tembok Yakjuj dan Makjuj

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/Gunung_tembokbesar.jpg&h=235&w=355&zc=1

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Mereka berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”.” (QS. Al-Kahfi: 94)

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Anbiya: 96)

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini!” Beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj

Berdasarkan pendapat yang paling kuat, Ya-juj dan Ma-juj merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan). Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia. Hanya saja, para ulama berbeda dalam menentukan siapa nenek moyangnya. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam ‘alaihis salam dan Hawa atau dari Adam saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh ‘alaihis salam dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts bin Nuh.

Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah yaitu Turk. Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin. Mereka dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. “Batu” anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti saudaranya Kilay yang menaklukan Cina.

Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya. Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.

Pada QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati perkampungan, membabat semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.

Siapakah Dzulkarnain?

Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir.

Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan Al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.” (QS. Al-Kahfi: 84)

Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM – 552 M.). Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.

Dzulqarnain seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan, atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.

Benarkah Tembok Cina Adalah Tembok Zulkarnain?

Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al-Kahfi. Dan yang disebut Ya-juj dan Ma-juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98 tentang itu.
Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.

Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dan seterusnya, sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al-Kahfi: 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman, “Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?

Beberapa Penelitian Tembok Ya’juj

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al-hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 meter dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Letak Perkiraan Tembok Besi Berada

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam maupun Rusia, terletak di republik Georgia.

Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.
Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu Sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj.

27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj dan Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.

Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma-juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya-juj-Ma-juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, dan membunuh suku-suku lain. Mereka pembuat onar dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.

Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya-juj-Ma-juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.

Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah, pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.

Ditulis oleh: Damar Dwiyadi Pratama dari artikelmenarik.wordpress.com


Responses

  1. Salam Tuan Administrator

    mohon emailkan koordinat-koordinat gambar di atas atau laman web asal gambar ini. Terimakasih.

  2. yang di maksud tembok yakjuj makjuj adalah the gates alexander di darbent rusia atau mungkin juga Great Wall of Gorgan. krn kedua2nya berada kauskasia.tembok ini benar2 ada dan bukan ghaib. yang di maksud yajuj makjuj adalah yahudi azkhenazi yg pny DNA khazar( penduduk asli kauskasia)

  3. ada tak gambar2 tembokni?..pueh eden mencari kat internetttt…

  4. Terima kasih atas ceritanya,setidaknya sudah menambah wawasan kta

  5. Kenapa Zulkarnain membuat tembok yang kuat dari campuran bersi dan tembaga untuk menghalangi Ya-juj-Ma-juj? kalau memang Ya-juj-Ma-juj bangsa manusia kenapa Zulkarnain tidak menghancurkan saja mahluk itu, toh dia punya tentara yang hebat dan diberikan kekuasaan oleh Allah untuk menghukum orang kafir dan Pasti Allah Akan menolongnya dengan kemenangan!

    “Wahai Dhul-Qarnain! Sesungguhnya Ya’juj wa-Ma’juj itu membuat kerusakan di BUMI (Berarti Ya’juj wa-Ma’juj itu Berdiam di beberapa Tempat di Bumi terutama di daerah yang bergunung berapi Aktif). Bolehkah kami membayar upeti kepada engkau, dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah rintangan antara kami dan mereka” (18:94).

    Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.( lava yang menyala dari gunung berapi tidak mungking turun dari Tempat yang Rendah)” -Al Anbiyaa: 96-

    JADI Yakjuj dan Makjuj bukanlah satu golongan manusia(makhluk) yang membuat kerusakan diatas muka bumi tetapi merupakan limpahan lava yang panas dari gunung berapi. Zulkarnain telah membangun sebuah tembok besi bercampur tembaga untuk menghalangi aliran lava gunung berapi yang mengancam kehidupan sebuah kaum yang berada dalam wilayah gunung yang dilewawati Zulkarnain!

    Perkataan YAKJUJ mempunyai kata akar ALIF-JIM yang membawa pengertian ‘api yang menyala’. Perkataan MAKJUJ mempunya maksud yang sama dengan perkataan ‘Maja’ dan ‘Yamuj’ yang membawa pengertian ‘gelombang atau penyebaran’. Jadi YAKJUJ DAN MAKJUJ diartikan sebagai ‘gelombang api yang menyala’(lava Gunung Berapi) ”

    PIKIRKANLAH !

    • kamu ini ulama tafsir ke? kenapa membahaskan ayat al quran seperti kamu ini ulama tafsir? majoriti ulama ahli sunnah wal jamaah sepakat mengatakan bahawa yakjuj dan makjuj adalah dari golongan manusia yang telah dikurung didalam tembok semasa zaman zulkarnain. Jika kamu mengatakan yakjuj dan makjuj itu ialah lava api,sungguh menggelikan hati kerana dikawasan itu tidak ada bukti saintifik mengatakan ada gunung berapi disekitar itu. Kamu perlu faham kenapa zulkarnain tidak menghancurkan yakjuj dan makjuj adalah kerana zulkarnain diberi pilihan oleh Allah sama ada menghancurkan atau tidak,tetapi zulkarnain tidak memilih untuk menghancurkan yakjuj dan makjuj. Jika kamu mengatakan tentang lava gunung berapi, ditempat lain pun ada lava dan gunung berapi juga seperti di indonesia yang paling banyak. Kenapa zulkarnain tidak pergi ke indonesia? hal ini adalah kerana Zulkarnain bertindak melalui ilham dari Allah sahaja bukan bertindak sesuka hati.

      • Jutaan Terima Kasih di atas perkongsian Ilmiah yang amat berguna.
        Jazakumullahu Khairul Jaza’.

      • 1.Saya bukan ulama atau ustad dlam pengertian umum agama islam dan memang saya tidak mau disebut demikan! Alquran di turunkan kepada nabi terakhir bukan khusus kepada ulama trus diajarkan kepada umat manusia tapi diturunkan kepada seluruh umat manusia tanpa mengenal bangsa dan suku! coba anda perhatikan umat nabi Musa, taurat dikuasai oleh pendeta2/ulama2/ustad mereka dengan menyatakan bahwa hanya mereka yg berhak mengetahui isi taurat kemudian mengajarkan kepada orang awam! apa bedanya dengan Alquran yang hanya boleh di tafsirkan ulama2? didalam Alquran Allah menghujat pendeta/tokoh agama (pada waktu itu belum ada ulama ustad dari agama islam) karena memakan harta sesamanya! apakah tokoh agama islam tidak demikian? kalau anda mengatakan tidak semuanya! Allah dalam Alquran juga menyatakan bahwa masih ada pendeta dari kaum nasrani maupun yahudi menitikan air mata waktu mendengar alquran dan tidak sombong.
        2. Apa karena mayoritas ulama mengatakan yakjuj dan makjuj adalah dari golongan manusia terus bisa menjadi kebenaran yg mutlak saya cuma mengambil pendekatan arti kata yakjuj dan makjuj secara harfiah terus menyimpulkannnya apakah itu salah? yg aneh kalau yakjuj dan makjuj itu manusia pasti kaum yg meminta tolong kepada kepada zulkarnain sudah lama di hancurkan sama yakjuj dan makjuj kecuali anda mengatakan bahwa kebetulan kaum yakjuj dan makjuj menunggu zulkarnaian membuatkan tembok penghalang bagi mereka dan kaum manusia yg meminta tolong :)
        3. Memang menggelikan kalau saudara memaksakan zulkarnain mengurung yakjuj dan makjuj dkawasan yg anda maksud! sampai sekarang ini belum ada kepastian dimana sebenarnya zulkarnain membuat tembok penghalang itu! kenapa zulkarnain tidak ke indonesia? karena dia tidak tinggal dikawasan asian tenggara yang berdekatan dengan indonesia! sama halnya kenapa para nabi/rasul hanya diturunkan di jasirah arab? (pernyataan ini sebatas pengetahuan saya) tidak pernah ke indonesia (kecuali anda menyatakan bahwa di indonesia 70% orang sudah beriman!)
        4. Hingga ketika dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ suatu kaum (yang pastinya Manusia). Kami berkata: “Wahai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. Berkata Zulkarnain: “Adapun orang yang zalim, maka kelak kami akan menyiksanya (berarti zulkarnain nanti akan memeranginya atau mungkin sudah memeranginya), kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh (berarti dalam kaum tersebut ada orang yang beriman berarti dan yang mereka bukan yakjuj dan makjuj :)), maka baginya pahala yang baik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” Kemudian Zulkarnain mengikuti jalan….. (bodoh sekali kalau ada yang mengatakan kaum yang dimaksud ayat diatas adalah yakjuj dan makju )

      • eh rileks la saudara al faqir. saudara tutu van hanya melontarkan pandangan dia. dn x ada salah pn pndangan dia. bukan merosakkan akidah pn kalau kita rasa yajuj makjuj itu mungkin adalah lava. jd x perlu la anda melenting.

  6. Israel : Bangsa
    Yahudi : Agama

    Jangan tersalah tafsir.

    Seperti juga

    Melayu : Bangsa
    Islam : Agama

    Mohon tuan admin membuat posting baru berkaitan ini kerana masih ramai yang tidak faham dan jelas berkaitannya. Hujahnya dan huraiannya banyak. Antaranya Surah al-Baqarah ayat: 120. Kenapa Tuhan menggunakan perkataan YAHUDI DAN NASRANI? Sedang kan nasrani itu juga agama.
    MZB.

    • Setahu sya yahudi itu bkn nma agama.
      Asalnya mreka(Bani Israel)itu trdri dri 12 golongan,n di antra 12 orang itu Ada 1 org yg pling dominan brnma yuhada.lama2 klmaan prkataan yuhada ini brubh jd yahudi.maaf klau sys slah.

      • Jutaan Terima Kasih kerana sudi berkongsi ilmu.


Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,563 other followers

%d bloggers like this: